Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 115 – MASA DEPAN REN


__ADS_3

“Apa kau menemukan Ren?” tanya Andrew.


“Tidak. Kemana dia pergi?” kata Kai.


“Jangan bilang kalau dia kabur.” kata Aderald.


“Jangan sampai dia kabur.” kata Elard.


“Tidak mungkin Ren kabur. Kemungkin Ren ada bersama dengan pacarnya.” kata Carlos.


“Kita pergi cari lagi. Nanti tante Hana marah pula.” kata Kai.


Andrew dan yang lain pergi mencari Ren. Andrew pergi mencari di ruangan lantai 2 kemungkinan Ren ada disalah satu ruangan tersebut.


Andrew baru saja mau mau ketok pintu langsung dari ruangan sebelah Ren, Reyna, Riku dan Rui keluar dari ruangan itu.


“Ren.” kata Andrew melihat Ren keluar dari ruangan sebelah.


“Andrew. Kenapa kau ada disini?” tanya Ren melihat Andrew ada di luar.


“Harusnya itu pertanyaanku. Aku dan yang lain mencari mu dari tadi.” kata Andrew.


“Kenapa mencariku?” tanya Ren.


“Tante Hana mencarimu.” kata Andrew.


“Mama?” gumam Ren menaikkan sebelah alisnya.


“Kenapa dia mencariku?” tanya Ren.


“Sudah pasti bukan karena tante rindu padamu.” kata Andrew.


Ren rasanya malas benar menemui mamanya karena sekali ketemu yang ada mamanya sangat cerewet dan tidak berhenti bicara.


“Kenapa Ren?” tanya Reyna.


“Tidak ada.” kata Ren dengan datar.


“Ada apa?” tanya Reyna ke Andrew.


“Ibunya mencari Ren dan menyuruh Ren menemuinya sekarang.” kata Andrew.


“Kau pergi saja temui mamamu Ren.” kata Reyna.


“Jika aku pergi bagaimana denganmu?” tanya Ren.


“Aku mau cari makan.” kata Reyna memengang perutnya merasa kelaparan.


Ren : “……”

__ADS_1


“Bukankah kau sudah makan banyak tadi? Masa sudah lapar.” tanya Ren.


“Belum cukup. Kau sekarang pergi saja menemui mamamu. Aku akan menunggumu.” kata Reyna.


“Bagaimana kalau kau pergi denganku saja?” tanya Ren memengang tangan Reyna merasa tidak ingin jauh dari Reyna.


“Kau pergi saja. Biar Rey denganku. Kau tidak usah khawatir.” kata Riku memengang bahu Reyna.


“Aku tidak mempercayaimu.” kata Ren.


“Kau pikir aku ini apa bocah?” tanya Riku.


“Paman tua yang mengambil gadisku.” kata Ren membuat Riku menatap tajam Ren.


“Sekali lagi kau memanggiku paman tua, aku beneran membunuhmu bocah.” kata Riku menatap tajam Ren.


“Sudah jangan beribut lagi. Ren sekarang kau pergi saja temui mamamu, nanti kita ketemu lagi. Ok.” kata Reyna membujuk Ren untuk pergi menemui mamanya.


“Baiklah. Kalau terjadi sesuatu kau harus memberitahuku. Harusss yaaa….” kata Ren dengan tegas.


“Ya. Sekarang kau pergi. Kasihan mamamu mencarimu.” kata Reyna dengan senyum.


Ren pergi sama Andrew untuk menemui mamanya. Sedangkan Reyna merasa lega karena Ren pergi karena Reyna ada yang ingin dibahasnya sama Riku.


“Ada yang ingin aku tanyakan.” kata Reyna.


“Apa benar kau tidak tau apa-apa tentang gadis Rayna itu?” tanya Reyna sangat penasaran dengan gadis yang mirip dengannya itu.


“Rey, aku beneran tidak tahu apa-apa tentang gadis itu. Jika aku sudah mendapatkan informasinya aku akan segera kasih tau padamu.” kata Riku.


“Kenapa aku merasa kau menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya Reyna.


“Mungkin hanya perasaanmu saja. Mendingan kita pergi cari makan. Bukankah kau lapar?” tanya Riku dengan cepat langsung mengajak Reyna mencari makan.


***


“Apa kalian belum ketemu dengan Ren?” tanya Hana.


Semua teman Ren hanya menggelengkan kepalanya mengatakan belum membuat Hana kesal.


“Kemana perginya anak yang susah diatur ini? Jangan bilang kalau di kabur.” kata Hana mengendus kesal.


“Ren tidak mungkin kabur tante. Dia saja sudah datang ngapain kabur.” kata Kai


“Mana tau tidak ingin bertemu dengan tante.” kata Hana.


“Kenapa Ren tidak mau bertemu dengan tante?” tanya Kai.


“Karena dijodohkan. Ren tante jodohkan sama teman suami tante karena Ren sudah kuliah masa belum dapat pacar.” kata Hana.

__ADS_1


Kai     : “……”


Kalau tante ingin menjodohkan Ren tentu saja Ren tidak mau datang menemui tante karena Ren sangat benci di


jodohkan.


“Bukannya itu Ren?” tanya Elard melihat Ren dan Andrew mendekati mereka.


Hana melihat ke arah yang Elard lihat dan ternyata bena itu Ren. Ren yang melihat mamanya melihatnya hanya menghela nafasnya.


“Ren!!!!” teriak Hana langsung mendekati Ren dan memeluknya.


“Mama jangan berteriak didepanku. Telinga aku sakit.” kata Ren menutup sebelah telinganya.


“Kau dari mana saja, mama mencarimu. Kenapa sudah datang tidak menemui mama? Kapan kau pulang ke rumah? Bagaimana keadaanmu sekarang? Kenapa tidak pernah telpon mama. Mama kesepian dirumah jika kau tidak ada dirumah. Papamu selalu ke kantor dan pulang malam terus sampai mama sangat kesepian. Mama ingin kau pulang ke rumah dengan mama.” Hana berkata dan bertanya sekaligus membuat Ren membulatkan


matanya dan pusing mendengar mama Hana bertanya dengan sekaligus.


“Apa mama tidak bisa bertanya satu satu? Aku bisa pusing mendengar pertanyaan mama sekaligus membuat aku pusing mendengarnya.” kata Ren.


“Apa kau ingin bilang mama cerewet?” tanya Hana menatap putra sulungnya.


“Coba mama pikirkan sendiri. Jika ada orang bertanya banyak pertanyaan apa mama bisa menjawabnya sekaligus?” tanya Ren.


“Apa kau ingin mengatakan mama cerewet Ren.” tanya Hana lagi manatap Ren. Ren melihat mamanya seperti ingin menangis, Ren hanya bisa menghela nafasnya dan menenangkan mamanya.


“Baiklah. Ren salah.” kata Ren dengan pelan dan memeluk mama Hana dengan lembut.


“Ini baru anakku. Kau memang sangat mencintai mamamu.” kata Hana membalas pelukan Ren.


Ren sangat tidak mau bertemu dengan mama Hana bukan karena dia tidak sayang pada mama kandungnya. Tapi sekali bertemu dengan mamanya yang ada mamanya banyak pertanyaan pribadi padanya. Kapan punya pacar? Apa punya teman gadis? Dan banyak pertanyaan tentang gadis.


Menurut Ren mamanya sangat cerewet jika menyangkut seorang gadis atau pacar. Jika Ren menjawab tidak yang ada mamanya tidak akan berhenti bicara sama juga dengan jika Ren punya pacar.


“Apa mama sendiri? Papa kemana?” tanya Ren tidak melihat papanya.


“Papamu bersama koleganya bicara. Pembicaraan ini jangan di bicarakan. Mama ingin bertanya padamu.” kata Hana.


“Apa?” tanya Ren walau tahu apa yang akan ditanyakan mamanya.


“Apa kau sudah punya pacar?” tanya Hana langsung dengan intinya.


“Apa tidak ada pertanyaan lain selain pacar?” tanya Ren balik.


“Tidak. Ini hal utama yang harus mama tanyakan padamu.” kata Hana dengan tegas.


Hana melihat Ren tidak menjawab langsung cemberut dan menggembungkan kedua pipinya. Ren yang melihat mamanya seperti cemberut hanya diam saja melihat mamanya.


“Kenapa belum punya pacar? Kau sudah usia 20 tahun masa belum punya pacar. Ini pasti karena sifatmu yang belum sembuh itu. Sudah berapa kali mama bilang jangan pernah dingin dan menatap tajam seorang gadis. Ini akibatnya kau tidak punya pacar. Mama sangat khawatir dengan masa depanmu Ren.” kata Hana.

__ADS_1


__ADS_2