Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 107 – TUNANGAN


__ADS_3

 “Ren.”  Felicia merasa tidak bisa menahan amarahnya melihat Ren tidak mau lepas tangannya Reyna.


“Apa?” tanya Ren dingin.


“Dia siapa Ren? Aku rasa dia bukan cuma hanya temanmu kan?” tanya Felicia yang sedang menahan amarahnya.


“Apa pentingnya bagimu?” tanya Ren dingin tanpa menjawab pertanyaan Felicia.


“Tentu saja penting bagiku sebagai tunanganmu.” kata Felicia membuat Andrew dan Kai terkejut begitu pun dengan Reyna.


“Sejak kapan aku menjadi tunanganmu?” tanya Ren dingin menatap tajam Felicia.


“Apa kau lupa kalau orang tuamu dan orang tuaku sudah membicarakannya beberapa bulan lalu?” tanya Felicia.


“Seingat aku…. Aku tidak menerima tunangan ini. Bahkan aku sudah memberitahukan pada orang tuaku.” kata Ren berpikir sudah membicarakan ini pada orang tuanya.


“Tidak mungkin! Aku tidak ada menerima informasi ini dari orang tuaku.” teriak Felicia tidak percaya.


“Jika kau tidak percaya, tinggal telpon saja orang tuamu menghubungi orang tua ku apakah benar atau tidak?” kata Ren dengan datar.


Felicia langsung saja telpon orang tuanya dan agak menjauh dari Ren dan yang lain. Sedangkan Reyna menatap Ren dengan banyak pertanyaan kenapa Ren tidak memberitahunya kalau dia sudah punya tunangan.


“Ren, apa benar dia tunanganmu?” tanya Reyna.


“Bukan. Walaupun orang tuaku dan orang tua Felicia sempat membicarakan pertunangan kita tetapi aku cepat menolaknya. Bahkan kita belum bertunangan. Kenapa? Apa kau cemburu?” tanya Ren ke Reyna merasa dia cemburu kalau dia memiliki tunangan.


“Tidak. Aku hanya bertanya kenapa kau punya tunangan tapi tidak memberitahu padaku.” kata Reyna.


“Tenang saja. Karena dari awal aku memang tidak ingin bertunangan dengannya. Maka dari itu aku tidak mau memberitahumu. Aku takut kau khawatir karena aku akan punya tunangan.” kata Ren dengan lembut.


“Khawatir kenapa? Apa takut aku akan pergi meninggalkanmu?” tanya Reyna dengan senyum.


“Tentu saja. Aku tidak ingin kau pikir hal aneh karena aku miliki tunangan. Sekarang kau tidak usah khawatir karena aku dari awal aku bertemu dengan orang tuanya, aku sudah memberitahukan pada orang tuaku kalau aku menolak pertunangan dengannya.” kata Ren.


“Jika kau membicarakan pertunangan, maka aku akan siap bertunangan denganmu sekarang juga.” kata Ren dengan senyum.

__ADS_1


“Belum saatnya.” jawab Reyna dengan cepat.


“Kenapa? Bukan kah semua orang di kampus sudah melihat wajah aslimu?” tanya Ren yang sedikit kecewa.


“Kau tau masalah aku kenapa bisa keluar dari rumah? Maka dari itu aku masih belum ingin memberitahukan hubungan kita pada semua orang.” kata Reyna dengan pelan.


“Apa pula masalahnya? Bahkan sudah beberapa orang yang tau hubungan kita.’ kata Ren.


“Itu karena mereka adalah teman terdekat kau dan aku. Bahkan aku masih belum kasih tau sama Rui dan Riku.” kata Reyna.


“Apa masalahnya jika dia tau. Kalau dia tau yang ada pasti dia tidak akan mau menerima hubungan kita.” kata Ren dengan datar.


“Aku hanya ingin kau bersabar. Tunggu waktunya tiba, kau bisa melakukan apapun.” kata Reyna dengan senyum.


“Benarkah? Jika aku bisa melakukan apapun, tentu saja melakukan itu juga boleh kan?” tanya Ren dengan antusias.


“Kalau soal itu masih sangat lama sampai kita resmi.” jawab Reyna dengan senyum manis.


“Bukankah itu terlalu lama? Perlu berapa lama lagi aku menunggu? Jangan bilang harus menunggu sampai setahun?” tanya Ren mulai cemberut.


“Aku rasa bisa lebih dari setahun.” jawab Reyna dengan santai.


“Terlalu cepat. Aku tidak mau.” jawab Reyna dengan cepat.


“Aku sudah menunggu terlalu lama. Apa kau ingin semua wanita mendapatkan aku?” tanya Ren.


Reyna menatap tajam Ren. “Kalau semua wanita ingin mendapatkan kau silakan saja jika mereka tidak ingin mati.” kata Reyna menatap tajam Ren.


“Itu juga berlaku untukmu Ren. Jika kau ingin mencoba menggoda wanita lain atau suka dengan wanita lain maka jangan harap kau akan bisa bertemu denganku lagi. Kalau bisa aku akan membunuhmu dulu baru aku yang akan menghilang dari kehidupan kau sampai kau tidak bisa menemukanku.” sambung tajam Reyna.


Ren terkejut mendengar perkataan Reyna. Jika di berani menyukai orang lain maka Reyna akan menghilang dari kehidupannya. Jika dia berani melakukan itu maka siap siap Reyna akan membunuhnya.


 Ren membayangkan jika Reyna membunuhnya pasti bukan cuma tusuk atau tembak mati pastikan dia akan menyiksanya dulu.


“Tenang saja Rey, aku pasti tidak akan mengkhianatimu Rey. Karena kau satu-satunya orang yang aku cintai sebagai istri aku di masa depan.” kata Ren dengan senyum.

__ADS_1


“Aku akan ingat katamu Ren.” kata Reyna.


Ren langsung saja memeluknya dengan lembut dan mencium dahi Reyna, Ren sampai tidak ingin melepaskannya. Tapi Reyna menyuruhnya untuk melepaskannya karena semua temannya melihat ke mereka berdua.


“Kalian ini seperti dunia hanya untuk kalian berdua saja. Bicara seperti tidak memperhatikan orang lain yang sedang melihat ke arah kalian.” kata Andrew merasa tidak tahan melihat kemesraan Ren dan Reyna.


“Emang apa masalahnya dengan kalian? Jika tidak ingin mendapatkan garam maka jangan lihat.” kata Ren dengan santai. Ren memegang tangan Reyna sampai tidak ingin melepaskannya.


“Apa kau tidak malu dilihat orang lain?” tanya Kai memperlihatkan kebelakang mereka kalau sudah banyak orang yang memperhatikan mereka.


Ren dan Reyna melihat sekeliling mereka ternyata banyak melihat ke mereka berdua karena tadi Riku menghampiri mereka sampai mereka tidak memperhatikan yang lain masih melihat ke arah Ren dan Reyna dan berbisik-bisik siapa mereka karena Riku sampai bertengkar dengan Ren walaupun Riku sudah pergi dengan Rui.


“Kalian berdua jadi pembicaraan topic disini.” kata Carlos.


Ren hanya diam saja dan tidak peduli dengan mereka jika membicarakan mereka. Sedangkan Reyna merasa tidak enak karena takut banyak orang yang akan memperhatikannya dan akan mencari status identitasnya.


“Mendingan kita pergi cari minum aja. Aku kehausan.” kata Reyna merasa tidak enak karena banyak yang memperhatikannya.


“Baiklah. Ayo kita pergi.” kata Ren langsung pergi cari minum untuk Reyna.


Reyna mencari jus jeruk. Setelah melihat ada jus jeruk langsung saja mengambil segelas. Ternyata ada juga yang mengambil jus jeruk sampai kedua tangan mereka bersentuhan.


“Oh, tuan Riku. Apa anda ingin minum jus jeruk juga?” tanya Reyna dengan senyum.


“Ya. Aku kehausan jadi ingin minum.” kata Riku langsung mengasih jus jeruk ke Reyna.


“Terima kasih.” kata Reyna langsung meminum jus itu.


Riku melihat Reyna minum jus langsung saja teringat dengan orang yang dicarinya selama ini karena dia juga suka minum jus.


Reyna langsung meminum habis juga itu karena kehausan. Setelah 1 gelas habis Reyna mengambil jus ke Ren. Reyna langsung mengambil 1 gelas lagi untuknya.


Reyna ingin minum tiba-tiba ada seorang anak kecil yang memeluk kaki Reyna sampai Reyna terkejut.


“Mommy…..”

__ADS_1


Mendengar anak kecil itu memanggil Reyna dengan sebutan mommy Reyna langsung tersentak terkejut. Apa lagi Ren yang lagi minum langsung saja menceburkan keluar semua yang diminumnya begitu juga dengan Riku.


“Mommy????” kata Ren dan Riku terkejut mendengar ada suara anak kecil yang memanggil Reyna mommy.


__ADS_2