
"Ren, apa benar yang di katakan tante Hana?" tanya Reyna.
"Hm... Apanya?" tanya Ren berbaring di kasur.
"Apa benar kalau kau punya penyakit Insomnia?" tanya Reyna.
"Sejak kecil." jawab Ren.
"Bagaimana bisa?" tanya Reyna dengan terkejut kalau penyakit Ren mulai sejak kecil.
"Kenapa? Apa kau kasihan padaku?" tanya Ren dengan senyum.
"Kenapa aku harus kasihan?" tanya Reyna.
"Jujur saja Rey. Aku tahu kalau kau kasihan padaku karena aku sudah lama kena penyakit ini sejak kecil." kata Ren dengan senyum.
Ren tahu kalau Reyna kasihan padanya dan Reyna egonya lumayan besar karena tidak mau jujur karena kasihan padanya.
"Kejadian apa menyebabkan kau kena penyakit ini?" tanya Reyna.
Ren tersenyum melihat Reyna. Ren langsung duduk dan melihat ke muka Reyna yang sangat ingin tahu.
"Jika kau tidka mau bicara juga tidak apa." lanjut Reyna tidak mau memaksa Ren.
"Jika aku memberitahu hadiah apa yang akan kau berikan padaku?" tanya Ren dengan senyum menggoda.
"Kenapa di saat aku bertanya seperti ini padamu kau selalu suka menggodaku?" tanya Reyna menghela nafasnya.
"Tentu saja karena suka melihat kau seperti ini." kata Ren dengan senyum.
Setelah beberapa menit Ren dan Reyna hanya melihat satu samal lain dna tidak bicara. Ren yang melihat Reyna tidak bicara akhirnya membuka suaranya.
"Baiklah. Aku akan memberitahu padamu. Tapi ini akan menjadi cerita yang panjang. Apa kau punya keberatan?" tanya Ren.
"Tidak. Aku akan mendengar semua cerita mu sampai kau selesai." kata Reyna dengan senyum.
--- Beberapa tahun lalu ----
Ren dan sekeluarga sedang berlibur di Villa mereka. Ren kelihatan biasa saja berlibur dengan Hana dan Aizen.
"Ren, ayo kita pergi keluar.." teriak Hana di luar.
__ADS_1
Ren di kamar tidak menjawab apapun. Ren sedang mengotak atik komputernya. Ren lebih suka bermain dengan komputer dari kecil.
"Ren..." Hana masuk ke kamar Ren karena Ren tidak menjawab ataupun turun ke bawah.
"Apa yang kau lakukan Ren? Mama memanggil mu dari tadi." kata Hana melihat Ren hanya fokus ke komputernya.
"Ada apa Ma? Aku lagi sibuk." kata Ren yang masih fokus.
"Hentikan main itu lama-lama. Nanti kau bisa jadi 4 mata." kata Hana menghentikan Ren.
"4 Mata? Apa maksud mama?" tanya Ren dengan bingung.
"4 mata itu artinya kau pakai ini. Apa kau mau?" Hana membentukan bulat dengan kedua tangannya di mata Hana.
Ren menaikkan sebelah alisnya melihat Mamanya.
"Apa mama mau pakai kacamata?" tanya Ren.
"Hah~ Itu kau Ren, bukan Mama." Hana menghela nafasnya mendengar jawaban Ren.
"Siapa yang mau memakai itu." kata Ren.
"Tidak Ma! Aku sedang fokus jadi kalau mama ingin pergi, pergi saja aku tidak mau ikut." kata Ren.
"Kenapa sifat kau ini sangat mirip dengan Papa mu. Kalian ayah dan anak sama persis hanya fokus dengan kegiatan sendiri saja dan tidak mau bermian keluar." kata Hana
Hana akhirnya memaksa Ren supaya keluar bersamanya.
Hana mengajak Ren ke pantai. Ren merasa kesal karena Mamanya memaksanya bahkan dia masih belum selesai dengan komputernya.
Ren di pantai merasa sangat bosan. Ren melihat Hana bersama Temannya berbincang-bincang senang.
Ren langsung saja pergi meninggalkan Hana karena dirinya sangat bosan bersama Hana.
Ren berjalan jalan dekat pantai dan merasa bosan karena dia tidak tahu mau ngapain.
Ren melihat semua orang ssedang bersenang-senang, sedangkan dirinya sangat bosan sendirian.
Ren akhirnya pergi keluar pantai. Ren masuk ke Mall dekat pantai. Ren hanya memakai celana pendek saja karena di Mall itu banyak orang yang pakai baju renang saja karena pantai sangat dekat.
Ren melihat ada toko komputer langsung saja masuk ke dalam melihat lihat.
__ADS_1
Di dalam toko itu Ren melihat banyak komputer membuat moodnya agak senang karena Ren paling suka dengan komputer.
Setelah beberapa lama Ren keliling Mall dan membuat moodnya senang dan tidak bosan.
Ren langsung keluar mall dan mencari Hana. Sedangkan Hana sedang panik mencari Ren karena tidak menemukan Ren.
"Reeenn..... Kau di mana Rennn..." Hana berteriak mencari Ren.
"Kemana Ren pergi? Hm... Tidak mungkin dia pergi ke Mall sendirian kan." Hana tidak melihat Ren di Pantai dan melihat ke Mall.
Hana merasa tidak menemukan Ren di pantai jadi Hana mencoba cari Mall. Baru saja Hana sampai Mall langsung melihat Ren yang baru keluar dari Mall.
"Renn.... Kau ngapain di sini? Apa kau tahu kalau mama khawatir denganmu." kata Hana menghampiri Ren dan langsung marah pada Ren.
"Jalan Ma." jawab Ren dengan singkat.
"Astaga kau ini. Kau tidak boleh pergi ke Mall sendirian. Mengerti?" kata Hana.
"Memangnya kenapa, Ma?" tanya Ren dengan bingung.
"Kau masih kecil sudah pergi Mall sendirian. Bagaimana jika ada yang menculikmu?"
"Aku sudah bukan anak kecil lagi. Aku sudah besar." kata Ren dengan kerras.
"Dari mananya kau sudah besar? Memangnya kau sudah berapa besar?"
"Aku sudah 3 tahun, berarti aku sudah besar dan dewasa." kata Ren.
"Kau maish beusia 3 tahun dan berkata sudah dewasa? Dari mana keberanianmu bilang seperti itu?"
"Tentu saja aku sendiri. Dan lagi aku bosan di Pantai, Mama hanya bicara dengan teman Mama saja dan tidak bermain ataupun menemani ku. Bagaimana aku tidak bosan, Ma?"
"Jika tahu begini Mama jangan mengajak aku ke pantai. Mendingan aku di rumah saja." kata Ren dengan panjang lebar.
"Dari mana lamanya? Mama hanya bicara tidak sampai 10 menit kau sudah bilang lama." Hana terkejut mendengar Ren kalau dirinya lama bicara dengan temannya.
"10 menit itu sudah lama Ma." kata Ren dengan keras.
Hana terdiam. Hana merasa sifat gen Ren beneran turun dari Aizen yaitu paling tidak suka menunggu.
T.B.C
__ADS_1