Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 203 - HUKUMAN


__ADS_3

"Harry besok kau bawa saja adik mu ke sini." kata Reyna.


"Memangnya kenapa kak?" tanya Harry.


"Apa kau punya tempat untuk adik mu? Belum lagi ada Rachel dan Richie, pasti sempit kan kalian tidur berempat." kata Reyna.


"Apa benar Har?" tanya Calvin.


"Tapi bukankah apartemen Harry ada 2 kamar?" tanya Rayna.


"Memang ada 2 kamar, tapi tempat nya sempit kan untuk bertiga bersama Rachel dan Richie? Seingat aku kau tinggal di apartemen yang sempit. Apalagi bagaimana kau antar nasi untuk adikmu? Kau bisa kecapekan bolak-balik antar nasi untuk adik mu ke sekolah." kata Reyna panjang lebar.


"Mendingan adikmu tinggal saja di sini, sekalian Rayna juga ada yang temani di sini." lanjut Reyna.


"Benar kata Reyna, Har. Besok kau bawa semua barang Clara ke sini. Bukankah dia bisa bosan di apartemen sendirian." kata Calvin.


Hah~ Harry menghela nafasnya dengan pelan karena apa yang dikatakan oleh Reyna dan Calvin adalah benar.


Awalnya Harry hanya bisa mengasih uang untuk Clara makan siang di sekolah, tapi jika setiap hari makan di sekolah, takut nya Harry tidak sanggup bayar makan Clara.


Kata orang tuanya ingin mentransfer uang ke rekeningnya tapi ini sudah seminggu lebih orang tuanya tidak mengirimkan uang padanya, membuat Harry memakai uang pribadinya untuk biayai makan Clara di sekolah.


Karena Harry sudah bekerja bisa dapat uang untuk membayar makan Clara tapi takutnya tidak cukup, apalagi Harry harus simpan uang untuk uang apartemennya.


"Baiklah kak. Jika memang itu yang terbaik buat Clara. Apa lagi aku juga merasa tidak sanggup membayar uang makan untuk Clara karena biaya makan di sekolah nya mahal. Apalagi biaya bensin motor aku." kata Harry dengan pelan.


"Ini kau bawa saja makanan untuk Clara ya. Aku juga sudah membuatkan makanan untuk Rachel dan Richie. Ini juga ada roti untuk sarapan kalian." kata Rayna mengasih kantong plastik ke Harry yang sudah berisi makanan yang sudah di bungkus dan roti untuk mereka sarapan besok pagi.


"Baik kak. Kalau begitu Harry pulang dulu ya. Kasihan mereka pasti lapar menunggu makan dari aku." kata Harry.


"Kak, Kakek aku pulang dulu ya." kata Harry ke Calvin dan kakeknya.


"Hati-hati." kata Calvin.


Harry langsung keluar dan membawa makanan yang sudah di berikan oleh Rayna.


"Kakek, kakek istirahat lah di kamar. Aku sudah menyiapkan air panas untuk kakek mandi." kata Reyna ke kakek.


"Terima kasih." kata kakek Harry dengan senyum.

__ADS_1


Rayna dan yang lain membersihkan meja dan mencuci piring di dapur setelah itu baru mereka masuk kamar.


"Rey.."


"Apa? Kenapa kau masih di sini Ren? Bukankah kau harusnya pulang ke apartemen mu?" tanya Reyna yang baru mau mandi.


"Sepertinya kau lupa sesuatu apa yang kau lakukan padaku." kata Ren dengan mencibir bibir nya.


"Memangnya aku melakukan apa padamu?" tanya Reyna dengan bingung.


"Kau jangan pura-pura lupa??!!" teriak Ren agak keras. Ren sampai menarik Reyna ke kasur nya yang besar.


"Akh.. Apa yang kau lakukan Ren?" teriak Reyna melihat Ren tiba-tiba menariknya.


"Sepertinya kau memang harus di hukum. Jika kau tidak ingat apa yang kau lakukan padaku, apa perlu aku mengingat kembali." kata Ren senyum licik.


"Bagaimana caranya?" tanya Reyna.


Ren melihat Reyna sepertinya lupa apa yang telah di lakukan padanya membuat Ren kesal.


Ren langsung saja menggelitik badan Reyna sampai Reyna tidak tahan dan tertawa.


"Hahahaha... Hen.... Hentikan Ren..." Reyna langsung terasa geli karena Ren menggelitik badan nya.


"Ba-baiklah.. A-Aku.. mengaku.... Hen... Hentikan..." kata Reyna yang tidak berhenti tertawa karena merasa geli.


Ren akhirnya berhenti melihat ke Reyna sudah mengatur nafasnya karena banyak tertawa.


"Apa kau tau apa kesalahan mu?" tanya Ren.


Reyna masih mengatur nafasnya dan melihat ke Ren yang ingin mendengar jawaban Reyna. Sedangkan Ren masih menunggu jawaban Reyna.


Reyna langsung memukul perut Ren dengan keras sampai Ren kesakitan.


"Akh..."


Reyna tidak berhenti sampai disitu, Reyna langsung mengambil bantal dan melempar ke wajah Ren.


"Apa yang kau lakukan Rey?" teriak Ren.

__ADS_1


"Harusnya itu pertanyaan ku. Bukankah kau yang mulai duluan?" tanya Reyna yang masih melempar bantal ke wajah Ren.


Reyna dan Ren saling lempar bantal dan tidak ada yang mau kalah.


30 menit kemudian akhirnya Reyna dan Ren berhenti melempar bantal.


"Apa aku sudah puas?" tanya Ren.


"Bukankah kau yang duluan yang mulai?" tanya Reyna yang masih memegang bantal di tangan nya.


Ren melihat Reyna tidak ada celah untuknya, akhirnya Ren berhenti dan masuk ke kamar mandi. Reyna melihat Ren masuk ke kamar mandi akhirnya Reyna berbaring di kasur karena capek.


"Hah~ Mau sampai kapan seperti ini? Aku sudah sangat capek dan ingin tidur." Reyna merasa sangat capek.


Reyna berbaring sebentar di kasur. Setelah beberapa menit dia membuka matanya dengan pelan, baru saja membuka matanya sedikit Reyna melihat ada orang di atasnya.


Reyna langsung membuka matanya dengan lebar melihat Ren sudah ada di atasnya.


"Kenapa? Hmm..." Ren langsung tersenyum dan memegang muka Reyna dengan lembut melihat Reyna sudah membuka matanya.


"Kau... Sejak kapan kau ada di atas aku??" tanya Reyna dengan terkejut.


"Menurut mu?" tanya Ren bukan di jawab malah bertanya balik.


"Minggir." Reyna menatap tajam Ren untuk minggir.


Ren hanya tersenyum dan mendekati mukanya ke muka Reyna. Reyna melihat muka Ren mendekat ingin menghindar tapi sayangnya Ren lebih cepat mencium bibir imut Reyna.


"Umm..."


Reyna memukul dada Ren menyuruhnya untuk berhenti tapi Ren tidak mau malah mendalami ciumannya.


Setelah Ren berhenti, Ren melihat Reyna sudah mengatur nafasnya karena Ren menciumnya lama.


Ren langsung tidur di sebelah Reyna dan memeluknya dengan lembut.


"Jangan menolak Rey, jika kau menolak maka aku akan melakukannya lagi padamu." ancam Ren.


"Jangan khawatir, aku tidak akan melakukan apapun padamu." kata Ren dengan lembut.

__ADS_1


Ren akhirnya tidur dengan nyenyak di pelukan Reyna. Sedangkan Reyna akhirnya diam dan tidak bisa bergerak takut Ren melakukannya lagi padanya. Akhirnya Reyna pasrah dan tidur dengan Ren yang peluk di belakangnya.


T.B.C


__ADS_2