
“A..Aku…” Reyna mau mengatakan sesuatu tiba-tiba Ren langsung saja berteriak.
“TIDAK BOLEH!” teriak Ren dengan keras dan menatap tajam Andrew. Semua dikamar terkejut dengan teriakan Ren.
“Ke.. Kenapa Ren? Kenapa kau tiba-tiba berteriak? Kenapa aku tidak boleh berpacaran dengannya?” kata Andrew terbata melihat Ren menatapnya dengan tajam.
“Tidak boleh ya tidak boleh! Coba kalau kau mendekatinya atau memegang tangannya lagi akan kupatahkan tanganmu itu.” kata Ren dengan seram dan tidak bisa menahan emosinya lagi.
“E- Emangnya kenapa kalau dia berpacaran dengan Andrew? Dia kan tidak ada hubungannya denganmu?” kata Kai dengan heran tiba-tiba Ren berteriak dan sangat marah.
“Ini tidak ada hubungannya denganmu!” Ren menatap tajam Kai. Kai yang ditatap tajam oleh Ren langsung menelan salivanya dan hanya bisa diam saja.
“Kau juga kenapa dari tadi diam aja. Apa kau mau berpacaran dengannya?” Ren dengan nada marah menunjuk kearah Reyna yang dari tadi diam saja.
Reyna yang melihat Ren sangat marah mau nggak mau menghembus nafasnya.
“Memangnya apa harus aku katakan?” tanya Reyna dengan pelan.
“Hish……. REYNAAA!!!” Ren geram melihat Reyna dari tadi diam aja seperti tidak ada perlu dibicarakan. Langsung saja Ren mendorong Andrew yang duduk disamping Reyna dan mendekati Reyna.
“Yakin kau tidak ada yang perlu dibicarakan?” tanya Ren dengan datar, tapi matanya sangat seram.
“Emangnya…Aku perlu bicara….. Apa?” Reyna berbicara langsung terputus-putus melihat Ren menatapnya dengan sangat tajam dan menelan salivanya.
“Bicara apa? Jadi pacarnya??” tanya Ren dengan menekankan kata pacar dan menatap dengan tajam Reyna.
“Aku bukan pacarnya!” kata Reyna yang agak keras dan tegas.
“Kalau bukan pacarnya jadi siapa? Hmm?” tanya Ren dan mendekati muka Reyna.
“Ren kau menakutinya!” kata Andrew agak keras melihat Ren yang mendekati Reyna takut akan melukainya.
“Ini bukan urusanmu!” kata Ren agak tegas dan marah sama Andrew yang tadi sudah berapa kali memegang tangan Reyna.
“Walaupun ini bukan urusanku, tapi kau menakutinya. Apa kau tidak bisa bicara pelan-pelan.” kata Andrew dengan pelan.
Ren melihat Andrew langsung menatap Reyna.
“Apa ada yang mau kau bicarakan?” tanya Ren yang dari tadi tidak bisa menahan emosinya.
“Bi.. Bicara apa?” kata Reyna agak terbata.
“Jika kau tidak mau bicara, maka akan aku yang akan bicara Reyna.” kata Ren dengan nada tegas.
__ADS_1
Ren tidak mau lagi menyembunyikan hubungannya dengan Reyna sama Kai dan Andrew. Karena dari tadi Ren sudah tidak bisa menahan rasa cemburunya ke Andrew yang dari tadi bicara sama Reyna dan memegang tangannya.
Reyna melihat Ren dan bisa menebak apa yang Ren pikirkan kalau Ren tidak mau menyembunyikan hubungannya dengannya. Reyna langsung berhembus nafasnya.
“Jika kau tidak menjawab, maka aku yang akan bicara Reyna.” kata Ren melihat Reyna yang dari tadi diam saja.
“Apa yang kalian bicarakan dari tadi?” kata Kai bingung apa yang Ren dan Reyna bicarakan.
“Kau diam Kai, jangan menggangu.” kata Ren dengan tegas. Kai hanya bisa diam saja melihat Ren dan Reyna bertatapan saja sedangkan Andrew juga bingung apa yang terjadi.
“Ini sebernarnya ada apa? Apa kalian menyembunyikan sesuatu?” tanya Andrew yang dari tadi melihat Ren marah sedangkan Reyna hanya diam saja.
“Rey, apa kau ada yang mau dibicarakan?” tanya Ren melihat Reyna diam saja.
“REYY…??” Teriak Kai dan Andrew mendengar Ren memanggil Reyna dengan sebutan Rey.
“Ren, kau panggil dia apa?” tanya Kai dengan tidak percaya apa yang didengarnya.
“Apa kalian saling kenal? Reyna apa kau kenal dengan Ren?” kata Andrew dengan penasaran langsung tanya sama Reyna.
“Reyna…” Andrew melihat Reyna hanya diam saja, spontan memegang tangan Reyna.
Ren yang melihat Andrew memegang tangannya lagi beneran ingin mengamuk sekarang juga dan menatap tajam Andrew.
Andrew dan Kai terkejut yang melihat Ren memukul tangan Andrew dan memeluk Reyna dengan erat. Ren yang biasanya tidak suka mendekati wanita bahkan jika ada yang memegang tangannya saja Ren bisa marah besar. Sekarang mereka tidak percaya melihat Ren memeluk Reyna dengan sangat erat dan tidak mau melepaskannya.
“Ren… Kau…” kata Andrew agak terbata tidak percaya melihat Ren memeluk Reyna dengan sangat erat tapi dipotong oleh Reyna.
“Sudah Dokter. Aku tidak apa-apa.” kata Reyna dengan pelan dan menghembus nafasnya dan melihat ke Ren.
“Ren apa kau bisa melepaskanku? Aku susah bernafas kalau kau memelukku seperti ini.” kata Reyna yang melihat Ren memeluknya dengan sangat erat.
“Oh maaf..” kata Ren langsung saja melonggarkan pelukannya.
“Apa ada yang ingin kalian katakan?” kata Reyna melihat ke Kai dan Andrew.
“Em… Reyna apa kau kenal dengan Ren?” tanya Andrew melihat Ren yang masih memeluk Reyna dan menatapnya dengan tajam.
“Ya.. Aku mengenal Ren karena kami teman masa kecil. Apa ada lagi yang mau ditanyakan?” kata Reyna dengan nada santai.
"WHATT?" Andrew dan Kai membulatkan mata mereka ternyata Reyna mengenal Ren, bahkan mereka
Teman waktu kecil. Kai langsung bertanya dengan agak ragu.
__ADS_1
“Apa kau beneran kenal dengan Ren? Tapi, aku tidak percaya kalau Ren memiliki kenalan dengan seorang gadis.” tanya Kai dengan tidak percaya melihat Ren dan Reyna.
“Rey itu pacarku. Apa kau puas?” kata Ren menjawab pertanyaan Kai dengan nada dingin yang masih memeluk Reyna dengan mesra.
“WHATT!!!” Sontak semuanya teriak dan membulatkan mata mereka terlebih lagi Reyna tidak percaya apa yang dikatakan oleh Ren.
“A… Apa yang barusan kau bilang Ren? Pa.. Pacar?” kata Kai kayak sedang berhalusinasi apa yang barusan didengarnya.
“Sejak kapan aku jadi pacarmu Ren??” kata Reyna dengan tidak percaya apa yang barusan didengarnya.
“Sejak hari ini juga.” kata Ren dengan tegas.
“Kapan??? Aku tidak pernah bilang kalau kita berpacaran.” kata Reyna dengan bingung dan terkejut.
“Apa perlu aku ingatkan ingatanmu Rey.” kata Ren dengan senyum lembut melihat kearah Reyna.
“Aku tidak ingat kalau kau menjadi pacarku Ren?” tanya Reyna dengan bingung.
“Apa kau yakin? Aku bisa mengingatkan mu sekarang juga.” kata Ren dengan pelan ditelinga Reyna supaya Andrew dan Kai tidak mendengarnya.
Reyna berpikir sebentar tiba-tiba baru ingat bagaimana cara Ren mengingatkannya waktu dibelakang kampus, tiba-tiba mukanya memerah kayak tomat dan malu.
Ren yang melihat muka Reyna memerah dan merasa malu langsung saja tersenyum akhirnya Reyna ingat bagaimana caranya mengingatkan ingatannya.
"Kau kenapa Reyna? Kenapa mukamu memerah? Apa ada yang sakit?” tanya Andrew yang tiba-tiba melihat Reyna mukanya memerah.
“Hah? Ti..Tidak ada dok. Aku tidak apa-apa” kata Reyna dengan terbata dan masih merasa malu.
“Jadi hubunganmu dengan Ren apa?” tanya Andrew yang ingin tau dari tadi.
“PACAR!” kata Ren
“TEMAN KECIL” kata Reyna
Ren dan Reyna berkata dengan serempak dan mereka saling pandang. Andrew dan Kai saling pandang dan bingung mana bicara yang benar.
“Jadi mana yang benar?” kata Kai dengan bingung.
__________________________
Didukung ya novel orisinil ku.
jangan lupa Like, Comment dan Di Favoritnya supaya Author bisa cepat update chapter selanjutnya. :)
__ADS_1