Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 125 - BERKUNJUNG KE RUMAH RYUUJIN


__ADS_3

Heaven Corporation


"Yuna, apa sudah selesai perkejaan mu? Sudah waktunya pulang." kata Reyna.


"Tunggu sebentar, tinggal 2 faktur lagi." kata Yuna sedang konsentrasi.


Reyna tersenyum melihat Yuna giat belajar dan teliti. Setelah Yuna menyelesaikan tugasnya, Yuna dan Reyna pulang bersama. Baru saja mereka berdua keluar, Ren sudah menunggu di depan dengan mobil sportnya.


"Ren, apa kau menunggu lama?" tanya Reyna.


"Tidak. Aku baru saja sampai." kata Ren dengan senyum.


"Silakan masuk tuan putri." kata Ren membuka pintu belakang mobilnya. Reyna dan Yuna hanya tersenyum melihat kelakuan Ren dan masuk ke dalam mobil.


Setelah mengantar Yuna, Ren langsung pergi mengantar Reyna ke apartemennya.


"Em... Rey..." kata Ren.


"Apa?"


"Tidak jadi.." kata Ren


"Kau kenapa Ren? Apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya Reyna.


"Lain kali saja." kata Ren menyetir mobilnya.


"Kenapa tidak bicara saja sekarang. Apa ada hal penting yang ingin kau bicarakan dengan ku/" tanya Reyna merasa ada sesuatu.


"Minggu besok apa kau ada luang waktu?" tanya Ren.


"Hm.... Ada. Kenapa?" kata Reyna diam berpikir sebentar baru bicara.


"Orang tua ku ingin bertemu denganmu."


"Kenapa mereka ingin bertemu denganku? Apa mereka tau kalau aku pacar mu?" tanya Reyna menebak.


"Ya, seperti itu lah." kata Ren yang mulai agak gugup.


"Kenapa mereka bisa tau? Apa mereka melihat kita?" tanya Reyna.


Sebelum Ren menjawab Reyna mengingat sesuatu langsung berkata, "Apa orang tuamu tau kau datang kesini untuk menemui ku?"


"Ya, seperti itu. Siang tadi mamaku mengajak makan siang bersama tapi aku menolak dan datang ke Heaven Corporation. Dan...." Ren menggantung kalimatnya merasa tidak ingin bilang jujur pada Reyna.


"Dan apa? Apa mungkin mereka melihat kau mencium ku di depan Heaven Corporation? Dan mereka ingin melihat ku oleh karena itu kau mengajak ku pergi ke rumah mu?" tanya Reyna menebak isi pikiran Ren.


Ren terkejut mendengar perkataan Reyna bisa menebak isi pikirannya.


"Rey, apa kau ada kekuatan supernatural? Bagaimana kau bisa baca isi hati orang lain?" tanya Ren dengan terkejut.

__ADS_1


"Mana ada aku kekuatan seperti itu. Jika ada aku akan langsung bicara tidak banyak bertanya yang tidak tidak denganmu Ren." jawab Reyna dengan enteng.


"Dan lagi bukankah kita ketahuan karena kau mencium ku di depan perusahaan? Dan itu salahmu sendiri. Aku sudah bilang jangan menciumku di luar. Jika ada yang melihat akan sangat merepotkan. Dan hasilnya kau telah ketahuan sama orang tua mu." kata Reyna dengan santai.


"Apa kau tidak marah?" tanya Ren.


"Kenapa aku harus marah padamu? Lain kali kau harus tahan menciumku di luar, karena aku tidak ingin orang lain melihat kita lagi. Jika aku melihat salah satu teman kita di kampus ada yang melihat kita maka kau akan tanggung akibatnya." kata Reyna mengancam.


"Akibat apa? Bukankah jika teman kampus kita tau semua yang kena itu kau Rey?" tanya Ren.


"Memang. Tapi aku akan melakukan hal yang membuatmu sangat senang." kata Reyna dengan senyum penuh arti.


Ren melihat senyuman Reyna merasa akan terjadi hal yang sangat buruk baginya. Bahkan senyuman Reyna ini sangat menakutkan bagi Ren.


"Baiklah. Lain kali aku akan hati-hati." kata Ren karena takut Reyna akan melakukan sesuatu yang buruk terjadi padanya.


"Itu baru Ren. Jika bicara baik-baik maka kau juga akan mengerti." kata Reyna dengan senyum manis, tapi dengan tidak dengan Ren karena menurutnya senyuman Reyna sangat menakutkan baginya.


Seminggu kemudian.....


"Reyna, besok kau ada waktu luang nggak?" tanya Yuna.


"Maaf Yuna, kalau besok tidak bisa karena aku ada urusan." kata Reyna tolak dengan lembut.


"Ow.. Tidak apa."


"Ok." jawab Yuna dengan senang.


"Reyna..."


Reyna mendengar ada yang memanggilnya langsung menoleh. Mimi dan Stella datang menemui Reyna.


"Hay, Mimi..." kata Reyna dengan senyum.


"Reyna, apa besok kau ada luang waktu nggak? Aku dan Stella mau pergi ke mall." kata Mimi.


"Maaf Mimi, kalau besok tidak bisa karena aku ada urusan." kata Reyna.


Mimi merasa sangat kecewa. Padahal dia ingin banyak bicara dengan Reyna.


"Bagaimana kalau setelah ini kita pergi makan bersama saja?" usul Reyna melihat Mimi merasa kecewa.


"Boleh..... Boleh....." kata Mimi antusias mendengar Reyna mengajak makan bersama.


"Yuna, apa kau tidak apa jika aku mengajak mereka makan bersama dengan kita?" tanya Reyna.


"Tidak masalah. Makan bersama lebih enak dari pada berdua." kata Yuna dengan senang.


"Oh ya, kenalkan dia Yuna teman sekampus denganku." kata Reyna memperkenalkan dengan Mimi dan Stella.

__ADS_1


"Yuna, mereka Mimi dan Stella. Aku bertemu dengan mereka di perusahaan ini." kata Reyna.


"Senang bertemu dengan kalian." kata Yuna dengan senyum.


"Salam kenal juga." kata Mimi dan Stella bersamaan.


"Kalau begitu kita bisa pergi sekarang. Karena aku sudah sangat lapar karena banyak kerjaan yang menumpuk dari pagi." kata Mimi perutnya sudah berbunyi merasa ingin makan sekarang juga.


Reyna, Yuna dan Stella hanya tersenyum melihat Mimi perutnya sudah meminta isi.


"Kalau begitu kau nanti bisa makan sepuasnya. Aku tau dimana tempat kita bisa makan nasi sepuasnya dan rasanya dijamin enak." kata Reyna dengan senyum.


"Benarkah? Kalau begitu kita berangkat sekarang." kata Mimi dengan cepat duluan pergi keluar.


Reyna dan yang lain sepulang kerja mereka berempat makan bersama.


Sedangkan di tempat lain ada seorang gadis cantik yang sedang di kamarnya membersihkan mukanya di kamar mandi.


"Fel, sudah waktunya makan." teriak seorang wanita memanggil putrinya.


"Iya ma. Felicia turun sekarang." kata Felicia.


Felicia selesai cuci muka langsung ke kaca untuk memakai make upnya dan turun ke bawah untuk makan bersama keluarganya.


"Fel, kenapa kau malah pakai make up? Apa kau akan pergi keluar?" tanya mama Felicia.


"Tidak ma. Fel baru saja membeli bedak baru jadi ingin mencobanya." kata Felicia.


"Jangan terlalu sering pakai bedak bahan make up Fel. Kulit mukamu bisa rusak jika kau memakai terlalu sering." kata mama Felicia.


"Iya ma, Fel tau. Fel hanya ingin mencobanya saja. Nanti juga akan cuci muka lagi sebelum tidur." kata Felicia dengan manja.


Mama Felicia hanya menghela nafasnya melihat kelakuan putrinya hanya ingin meminta kecantikan dan kekuasaan saja. Karena Felicia dari kecil sangat di manja oleh orang tuanya jadi kelakuannya sangat buruk. Tentu saja Felicia hanya melakukannya dengan orang lain selain keluarganya.


"Fel, besok Papa akan pergi ke rumah tuan Ryuujin. Apa kau mau ikut?" tanya papa Felicia.


Mendengar kata Ryuujin Felicia mengangkat kepala dan menatap papanya. "Apa benar papa ingin pergi ke rumah Ryuujin?" tanya Felicia yang sudah mata bersinar-sinar.


"Ya. Ada yang mau papa bicarakan dengan tuan Ryuujin. Jika kau mau...." kata papa Felicia langsung di potong oleh Felicia.


"Mauuuu Pa..., Felicia mau ikut." kata Felicia dengan antusias.


"Baiklah. Pastikan kau tidak melakukan hal yang membuat papa malu Fel." kata Papa Felicia.


"Papa tenang saja. Fel akan menurut dan tidak akan membuat papa malu." kata Felicia dengan senang.


"Sudah.. Kita makan lagi." kata mama Felicia menghentikan pembicaraan.


'Tidak sabar aku bertemu denganmu lagi Ren.' batin Felicia dengan senang.

__ADS_1


__ADS_2