Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 21 – AKU KAKAKNYA


__ADS_3

“Apa kalian saling kenal?” tanya Reyna yang melihat Ren menggendong Mira.


“Ya. Aku mengenalnya. Mira adik sepupu aku.” kata Ren dengan datar melihat Reyna.


Awalnya Ren ingin marah sama Reyna tapi tidak bisa karena ada Mira disampingnya.


“Mira, Apa yang terjadi?” tanya Ren dengan lembut melihat ke Mira.


Mira tidak mendengarkan kata Ren malah memeluknya dengan erat dan tertidur membuat Ren tidak bisa bertanya lebih jauh. Akhirnya Ren bertanya kepada Reyna yang berada disebelahnya.


“Apa yang terjadi?” tanya Ren ke Reyna yang ingin jawaban sekarang juga.


Akhirnya Reyna menceritakan semua dari awal dari dia bertemu dengan Mira sampai wanita yang berada dibelakang satpam itu datang. Ren yang mendengar cerita dari Reyna langsung marah dan melihat kearah wanita itu dan mendekatinya.


“Apa kau mengenal Mira?” tanya Ren ke wanita itu.


“Iya, saya pengasuhnya orang tuanya menyuruh saya untuk menjemputnya. Kamu siapa?” tanya wanita itu.


“Jika kau pengasuhnya, Kenapa membawa Mira ke Mall? Kenapa tidak membawanya pulang kerumah? Apa kau tau mamanya sangat khawatir dengannya.” kata Ren dengan tegas dan marah.


“Sa.. Saya hanya ingin membawanya bermain sebentar, karena takut Mira merasa bosan dirumah, makanya saya membawanya ke Mall.” kata Wanita itu dengan alasan.


“Benarkah? Kau mengajaknya bermain diMall? Kenapa tidak memberikannya makan? Apa kau tau dia kelaparan dan baru makan tadi dengan temanku?” tanya Ren dengan emosi yang tinggi.


Disaat wanita itu mau bicara Mira langsung terbangun. “Hem…” gumam Mira.


Ren dan Reyna yang melihat Mira terbangun langsung melihat ke Mira. “Mira kamu bangun?” tanya Reyna yang melihat Mira membuka matanya.


“Haus…” kata Mira yang menggosok matanya.


Reyna langsung mengasih botol minum ke Mira dan Mira langsung meminumnya dan melihat ke Ren.


“Ren-nii… apa mama belum sampai?” tanya Mira dengan pelan.


“Apa kau tidak menghubungi orang tuanya?” tanya Ren ke Reyna.


“Tadi sore sudah aku telpon, katanya dijalan. Kita menunggunya dilobby sampai sekarang masih belum datang.” kata Reyna menjelaskan.


“Mira, Apa kau bisa turun sebentar.” kata Ren ke Mira ingin mengambil Hp-nya tapi Mira masih digendongnya.


“Tidak mau….” kata Mira dengan gemes yang masih ingin memeluk Ren.


“Bukankah mau ketemu dengan mama?” tanya Ren

__ADS_1


“Mau….. Mira kangen sama mama.” kata Mira langsung mengangkat kepalanya.


“Kalau mau turun ya, biar nii yang telpon mama untuk datang kesini.” kata Ren menyuruhnya untuk turun dari pangkuannya supaya bisa telpon dengan mamanya.


“Tidak mau… Mira masih ingin digendong.” kata Mira dengan gemes dan tidak mau turun dari pelukan Ren.


Ren hanya bisa menghembuskan nafasnya dan akhirnya meminta Reyna untuk telpon dengan mamanya.


“Rey, bisa kau telpon mamanya sudah sampai dimana?” tanya Ren ke Reyna.


“Sudah aku telpon dari tadi tapi tidak diangkat.” kata Reyna yang telpon mama Mira berkali-kali tapi tidak diangkat.


Ren yang melihat Mira tidak ingin turun dari pangkuannya langsung melihat ke Reyna.


“Rey, bisa kau ambilkan Hp aku di saku celana kanan aku. Biar aku telpon orang tuanya.” kata Ren dengan pelan.


Reyna langsung mengambil Hp Ren disaku celananya langsung kasih ke Ren. Ren langsung telpon seseorang, dalam deringan kedua baru diangkat.


“Halo.”


“Halo paman dimana sekarang?” tanya Ren


“Dijalan, ada apa telpon?” Jawab Paman


“5 menit lagi sampai, paman sudah melihat Mall Alexander didepan.” kata paman


“Ok.” kata Ren dan langsung mematikan telponnya.


“Bagaimana?” tanya Andrew


“Sudah mau sampai.” kata Ren


“Apa yang kalian bicarakan dari tadi, cepat berikan Mira kepada saya. Orang tuanya sudah meminta untuk pulang.” kata Wanita itu yang melihat Ren masih menggendong Mira dan ingin membawa Mira secepatnya.


“Kenapa kau terburu-buru?” tanya Ren dengan sinis.


“Karena orang tuanya menunggunya dirumah.” kata Wanita itu.


“Tidak perlu membawanya pulang. Karena orang tuanya akan datang sebentar lagi.” kata Ren dengan santai.


Wanita itu terkejut apa yang dibilang Ren kalau orang tuanya akan datang menjemput Mira. Wanita itu langsung gegabah ingin membawa Mira secepatnya dan langsung mendekati Ren ingin menggendong Mira secepatnya, tapi di halangi oleh Kai.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Kai yang melihat Wanita itu mendekati Ren dan Mira.

__ADS_1


“Oh, aku tau kalian ini bekerja sama supaya aku tidak bisa membawa Mira pulang, karena kalian ingin menculiknya kan? Pak mereka ingin menculik gadis itu pergi.” kata Wanita itu ke satpam.


“Maaf, anda siapa ya? Apa hubungan anda dengan gadis ini?” tanya satpam ke Ren


“Saya kakaknya.” jawab Ren yang membuat semua orang disana terkejut.


“Mustahil! Mira tidak mungkin punya seorang kakak, Mira itu anak tunggal.” kata Wanita itu dengan terkejut kalau Mira memiliki seorang kakak.


“Ini identitas aku pak.” kata Ren mengasih kartu identitas kampusnya ke satpam dan melihat ke wanita itu.


“Apa kau pengasuh baru Mira?” tanya Ren ke wanita itu.


“Iya benar saya pengasuh barunya.” Kata Wanita itu dengan  tegas.


“Kapan kau bekerja menjadi pengasuh Mira?” tanya Ren dengan datar.


“2 minggu yang lalu.” kata wanita itu dengan ragu.


“Oh… 2 minggu yang lalu ya. Kenapa aku tidak tau?” tanya Ren dengan datar dan tersenyum kecil melihat wanita itu.


“Apa maksudmu?” tanya wanita itu dengan bingung


“Kalau kau 2 minggu sudah bekerja jadi pengasuh Mira, Kenapa aku tidak pernah melihatmu?” tanya Ren dengan datar.


“Apa maksudmu? Karena aku baru jadi pengasuh Mira pastinya aku tidak pernah melihatmu.” kata Wanita itu dengan agak terbata karena memiliki firasat buruk.


Ren langsung tersenyum menatap wanita itu. “Sepertinya benar kau ini yang menculik Mira. Alasan kenapa aku tidak pernah melihatmu karena minggu lalu aku kerumah orang tua Mira dan aku tidak pernah melihat mu dirumah itu, bahkan aku sudah menginap 1 hari disana kenapa aku tidak sekalipun melihatmu.” kata Ren dengan datar dan menatap tajam pada Wanita itu.


Wanita itu langsung wajah pucat dan tidak bisa berkata apapun.


“Ren-nii Mira ingin es krim..” kata Mira ke Ren dengan wajah mengemaskan.


“Tidak boleh! Nanti kau batuk.” kata Ren dengan tegas.


Mira langsung cemberut dan menarik rambut Ren dengan kasar.


“Akh… Sakit Mira… Apa yang kau lakukan?” teriak Ren kesakitan melihat Mira tiba-tiba menarik rambutnya dengan kasar.


“Ren-nii jahat…. Mira mau es krim…” kata Mira yang semakin menarik rambut Ren.


“Mira berhenti menarik rambutku.” kata Ren dengan tegas karena Mira menariknya dengan sangat kuat.


Disaat bersamaan seorang pria berteriak saat masuk Mall.

__ADS_1


“MIRA!” teriak orang itu dan semua orang langsung menoleh kearah sumber suara itu.


__ADS_2