Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 29 – SALAH TARGET


__ADS_3

“Ti-tidak… Ampun… Ampun…” kata lelaki itu terbata karena seluruh tubuhnya terasa sakit.


“Sekarang aku tanya siapa yang menyuruh kalian untuk memantau aku?” tanya Reyna


“A-aku tidak tau.”


“Sepertinya kau ingin disiksa supaya mau bicara?” tanya Reyna dengan mengepalkan tangannya ingin memukul orang itu.


“Ti-tidak aku mohon jangan pukul aku lagi.” kata lelaki itu dengan memohon.


“Jika tidak ingin dipukul, jawab pertanyaan aku. jangan sampai aku pukul kau sampai tidak bernafas.” kata Reyna yang emosinya tinggi karena tidak mendapat jawaban yang diinginkannya.


“A-aku.. Aku benar-benar tidak tau siapa? O-Orang itu hanya ingin menyuruh kami untuk menyiksa dan membawa kau ke tempatnya.” kata lelaki itu terbata-bata


“Apa kau melihat mukanya?” tanya Reyna


“Tidak, karena orang itu memakai masker dan kacamata hitam. aku tidak bisa melihat dengan jelas. Tapi, kalau suaranya seperti seorang wanita.” jawab lelaki itu.


‘Wanita? Siapa wanita itu?Kenapa mau menyiksa aku?’ batin Reyna dengan heran.


“Kenapa dia mau memantau aku? Apa kau tau sesuatu? Jika kau tidak bicara jujur kau akan tau akibatnya.” kata Reyna


“A-aku beneran tidak tau. Dia hanya menyuruh untuk menyiksa dan membawamu ke tempat dia. Dia hanya mengatakan untuk membawa gadis kecil ketempatnya dan akan memberikan kita uang yang besar jika berhasil menangkap gadis itu.” kata lelaki itu dengan jujur.


“Kenapa kalian bisa tau kalau itu aku? Aku saja bahkan tidak mengenal siapapun, karena aku baru pindah ke kota ini.” kata Reyna dengan heran dan menaikkan sebelah alisnya.


“Dia mengasih aku foto supaya tidak salah.” kata Lelaki itu langsung mengasih foto yang berada disaku celananya ke Reyna.


Reyna langsung mengambil foto itu dan melihatnya. Reyna langsung mengangkat sebelah alisnya dengan heran dengan foto itu dan menatap orang itu.


“Apa kau ada bertanya siapa yang ingin kau culik?” tanya Reyna


“Dia mengatakan kita menculik seorang gadis yang berada difoto itu.”


“Gadis yang mana?” tanya Reyna


“Gadis yang berada difoto itu. Bukankah difoto itu hanya ada kau seorang? Siapa lagi yang gadis di foto itu?” Tanyanya dengan heran.


“Coba kau lihat baik-baik, difoto ini ada berapa orang?”


“3 orang”


“Ada berapa laki-laki dan perempuan?”

__ADS_1


“ 2 Laki 1 perempuan.”


Reyna langsung tersenyum mendengar jawaban orang ini.


“Apa wanita itu ada bilang yang lain? Seperti ciri-ciri atau tinggi gitu?” tanya Reyna


“Wanita itu hanya mengatakan menculik gadis yang berada di foto itu. Tidak ada yang lain.” kata Lelaki itu dengan tegas.


“Berarti bos kau itu bodoh, bahkan kau juga bodoh.” kata Reyna dengan senyum.


“Apa maksudmu?” tanyanya dengan bingung


“Gadis yang ingin kau culik itu bukan aku, tapi Gadis kecil yang berada di tengah foto ini.” jawab Reyna sambil memperlihatkan foto itu.


“Gadis? Bukankah anak itu laki-laki?” tanya Lelaki itu dengan bingung.


“Tidak. Anak ini seorang gadis kecil, dia terlihat seperti laki karena aku menggantikan penampilannya seperti laki-laki.” jawab Reyna.


“Dilihat dari foto ini, tidak bisa melihat muka gadis kecil ini dengan jelas karena memakai topi. Oleh karena itu kau menganggap dia laki-laki dan mengira kalau aku yang kalian incar karena hanya karena aku wanita satu-satunya yang berada difoto itu. Benarkan?” tanya Reyna menjelaskan dengan senyum.


“Be-Benar kata mu. Wanita itu hanya mengatakan menculik gadis kecil yang berada difoto itu. Dia tidak mengatakan anak kecil.” jelas orang itu.


“Harusnya kau pakai otak kau itu.” kata Reyna dengan datar dam memukul kepalanya.


“A-apa maksudmu?” tanyanya dengan heran


“Bukankah kau masih gadis?” tanya Lelaki itu.


“Aku sudah berusia 20 tahun. Bukan seorang gadis lagi. Aku sudah dewasa.” jawab Reyna


“Bukankah dewasa meranjak usia 21 tahun keatas?” tanya Lelaki itu dengan bingung.


“……..” Reyna terdiam


“Beberapa bulan lagi aku sudah mau 21 tahun, jangan macam-macam kau.” kata Reyna dengan nada marah.


“Bagaimana bisa kau berusia 20 tahun? Dilihat dari manapun penampilan mu seperti 16-17 tahun.” kata Lelaki itu dengan tegas.


“Mungkin karena aku suka berolah raga dan makan teratur makanya bisa terlihat muda.” kata Reyna dengan percaya diri sambil memegang mukanya sendiri.


“……..”


“Jadi maksudmu aku sekarang sudah salah menargetkan orang” tanya Lelaki itu.

__ADS_1


“Bukan salah sekarang, tapi dari awal.” kata Reyna dengan tegas dan lelaki itu menatap Reyna


“Kalian dari awal sudah salah menarget orang. Orang yang ingin kau culik sebenarnya itu anak kecil yang bertopi itu bukan aku. Bos kau itu juga bodoh, tidak bisa menjelaskan mana orang yang ingin diculiknya dengan detail.” kata Reyna menganggap Lelaki didepan dan Wanita yang ingin menculiknya itu bodoh karena salah tidak mengasih informasi secara detail.


“Karena kalian sudah salah. Apa bisa aku membawa kalian ke kantor polisi?” tanya Reyna dengan santai.


“Ja-jangan kak. Ki-kita tidak bisa hidup di penjara.” kata Lelaki itu dengan terbata dan terkejut karena Reyna akan membawa nya ke kantor polisi.


“Baiklah akan aku ampuni kalian, tapi dengan 1 syarat.” kata Reyna melihat Lelaki itu ketakutan.


“Syarat apa kak?”


“Jangan pernah melakukan hal ini lagi, karena jika kalian melakukannya lagi maka aku tidak akan segan-segan membawa kalian ke penjara.” kata Reyna dengan tegas.


“Ta-Tapi kak kita tidak punya pekerjaan ataupun rumah. Kita tidak punya uang untuk hidup jika tidak melakukan hal seperti ini.” jawab Lelaki itu.


“Apa kalian tidak punya orang tua?” tanya Reyna


“Tidak kak. Kita tidak punya orang tua. Oleh karena itu kita terpaksa mencuri untuk bertahan hidup.” kata Lelaki itu dengan menundukkan kepalanya.


“Apakah semuanya disini sama semua?” tanya Reyna


“Benar kak.” kata Lelaki itu.


Reyna menghela nafasnya dan berpikir melihat para lelaki semua ini seperti tidak punya tempat untuk hidup atau makan. Melihat mereka Reyna langsung merasa kasihan dan ingin menolong mereka.


“Baiklah, aku akan bantu kalian menghidupi kebutuhan kalian semua.” kata Reyna


Lelaki itu dan teman-temannya tidak percaya apa yang dikatakan Reyna.


“Apakah kakak ingin menghidupi kita semua kak?” tanya Lelaki itu.


“Ya, aku akan menghidup kalian semua. Tapi kalian harus berjanji tidak melakukan hal seperti ini lagi.” kata Reyna.


“Apakah kakak sedang bercanda? Tidak mungkin kakak ingin menghidupi kebutuhan kita semua?” tanya Lelaki itu dengan tidak percaya.


“Apa aku terlihat bercanda? Apa teman kau semuanya disini?” tanya Reyna.


“Tidak semuanya kak. Kita berjumlah sekitar 20 orang. Kita hanya seorang gangster yang tidak punya tempat tinggal.” kata Lelaki itu.


“Oh, banyak juga 20 orang.” kata Reyna agak terkejut membuat Lelaki itu menundukkan kepalanya karena tidak mungkin Reyna akan membawa mereka semua.


“Tidak masalah, bawa teman kalian sekalian dan bawa teman kau yang berada disini ke rumah sakit untuk mengobati luka mereka.” kata Reyna.

__ADS_1


Lelaki itu tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Reyna langsung berkata, “Ta-tapi kak…”


“Tidak ada tapi-tapian, kita pergi sekarang.” kata Reyna dengan tegas dan langsung membawa belanjaannya dan langsung pergi dengan mereka ke rumah sakit.


__ADS_2