Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 41 – IKUT LELANG


__ADS_3

“Thanks Ren sudah mengantar aku pulang.” kata Reyna baru keluar dari mobil Ren.


“Apa perlu aku temani kau sampai kedalam?” tanya Ren dengan senyum.


“Tidak usah Ren. Kau pulang saja, kasihan sama Mira sudah kecapean.” jawab Reyna dengan senyum melihat Mira tertidur dibelakang mobil.


“OK. Apa minggu depan kau ikut bazar dikampus?” tanya Ren.


“Tentu saja. Aku menantikan lelang dikampus.” kata Reyna dengan senyum.


“Darimana kau tau ada lelang dikampus?” tanya Ren dengan terkejut.


“Kai yang memberitahu pada aku.” kata Reyna.


‘Lagi-lagi kau Kai! Sepertinya dia terlalu banyak bicara, sepertinya aku harus menjahit mulutnya supaya tidak bisa asal bicara.’ batin Ren dengan kesal.


Ren mendengar kata lelang langsung teringat peraturannya dan memperingati Reyna.


“Oh ya, aku mau beritahu pada mu kalau kita para mahasiswa tidak boleh berpartisipasi lelang, jika kau melanggar maka kau akan kena peringatan keras atau keluar dari kampus.” kata Ren.


Reyna langsung terkejut mendengar kata Ren kalau ikut partisipasti lelang akan keluar dari kampus.


“Apa kau bercanda Ren?” tanya Reyna tidak percaya apa yang dikatakan Ren.


“Tentu saja aku tidak bercanda, kalau kau tidak percaya kenapa kau tidak melihat peraturan kampus kita diwebsite kampus kita.” kata Ren dengan senyum kecil melihat Reyna sudah seperti patung.


“Aku duluan pulang dulu ya, mau mengantarkan Mira pulang.” kata Ren dan menjalankan mobilnya.


Reyna melihat mobil Ren sudah menjauh langsung tersadar, Reyna cepat masuk kedalam apartemen dan membuka laptopnya untuk melihat website kampus apakah benar kalau mahasiswa tidak boleh berpartisipasi dalam lelang kampus.


'****! Jadi benar apa yang dikatakan oleh Ren mahasiswa tidak boleh ikut dalam partisipasi lelang tanah.’ batin Reyna dengan tidak percaya apa yang dilihatnya.


Reyna membaca peraturannya bahwa mahasiswa tidak boleh ikut partisipasi lelang tanah karena akan dikenakan peringatan keras bahkan bisa dikeluarkan dari kampus, mahasiswa hanya boleh ikut berpartisipasi lelang Express dan Silver jika sudah melakukan pendaftaran sebelum lelang mulai.


“Kalau begini sama sekali tidak menyenangkan. Kenapa mahasiswa tidak boleh ikut lelang tanah sih? Aku harus cari cara supaya bisa ikut dalam lelang tanah.” kata Reyna dengan kesal.


Reyna membaca lagi peraturannya. Peraturan tertulis bahwa bagi yang mengikuti lelang tanah harus memiliki penghasilan besar, jika penghasilan tidak memenuhi syarat maka tidak diperbolehkan partisipasi lelang tanah.


“Oh… Berarti jika tidak memenuhi syarat tersebut maka tidak bisa ikut lelang. Peraturannya ketat juga.”


Reyna membaca semua peraturannya tapi Reyna langsung tersenyum melihat salah satu peraturan yang membuat kemungkinan besar bisa ikut dalam partisipasi lelang.

__ADS_1


“Ternyata ada peraturan seperti ini. Aku harus berterima kasih pada pemilik kampus karena telah membuat peraturan ini, tapi aku harus menemukannya dulu.” kata Reyna dengan senyum.


“Dari pada aku harus berpikir terus mendingan aku mandi dan tidur. Besok baru dipikirkan untuk mencarinya.” kata Reyna langsung menutup laptopnya.


“Oh ya, orang yang mengikuti aku dan Ren kenapa tidak muncul lagi ya? Semenjak dengan Mira aku sudah tidak melihat mereka menguntit aku lagi.” kata Reyna langsung ingat dengan orang yang mengikutinya.


Reyna berpikir berulang-ulang membuatnya jadi berpikir keras dan tidak menemukan alasannya, Reyna langsung tidak memperdulikan lebih dalam lagi karena bukan  urusannya.


Reyna tidak tau kalau Ren telah membereskannya bahkan sama teman mereka yang menguntit Reyna dari jauh. Ren memperingati mereka supaya tidak mengganggu Reyna lagi jika tidak mereka akan kena ancaman sama Ren.


Disisi lain Ren baru pulang ke apartemennya setelah mengantarkan Mira pulang. Ren masuk kedalam melihat Kai dan Andrew sedang berbicara.


“Ren kau sudah pulang? Kau darimana saja?” tanya Andrew melihat Kai baru pulang.


“Dari rumah paman.” jawab Ren dengan datar.


“Seharian hanya dirumah paman mu saja?” tanya Andrew.


“Tidak. Siang pergi ketaman bermain sama Reyna dan Mira.” jawab Ren.


“Waw… Apa kalian sudah selesai melakukan kencan pertama kalian? Bagaimana kencan pertamanya?” tanya Andrew dengan penasaran.


Ren hanya mengendus kesal karena Mira dan beberapa orang menguntitnya yang telah menghancurkan kencan pertamanya dengan Reyna.


“Benar nih, kencan pertama tidak berhasil berarti harus banyak latihan supaya bisa lancar.” kata Andrew dengan tertawa.


“Diam kalian!” bentak Ren karena semakin kesal dengan sahabatnya mengejek bahkan menggodanya.


“Andrew bagaimana dengan bazarnya? Apakah sudah selesai semuanya?” tanya Ren mengalihkan pembicaraan.


“Sudah semua hanya tinggal menunggu hari saja.” kata Andrew.


“Bagus. Jangan sampai ada yang tertinggal atau kurang, jika ada maka kalian akan berhadapan dengan aku.” kata Ren dengan tajam membuat Andrew dan Kai menelan salivanya.


“Aku juga tidak sabar dengan lelang tahun ini. Mendengar gosip akan ada yang menjual tanah terbaru.” kata Kai.


Mendengar kata lelang Ren langsung menatap tajam Kai membuat Kai langsung ketakutan.


“A-ada apa Ren?” tanya Kai agak terbata dan ketakutan.


“Kai, apa kau memberitahukan Reyna kalau kampus kita akan melakukan lelang?” tanya Ren menatap tajam Kai.

__ADS_1


“I-itu…” kata Kai agak terbata.


Kai hanya bisa menelan salivanya karena akan dihabisi oleh Ren karena telah memberitahu Reyna tentang lelang.


“Memangnya kenapa Reyna tau dengan lelang? Bukankah mahasiswa boleh ikut lelang kecuali lelang tanah?” tanya Andrew.


“Karena Reyna suka dengan hal beginian.” jawab Ren.


“Oh… Terus apa masalahnya dengan Reyna kalau dia suka lelang?” tanya Andrew.


“Jika Reyna tau dikampus kita ada mengadakan lelang sudah dipastikan Reyna akan ikut lelang tanah, walaupun kita menghentikannya pasti dia tidak akan mau dengar.” kata Ren.


“Lelang tanah? Apakah Reyna ingin partisipasi lelang tanah?” tanya Andrew dengan terkejut.


“Ya.”


“Apa kau bercanda Ren? Itu sudah melanggar peraturan.” kata Andrew dengan terkejut.


“Justru itu makanya aku bilang pada Kai tidak boleh bilang pada Reyna kalau kampus kita akan mengadakan lelang.” kata Ren menatap tajam Kai.


“Apa kau ada bilang padanya kalau ikut lelang tanah akan dikeluarkan dari kampus.” tanya Andrew.


“Ada, tapi aku merasa kalau Reyna tidak akan menyerah begitu saja hanya karena peraturan, pasti dia akan mencari cara untuk bisa ikut.” jawab Ren.


“Cara apa? Gimana caranya bisa ikut lelang, sedangkan jika ingin ikut pasti akan ketahuan langsung.” kata Andrew.


“Aku tidak tau, yang pasti Reyna bisa ikut atau tidak pasti akan merepotkan.” kata Ren.


“Apa dia tidak takut keluar dari kampus?” tanya Andrew.


“Dia itu tidak kenal rasa takut. Jika ada yang berani melawannya dia pasti akan membalas dengan cara lebih licik.” kata Ren.


“Kai, siap-siap untuk hukuman kau. Jangan harap kau bisa kabur.” kata Ren menatap tajam ke Kai.


“Hukuman apa? Kenapa aku harus dihukum? Apa hanya karena aku kasih tau Reyna tentang lelang?” tanya Kai dengan terkejut.


“Bukan cuma hanya itu saja, karena kau telah pergi berduaan dengan Reyna, maka kau akan menerima hukuman berat dariku.” kata Ren langsung membara cemburu mengingat foto Reyna tersenyum melihat ke Kai.


“Lain kali kau harus menjaga jarak dengan Reyna, bisa-bisa kau beneran mati ditangan Ren.” kata Andrew memperingati Kai.


Kai terkejut mendengar kata Andrew dan melihat ke Ren seperti membara cemburu besar karena pernah pergi berdua dengan Reyna.

__ADS_1


‘Aku saja sudah ketakutan dengan tatapan Ren apalagi hukuman dari Ren. Aku benar-benar bisa mati dengan pria posesif ini hanya karena menemani pacarnya pergi belanja.’  batin Kai.


__ADS_2