
Pagi hari Reyna bangun jam 7 pagi. Reyna tidur dengan sangat nyenyak karena kamarnya sangat sejuk dan dingin karena diluar gerimis dan Reyna membuka AC jadi Reyna berbaring di kasurnya yang empuk dan tidur lagi sampai jam 9 pagi karena kamarnya begitu adem dan sejuk.
"Kamar sangat sejuk sampai ingin di dunia mimpi terus." kata Reyna melihat jam di hp nya sudah jam 9 pagi langsung berbaring lagi karena masih ingin di kamar.
Ring~ Ring~
Reyna melihat ada yang telpon dengan nomor yang tidak di ketahui langsung saja mengangkatnya.
"Halo." kata Reyna yang masih suara agak serak karena baru bangun pagi.
"Halo, apa ini dengan Reyna?"
"Ya dengan saya sendiri. Ini siapa?" tanya Reyna.
"Ini Calvin. Aku ingin bertanya jam berapa kita akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA?" tanya Calvin.
"Kalau begitu aku bersiap-siap dulu, sekitar jam 10.30 aku ke tempat kalian. Kalian berdua tinggal dimana?" tanya Reyna.
"Kami di Hotel XX" jawab Calvin.
"OK. Kemungkinan aku jam 10.00 sudah bisa ke hotel kalian. Nanti kau kasih tau nomor kamar kalian." kata Reyna.
"Ok. Kami akan menunggumu." kata Calvin dan langsung menutup telponnya.
"Bagaimana kak? Apakah nona Reyna akan ke sini?" tanya Rayna yang berada di sebelah Calvin ingin mendengar suara Reyna walaupun suaranya tidak terdengar dengan jelas.
"Ya. Dia akan bersiap-siap dan akan menemui kita di hotel kita. Sepertinya ya baru saja bangun pagi karena aku mendengar dia bicara dengan agak serak." jawab Calvin dengan senyum lembut.
"Sudah jam 09.00 baru bangun pagi? Apa dia tidak pergi bekerja?" tanya Rayna dengan bingung.
"Dia meminta izin hari ini karena akan menemani kita ke rumah sakit." kata Calvin.
"Dari mana kakak tahu?" tanya Rayna menatap Calvin.
"Kemarin sebelum kita pulang dari perusahaan Ryuujin dia sudah mengatakan akan meminta izin dan menemani kita untuk melakukan test DNA." kata Calvin.
"Ooooo...." Rayna hanya membuka mulut seperti berbentuk O saja.
__ADS_1
"Kenapa? Apa kau ingin bertemu dengannya?" tanya Calvin.
"Tidak." jawab Rayna menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Kau jangan berbohong Ray. Aku tahu kau pasti sangat ingin bertemu dengannya. Bahkan tadi malam kau tidak bisa tidur karena memikirkan Nona Reyna kan?" tanya Calvin dengan senyum mencubit sedikit hidung Rayna.
"Hehehe..... Aku tidak akan bisa membohongi kakak ya." kata Rayna dengan senyum.
"Tentu saja. Karena kau itu sudah menjadi istriku selama bertahun-tahun jadi sudah pasti aku tahu apa yang istriku pikirkan." kata Calvin memeluk Rayna dengan lembut.
"Apa kakak berpikir kalau nona Reyna beneran saudara kandung aku?" tanya Rayna tanpa melepaskan pelukannya.
"Kakak tidak tau ya. Tapi insting kakak mengatakan kalau nona Reyna adalah saudara kandung mu. Karena bukan cuma hanya penampilan dan muka kalian saja yang mirip. Sifatnya juga mirip dengan mu." kata Calvin.
"Sifat? Apanya yang sama?" tanya Rayna.
"Aku melihat nona Reyna sangat peduli dengan mu sayang. Bukankah kemarin kau ketakutan bicara dengan nona Reyna dan nona Reyna menenangkan mu." kata Calvin.
"Aku juga tidak tau kenapa kak. Saat dia memeluk dan bicara dengan lembut, aku merasa tenang dan tidak ketakutan lagi." kata Rayna.
"Iya kak. Tapi aku penasaran kenapa aku bisa terpisah dengannya semenjak bayi." kata Rayna dengan penasaran.
"Kakak juga tidak tau. Kau jangan berpikir negatif tentang kenapa kau di pisahkan dengan keluarga mu. Kemungkinan mereka ada terjadi sesuatu sampai kalian berdua terpisah." kata Calvin dengan lembut.
"Iya kak. Rayna tidak akan berpikir macam-macam seperti itu." kata Rayna dengan patuh.
Rayna selalu patuh dengan Calvin karena hanya suaminya yang dia percayai, tapi tidak dengan orang tua Calvin karena mereka selalu memperlakukan nya dengan kasar dan kejam.
Sementara itu Reyna sudah berada di depan Hotel XX tempat Rayna dan Calvin tinggal.
Setelah selesai parkir mobil Reyna langsung masuk kedalam dan langsung naik lift ke tempat Rayna dan Calvin berada.
Reyna baru saja naik lift tiba-tiba ada seorang wanita muda terkejut melihat Reyna dan mendorong nya keluar dari lift.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa mendorong aku?" tanya Reyna ke wanita yang telah mendorongnya keluar dari lift.
"Aku pikir salah orang ternyata tidak. Aku tidak menyangka kau masih hidup." kata Wanita itu dengan menatap sinis Reyna.
__ADS_1
"Siapa kau?" tanya Reyna dengan dingin karena wanita berambut pirang di depannya telah memperlakukan buruk padanya.
"Apa kau lupa siapa aku? Apa kau kena amnesia?" tanya Wanita itu akting terkejut.
"Aku tidak mengenal mu nona. Jangan mau membuat keributan dengan orang lain." kata Reyna dengan dingin. Reyna merasa kalau wanita di depannya ini mencari masalah dengan nya.
"Kenapa aku yang membuat keributan? Bukankah kau yang mulai duluan?" tanya wanita itu menatap sinis Reyna.
"Tidak usah bertele-tele. Bilang saja apa mau mu dengan ku. Aku lagi terburu-buru." kata Reyna dingin.
"Memang kau mau kemana? Apa kau telah mendapatkan sugar Daddy? Apa kau tidak mendapatkan harta suami kau itu?" tanya Wanita itu dengan sinis.
"Apa kau sudah di tinggalkan oleh suami kaya kau itu?" lanjut wanita itu.
Reyna menaikkan sebelah alisnya dan berpikir apa yang dia maksud dengan sugar Daddy dan suami kaya.
'Sugar Daddy? Harta suami? Apa yang dikatakan wanita ini?' batin Reyna dengan bingung.
Setelah berpikir agak lama Reyna baru sadar kalau wanita di depannya ini pasti berpikir kalau dia adalah Rayna. Karena wajah dan penampilan sangat mirip dengannya.
'Apa dia berpikir kalau aku adalah Rayna?' batin Reyna seperti sudah tau kenapa wanita ini menatap sinis dengannya.
"Kenapa kau tidak menjawab Rayna? Apa mungkin kau beneran lupa dengan teman terbaik kau ini?" tanya wanita itu dengan senyum sinis.
"Kenapa aku harus ingat dengan wanita ****** seperti mu? Memangnya kau itu siapanya aku?" tanya Reyna melipat kedua tangannya.
"Siapa yang kau bilang ****** hah?" teriak wanita itu dan langsung ingin menampar Reyna.
Reyna yang melihat wanita ini ingin menampar nya langsung dihentikan Reyna dan langsung menampar muka wanita itu dengan tangan satunya lagi.
PLAK
"Ka-Kau berani menampar ku?" tanya Wanita itu memegang pipinya yang merah dan kesakitan akibat tamparan Reyna.
"Itu akibat kau sendiri. Aku kasih kau peringatan jangan coba-coba bermain denganku jika kau tidak ingin kena akibatnya." kata Reyna dengan menatap dingin dan tajam ke wanita itu.
Reyna langsung naik lift tanpa menoleh ke belakang atau memperdulikan teriakan dan kemarahan wanita itu padanya.
__ADS_1