Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 124 - BAWA KE RUMAH


__ADS_3

"Ayamnya enak ya." kata Reyna


"Iya, apalagi saosnya enak. Mereka jual berbagai macam sambal dan saos. Pantes banyak yang antri." kata Yuna.


"Ya, tapi sayangnya tempat makan sepertinya kurang." kata Ren melihat banyak orang yang makan sambil berdiri adapun yang duduk di lantai.


"Bagusnya di belakang pintu buat tempat makan lagi supaya orang bisa makan di sini." kata Yuna.


Reyna mendengar kata Yuna dan Ren ada benarnya juga.


'Nanti aku bicarakan dengan pak Satya.' batin Reyna.


"Ren, bukankah sudah waktunya kau pergi ke kerja. Jam istirahat sudah mau selesai." kata Reyna melihat jam.


"Benar juga. Baiklah aku balik kerja." kata Ren.


Ren langsung balik perusahaan. Reyna mengantar Ren sampai depan pintu perusahaan.


"Hati-hati Ren."


"Tar sore aku akan mengantarmu pulang. Tunggu aku ya." kata Ren langsung mencium dahi Reyna.


"Berhenti mencium ku di luar. Nanti ada yang lihat." kata Reyna langsung menghindar tapi Ren lebih cepat duluan.


"Tenang saja, tidak ada yang mengenal kita." kata Ren dan cepat naik mobil sportnya takut Reyna memukulnya.


Reyna menghela nafasnya melihat sampai mobilnya Ren sudah di jalan. Sedangkan mobil yang baru saja masuk ke perusahaan berhenti. 2 orang di dalam mobil seperti membeku melihat apa yang barusan mereka lihat.


"Pa, apa mama berhalusinasi melihat Ren mencium seorang gadis?" tanya Hana terkejut melihat Ren mencium seorang gadis.


"Papa juga merasa sedang bermimpi ma." kata Papa Ren.


Hana melihat Reyna masuk kedalam perusahaan langsung saja keluar dan ingin melihat Reyna. Setelah Hana masuk Reyna sudah tidak kelihatan karena banyak orang.


"Sepertinya aku harus bicara dengan Ren." kata Hana langsung keluar dan masuk mobil.


"Pa kita balik perusahaan sekarang. Mama ingin bicara dengan dua mata dengan Ren." kata Hana mulai emosi.


"Mama jangan emosi bicara dengan Ren."


"Gimana tidak emosi? Dia punya pacar tidak memberitahu mama. Mama ingin minta penjelasan darinya." kata Hana kesal.


"Bagaimana mama tau kalau gadis tadi itu pacar Ren?" tanya Papa Ren bingung.


"Dilihat dari manapun gadis barusan pasti pacarnya. Kalau tidak kenapa Ren mau menciumnya." jawab Hana.


Papa Ren hanya mengangguk mengerti karena Ren sangat tidak suka dekat dengan gadis manapun malah mencium seorang gadis di depan mereka sudah pasti mereka ada hubungan spesial.

__ADS_1


Hana di mobil banyak mengeluh pada Ren terus, sedangkan suaminya hanya diam menyetir dan mendengar semua keluhan istrinya.


Perusahaan Ryuujin.


"Ren, bagaimana rasa rindumu ke Reyna?" tanya Kai melihat Ren sudah masuk.


Kai melihat Ren lagi sedang mood sangat baik sudah tau kalau Ren sudah senang bertemu dengan Reyna bahkan makan siang bersama dengannya.


"Sangat senang. Bahkan aku makan siang bersama dengannya." kata Ren dengan gembira.


"Apa Reyna sudah bertemu dengan orang tuamu?" tanya Kai.


"Belum. Belum saatnya Reyna bertemu dengan orang tuaku." kata Ren.


Kai menyerngit sebelah dahinya. "Apa kau tidak bertemu dengan orang tuamu di perusahaan Heaven?" tanya Kai.


"Tidak. Kenapa? Apa mereka ada di sana?" tanya Ren dengan bingung. Ren barusan melihat mamanya di perusahaan ini tidak mungkin langsung ada di Heaven corporation.


"Setelah kau pergi, tante Hana mengejarmu. Apa kau tidak bertemu dengan mereka?" tanya Kai.


"Tidak. Aku bahkan tidak bertemu dengan mereka di jalan atau di perusahaan Reyna." jawab Ren.


"Palingan nanti tante mencarimu." kata Kai.


Belum lama Ren bicara dengan Kai tiba-tiba di buka dengan keras sampai semua orang di dalam terkejut termasuk Ren dan Kai.


"Ren!!!" teriak Hana.


Hana melihat Ren langsung saja mendekatinya dan menarik telinga Ren.


"Sakitt..., Apa yang mama lakukan?" tanya Ren kesakitan melihat mamanya menarik telinganya.


"Kau ini ya sama sekali tidak berbakti sama orang tua ya. Biar mama jewer telingamu sampai putus karena tidak berbakti." kata Hana tidak melepaskan telinga Ren.


"Apa maksud mama tidak berbakti? Aku tidak mengerti." kata Ren yang masih kesakitan.


"Ikut mama ke ruangan papamu sekarang juga." Hana menarik telinga Ren untuk mengikutinya.


"Ya, aku akan ikut mama, jadi berhenti menarik telingaku. Telingaku bisa putus karena mama menarik sangat kuat." kata Ren minta untuk melepaskan telingannya.


"Tidak akan mama lepaskan. Diam dan ikut mama saja." kata Hana tidak mau melepaskan telinga Ren.


Hana akhirnya menarik Ren sampai ke ruang kerja suaminya. Kai yang melihat Mama Ren menarik telinga Ren keluar hanya tersenyum menahan tawa.


"Aku rasa akan terjadi badai dengan Ren." kata Kai tertawa lepas setelah Hana dan Ren keluar dari kantor.


Sampai di ruangan CEO, Hana masih tidak melepaskan tangannya karena sangat kesal dengan Ren.

__ADS_1


"Ma, kita sudah sampai. Lepaskan tangan mama." pinta Ren untuk melepaskannya.


Hana langsung menarik sekuat mungkin baru melepaskan telinga Ren.


"Aww... Telingaku sakit sekali..... Kenapa mama tiba-tiba marah dan menarik telingaku?" tanya Ren yang masih memengang telinganya.


"Ren, apa ada yang kau sembunyikan dari mama?" tanya Hana.


"Hah? Apa maksud mama? Memang aku menyembunyikan apa sama mama?" tanya Ren dengan bingung.


"Kau jangan pura-pura tidak tau Ren." Hana menatap tajam putranya.


"Aku memang tidak tau apa yang mama bicarakan." kata Ren.


"Benarkah? Kenapa mama merasa kau menyembunyikan sesuatu yang penting sama mama. Bahkan berani membohongi mama." kata Hana menatap tajam Ren.


"Pa, ada apa dengan mama? Kenapa dia tiba tiba marah.." tanya Ren sama papanya.


"Ren, apa kau sudah memiliki hubungan dengan seseorang?" tanya papa Ren.


Ren mendengar perkataan papanya dan melihat mama Hana seperti minta penjelasan langsung saja mengerti percakapan mamanya.


"Apa mama dan papa ingin menanyakan pacar Ren?" tanya Ren langsung duduk di sofa.


"Apa benar kau sudah punya pacar Ren?" tanya Papa.


"Kenapa kalian bicara seperti itu?" tanya Ren balik.


"Mama dan papa melihat mu mencium seorang gadis di depan pintu Heaven Corporation." jawab Papa Ren.


"Apa kalian melihatnya?" tanya Ren terkejut.


"Ya kami melihat mu tersenyum dan mencium gadis itu dengan lembut." kata papa Ren.


"Jadi katakan sama mama siapa gadis itu. Pasti gadis itu pacarmu kan." kata Hana dengan cepat ingin Ren segera menjawab.


Ren melihat orang tuanya seperti sudah tau tentang hubungannya dengan Reyna. Ren menghela nafasnya dan mengatakan yang sebenarnya pada mama dan papanya.


"Ya benar. Aku sudah punya pacar dan gadis yang kalian lihat didepan Heaven Corporation adalah pacarku." kata Ren akhirnya jujur.


"Benarkah? Pa, benarkan apa yang mama bilang kalau Ren sudah memiliki pacar. Dan gadis itu adalah pacar Ren." kata Hana senang gembira mendengar kalau putranya sudah memiliki pacar.


"Sudah berapa lama kalian berhubungan?" tanya Papa Ren.


"Jangan dijawab Ren. Mama ingin cepat bertemu dengannya. Bawa pacar mu ke rumah kita minggu besok." kata Hana mengatakan dengan senang.


"Ingat satu hal ini Ren. Tidak ada penolakan." kata Hana dengan tegas dan cepat.

__ADS_1


Ren terkejut mendengar kata mamanya kalau harus membawa Reyna ke rumah, apa lagi minggu besok.


Apa yang harus Ren katakan pada Reyna?Apakah Reyna mau menemui orang tua Ren?


__ADS_2