Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 192 - TIDAK SEDANG BERMIMPI ATAU HALUSINASI.


__ADS_3

"Apa kau mengenal mereka Reyna?" tanya Calvin.


"Ya. Tidak apa, mereka tidak akan menyakiti kita." kata Reyna dengan senyum.


Calvin hanya mengangguk mengerti. Calvin selalu percaya apa yang dikatakan oleh Reyna, karena Calvin tahu kalau Reyna tidak akan pernah berbohong padanya.


"Tidurnya sangat nyenyak aku lihat. Apa kau yakin dia pingsan Rey?" tanya Ren keluar dari kamar setelah melihat keadaan Riku.


"Tentu saja. Apa kau pikir aku berbohong?" tanya Reyna.


"Jika kau memang bilang begitu, aku percaya padamu Rey." kata Ren.


"Apa makan malam sudah selesai?" tanya Ren ke Rayna.


"Aku panaskan sebentar, karena lauknya sudah dingin." kata Rayna langsung ke dapur panaskan lauk.


"Terus, kenapa kau bisa cepat pulang? Bukankah kau bilang pekerjaan kau menumpuk?" tanya Reyna.


"Aku oper ke Kai. Jadi aku pulang duluan." kata Ren santai.


Reyna : "......"


Rui : "!!!..."


Rui terkejut dan akhirnya tahu kenapa Ren bisa pulang cepat, ternyata pekerjaan nya di kasih ke temannya.


'Tuan muda Ren beneran licik.' batin Rui.


"Jadi Kai sekarang masih di kantor mengerjakan pekerjaan mu?" tanya Reyna.


"Ya. Kenapa?" tanya Ren ke Reyna.


"Apa kau tidak merasa kasihan padanya? Kenapa semua tugas kau, kau berikan semuanya pada Kai?" tanya Reyna.


"Kenapa harus kasihan? Bukankah itu memang tugasnya?" tanya Ren merasa tidak bersalah ataupun kasihan pada Kai karena telah mengoper pekerjaannya pada Kai.


"Tapi kau memberikan tugas yang harusnya kau kerjakan, kau berikan pada orang lain. Bukankah itu artinya kau akan Santai saja dan menerima hasil." kata Reyna.


"Aku memang selalu menerima hasil saja." kata Ren membenarkan fakta.


"Bagaimana cara kau bekerja jika hanya menerima hasil dari teman kau, Ren?" tanya Reyna merasa tidak percaya apa yang didengar oleh Ren.


"Kenapa kau begitu serius Rey? Walaupun aku mengoper semua pekerjaan aku pada Kai, tidak mungkin aku tidak mengerti apa yang di kerjakan oleh Kai." kata Ren dengan senyum.

__ADS_1


"Aku mengoper pekerjaan aku pada Kai karena laporan nya perusahaan di butuh cepat." kata Ren.


"Bukankah kalau begitu maka akan semakin lama jika Kai mengerjakan nya sendiri." kata Reyna.


"Aku yakin dia harusnya bersyukur karena aku tidak menyuruhnya untuk tidur di perusahaan. Aku hanya menyuruhnya mengerjakan laporan yang di kerjakan untuk besok. Setelah selesai, baru boleh pulang." kata Ren dengan senyum.


Reyna : "......"


'Bukankah itu sama saja kau menyuruhnya lembur kerja?' batin Reyna.


Krek..


"Bos, kau sudah bangun?" tanya Rui melihat Riku sudah bangun.


"Rui, kita dimana?" tanya Riku yang baru saja bangun tidur.


"Di apartemen Nona Reyna, Bos." kata Rui.


"Rey, kau sudah pulang?" tanya Riku melihat Reyna duduk di sofa langsung mendekati Reyna dan memeluknya.


Ren : "!!!!!!..."


Ren membelalak matanya dengan lebar melihat Riku memeluk Reyna dengan erat. Ren langsung saja menatap tajam dengan tatapan membunuhnya pada Riku karena berani memeluk Reyna, apa lagi di depan matanya.


Ren langsung saja memukul tangan Riku dan mendorong ke belakang, Ren langsung menarik Reyna ke pelukannya dengan erat dan tidak akan membiarkan Riku menyentuh Reyna lagi.


"Sekali lagi kau menyentuhnya, aku akan memotong tangan kau itu." kata Ren dengan dingin dan tajam.


"Harusnya itu perkataan aku!! Memangnya kau itu siapanya Rey, Bocah sialan!!??" kata Riku dengan dingin dan menatap tajam Ren.


"Aku pacarnya. Tentu saja aku boleh melakukan apa pun padanya." kata Ren dengan dingin.


"Cih! Kalian hanya berstatus pacaran, bukan suami istri. Mana bisa kau melakukan apapun padanya." kata Riku dengan dingin.


"Tentu saja bisa. Aku akan menjadi pria pendampingnya seumur hidup aku, karena aku akan menikah dengannya." kata Ren dengan dingin dan pasti.


"Atas hak apa kau akan menikah dengan Rey? Kalian masih belum bertunangan dan belum menerima restu, kau sudah mengatakan sudah menikah dengannya. Jangan mimpi bocah sialan!" kata Riku dengan dingin menatap tajam Ren.


"Apa makannya sudah siap?" tanya Reyna melihat Rayna mendekati mereka.


"Su-sudah." kata Rayna dengan agak gugup melihat Ren dan Riku berdebat.


"Ayo kita makan." kata Reyna langsung berdiri.

__ADS_1


"Bagaimana dengan mereka berdua?" tanya Calvin melihat Ren dan Riku berdebat.


"Biarkan saja kedua anak kecil itu." jawab Reyna datar langsung ke meja makan.


"Anak kecil?" gumam Calvin dengan terkejut.


"Rey, kau mau kemana?" tanya Ren melihat Reyna langsung pergi.


"Makan."


"Tunggu, aku juga ikut." kata Ren dengan cepat berdiri dan mengikuti Reyna.


"Apa kita makan bersama nona juga Bos?" tanya Rui mendekati Riku.


"Aku tidak mau makan bersama bocah itu." kata Riku dengan menunjuk ke Ren.


"Siapa juga yang mau makan bersama mu." kata Ren dengan dingin.


"Cukup! Jika kalian berdua masih ribut, mendingan kalian berdua keluar saja." kata Reyna dengan agak keras.


Reyna merasa kesal melihat Riku dan Ren yang dari tadi berdebat tidak ada hentinya. Riku dan Ren terdiam dengan perkataan Reyna dan mereka akhirnya menuju meja makan dari pada mereka di suruh keluar dari apartemen.


Riku yang baru saja duduk, melihat Rayna memberikan nasi padanya membuatnya heran.


"Tumben kau memberikan aku nasi Rey." kata Riku.


"Siapa yang bilang aku memberikan kau nasi?" tanya Reyna.


Riku langsung melihat ke samping kirinya ada Reyna yang duduk bersamanya. Riku seperti membeku melihat Reyna dan Rayna berulang-ulang. Riku mengucek matanya berkali-kali merasa kalau dia sedang bermimpi.


"Apa yang kau lihat dari tadi?" tanya Reyna. Reyna tahu kalau Riku pasti terkejut melihat nya ada 2.


"Apa aku sedang bermimpi melihat kau terbelah menjadi dua?" tanya Riku.


"Kau tidak sedang bermimpi ataupun halusinasi. Cepat makan makanan mu." kata Reyna dengan datar tapi hatinya tertawa lepas.


Riku agak terkejut mendengar perkataan Reyna. Riku langsung melihat ke Rui seperti minta penjelasan.


Rui yang tahu apa maksud Bos nya, langsung mendekati Riku.


"Bos, Bos tidak sedang bermimpi atau halusinasi. Nona Reyna memang ada di samping Bos. Dan wanita didepan bos adalah nona Rayna bukan nona Reyna. Nona Rayna memang mirip dengan nona Reyna." kata Rui.


"APA KAU BILANG, RUI?" teriak Riku dengan terbelalak matanya dan terkejut.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2