
---- 3 Bulan Kemudian ----
"Ren, setelah kerjakan ini kita di suruh ke ruang CEO." kata Kai.
"Kenapa kita harus ke ruang papa ku?" tanya Ren dengan bingung.
"Tidak tau. Karena dia memanggil kita berdua." kata Kai mengangkat kedua bahunya.
"Ya sudah. Padahal aku mau ketempat Rey." kata Ren.
"Tiap hari kau ke Heaven Corporation terus. Apa kau tidak bosan kesana terus?" tanya Kai.
"Kenapa harus bosan? Selama ada Rey disana aku tidak akan pernah bosan." kata Ren dengan santai.
"Ya... Ya.... Selama ada wanitamu di sana kau tidak akan pernah bosan walaupun kalian selalu makan bersama dengan menu yang sama." kata Kai.
"Tentu saja. Selama Rey bersama denganku, aku tidak akan pernah bosan." kata Ren
"Dan aku tidak tiap hari makan dengan menu yang sama terus. Tiap hari aku mengajak Rey makan di luar dengan menu yang berbeda tiap hari." sambung Ren.
Kai terdiam perkataan Ren, di pikir Kai bisa membuat Ren bosan makan bersama dengan Reyna ternyata malah Ren tidak akan pernah bosan dengan Reyna.
Setelah Ren dan Kai selesai menyelesaikan tugas mereka, mereka berdua langsung pergi ke ruang CEO.
"Pa, ada apa memanggil kami?" tanya Ren yang baru saja masuk.
"Pa?" tanya karyawan yang sedang melaporkan keuangan pada Aizen terkejut mendengar seorang lelaki masuk memanggil presiden mereka dengan sebutan Pa.
"Kalian berdua duduk lah dulu. Setelah ini baru dibicarakan." kata Aizen.
"Bukankah mereka berdua adalah anak magang? Kenapa mereka berdua di panggil disini? Dan anak lelaki tiu bahkan memanggil presiden dengan sebutan Pa?" gumam karyawan melihat ke Ren.
"Ini sudah Ok semua. Kalian revisi lagi yang ini. Aku melihat ada beberapa yang salah." kata Aizen.
"Eh... I-Iya pak." kata Karyawan dengan gugup dan terkejut mengambil lagi formulir di meja Aizen. Karyawan itu langsung saja keluar dari ruangan Aizen walaupun masih penasaran dengan Ren dan Kai kenapa masih di dalam.
"Papa kenapa memanggil kami berdua?" tanya Ren.
"Papa ingin memberikan tugas pada kalian berdua." kata Aizen.
"Tugas? Tugas apa paman?" tanya Kai.
"Paman ingin kalian berdua ke Heaven Corporation untuk mengantarkan surat kerja sama kita dengan mereka." kata Aizen mengerluar map kuning.
"Kerja sama? Apa papa ingin bekerja sama dengan mereka? Bukankah mereka perusahaan design baju dan alat kosmetik? Mereka tidak ada hubungannya dengan kita karena kita perusahaan listrik." kata Ren dengan bingung.
__ADS_1
"Justru karena kosmetik dan design baju mereka bagus makanya ingin bekerja sama dengan mereka. Jika kita membantu mereka pasti kita akan mendapatkan keuntungan besar.”
“Dan lagi jika mereka mau pasti mau bekerja sama dengan kita karena perusahaan itu masih belum ada keamanan sistem." kata Aizen.
"Dari mana papa tau kalau Heaven Corporation masih belum punya keamanan?" tanya Ren.
"Perusahaan mereka baru saja buka dan mereka beberapa hari lalu memesan CCTV. Baru saja di pasang seharian sudah ada yang mencuri file mereka. Dan mereka membuat lowongan untuk IT sayangnya tidak ada yang cocok. Jadi papa ingin mengajukan kerja sama dengan mereka."
"Tentu saja dengan adil. Jika mereka memakai produk kita dan promosikan. Kita maka kita juga akan promosikan barang dan produk mereka juga. Tapi kita harus dengan teliti melihat produk mereka dulu." kata Aizen.
"Mereka menjual produk kosmetik dan design baju. Bagaimana kita bisa membantu mereka?" tanya Ren.
"Sepertinya mereka juga ingin membuka program IT juga. Jadi jika mereka menyetujui bekerja sama dengan kita maka kita akan mengasih beberapa karyawan kita ke perusahaan mereka dan tentunya terbatas." kata Aizen.
"Apa kita akan ketemu dengan bosnya?" tanya Kai.
"Tidak. Bosnya tidak pernah datang ke perusahaan. Bahkan tidak ada yang tau siapa bos Heaven Corporation." kata Aizen.
"Bukankah Bosnya pak Satya?" tanya Ren.
"Pak Satya bukan Bos Heaven Corporation. Dia hanya salah satu petinggi dan bertanggung jawab terhadap perusahaan." kata Aizen.
"Kalau Pak Satya bukan Bosnya siapa Bos Heaven Corporation?" tanya Ren dengan bingung.
"Baiklah Pa. Kalau begitu kita pergi ke Heaven Corporation sekarang." kata Ren.
"Kalian makan siang saja dulu sebelum kesana. Ingat jangan membuat kekacauan disana." kata Aizen memperingati Ren dan Kai.
"Ya Pa. Ren tau." kata Ren langsung keluar dari ruangan bersama Kai.
"Aku ambil kunci mobil aku dulu baru kita pergi." kata Ren.
"Hah? Apa kita sekarang perginya?" tanya Kai dengan terkejut.
"Iya lah. Memang mau nunggu sampai sore?" tanya Ren.
"Bukankah mendingan kita makan dulu Ren?" tanya Kai.
"Kita bisa makan di sana. Dan lagi dekat perusahaan sana banyak jual makanan." kata Ren.
"Baiklah. Kalau begitu aku tunggu di luar." kata Kai.
Ren pergi ke ruangannya mengambil kunci mobilnya, sedangkan Kai menunggu di luar perusahaan.
Setelah 15 menit jalan ke Heaven Corporation, Ren mencari tempat parkir dan masuk ke Heaven Corporation bersama Kai.
__ADS_1
"Waw... Aku tidak menyangka perusahaan ini sangat besar." kata Kai melihat gedungnya sangat tinggi.
"Apa yang kau lihat di luar. Ayo masuk." kata Ren melihat Kai hanya diam saja.
"Ya." kata Kai masuk bersama Ren.
Setelah Ren dan Kai masuk ke dalam, Ren langsung saja naik lift membuat Kai bingung.
"Kenapa kita naik lift? Bukankah kita harusnya ke Resepsionis dulu." kata Kai.
"Kita cari Rey dulu dan makan setelah itu baru ketemu dengan Pak Satya. Ini sudah jam makan siang sudah pasti semua karyawan pergi makan siang." kata Ren.
Setelah keluar dari lift Ren langsung menuju ke salah satu ruangan.
"Sepertinya kau sering datang ke sini Ren?" kata Kai melihat Ren sangat tau isi perusahaan Heaven.
"Bukan sering datang. Tapi tiap hari, tidak sehari pun aku tidak datang ke sini kecuali hari libur." jawab Ren dengan datar.
Kai : "......."
Tiap Hari? Apa mungkin dia datang ke sini hanya karena ingin bertemu dengan Reyna.
"Rey." kata Ren menuju ke meja Reyna.
"Ren? Kenapa kau disini?" tanya Reyna berdiri melihat Ren mendekatinya bersama Kai.
"Ingin mengajak makan bersama denganmu." kata Ren dengan senyum.
"Bukankah aku pernah bilang jangan ke sini hanya karena ingin makan bersama. Sesekali tidak masalah tapi tiap hari apa tidak membuatmu lelah?" tanya Reyna.
"Tidak. Aku tidak akan pernah lelah jika bersama denganmu. Jika kerjaan mu sudah selesai kita pergi makan bersama." kata Ren dengan senyum manis.
"Kalian duduk saja dulu. Aku mau membersihkan mejaku dulu." kata Reyna.
"OK." kata Ren dengan senyum.
Setelah Reyna membersihkan mejanya Reyna mengajak Yuna makan bersama dengan Ren dan Kai.
"Kalian bawa apa?" tanya Reyna melihat Kai memengang map coklat.
"Ini surat kontrak kerja sama untuk perusahaan ini." kata Kai.
"Surat kontrak? Apa perusahaan kalian ingin mengajukan kontrak kerja sama dengan perusahaan ini?" tanya Reyna menaikkan sebelah alisnya.
"Benar." jawab Ren dengan senyum.
__ADS_1