Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 61 – OMOLET


__ADS_3

“Yuna, kita makan siang yuk. Ini sudah jam 12.30” kata Reyna melihat jam di HP-nya.


“Baiklah. Kita makan dimana?” tanya Yuna.


“Bagaimana kalau di atap saja?” kata Reyna.


“Aku ok saja. Tapi kita harus beli makan dulu, baru keatap.” kata Yuna.


“Tidak usah. Aku ada bawa nasi lebih. Kita bagi berdua saja.” kata Reyna.


“Tapi….”


“Tidak apa. Ayo kita pergi sekarang.” kata Reyna langsung mengajak Yuna keatap kampus.


“Kalian mau kemana?” tanya Ren.


“Mau makan siang.” jawab Reyna.


Ren melihat jam di dinding sudah jam 12.30, ternyata sudah jam makan siang.


“Apa ketua juga ingin makan siang juga?” tanya Reyna melihat Ren langsung membersihkan mejanya.


“Ya.” jawab Ren dengan datar.


“Baiklah, kalau begitu kita pergi dulu ketua.” kata Reyna.


“Hmm…” Ren hanya mengganguk.


Setelah Reyna dan Yuna pergi Kai langsung masuk ke ruang osis.


“Ren, kita makan siang bersama yuk.” kata Kai yang berada di depan pintu osis.


“Memangnya mau makan dimana?” tanya Ren.


“Makan di atap saja. Cuaca lagi adem karena baru berhenti hujan.” kata Kai.


“Bukannya lantainya masih basah kalau pergi makan diatap?” tanya Ren.


“Kana da tempat yang teduh Ren. Di atap juga ada tempat duduk. Jadi kita makan di atap saja.” kata Kai.


“Kau mau makan apa? Biar aku belikan.” tanya Kai.


“Tidak usah. Aku ada bawa nasi. Kau saja yang beli makan sendiri.” kata Ren.


“Tumben kau bawa nasi.” kata Kai.


“Aku tunggu diatap.” kata Ren dengan datar dan pergi ke atap kampus.


“Baiklah.” kata Kai.


---- Di Atap Kampus ----


“Kita mau makan dimana Reyna?” tanya Yuna.


“Diujung dekat pagar saja.” kata Reyna melihat diujung tidak ada orang.


“Ok.” kata Yuna.


Yuna dan Reyna duduk di ujung dekat pagar makan siang. Reyna dan Yuna membersihkan meja dan kursi karena hujan. Setelah selesai Reyna langsung membuka kotak nasinya dan lauknya diatas meja. Ada ayam, sayur, sup, dan ikan.

__ADS_1


“Reyna, banyak sekali yang kau bawa?” tanya Yuna melihat banyak lauk di atas meja.


“Kalau ada yang kau suka ambil saja. Karena aku masak terlalu banyak.” kata Reyna mengasih nasi ke Yuna.


“Ini semua kau yang masak Reyna?” tanya Yuna dengan terkejut.


“Iya.  Aku yang masak semua. Makan lah selagi panas.” kata Reyna dengan senyum.


“Reyna, masakan kau enak benar.” kata Yuna memakan sepotong ayam.


“Benarkah? Jika kau suka kau boleh makan sepuasmu.” kata Reyan dengan senyum.


Yuna langsung saja memakan dengan lahap. Sedangkan Reyna menuangkan teh ke Yuna dan baru mulai makan.


Ren baru sampai di atap. Ren menunggu Kai disebelah pintu sambil memengang kotak makan siang yang diberi Reyna tadi pagi. Ren melihat kotak makan itu dengan senyum lembut tidak sabar ingin memakan masakan Reyna.


‘Kira-kira Reyna masak apa ya? Tidak sabar mau mencicipi masakannya.’ batin Ren dengan senyum.


“Maaf aku terlambat.” kata Kai yang baru sampai.


“TELAT! Kau terlalu lama!” kata Ren dengan dingin.


“Maaf… maaf… Antrian sangat banyak, jadi memakan waktu.” kata Kai dengan senyum tipis.


“Kau membuat makan siang aku jadi dingin tau.” kata Ren dengan dingin.


“Santai saja napa? Kenapa kau begitu ingin cepat makan? Biasanya tidak seperti ini.” kata Kai dengan heran.


“Jika kau terlambat lagi, kau pergi makan sendirian.” kata Ren dengan dingin dan langsung meninggalkan Kai.


“Kenapa dia tiba-tiba jadi marah?” gumam Kai.


“Kalau begitu cari tempat lain saja.” kata Ren dengan dingin.


“Apa kau tidak mau berbagi meja dengan yang lain?” tanya Kai.


“Tidak! Aku tidak mau.” kata Ren dengan tegas.


“Mendingan kita cari dulu, mana tau sudah ada yang selesai makan.” kata Kai.


“Kau yang pergi cari sana.” kata Ren dengan dingin.


Kai mencari ada tempat yang kosong atu tidak. Kai langsung melihat Reyna duduk dimeja ujung makan siang dengan Yuna.


“Ren, Apa kau mau berbagi meja dengan orang yang diujung itu?” tanya Kai dengan senyum menunjuk meja Reyna.


“Aku tidak mau! Jangan membuat aku mengulang perkataan aku Kai!” kata Ren dengan nada dingin.


“Sayang benar! Padahal enak loh berbagi makan dengan orang lain. Kita bisa mencicipi masakan mereka juga.” kata Kai menggoda Ren.


“Aku tidak mau mencicipi masakan orang lain. Nanti tidak enak dimulut aku.” kata Ren dengan dingin.


“Yakin tidak mau?” tanya Kai dengan senyum.


“Tidak!” jawab Ren dengan tegas.


“Kalau kau tidak mau, Aku yang makan bareng sama mereka ya.” kata Kai dengan senyum penuh arti.


“Jika kau mau silakan saja. Mendingan aku balik ke ruang osis makan sendiri.” kata Ren langsung ingin meninggalkan Kai.

__ADS_1


Kai melihat Ren pergi, langsung saja mendekati Reyna.


“Hay, Reyna. Apa aku boleh bergabung dengan kalian?” tanya Kai dengan senyum.


“Oh Kai. Boleh, duduk lah.” kata Reyna dengan senyum.


“Terima kasih.” kata Kai dengan senyum.


Ren mendengar suara Reyna langsung berbalik melihat Reyna duduk di meja paling ujung dan duduk dengan Kai. Ren langsung saja mendekati mereka.


“Oh Ren, Kenapa kau disini?” tanya Kai dengan senyum.


Ren menatap tajam Kai membuat Kai terdiam langsung.


“Ketua juga ingin makan siang?” tanya Reyna dengan senyum.


“Ya.” kata Ren.


Ren ingin makan dengan Reyna tapi Ren tidak bisa bilang.


“Ketua apa mau makan diatap juga?” tanya Reyna.


“Ya. Karena hujan baru berhenti, jadi diatas udara serasa sejuk dan dingin. ” kata Ren.


“Sepertinya disini sudah penuh?” kata Yuna melihat tempat sudah penuh.


"Bagaimana kalau ketua makan dengan kami?" kata Reyna.


"Apakah boleh?" tanya Ren dengan datar tapi hatinya sangat senang.


"Tentu saja. Yuna tidak masalah kan ketua makan dengan kita?" tanya Reyna ke Yuna.


"Tidak masalah. Lebih ramai lebih enak." kata Yuna dengan senyum.


"Ayo Ren. Duduk disebelah aku." kata Kai.


Ren langsung duduk disebelah Kai.


"Ketua bawa makan sendiri?" tanya Yuna melihat Ren membawa kotak nasi.


"Ya." kata Ren membuka kotak makannya.


Ren tertegun melihat didalam kotak nasinya.


"O-omolet?" gumam Ren.


"Waw, itu omolet kan?" tanya Kai.


"Ren, apa aku boleh mencobanya?" tanya Kai dengan antusias ingin mencoba karena omolet itu sangat menggoda.


Ren langsung menatap tajam Kai yang ingin mencobanya omoletnya.


"Tidak boleh! Ini punya aku." kata Ren dengan tegas tidak ingin memberikan omolet itu pada siapapun.


'Aku tidak akan membiarkan siapapun yang mengambil omolet buatan Reyna' batin Ren dengan mata tajam menatap Kai.


"Sedikit saja. Aku ingin mencobanya." kata Kai.


"Coba saja kalau kau berani." kata Ren dengan mata tajam dan membunuh.

__ADS_1


Kai langsung ketakutan melihat tatapan Ren begitu pun dengan Yuna sudah ketakutan. Sedangkan Reyna hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Ren tidak ingin membiarkan omolet buatannya kasih ke orang lain.


__ADS_2