
Cecilia langsung saja mengirim foto ke Ren dan memberitahukan kalau Reyna berani mengambil sahabatnya darinya. Setelah selesai mengirim foto ke Ren Cecilia mengikuti mereka lagi, apa yang akan dilakukan oleh Reyna.
Disisi lain Reyna melihat Cecilia tersenyum dan melihat akan mengirimkan fotonya dengan Kai kepada Ren, Reyna langsung saja tersenyum puas.
‘Terima kasih telah membantuku Cecil. Karena aku ada dendam sama Ren makanya aku memanfaatkanmu untuk memfoto aku berpelukan dengan Kai.’ batin Reyna dengan senyum puas.
Reyna masuk ke Mall Reyna langsung melihat Cecilia dan Serena dan mengikuti mereka. Maka dari itu Reyna menggunakan kesempatan ini untuk memberitahu Ren.
‘Jika Ren tau tentang ini pasti dia marah besar dengan tangan gemetar dan cemburu uapnya keluar sampai tidak bisa melepaskan pandangannya sama foto itu.’ batin Reyna dengan senyum kecil sambil memikirkan bagaimana kalau Ren mengetahui foto itu. Reyna langsung pergi meninggalkan Cecilia dan Serena dan pergi menemui Kai.
“Sudah ambil barang yang ingin kau beli?” tanya Kai melihat Reyna kembali.
“Sudah. Apa kau tidak ingin belanja?” tanya Reyna yang menaruh barangnya dikeranjang.
“Tidak. Karena kemarin sudah aku beli.” kata Kai dan langsung ke kasir bersama Reyna
“OK.” kata Reyna.
“Kai, Bagaimana kalau kita beli minum dan istirahat sebentar.” kata Reyna yang sudah keluar dari market dan melihat jam di hp-nya jam 4 sore.
“Boleh. Kau ingin minum dimana?” tanya Kai yang mendorong keranjang belanjaan.
“Bagaimana kalau J.CO saja sekalian aku ingin makan donat.” kata Reyna yang melihat J.CO yang tidak jauh dari mereka.
“OK. Kita kesana sekarang.” kata Kai.
Reyna dan Kai langsung menaruh keranjang dekat meja.
“Kau ingin minum apa?” tanya Reyna
“Hm… Avocado Frappe 1.” kata Kai
“Apa kau tidak mau donat?” tanya Reyna.
__ADS_1
“Donatnya terserah kau saja. Aku bebas.” kata Kai dengan senyum.
“OK.” kata Reyna dan langsung memesan minum dan donat.
Setelah 10 menit Reyna selesai memesan dan membawa minuman kemeja. Kai yang melihat Reyna agak sulit membawa minumannya langsung membantunya.
“Aku saja yang bawa, kau duduk saja dikursi.” kata Kai yang tanpa sadar memegang tangan Reyna karena melihat Reyna susah membawa nampan.
“Terima kasih Kai, maaf merepotkan.” kata Reyna dan mengasih nampan ke Kai.
Kai langsung membawa nampan itu ke meja dan mereka langsung saja meminum dan makan donat. Setelah 15 menit selesai minum, mereka langsung keluar. Tapi, kejadian barusan telah difoto oleh Cecilia dan mengirimkannya ke Ren.
“Aku ingin tau bagaimana Ren marah sama sijelek itu karena berani mengambil sahabatnya.” kata Cecilia dengan senyum licik.
“Benar Cecil, sudah pasti Ren akan marah besar sama sijelek itu karena telah mengambil Kai darinya.” kata Serena dengan senyum licik.
“Hahaha benar katamu Serena. Kita ikutin mereka sampai pulang.” kata Cecilia yang masih ingin mengikuti mereka sampai pulang.
Cecilia dan Serena tidak tahu kalau yang bikin marah sama Ren itu bukan Reyna melainkan Kai karena mereka tidak tau hubungan Ren dan Reyna yang sudah status berpacaran.
“Ren bagaimana dengan yang ini?” tanya Andrew yang melihat macam-macam dekorasi di internet.
“Itu terlalu polos, cari yang lain.” kata Ren yang melihat dekorasi yang ditunjuk oleh Andrew.
Ren di ruangan osis membantu persiapan untuk bazar. Sebenarnya Ren tidak ingin membantu karena takut Reyna akan memukul dengan tinjunya karena melihat Reyna menghancurkan tembok dengan tinjunya diapartemen CCTVnya.
“Bukankah ini sudah lumayan bagus? Dan lagi tumben kau ingin membantu persiapan bazar. Biasanya tidak mau.” kata Andrew dengan heran melihat Ren ingin membantu.
“Tidak ada, karena Reyna ingin melihat bazar. Pastikan bazarnya harus meriah.” kata Ren dengan alasan karena dia tidak ingin Andrew tau karena takut dengan Reyna karena telah membuat jebakan untuknya.
Andrew langsung mengangguk. “Apa tidak apa-apa Reyna sendirian di rumah? Pasti dia kelaparan karena tidak ada yang membawa makan.” tanya Andrew berpikir Reyna pasti sendirian dan bosan dirumah.
“Tidak apa-apa ada Kai dirumah, aku menyuruhnya untuk membelikan makanan dan menemaninya dirumah. Karena kakinya masih sakit pasti dia bosan dirumah.” kata Ren sambil melihat ke komputer.
__ADS_1
“Apa kau tidak takut kalau nanti Kai akan memeluk dan memegang tangan Reyna dengan lembut. Bahkan berkencan dengan Reyna.” kata Andrew dengan menggoda ingin membuat Ren cemburu.
“Kai tidak akan melakukan itu. Dia akan tau apa yang akan aku lakukan pada dia jika dia berani.”kata Ren dengan santai.
“Jika dia berani bagaimana?” kata Andrew dengan senyum.
“Kau akan tau apa yang aku lakukan kan Andrew, jika kau bicara ingin membuat aku cemburu bisa kau bicara lebih baik.” kata Ren menatap tajam mata Andrew yang ingin membuatnya cemburu.
“Hahahaha….. Sorry sorry aku cuma bercanda. Jangan masukkan ke hati.” kata Andrew agak kaku melihat Ren menatapnya dengan tajam dan pergi.
“Heh…” Ren agak kesal dan melihat komputer, tapi entah kenapa kata Andrew tadi membuat Ren tidak tenang dan akhirnya tidak fokus.
Akhirnya ingin melihat apa yang dilakukan oleh Reyna di rumahnya dan membuka Hp-nya dan ternyata ada WA dari Cecilia dan Ren membuka WA dan matanya langsung membulat besar dan tidak percaya apa yang dikirim oleh Cecilia. Tanpa disadari oleh Ren dia mematahkan pena yang dipegangnya.
“Sialan kau Kai!!” teriak Ren dengan memukul meja dengan kasar sampai semua orang diruangan terkejut karena teriakan Ren.
“Kau kenapa Ren?” tanya Andrew yang kembali mengambil air dan melihat Ren seperti sedang marah besar dan melihat Hp-nya. Setelah melihat Hp Ren Andrew langsung membulatkan matanya dan bahkan mengucek matanya berkali-kali apakah berhalusinasi melihat apa yang dilihatnya.
“Apa yang kau lihat? Kau melihat mereka sedang apa?” tanya Ren dengan nada agak tinggi dan melihatkannya ke Andrew.
“Em…. Berpegang tangan.” kata Andrew dengan pelan.
“Kau lihat baik-baik dengan matamu.” kata tegas Ren ke Andrew untuk melihatnya dengan teliti.
“Ya, memang berpegang tangan.” kata Andrew yang melihat foto dengan teliti.
Ren melihat lagi Hp-nya ternyata bukan cuma hanya satu foto saja yang dikirim dan akhirnya melihat semua foto yang dikirim oleh Cecilia. Foto Reyna dan Kai tersenyum bersama, belanja bersama, berpegang tangan.
Tiba Mata Ren tidak bisa menatap yang lain lagi setelah melihat salah satu foto yang membuatnya tangan gemetar dan keluar uap sampai kepalanya keluar api besar dengan rasa cemburu yang besar yang tidak bisa fokus ke yang lain lagi dan ingin membunuh Kai sekarang juga.
‘Brengsek kau Kai!! Beraninya kau memeluk Reynaku!!!!’ teriak batin Ren dengan nada cemburu melihat foto Reyna dan Kai berpelukan sampai membanting Hp-nya sampai hp-nya retak.
‘Kenapa Ren? Kok aku merasa marahnya kayak seperti cemburu yang sangat besar sampai keluar uap dikepalanya.’ batin Andrew dengan bingung dan mengambil Hp Ren melihat Reyna dan Kai berpelukan. Matanya langsung membulat dan tidak percaya apa yang dilihatnya.
__ADS_1
“Sepertinya akan terjadi badai besar.” kata Andrew dengan pelan yang melihat muka Ren memerah menahan rasa marah, cemburu, dan membunuh sekaligus.
‘Lihat saja bagaimana aku menghukummu Kai!’ teriak Ren mengepalkan tangannya ingin membunuh Kai sekarang juga.