Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 69 – TIDAK TERTARIK


__ADS_3

Ditempat yang jauh ada seorang pria yang gagah di kantornya sedang bicara dengan seseorang.


“Bagaimana? Apa sudah ketemu jejaknya?” tanya seorang pria ke seketaris pribadinya.


“Maaf bos, saya masih belum menemukannya.” kata sekretaris.


“Sial! Mau sampai kapan kau berhasil menemukan dia? Ini sudah hampir 4 bulan!” teriak pria itu sampai membanting mejanya.


“Ma-maaf bos. Saya akan melakukan pencarian lebih dalam lagi.” kata Sekretaris dengan cepat.


“Jika dia tidak ada di kota ini kenapa tidak ketemu jejaknya atau mungkin dia tidak ada di kota ini? Apa mungkin dia ada di luar negeri?” kata pria tersebut dengan bertanya-tanya.


“I-itu tidak mungkin bos. Kita sudah memblokir namanya di semua bandara. Tidak mungkin dia bisa pergi ke luar negeri.” kata Sekretaris dengan muka agak gugup.


“Jika tidak, kenapa tidak menemukan keberadaannya? Bahkan anak buah kita dan polisi sudah mencarinya kemana-mana.” kata pria tersebut yang mulai curiga.


“Jika benar dia ada diluar negeri seharusnya bandara itu memberitahukan pada kita bos.” kata sekretaris dengan yakin.


“Iya juga ya.” kata pria itu langsung bersandar dikursi besarnya.


“Kau pastikan mereka semuanya cari dengan benar. Jika tidak, maka mereka akan kena konsekuensinya.” kata pria itu dengan tajam.


“Baik, Bos.” jawab sekretaris.


“Kau boleh keluar.” kata pria itu melambaikan tangannya menyuruh sekretaris itu keluar.


“Bos, beberapa hari ini akan ada meeting dengan perusahaan X. Apa bos bisa datang?” kata Sekretaris yang ingat aka nada meeting.


“Kau saja yang urus. Aku tidak mau pergi.” kata pria itu dengan santai.


“Baik bos.” kata sekretaris dan langsung meninggalkan ruangannya.


Setelah sekretarisnya keluar, pria itu langsung berdiri dan menatap jendela luar.


“Kau berada dimana? Kenapa kau pergi tanpa bilang apapun padaku?” kata pria sambil menatap langit dengan sendu.


Pria itu langsung mendekati meja kerja dan membuka lacinya. Pria itu mengambil sebuah foto seorang gadis cantik berpakaian gaun one piece.


“Aku sangat merindukanmu.” kata pria itu dengan senyum tipis dan sendu merindukan gadis tersebut.


Ring~ Ring~


Terdengar suara telpon membuat Pria itu langsung tersadar dan mengangkat telponnya.


“Ada apa?”


“………”


“Aku tidak punya waktu.” kata pria itu dengan dingin.


“………”


“Tidak usah basa basi. Langsung saja ke intinya.”

__ADS_1


“………”


“Apa kau yakin?”


“………”


“Baiklah. Kalau kau berbohong maka kau akan tau akibatnya.”


Pria itu langsung mematikan sambungannya dan memanggil sekretarisnya.


“Bos memanggil saya?” tanya sekretaris baru masuk keruangan bosnya.


“Pesankan tiket ke Negara I dalam 4 bulan kedepan.”


Sekretaris itu langsung terkejut mendengar kalau bosnya tiba-tiba akan pergi ke Negara I.


“Kenapa kita pergi kesana bos? Apakah ada masalah?” tanya sekretaris.


“Urusan kerja.”


“Urusan apa bos? Bagaimana dengan pencariannya?” tanya sekretaris.


“Suruh mereka saja yang mencarinya. Kau ikut dengan aku. Jangan banyak tanya dan lakukan apa yang aku perintahkan.” jawab Pria itu dengan dingin.


“Baik Bos.” kata sekretaris langsung mengerjakannya dan tidak menanyakan apapun lagi.


***


“Apa kau tidak bisa melakukan dengan lebih baik?” tanya Reyna.


“Kenapa dengan wajah aku?” tanya Reyna.


“Apa kau tidak melihat cermin? Wajah kau yang sangat jelek itu bikin aku mau muntah.” kata Enzi dengan sinis menatap Reyna.


“Memang apa masalahnya dengan wajah aku? Apa hanya karena wajah aku seperti ini kau tidak bisa melakukannya? Ah! Aku tau kau pasti suka dengan laki kan?” tanya Reyna dengan wajah terkejut.


“Apa yang barusan kau bilang? Siapa yang bilang aku suka sama laki?” kata Enzi langsung marah dengan Reyna.


“Jika bukan, lalu apa? Kenapa kau tidak bisa melakukannya? Atau mungkin kau tidak pandai acting?” tanya Reyna senyum.


Reyna sengaja memancing Enzi karena dari tadi Enzi salah terus melakukan aktingnya.


“Siapa yang kau bilang tidak pandai acting? Justru karena wajah kau yang jelek itu membuat aku ingin muntah dan tidak bisa melakukan dengan baik.” kata Enzi.


“Mungkin saja itu hanya alasanmu saja. Kalau memang tidak bisa acting bilang saja dari awal, supaya orang tidak usah bersusah payah latihan. ” kata Reyna dengan santai.


“Siapa yang bilang aku tidak bisa acting! Apa kau meremehkan aku!” kata Enzi yang sudah mulai marah.


“Jika bisa, kau harus membuktikannya.” kata Reyna.


“Ok. Jika kau mengatakan seperti itu, akan aku buktikan.” kata Enzi.


“Putri, apakah aku sebegitunya ingin mendapat ciuman dariku? Apa mungkin kau mencintai aku?” kata Enzi dengan senyum menggoda.

__ADS_1


“Tidak.” jawab Reyna dengan datar.


“Jika tidak, kenapa kau begitu ingin aku menciummu? Apa kau malu?” tanya Enzi.


“Tidak. Aku hanya tidak ingin membuang waktu latihannya bertambah hanya karena kau tidak bisa melakukannya.” kata Reyna dengan datar.


“Kenapa kau tidak jujur saja?” kata Enzi.


“Aku memang berkata jujur. Dan lagi kenapa aku harus suka padamu?” tanya Reyna.


“Semua mahasiswi saja terpandang suka pada aku. Kenapa kau tidak?” tanya Enzi.


“Tidak semua wanita sama.” jawab Reyna datar.


“Benarkah? Tapi aku tidak melihat kau tidak sama dengan mereka. Buktinya kau ingin paksa aku menciummu.” kata Enzi dengan senyum.


“Aku tidak memaksamu untuk mencium aku. Itu hanya acting.” kata Reyna.


“Tapi, aku tidak melihat seperti itu.” kata Enzi.


“Terserah padamu percaya atau tidak.” kata Reyna langsung pergi dari tempat latihan.


---- Dikantin ----


“Entah kenapa mood aku jadi buruk karena Enzi.” kata Reyna sambil minum soda dingin.


“Siapa yang bilang aku menggodanya? Wajah tampan dia saja hanya tidak selevel dengan Ren bilang aku suka padanya. Rasanya ingin aku tampar mukanya dan memperlihatkan ke cermin siapa yang tampan.” kata Reyna mengendus kesal.


BRAK!


Tiba-tiba ada yang memukul meja Reyna membuat Reyna terkejut.


“Siapa kalian? Apa ada perlu?” tanya Reyna melihat mahasiswi mendekatinya dan menatap tajam Reyna.


“Apa yang kau lakukan pada Enzi?” tanya mahasiswi.


“Apa maksudmu?” tanya Reyna dengan bingung sambil menaikkan sebelah alisnya.


“Jangan berpura-pura! Bagaimana bisa kau menjadi peran putri bahkan bisa mendapatkan ciuman dari Enzi?”


“Kau hanya anak kampungan bisa dapat perlakuan manis dari Enzi. Kau pikir Enzi itu milikmu!”


Reyna langsung mengerti pembicaraan mahasiswi. “ Apa kalian penggemar Enzi?” tanya Reyna dengan senyum.


“Benar. Kami peringatkan padamu jangan coba-coba merayu atau menggoda Enzi jika kau tidak mau kena akibatnya dari kami.” kata Mahasiswi itu dengan peringatan.


“Apa yang kalian inginkan dari aku?” tanya Reyna.


“Tinggalkan peranmu sebagai putri dan jangan mendekati Enzi.” kata Mahasiswi.


Reyna hanya tersenyum mendengar apa yang diingikan mahasiswi itu.


“Apa yang kau senyumkan?” tanya mahasiswi.

__ADS_1


“Jika kalian ingin aku tinggalkan peran sebagai Putri tidur. Kalian tinggal ke ruang dosen saja dan bilang pada dosen kalau tidak memperbolehkan aku mendapatkan peran sebagai putri. Jika dosen memberikannya pada kalian maka akan aku kasih kalian dengan lembut.” kata Reyna.


“Dan soal Enzi aku sama sekali tidak tertarik dengannya.” sambung Reyna dengan santai meminum colanya.


__ADS_2