
"Ta-tapi Tuan..." kata Harry
"Kenapa?" tanya Ren datar.
CLEK...
"Pagi semua..." kata Reyna baru keluar dari kamarnya bersama Rachel.
"Pagi." kata Calvin, Harry dan Ren melihat Reyna dan Rachel sudah selesai mandi.
"Bagaimana mandinya dengan Aunty?" tanya Calvin ke Rachel.
"Enak Daddy... Rachel rendam air panas dan rasanya segar." kata Rachel.
"Kalian sedang membicarakan apa? Sepertinya sangat serius." kata Reyna melihat 3 lelaki sedang bicara serius.
"Hanya membicarakan masa depan Harry." kata Ren datar.
"Masa depan?" tanya Reyna dengan bingung.
"Oh ya.. Bukankah Harry sebentar lagi akan tamat sekolah? Kau mau lanjutkan kuliah nggak?" tanya Reyna teringat kalau Harry akan lulus sekolahnya.
"Em...." Harry menggaruk dahinya dengan pelan.
"Ini yang kita bicarakan padanya Rey." kata Ren.
"Benarkah? Mau kuliah dimana?" tanya Reyna langsung duduk di sofa.
"Dia mau kuliah tapi tidak mau merepotkan orang lain." kata Ren datar.
"Apa maksudmu?" tanya Reyna.
"Aku sudah merekomendasikannya untuk masuk Imperial Star University. Tapi sepertinya dia ragu.." kata Ren.
"Bukankah bagus masuk Imperial Star University? Universitas itu terbaik di kota kita. Aku rasa Harry sangat cocok masuk universitas itu karena dia pasti minat dengan jurusan IT." kata Reyna.
__ADS_1
"Dari mana kau tau kalau dia akan masuk jurusan IT?" tanya Ren.
"Bukankah Harry suka dengan komputer? Aku rasa kau sangat cocok masuk jurusan IT atau kau minati jurusan lain?" tanya Reyna.
"Bagaimana Harry? Jika ingin masuk ke Imperial Star maka aku akan membantu mu untuk mendaftar." kata Ren ke Harry.
Harry hanya diam dan merasa ragu, tidak tau mau menerima atau tidak ajakan Ren.
"Masuk saja Har. Aku rasa Tuan Ren dan Nona Reyna benar. Kau tidak usah khawatir dengan uang masuknya. Kakak akan membantu mu membiayai kuliah mu. Kakak sangat tahu kalau kau sangat ingin kuliah kan." kata Calvin.
"Benar Harry. Soal biaya kuliah tidak usah khawatir. Nanti aku akan membantu mu membiayai kuliah mu." kata Reyna.
"Tidak usah Nona. Biar saya sebagai seorang kakak yang membayar biaya kuliahnya." kata Calvin merasa tidak enak jika Reyna yang membayar semua biaya kuliah Harry.
"Kenapa memangnya? Dan lagi bukankah Harry itu adik ipar Rayna. Tentu saja dia juga adik aku. Aku tidak akan membiarkan keluarga aku tidak dapat kuliah." kata Reyna dengan serius.
Calvin dan Harry merasakan terharu dengan perkataan Reyna ingin membiayai semua biaya kuliah Harry karena sudah menganggap Harry sebagai keluarga nya sendiri, bukan karena tidak bisa bayar uang kuliah atau karena memiliki uang.
"Pendaftaran mahasiswa baru kapan Ren?" tanya Reyna.
"Apa tidak bisa di percepat?" tanya Reyna merasa kalau 3 bulan itu akan terasa lama.
"Kenapa harus di percepat? Tinggal bilang sama Rektor Imperial Star saja ingin mendaftar. Nanti Rektornya akan membantu kita dan kita hanya tinggal tunggu Harry masuk kuliah saja." kata Ren dengan santai.
Reyna terdiam karena dia baru ingat kalau keluarga Ren adalah salah satu investor Imperial Star University. Tentu saja hanya tinggal bilang sama Rektor dan hanya tinggal tunggu Harry masuk kuliah.
"Benar juga kata mu Ren. Kalau begitu aku serahkan padamu tidak ada masalah kan?" tanya Reyna.
"Tidak masalah. Dan lagi ini hal yang gampang." kata Ren dengan senyum.
"Harry pastikan setelah dapat sertifikat kelulusan mu kau kasih ke aku dan aku akan menyuruh Rektor kampus mengurus daftar kuliah mu." kata Ren ke Harry.
Harry melihat ke kakaknya Calvin apakah harus menerimanya atau tidak. Calvin melihat ke Harry hanya mengangguk setuju.
"Baiklah Tuan. Terima kasih sudah membantu saya untuk masuk kuliah." kata Harry ke Ren.
__ADS_1
"Hmm...." Ren hanya mengangguk.
"Kenapa kau panggil Ren dengan sebutan Tuan? Memangnya dia Tuan mu?" tanya Reyna melihat ke Harry selalu memanggil Ren dengan sebutan Tuan.
"Jadi aku harus panggil apa kak Reyna? Bukankah Tuan Ren adalah anak konglomerat? Tidak mungkin aku panggil Ryuujin kan?" tanya Harry.
"Panggil saja kak Ren. Kenapa malah panggil Tuan segala? Kau itu bukan bawahannya atau pelayannya." kata Reyna.
"Ta-tapi...." Harry melihat ke Ren hanya diam saja.
"Dan Calvin juga panggil saja aku Reyna dan panggil Ren dengan nama saja." kata Reyna ke Calvin.
"Eh? Bukankah tidak sopan aku memanggilmu dan Tuan Ren dengan nama saja?" tanya Calvin dengan terkejut.
"Istri kau sekarang siapanya aku?" tanya Reyna.
"Saudara kembar Nona." Jawa Calvin.
"Kau sudah tau kalau Rayna adalah saudara kandung aku, tapi kenapa kau malah memanggil aku Nona? Aku ini bukan Bos mu Cal." kata Reyna.
"Emm... " Calvin terdiam dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena apa yang Reyna katakan adalah benar.
"Jadi aku harus panggil apa?" tanya Calvin.
"Panggil saja Reyna. Dan panggil dia Ren." kata Reyna menunjuk ke Ren yang dari tadi diam saja.
Calvin terdiam jika hanya panggil Reyna dengan sebutan nama tidak ada masalah, tapi jika panggil Ren dengan namanya saja merasa tidak enak. Calvin melihat ke Ren yang dari tadi hanya diam mendengarkan.
"Kenapa lihat ke aku? Ikutin aja mau Rey. Dan lagi aku ini juga bukan bos mu kan?" tanya Ren datar.
"Juga aku ini pacar Rey, tidak mungkin kau selalu memanggil aku dengan sebutan Tuan. Aku sudah pasti di masa depan akan menjadi saudara ipar mu juga karena aku akan menikah dengan Rey." kata Ren.
"Baiklah. Jika itu mau kalian berdua." kata Calvin seperti sudah tidak bisa membalas perkataan Reyna dan Ren.
"kak, makanannya sudah siap. Ayo makan, nanti kalian telat ke kantor." kata Rayna memanggil Calvin dan yang lain.
__ADS_1
Reyna dan yang lain langsung sarapan dan langsung pergi ke kantor.