
Di luar pagar kampus, Rui di luar mobil sedang menunggu Elvano teman Riku bosnya.
“Apa dia masih belum datang Rui?” tanya Riku membuka jendela mobil.
“Saya masih belum melihatnya bos.” jawab Rui.
“Dia itu ngapain sih!” kesal Riku.
“Ah. Itu dia sudah datang bos.” kata Rui melihat Elvano mendekati mereka.
“Apa kalian menunggu lama?” tanya Elvano.
“Kau terlalu lama! Apa saja yang kau lakukan disana!” kata Riku menatap dingin temannya.
“Maaf…. Maaf… Aku pikir akan cepat, ternyata makan waktu yang lama.” jawab Elvano dengan senyum kecil tanpa merasa bersalah.
“Kau membuang banyak waktu aku. Tau begini aku tinggalkan saja kau.” jawab Riku dengan dingin dan kesal.
“Jangan begitu dong. Nanti malam aku traktir.” jawab Elvano dengan senyum.
“Aku tidak mau. Rui, jalan sekarang.” jawab Riku dingin tanpa melihat Elvano. Rui langsung saja menyuruh supir untuk jalan sekarang juga.
“Lihat saja nanti.” jawab Elvano dengan senyum.
Mobilnya langsung jalan dan Reyna dan Yuna langsung keluar dari pagar kampus. Reyna memakai masker dan memakai topi supaya orang lain tidak mengetahuinya.
“Kita pulang naik apa?” tanya Yuna.
“Aku sudah pesan mobil. Kita tunggu mobilnya datang.” jawab Reyna melihat Hp-nya.
“Ok.”
Setelah beberapa menit mobilnya datang. Reyna dan Yuna langsung naik mobil dan langsung pulang.
“Reyna, kau tinggal dimana?” tanya Yuna.
“Aku tinggal di apartemen.”
“Apa kau tidak tinggal dirumah orang tuamu?”
“Keluarga aku di luar negeri.”
“Jadi, kau di apartemen dengan siapa?”
“Aku tinggal sendirian di apartemen.”
“Apa kau tidak takut tinggal sendirian? Siapa yang membersihkan apartemenmu jika kau tidak ada?”
“Tidak. Tidak ada yang membersihkannya. Semuanya aku yang mengerjakannya sendirian.”
__ADS_1
Yuna terkejut ternyata Reyna hidup sendirian di luar negeri bahkan sangat mandiri.
“Kita sudah sampai. Ayo turun.” kata Reyna melihat mobil berhenti didepan apartemennya.
Reyna dan Yuna turun dari mobil. Yuna seketika langsung terkejut melihat apartemen Reyna yang ternyata terlihat sangat mahal dan berkelas.
“Kenapa kau diam disitu Yuna? Ayo masuk.” kata Reyna melihat Yuna hanya diam saja.
“Ah. Iya.” jawab Yuna dengan terkejut mendengar Reyna memanggilnya dan langsung jalan.
Reyna dan Yuna masuk ke dalam apartemen.
“Kau duduk saja dulu, aku ambilkan minum dulu.” kata Reyna masuk meletakkan tasnya dan langsung kedapur.
Yuna langsung masuk kedalam apartemen Reyna dan duduk di kursi melihat sekeliling apartemen Reyna tidak banyak barang dan bersih. Yuna awal berpikir kalau melihat gedung apartemen diluarnya kelihatan sangat mahal, sedangkan didalam apartemen Reyna juga sangat mahal. Ternyata Yuna melihat didalam apartemennya normal dan bersih.
“Kau kenapa diam saja?” tanya Reyna menaruh minuman di meja Yuna.
“Tidak ada.” jawab Yuna langsung minum.
“Aku mandi dulu ya. Kau mau nonton TV, ini remotenya.” kata Reyna menaruh remote di meja.
“Ok.” jawab Yuna.
Reyna langsung masuk ke kamarnya dan langsung mandi. Setelah 15 menit Reyna selesai mandi langsung keluar kamar dan langsung mendekati Yuna yang sedang menonton TV.
“Kenapa? Apa ada sesuatu dimuka aku?” tanya Reyna melihat Yuna menatapnya sampai tidak berkedip.
“Tidak, tidak ada. Aku hanya merasa penasaran kenapa kau ingin mengubah wajahmu yang cantik itu menjadi jelek.” kata Yuna dengan cepat.
“Aku hanya ingin teman sejati bukan teman penjilat.” jawab Reyna dengan datar.
“Apa besok kau masih menyembunyikan wajahmu ke semua orang? Tadi kan semua orang di panggung sudah melihat wajah aslimu.” tanya Yuna.
“Benar juga ya.” jawab Reyna baru ingat kalau kejadian tadi semua orang sudah melihat wajah aslinya, walaupun yang melihat tidak banyak.
Reyna ingat kalau ada beberapa orang yang mengvideokan kejadian tadi, langsung saja Reyna mengambil Hp nya langsung membuka website kampusnya. Ternyata benar dugaannya ada yang mengupload dan banyak yang melihat video itu dengan tema “Terungkapnya wajah asli si culun.”.
Banyak orang yang terpesona dengan Reyna karena banyak yang sudah melihat wajah aslinya. Bahkan sudah ada membuat akun Fans Beauty Reyna. Reyna langsung membuka akun tersebut dan langsung saja sudah ada yang like sebanyak 100 Ribu. Hanya ada 1 upload video yaitu video Reyna memperlihatkan wajah aslinya.
“Sepertinya sudah semua orang tau tentangmu Reyna. Bahkan sudah ada membuat akun fans untukmu. Padahal kejadiannya baru saja 3 jam yang lalu.” kata Yuna memperlihatkan akun itu ke Reyna.
“Ini membuat aku sulit memperlihatkan wajah asliku.” kata Reyna menghela nafasnya melihat berita itu.
“Kenapa?” tanya Yuna.
“Karena nanti akan banyak merepotkan.” jawab Reyna dengan datar.
“Merepotkan kenapa?” tanya Yuna.
__ADS_1
“Nanti banyak yang penjilat yang mendekatiku. Bahkan bisa semakin banyak musuh.” jawab Reyna.
‘Apa lagi kalau Ren tau juga semakin merepotkan.’batin Reyna.
“Oh ya. Ada hubungan apa antara kau dengan Ren?” tanya Yuna yang baru ingat.
“Aku dan Ren pacaran.” jawab Reyna dengan santai sampai Yuna yang meminum langsung menyeburkan airnya keluar dengan terkejut.
“Apa kau serius Reyna? Kau dan Ren pacaran?” tanya Yuna yang merasa salah dengar apa yang dibilang oleh Reyna.
“Serius. Aku dan Ren pacaran.” jawab Reyna.
“Sejak kapan kalian berpacaran?” tanya Yuna.
“Sejak aku masuk kuliah di hari pertama.” jawab Reyna.
‘Walaupun itu Ren yang langsung bilang aku pacaran dengannya tanpa persetujuan ke aku sih.’ batin Reyna.
Yuna terkejut bahwa Reyna dan Ren sudah berpacaran dari awal Reyna masuk kuliah.
“Apa ada yang tau tentang hubungan kalian selain aku?” tanya Yuna.
“Hanya Kai dan Andrew yang tau.” jawab Reyna.
“Yuna, Apa kau bisa menjaga rahasia hubungan aku dengan Ren? Aku tidak ingin orang lain yang tau tentang hubungan aku dengan Ren.” tanya Reyna dengan memohon.
“Kenapa?” tanya Yuna.
“Karena aku tidak ingin banyak musuh. Apa lagi kalau Cecilia tau, nanti dia pasti akan mencari cara untuk menjauh dari Ren. Aku tidak ingin punya banyak masalah di kampus.” jawab Reyna.
“Ok.” jawab Yuna dengan senyum.
“Thanks Yuna. Aku tau kau pasti bisa menjaga rahasia ini.” kata Reyna senyum.
“Kita ke market sebentar yuk. Aku mau beli bahan makanan.” kata Reyna melihat jam sudah mau jam 7 malam.
“OK.” jawab Yuna.
“Kalau mau kau sekalian makan malam disini saja.” kata Reyna.
“Jika tidak merepotkanmu aku mau.” kata Yuna yang merasa merepotkan.
“Tentu saja tidak. Aku bahkan senang karena ada makan bareng dengan aku. Karena selama ini aku makan sendrian terus.” kata Reyna langsung mengajak Yuna pergi ke market belanja beli bahan makan malam.
------------------------------------------------
Maaf ya Author baru bisa update.
Akhir-akhir ini Author lagi tidak enak badan dan baru bisa update hari ini.
__ADS_1