Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 89 – BOS YANG BAIK DAN RENDAH HATI


__ADS_3

“Reyna, apa kau masih kuliah?” tanya Mimi.


“Ya. Aku sudah semester 4. Dalam beberapa bulan besok aku akan dikeluarkan untuk magang di perusahaan. Jadi aku memilih Heaven Corporation untuk tempat magang aku.” jawab Reyna.


“Benarkah? Aku pikir kau akan bekerja di sini.” kata Mimi dengan terkejut ternyata Reyna masih kuliah.


“Kalau begitu aku akan bertemu dengan kakak lagi.” kata Reyna.


“Kakak?” kata Stella dan Mimi dengan serempak.


“Kenapa panggil kami kakak?” tanya Mimi.


“Bukankah kalian lebih tua? Jadi aku harus bicara sopan dengan kakak.” jawab Reyna.


“Reyna, kalau boleh tau kau berusia berapa tahun?” tanya Stella merasa Reyna seumuran dengannya.


“Aku berusia 20 tahun.”


“Waw.. Sama dengan kita dong… Jadi panggil kami dengan nama kami saja. Jangan panggil kakak.” kata Mimi membuat Reyna bingung.


“Kita mengambil sekolah SMK kejuruan designer. Makanya aku dan Mimi bisa langsung bisa bekerja menjadi designer.” kata Stella seperti tau apa yang dipikirkan Reyna.


“Oh. Pantes. Baiklah. Aku akan memanggil kalian dengan nama depan kalian.” kata Reyna dengan senyum.


“Oh ya. Setelah ini apa mau pergi jalan sebentar. Ada banyak yang mau aku bicarakan.” kata Mimi.


“Maaf Mimi. Aku masih ada urusan lain setelah ini. Lain kali saja ya.” tolak Reyna dengan halus.


“Baiklah. Boleh aku meminta nomormu?” tanya Mimi merasa sedikit kecewa.


“Tentu saja.” kata Reyna mengasih nomor telponnya ke Mimi.


“Thank you Reyna.” kata Mimi dengan senang.


“You’re Welcome. Stella jika ingin mau juga minta sama Mimi saja.” kata Reyna.


“Tidak apa. Aku sudah mengirimkan nomormu ke Stella.” kata Mimi dengan cepat.


“Ok. Kalau begitu kami pergi dulu ya.” kata Mimi.


“Ya. Bye…” kata Reyna


Setelah Mimi dan Stella keluar Reyna langsung duduk di sofa dengan santai meminum tehnya.

__ADS_1


“Kak, apa maksud kakak barusan?” tanya Max.


“Apanya?” tanya Reyna.


“Kalau kakak akan magang disini. Bukankah kakak pemilik Heaven Corporation. Kenapa harus magang di perusahaan kakak sendiri?” tanya Max.


“Karena itu makanya aku ingin bahas dengan kalian berdua.” jawab Reyna dengan santai.


“Sebenarnya dalam beberapa bulan kedepan di kampus aku akan membuka magang di berbagai universitas


diperusahaan. Jadi aku ingin merekomendasikan untuk anak kampus bisa magang di perusahaan kita.” kata Reyna dengan pelan.


“Jika di perusahaan kita ada anak magang bisa kemungkinan mereka setelah lulus kuliah akan bekerja disini. Tentu saja setelah kita melihat cara bekerja mereka di perusahaan.” sambung Reyna.


“Nanti pak Satya kumpulkan saja data yang dibutuhkan oleh di kampus saya dan kirimkan ke kampus saya.” perintah Reyna.


“Baik nona Reyna. Akan segera saya lakukan.” kata pak Satya.


“Kak Reyna benar-benar hebat bisa mendapatkan karyawan dari universitas. Aku kagum denganmu kak Reyna.” kata Max dengan kagum.


“Thanks Max. Sebagai Bos tentu saja aku harus melakukannya supaya perusahaan kita di masa depan bisa lebih baik dan maju.” kata Reyna dengan senyum puas.


“Nona Reyna benar-benar punya pengalaman tentang perusahaan. Apakah sebelumnya pernah bekerja di perusahaan lain?” tanya pak Satya.


Pak Satya mengangguk mengerti. ‘Pantas saja nona Reyna ingin membuka perusahaan sendiri. Karena memang punya pengalaman dengan perusahaan orang tuanya.’ batin pak Satya.


“Kira-kira berapa banyak yang akan magang di perusahaan kak?” tanya Max.


“Hm….” Reyna berpikir sebentar.


“Nanti minta saja list yang ingin bekerja di perusahaan kita. Sestelah itu aku akan memilih siapa yang berkerja disini.” kata Reyna.


“Baik nona.” kata pak Satya.


“Oh ya. Jangan beritahu siapapun kalau aku bos atau pemilik perusahaan ini ya. Siapapun itu, mau karyawan, HDR, maupun orang luar. Hanya kalian berdua saja yang boleh tau.” kata Reyna.


“Kenapa kak?” tanya Max dengan bingung.


“Aku tidak ingin ada penjilat di perusahaan aku.” kata Reyna dengan santai.


“Penjilat?” tanya pak Satya dan Max dengan serempak dan bingung.


“Maksudnya saya tidak akan memberikan kesempatan pada orang yang ingin mendapatkan keuntungan besar dan menggunakan cara licik untuk bekerja sama hanya karena aku pemilik Heaven Corporation. Walaupun itu orang terdekat aku.” kata Reyna.

__ADS_1


“Jika mereka ingin bekerja sama maka berikan buktinya bahwa mereka layak maka baru saya kasih kontrak kerja samanya. Tentu saja sesuai kemampuan dan cara kerja mereka.” sambung Reyna.


“Tapi nanti jika ada meeting penting atau kerja sama dengan perusahaan lain bagaimana nona? Apa harus saya yang mengerjakan semuanya?” tanya pak Satya yang merasa perkerjaan ini sangat berat baginya jika melakukannya sendiri.


“Kalau untuk kerja sama dengan perusahaan lain tinggal minta sama orang yang menurut pak Satya bisa melakukannya. Tapi tenang saja, jika ada sesuatu yang tidak bisa dikerjakan, pak Satya bisa menghubungiku, aku pasti akan membantu.” kata Reyna dengan pelan.


“Baik nona Reyna, jika memang ada masalah yang tidak bisa saya kerjakan, saya akan menghubungi nona.” kata pak Satya yang merasa lega Reyna juga akan membantunya.


Jika dia yang melakukannya sendirian pasti tidak sanggup karena masih banyak yang harus dikerjakan.


“Baiklah karena sudah mau sore, saya pamit pulang dulu. Jika ada sesuatu bisa menghubungi saya.” kata Reyna melihat sudah mau jam 5 sore.


“Baik nona. Saya antarkan nona ke depan.” kata Pak Satya.


“Tidak usah pak. Bukankah pak Satya masih banyak yang mau dikerjakan. Saya dengan Max bisa turun sendiri.” kata Reyna dengan sopan.


“Baik nona.” pak Satya hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh bosnya.


Reyna membersihkan meja dan mengambil semua sampahnya ke tong sampah.


“Tidak usah dibersihkan nona. Nanti saya akan menyuruh orang untuk membersihkan semua ini.” kata Pak Satya kaget melihat Reyna membersihkan mejanya.


“Tidak apa pak. Melakukan perkerjaan ini tidaklah sulit. Reyna memungut sampah di meja dan buang ke tong sampah setelah itu langsung mengambil jaketnya dan dimasukkan ke kantong dan langsung keluar dengan Max.


Ping.


Reyna dan Max keluar dari lift. Reyna sekilas melihat kedua resepsionis yang sedang melayani tamu. Reyna langsung saja mendekati mereka.


“Sore kak.” kata Reyna dengan senyum.


Resepsionis itu melihat Reyna langsung saja berdiri. “Sore. Apa ada perlu kak?” tanya Resepsionis.


“Tidak ada. Hanya ingin memberitahu sama kakak ini saja.” kata Reyna dengan senyum melihat Resepsionis yang berambut panjang.


“Aku hanya memperingati kakak saja. Jangan melayani orang hanya dengan penampilan saja. Layani siapapun yang datang ke perusahaan ini dengan baik, jika kakak masih ingin kerja di perusahaan ini.” kata Reyna datar tapi suaranya sudah seperti menekan. Reyna langsung saja pergi meninggalkan mereka.


Resepsionis itu langsung bermuka pucat dan merasa bersalah karena telah menhina Reyna dan Max.


Setelah Reyna dan Max pergi. Pak Satya langsung saja duduk disofa merasa lega dan lelah karena Reyna sudah pergi.


“Hah~…. Akhirnya nona Reyna pergi juga. Aku merasa seperti gugup dan ketakutan semenjak tau kalau nona Reyna itu adalah pemilik Heaven Corporation. Awalnya aku pikir dia akan marah karena aku tidak mengenalnya dan ternyata tidak.” kata pak Satya yang merasa gugupnya hilang.


“Walaupun dia masih gadis bahkan masih sangat muda sudah bisa mngoperasikan perusahaan dengan sangat baik. Apalagi nona Reyna sangat rendah hati dan sangat baik mau membersihkan semua sampah di ruangan ini.” sambung pak Satya melihat meja sudah bersih.

__ADS_1


“Aku bersyukur karena punya bos yang baik dan rendah hati seperti nona Reyna.”kata pak Satya dengan merasa bersyukur.


__ADS_2