
Di ruang kerja Rayden sudah telpon dengan Gale dan Aizen dan memarahi mereka berdua karena telah meninggalkan Hana dan Siska.
setelah selesai telpon Gale, Aizen langsung turun ke bawah melihat Reyna. Karena Rayden sudah lama tidak melihat cucu perempuannya.
"Hm... Siapa mereka?" tanya Rayden melihat banyak orang di ruang tamu.
"Keluarga kita Pa." kata Siska dengan senyum.
"Keluarga? Siapa?" tanya Rayden dengan bingung.
Siska hanya tersenyum saja dan duluan turun bersama Hana. Rayden setelah itu langsung menyusul Siska.
"Reyna.."
Reyna mendengar ada yang memanggil namanya langsung menoleh.
"Kakek." Reyna langsung melepaskan pelukan Ren dan langsung memeluk Rayden.
"Kakek merindukan mu sayang. Bagaimana kuliah mu di sana?" tanya Rayden dengan senyum juga membalas pelukan Reyna.
"Aku juga sama, Kek. Aku sangat baik kek." Reyna dengan senyum membalas.
"Siapa mereka?" tanya Rayden ingin bicara langsung terkejut melihat Edgar.
"Hai Rayden.. lama tidak berjumpa." kata Edgar dengan senyum.
"Edgar. Apa benar kau Edgar?" tanya Rayden langsung memeluk Edgar teman lamanya.
"Tentu saja. Sepertinya kau sama sekali tidak berubah." kata Edgar.
__ADS_1
"Tentu saja. Aku masih seperti dulu." kata Rayden.
"Ayo duduk, kita bicara lebih lama." kata Rayden langsung duduk di samping Edgar.
"Kau juga sama sekali tidak berubah, Egdar." kata Rayden.
"Apa mereka cucu mu?" tanya Rayden melihat Harry duduk di sampingnya.
"Ya. Mereka cucu ku." kata Edgar.
"Apa kau sudah dapat seorang cicit?" tanya Rayden.
"Sudah. Dapat 1 pasang cicit." kata Edgar.
"Enak benar sudah dapat cicit. Aku juga ingin dapat anak dari cucu ku, tapi sayangnya mereka masih belum menikah." kata Rayden.
"Hah? Kapan pula aku memiliki cicit?"
Edgar merasa kalau Rayden masih belum tahu kalau ada Rayna di depannya.
Edgar menunjuk ke arah depannya dan Rayden langsung melihat ke arah telunjuk Edgar.
Rayden terkejut melihat ada anak kecil yang mirip dengan Reyna. Rayden melihat ke Reyna yang di peluk Ren dan melihat Ke Rayna yang duduk di sebelah Calvin. Rayden lihat Reyna dan Rayna secara bergantian, Rayden langsung terkejut melihat ada 2 Reyna.
"Reyna? Kenapa Reyna ada 2?" tanya Rayden terkejut melihat ada 2 Reyna.
"Dia cucu mu. Dan yang ada di pangkuannya adalah anaknya. Di sampingnya adalah suaminya dan anak mereka. " kata Edgar.
"APA??!!!" Rayden terkejut mendengarnya kalau di depannya adalah cucunya.
__ADS_1
Rayden melihat Rayna dengan teliti dari atas sampai bawah.
"Ray.. Kau pergi ke tempat kakek." kata Reyna.
Rayna melihat ke Reyna seperti mengatakan apakah baik-baik saja. Reyna hanya mengangguk dan berkata kalau akan baik baik saja.
Rayna mendekati Rayden dan menundukkan kepalanya karena takut dengan Rayden.
Rayden langsung memegang muka Rayna dan melihatnya dengan teliti.
"Hm... sepertinya benar kau Cucu ku." kata Rayden yang memegang muka Rayna dan langsung senyum.
Rayden langsung memeluk Rayna dengan lembut. Rayden merasa sangat bahagia karena cucu nya telah di temukan.
"Selamat datang kembali, Rayna." kata Rayden dengan lembut.
Setelah mendengar kata Rayden, air mata Rayna langsung pecah ke bawah.
"Dengan begini keluarga kita sudah lengkap semuanya. Apa kita perlu mengadakan acara?" tanya Rayden dengan senang.
"Aku rasa tidak usah, Kek. Kita mengadakan m makan bersama saja." saran Reyna.
"Benar kata Reyna. Kita sudah tua tidak usah mengadakan acara." kata Edgar.
"Baiklah. Tapi kita mengadakannya di rumah ini dengan meriah." kata Rayden.
Semuanya mengangguk kepalanya dengan setuju.
T.B.C
__ADS_1