Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 103 – PERTENGKARAN ANAK KECIL


__ADS_3

Riku langsung saja mendekati Ren.


“Bocah? Kenapa dia memanggil Ren bocah?” tanya Kai dengan bingung.


“Apa kau mengenal tuan Riku, Ren?” tanya Carlos.


“Aku tidak mengenalnya.” jawab Ren datar.


“Jika tidak kenal kenapa dia memanggilmu bocah? Apa mungkin kau pernah bertemu dengannya disuatu tempat?” tanya Elard.


“Aku sudah bilang tidak mengenalnya. Kalian jangan banyak tanya hal sama.” kata Ren dengan tegas dan kesal dengan temannya bertanya hal yang sama.


“Kau bocah sialan! Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini.” kata Riku dingin ke Ren.


“Apa kau mengenalku tuan?” tanya Ren dingin.


“Kau jangan pura amnesia! Jangan kau pikir aku tidak mengenalmu hanya karena sudah lama tidak bertemu.” kata Riku dengan dingin menatap Ren.


“Apa kita pernah bertemu tuan? Aku tidak mengenal anda.” kata Ren pura-pura tidak tau.


“Jangan pura-pura tidak tau. Apa perlu aku buat kau mengingatnya?” tanya Riku.


“Sepertinya kau memang tidak ingat. Bagaimana kalau aku mengingatkan kau.” sambung Riku melihat Ren seperti pura-pura tidak ingat.


Ren melihat apa yang Riku lakukan, melihat Riku pergi saja Ren langsung tersenyum.


‘Apa yang bisa kau lakukan padaku?’ batin Ren senyum mengejek Riku.


Ren melihat Riku kembali membawa minum membuat Ren menaikkan sebelah alisnya.


Apa yang akan dilakukan Riku membawa minum?


“Minumlah.” kata Riku memberikan minum kepada Ren.


Ren berpikir apa yang akan dilakukan Riku padanya. Ternyata hanya membawa minum, Ren berpikir Riku akan melakukan hal yang lebih buruk dan ternyata ini sangat gampang.


“Apa maksud kau membawa aku minum?” tanya Ren merasa ada yang aneh.


“Aku hanya memberikanmu minum. Kenapa? Aku tidak memasukkan sesuatu didalamnya.” kata Riku dengan datar.


Ren merasa tidak ingin menerima minuman dari Riku karena merasa ada sesuatu di minuman itu. Riku yang melihat itu langsung saja menyuruh Rui mencoba meminumnya.


“Rui, kau coba minum. Aku rasa dia tidak percaya padaku.’ kata Riku memberikan minum pada Rui.


Rui yang merasa ada yang aneh dengan Riku, tapi Rui tidak meu bertanya langsung saja minum sampai habis.


“Lihat lah, tidak ada apa-apa bukan diminuman itu.” kata Riku ke Ren. Riku langsung saja mengasih minum ke Ren.

__ADS_1


Reyna melihat Riku memberikan minum pada Ren manikkan sebelah alisnya dan terasa ada yang aneh dengan Riku.


Ren melihat memang tidak ada masalah langsung saja minum gelas yang diberikan Riku. Riku langsung saja tersenyum devil dan langsung berubah datar, tapi Reyna melihat wajah Riku seperti tersenyum devil walaupun hanya sekilas langsung saja tau kalau dia telah merencanakan sesuatu.


Setelah Ren meminum sedikit langsung saja menceburkan semua minuman itu.


“PEDAS!!!” teriak Ren merasa kepedasan.


Semua orang disana terkejut melihat Ren menceburkan minuman itu. Sedangkan Reyna hanya menghela nafas melihat Ren kepedasan karena tau kalau Riku yang menaruh sesuatu didalamnya.


Ren langsung saja mengambil cola Reyna dan meminumnya dengan cepat.


“Kenapa Ren? Apa aku tidak apa?” tanya Andrew.


Ren langsung merasa lega karena rasa sudah tidak terasa pedas. Ren langsung menatap tajam Riku.


“Apa kau ingin membunuhku hah!” teriak Ren marah ke Riku.


“Kenapa? Bukankah itu enak? Seingat aku kau suka makan pedas.” kata Riku dengan santai.


“Apa kau bilang!!” teriak Ren.


“Bukankah aku sudah bilang tadi, jika kau tidak mengingatnya maka aku akan mengingatkan ingatan kau.” kata Riku menatap tajam Ren


“Siapa yang bilang minuman ini enak sampai kau memasukkan sambal pedas ke dalam. Jika kau merasa memang enak kenapa kau tidak coba saja sendiri.” kata Ren menatap tajam Riku langsung saja melemparkan minuman itu ke muka Riku.


“Bukankah itu enak? Bagaimana kalau aku memberikan lagi padamu?” tanya Ren dengan senyum licik.


“Kau…..” Riku menatap tajam Ren dan mereka langsung saja beradu mulut satu sama lain dan mereka tidak ada yang mau kalah.


Rui membelalak matanya melihat ada seorang pemuda yang berani melawan Bosnya. Apalagi Rui juga terkejut melihat kejahilan Bosnya. Biasanya Bosnya tidak pernah melakukan ini pada siapapun selain nona Reyna.


Sedangkan teman Ren Andrew dan yang lain tidak kalah terkejut melihat Ren berani melawan Tuan Riku yang berpengaruh di dunia. Walaupun mereka tau kalau Tuan Riku yang mulai duluan tapi mereka juga tidak menyangka Ren akan melawannya juga.


Cuma hanya Reyna yang diam melihat pertengkaran mereka berdua yang menurutnya sangat kekanakan dan seperti pertengkaran anak kecil.


Rui yang tidak berani menghentikan pertengkaran Bosnya langsung mendekati Reyna.


“Nona, apa nona bisa menghentikan Bos?” tanya Rui.


“Kenapa aku harus menghentikannya? Biarkan saja mereka bertengkar.” kata Reyna santai.


“Tapi nona….”


“Jangan bilang padaku kau tidak berani Rui.” kata Reyna menatap Rui seperti tidak mau.


Rui hanya diam saja dan tidak bicara, Reyna menatap Andrew.

__ADS_1


“Andrew, hentikan mereka berdua.” kata Reyna ke Andrew.


Andrew terkejut mendengar perkataan Reyna menyuruh menghentikan Ren dan Tuan Riku.


“Kenapa harus aku?” tanya Andrew.


“Tuan Rui menyuruhmu untuk menghentikan mereka.” kata Reyna.


“Bukankah tuan Rui yang menyuruhmu? Kenapa kau menyuruhku?” tanya Andrew.


“Aku malas menghentikan mereka.” jawab Reyna.


“Kenapa?/ Kenapa nona?” tanya Andrew dan Rui serempak.


“Bukannya kalian lihat sudah tau? Mereka berdua bertengkar seperti anak kecil. Kenapa aku harus menghentikan mereka yang bertengkar seperti anak kecil yang berusia 5 tahun?” kata Reyna dengan Santai.


Rui          : “……”


Andrew  : “……”


Bertengkar seperti anak kecil?


Dari mana kau bisa melihatnya seperti itu?


Aku saja melihat seperti hewan buas yang sedang bertengkar.


Andrew melihat ke Kai dan berkata, “Kai hentikan mereka berdua.” sontak membuat Kai terkejutnya tidak bisa dikatakan.


“Apa kau gila menyuruh aku menghentikan kedua hewan buas itu? Yang ada aku bisa mati kalau aku menghentikan mereka. Mendekati atau bicara dengan mereka saja sudah mau mati aku.” kata Kai.


“Apa kalian tidak ada yang berani?” tanya Reyna.


Semuanya menggelengkan kepala mengatakan tidak berani. Reyna menaikkan sebelah alisnya melihat teman dan Sekretarisnya tidak ada yang berani padahal hanya menghentikan 2 orang saja.


“Kai, kau pergi hentikan mereka. Sekarang juga.” kata Reyna dengan tegas.


Kai langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, tapi melihat Reyna dia merasa ketakutan melihat matanya karena seperti mengancamnya walaupun Reyna hanya bermuka datar.


Kai mulai mendekat Ren dan Riku tetapi ada yang lebih cepat darinya yaitu Elvano.


“Riku, kau kenapa? Kenapa kau malah berdebat dengan anak muda?” kata Elvano mendekati Riku.


“DIAM KAU! Jangan mengganggu ku!” teriak Riku langsung saja memukul kepala Elvano.


“PERGI KAU! Jangan mencampuri urusan orang!” teriak Ren juga langsung memukul Elvano.


Rui dan Andrew dkk : “…….” Semua orang disana tidak ada yang berani menghentikan maupun mendekat karena takut kena pukul sama ke2 orang hewan buas yang sedang bertengkar satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2