
"Jadi apa kau juga ingin melawan ku?" tanya Reyna melihat pemimpin mereka terdiam dan keluar keringat dingin.
"Emm.... Nona sepertinya disini ada kesalahan." kata pemimpin gang itu dengan gagap.
"Kesalahan apa? Kesalahan salah target kalian begitu?" tanya Reyna dengan santai.
pemimpin gang itu langsung mengangguk cepat. Reyna tersenyum kecil melihat pemimpin gang di depannya sepertinya sudah ketakutan dengan Reyna.
"Siapa yang menyuruh kalian untuk menculik ku?" tanya Reyna ke inti.
"Aku kasih tau jangan coba membohongi aku jika kau tidak mau lidah kau aku potong" sambung ancam Reyna dengan serius.
pemimpin gang itu sudah ketakutan dengan ancaman Reyna, karena dia melihat Reyna sepertinya tidak bercanda jika dia berbohong maka lidahnya akan di potong.
"Em... Nona..."
"Jangan bicara terputus-putus. Bicara dengan jelas. Aku tau kau tidak bisu bukan." ancam Reyna melihat pemimpin gang itu bicara terputus-putus.
Glek...
pemimpin gang itu menelan Saliva nya dengan susah mendengar ancaman Reyna. pemimpin gang itu bertenang sebentar supaya tidak bicara gugup dengan Reyna.
"Baiklah nona aku akan jujur kalau aku tidak tau siapa yang menyuruh menculik nona." akhirnya pemimpin gang itu menjawab setelah beberapa menit tidak bicara karena takut melihat mata Reyna yang sangat terintimidasi.
"Kau sedang tidak bercanda bukan? Bagaimana mungkin kau tidak tau siapa dalang dibalik semua ini? Jangan bilang kalau kau hanya menerima telpon dari bos kau itu dan langsung menerima misi kalian untuk menculik aku." Reyna menatap tajam pemimpin di depannya yang menjadi pemimpin tidak tau siapa bos yang menyuruh mereka.
"Apa yang aku bilang adalah kebenaran nona. Aku juga sama sekali tidak bertemu dengannya." jujur pemimpin itu.
"Kalian semua itu bodoh atau otak kalian tidak jalan. Bagaimana mungkin terima misi saja tanpa tahu siapa bos kalian?" tanya Reyna dengan kesal mendengar jawaban pemimpin itu.
"Kami menerima misi melalui website nona. Kami tidak menerima telpon atau bertemu dengan bos kami. Maka dari itu kami tidak tau siapa bos kami, karena identitas bos sangat rahasia." jawab pemimpin dengan jujur.
"Website? Website apa?" tanya Reyna dengan bingung.
Pemimpin itu langsung mengambil HP nya di saku celananya dan membuka website tersebut langsung memperlihatkan pada Reyna.
__ADS_1
Reyna mengambil HP pemimpin itu dan melihat website dan melihat status misi untuk menculiknya.
Misi Rank D : Menculik seorang gadis muda dan membawa ketempat Bos. Bawa targetnya dulu ke tempat bos baru akan di kasih tips.
Reyna tersenyum kecil melihat misi untuk menculiknya. Reyna merasa ingin ketawa habis membaca chatting mereka dengan sang Bos.
Bahkan detail tentangnya sedikit pun tidak ada di kasih tahu. Hanya di kasih foto dan ciri-ciri saja. Reyna merasa Bos yang memberikan misi ini sangatlah bodoh.
Harusnya dia mencari informasi targetnya dulu jika ingin sukses. Seperti ini yang ada misinya tidak akan pernah berhasil.
Nama websitenya pun menurut Reyna sangatlah unik. Darkness Secret Mission di singkat DSM. Artinya misi rahasia kegelapan yang mengartikan misi rahasia di dunia malam.
Misi dunia malam seperti Mafia, Pembunuhan, Pembantaian, Pemerkosaan, Jual Narkoba, senjata, organ manusia, bahkan pedagang manusia.
"Apa yang akan terjadi jika kalian gagal menjalankan misi?" tanya Reyna.
"Tentu saja kami tidak mendapatkan tipsnya nona." jawab pemimpin gang.
"Apa kalian tidak kena marah atau kena hajar gitu?" tanya Reyna.
"Tidak nona. Karena ini hanya rank D jadi tidak ada masalah karena Bos masih belum kasih tips ke kita. Jika Rank C keatas ada yang kena denda atau hukuman, ada juga yang tidak." jawab pemimpin gang.
"Benar nona."
"Baiklah. Karena kau sudah memberitahu siapa yang menyuruh kalian maka aku akan melepaskan kalian semua." kata Reyna.
"Oh ya, apa aku boleh meminta websitenya?" tanya Reyna.
"Tentu nona. Tapi jika nona ingin melihat status misi nona harus login dulu baru bisa melihat misinya." kata pemimpin gang.
"Ok. Ini uang untuk pengobatan kau dan teman mu. Aku tidak tau cukup atau tidak karena aku hanya ada segini." kata Reyna mengasih beberapa uang yang tersisa di sakunya ke pemimpin gang.
"Jika Bos kalian bertanya tentang misi kalian maka bilang pesan dariku kalau jangan seenaknya membuat misi tanpa otak kecil kau itu." kata Reyna dengan santai.
"Baik nona. Terima kasih sudah memberikan uang untuk pengobatan kami." kata Pemimpin gang dengan menundukkan kepalanya ke Reyna.
__ADS_1
"Hmm... Kalau begitu aku pergi duluan. Karena kalian aku jadi telat makan siang berharga ku." setelah Reyna bicara langsung pergi ke restoran tanpa melihat ke belakang.
Setelah melihat Reyna pergi pemimpin gang itu merasa Reyna adalah orang yang kuat dan baik hati sampai melepaskan mereka semua bahkan memberikan uang untuk pengobatan.
"Aku pikir akan di tangkap polisi tapi malah di kasih uang untuk pengobatan. Nona itu sangat murah hati dan baik ingin menolong orang yang ingin menculiknya." kata pemimpin gang melihat Reyna sudah menghilang.
"Aku baru pertama kali mendapatkan pengalaman ingin menculik target malah dapat uang dari sang target." kata pemimpin gang dengan senyum melihat uang di tangannya yang lumayan banyak.
Jika dia mengobati semua temannya dengan uang yang diberikan Reyna pasti masih ada sisa uang yang lumayan dan bisa di bagikan sama teman-temannya.
Kyukkk~
"Hari ini beneran sial. Aku sangat lapar. Bisa-bisanya mereka ingin menculik aku di hari aku ingin bersenang-senang.Tuhan beneran tidak adil denganku." Reyna memegang perutnya yang sudah keroncongan meminta isi.
"Tapi aku penasaran siapa yang ingin mencelakai aku? Nama adminnya di hilangkan jadi tidak tau siapa. Dilihat dari tanggal misinya sudah 2 mingguan." gumam Reyna.
"Sudahlah jangan dipikirkan lagi. Cacing aku beneran minta isi yang banyak." kata Reyna langsung cepat ke restoran menemui Yuna dan yang lain.
"Reyna, kenapa lama sekali? Apa kau tidak apa?" tanya Yuna melihat Reyna akhirnya kembali.
"Mommy kemana saja? Kenapa lama sekali ke toilet?" tanya Rachel.
"Aku baik-baik saja. Toilet umum sangat ramai sampai aku menunggu lama dan sekarang aku sudah sangat lapar." alasan Reyna.
"Benarkah? Tapi tadi aku lihat toiletnya sepi?" tanya Yuna dengan bingung.
"Biasanya jam makan siang begini sangat ramai." kata Reyna.
"Mommy mau makan apa?" tanya Rachel mengambil nasi untuk Reyna.
"Terima kasih Rachel. Lauknya mommy bisa ambil sendiri." kata Reyna mengambil lauknya.
Richie mengambil minum untuk Reyna bahkan juga mengambil sendok dan garpu untuknya.
"Terima kasih Richie."
__ADS_1
Richie hanya mengangguk datar. Sedangkan Rachel mengambil kue untuk Reyna nanti setelah selesai makan.
Reyna dengan lahap makan dan lumayan agak cepat karena perutnya sudah keroncongan.