Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 201 - TAMU


__ADS_3

"Rey, aku pulang." teriak Ren membuka pintu dengan keras sampai Rayna yang sedang memasak terkejut.


"Akh...." teriak Rayna dengan terkejut.


"Ada apa Ray? Apa terjadi sesuatu?" tanya Calvin dengan terkejut mendengar teriakan Rayna langsung mendekati Rayna.


"Tidak apa. Aku hanya terkejut saja tiba-tiba pintu di buka dengan keras." kata Rayna dengan pelan.


"Ray, kenapa kau masaknya banyak benar?" tanya Calvin melihat banyak lauk di meja makan.


"Kata Rey kita ada kedatangan tamu. Jadi menyuruh aku memasak agak banyak. Aku juga sudah membersihkan kamarnya." kata Rayna.


"Tamu? Siapa? Kenapa aku tidak tahu? Dan Rey pergi kemana?" tanya Ren dengan banyak pertanyaan sekaligus ingin bertemu dengan Reyna.


"Aku tidak tahu siapa tamunya. Rey masih belum balik. Mungkin Rey lagi di jalan." kata Rayna.


"Jangan bilang kalau tamunya itu tidur di sini?" tanya Ren dengan datar.


"Iya. Aku sudah membersihkan kamar untuk tamu Reyna." kata Rayna.


RenΒ  : "......"


Ren terdiam mendengar ada tamu yang akan tinggal di apartemen Reyna. Jika ada yang tidur di apartemen, jadi dirinya tidur di mana?


"Jika tamunya tidur di sini, aku tidur di mana?" tanya Ren.


CalvinΒ  : "......"


Rayna hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan hanya menggelengkan kepalanya memberitahu Ren kalau Rayna tidak tau.

__ADS_1


"Untuk apa kau tidur di sini? Bukankah kau sudah ada tempat tinggal di apartemen mu?" tanya Calvin.


"Aku tidak mau tidur di apartemen. Karena di sana hanya ada orang gila." jawab Ren.


Β CalvinΒ  : "......"


'Orang gila? Jangan bilang kalau yang Ren maksud itu adalah Kai.' batin Calvin.


"Terus, kapan Reyna balik?" tanya Ren.


"Mungkin sebentar lagi sampai." kata Rayna.


"Kenapa kau segitunya ingin bertemu dengan Reyna? Kau tunggu saja, nanti dia juga akan balik." kata Calvin.


Ren hanya diam dan duduk di sofa main HP-nya sambil menunggu Reyna. Tidak sampai 5 menit Ren melihat jam, sebentar main hp.


Calvin yang melihat Ren hanya diam di sofa hanya menggelengkan kepalanya melihat dia sangat tidak sabar menunggu Reyna pulang.


"Rey, kau sudah balik?" tanya Ren dengan senyum langsung mencium pipi Reyna.


"Kenapa kau di sini? Bukankah kau harusnya pulang ke apartemen mu?" tanya Reyna dengan terkejut melihat Ren ada di apartemennya.


"Aku mau bertemu dengan mu." kata Ren dengan senyum dan memeluk Reyna dengan erat dan tidak mau melepaskannya.


"Kita kedalam saja." kata Reyna langsung masuk kedalam.


"Apa kau sendirian Reyna?" tanya Calvin.


"Tidak, aku tidak sendirian." kata Reyna dengan santai.

__ADS_1


"Jadi siapa lagi yang datang? Aku dengar dari Ray kalau kita ada kedatangan tamu? Siapa tamunya?" tanya Calvin.


"Sebentar lagi mereka datang." kata Reyna dengan santai.


"Apa kau bisa berhenti memeluk aku seperti ini Ren?" tanya Reyna ke Ren yang dari tadi memeluknya dan tidak mau melepaskannya.


"Tidak. Aku tidak mau." jawab Ren dengan tegas dan mengeratkan pelukannya.


Ting tong ~


"Mungkin itu mereka." kata Reyna mendengar suara bel.


"Aku akan membuka pintu nya." kata Rayna langsung membuka pintu.


"Harry, ayo masuk ke dalam. Ini siapa?" tanya Rayna melihat Harry bersama kakeknya dan membawa koper. Rayna masih belum tahu kalau itu adalah kakeknya Calvin.


"Biarkan mereka masuk kedalam Ray. Ren, kau bantu Harry bawa barangnya kedalam." kata Reyna ke Ren.


"Kenapa harus aku?" tanya Ren.


"Sudah. Pergi saja bantu bawa barangnya ke dalam kamar." kata Reyna dengan tegas.


Ren hanya menghela nafasnya, langsung membantu Harry membawa barang ke dalam kamar kosong yang telah di bersihkan oleh Rayna.


Calvin penasaran siapa tamunya dan langsung melihat seorang pria yang sudah tua masuk ke dalam bersama Harry.


Setelah melihat orang tua itu Calvin terkejut begitu pun dengan kakek Harry.


T.B.C

__ADS_1


Maaf ya hari ini sedikit. πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”


__ADS_2