Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 162 - BOS YANG MISTERIUS


__ADS_3

"Reyna, apa kau tinggal di apartemen ini?" tanya Rayna.


"Ya. Kenapa kau diam? Ayo masuk." kata Reyna memegang tangan Rayna dan masuk ke apartemen.


Rayna hanya terdiam melihat apartemen Reyna yang sangat besar, bahkan bisa di katakan untuk orang kaya. Begitu juga dengan Calvin. Calvin juga menganga melihat apartemen Reyna yang 3X lipat dari apartemen mereka dulu.


"Calvin." teriak Reyna membuat Calvin tersadar dan langsung masuk ke dalam.


Reyna langsung naik lift dan naik ke lantai tempat apartemen Reyna. Reyna langsung saja mengeluarkan kunci dari sakunya dan membuka pintu dan masuk ke dalam bersama Rayna dan Calvin.


Rayna dan Calvin terkejut di dalam apartemen Reyna sangat luas dan terlihat sangat bersih. Rayna tidak bisa memikirkan untuk tidak melihat isi di dalam.


"Kamar kalian berdua di sini ya." kata Reyna membuka kamar dan memasukkan koper Rayna. Kamar Rayna dan Calvin terletak di depan kamar Reyna.


Rayna sangat kagum dengan isi kamar yang di berikan Reyna. Kamarnya sangat luas dan memiliki kasur size besar dan empuk, ada AC, lemari baju besar.


Rayna berpikir berapakah harga per bulan di apartemen Reyna. Sudah pasti harganya puluhan juta per sebulan. Apa lagi selama setahun.


"Apa seprei tidak di ganti?" tanya Rayna.


"Tidak usah. 2 hari lalu aku sudah menggantinya. Kau isi saja bajumu dan Calvin di lemari. Aku mau ambil gantungan baju dulu di kamar." kata Reyna.


"Ok." Rayna langsung saja membuka kopernya dan memasukkan ke dalam lemari.


Rayna langsung keluar dari kamar dan masuk ke kamarnya mengambil gantungan baju dan selimut.


"Ren, kau sudah balik?" tanya Reyna melihat Ren membuka pintu.


"Ya. Aku beli jus untuk kalian." kata Ren.


"Dimana Rayna dan Calvin?" tanya Ren tidak melihat Rayna dan Calvin.


"Rayna dikamar, kalau Calvin di dapur. Kau duduk saja dulu di sofa, aku mau membantu Rayna membersihkan kamar dulu." kata Reyna langsung masuk ke kamar Rayna. Ren hanya mengangguk dan duduk di sofa.


Setelah satu jam berlalu, Rayna dan Reyna selesai membersihkan kamar. Sedangkan Calvin baru saja selesai memasak, dan Ren sedang nonton TV.


"Apa sudah selesai?" tanya Ren yang makan snack.


"Sudah. Calvin ke mana?" tanya Reyna.


"Dapur."


"Apa sudah selesai bersihkan kamarnya?" tanya Calvin membawa piring.


"Kakak masak apa?" tanya Rayna.

__ADS_1


"Hanya masak kentang goreng, potong buah-buahan dan membuat jus tomat." kata Calvin.


"Nona Reyna dan Tuan Ren jika mau silakan makan." kata Calvin.


"Tentu. Makan buah-buahan memang yang terbaik di saat hari panas." kata Reyna langsung duduk dan memakan buah.


"Oh ya, Bagaimana lamarannya? Apa kau di terima Calvin?" tanya Reyna.


"Masih belum ada balasan. Semoga saja di terima." kata Calvin.


"Aku rasa Calvin akan di terima. Karena dari pengalaman kerjanya sangat cocok kerja di perusahaan Ryuujin" kata Ren.


"Benarkah Tuan?" tanya Calvin.


"Ya. Mungkin besok atau lusa mereka kasih kabar, karena akhir-akhir ini perusahaan sangat sibuk." kata Ren.


"Terus, bagaimana dengan Rayna?" tanya Reyna.


"Em... Aku rasa Rayna tidak di terima. Karena Rayna tidak memenuhi syarat." kata Ren dengan pelan sambil menggaruk dahinya dengan pelan.


Rayna yang mendengar tidak akan di terima jadi lesu dan sedih. Rayna juga ingin bekerja, tapi sayangnya Rayna hanya sekolah sampai SMA kelas 1.


"Tidak usah bersedih Rayna. Mungkin kau tidak bisa bekerja di perusahaan. Tapi kau bisa melakukan pekerjaan lain kan." kata Reyna.


"Memangnya apa yang bisa aku kerjakan? Aku tidak mau merepotkan orang lain lagi. Setidaknya aku ingin ikut untuk mendapatkan penghasilan juga." kata Rayna.


"Rayna, apa kau bisa memasak?" tanya Reyna.


"Bisa."


"Sebenarnya, di perusahaan tempat aku bekerja sedang mencari seorang koki untuk para karyawan untuk makan siang. Jika kau mau apa kau mau bekerja jadi koki di sana?" tanya Reyna.


"Tapi bukankah di sana sudah banyak orang yang jualan? Kenapa harus mencari koki?" tanya Ren.


"Sebenarnya untuk makan para karyawan banyak yang tidak sempat makan siang karena kantin sangat ramai. Jadi perusahaan mencari koki untuk memasak khusus untuk karyawan saja. Tentu saja kita buat makanan untuk berapa karyawan yang mau pesan saja." kata Reyna.


"Tapi, Rayna sangat tidak suka dekat atau bicara dengan orang lain." kata Calvin dengan cemas.


"Kalau soal itu tidak masalah, Rayna bisa masak di apartemen saja. Nanti baru di antar ke perusahaan. Nanti aku akan bicara pada pak Satya." kata Reyna.


"Sepertinya kau selalu membantu perusahaan itu Rey?" tanya Ren.


"Apa maksudmu?" tanya Reyna.


"Kenapa pak Satya suka setuju dengan saran mu? Apa kau kenal dengan pak Satya?" tanya Ren merasa ada yang aneh. Reyna selalu memberikan saran untuk perusahaan Heaven.

__ADS_1


"Karena aku pernah menolong bos perusahaan itu. Jadi dia akan membantu aku jika aku ada masalah. Tentu saja aku tidak memaksanya." Alasan Reyna.


"Kau mengenal Bos peusahaan Heaven?" tanya Ren dengan terkejut.


"Ya. Walaupun hanya sekali ketemu. Kenapa?" tanya Reyna.


"Tidak. Aku hanya berpikir siapa Bos perusahaan Heaven karena Bos Heaven Corporation sangat misterius bahkan tidak ada yang tau bos nya perempuan atau lelaki, muda, tua, sudah menikah atau janda pun juga tidak ada yang tau. Dia sangat misterius." kata Ren.


"Apa Bosnya tidak pernah ke perusahaan?" tanya Calvin.


"Tidak. Semua perkerjaan kantor dan pertemuan di kerjakan oleh pak Satya." kata Ren.


"Bos perusahaan itu sangat tidak suka dapat perhatian atau para media mengambil fotonya. Jadi Bosnya tidak suka ke perusahaan." kata Reyna.


"Bahkan itu meeting penting kerja sama perusahaan?" tanya Calvin.


"Ya. Bos perusahaan Heaven mungkin suatu saat akan menampilkan wajahnya juga." kata Reyna.


"Benar juga sih. Cuma kita hanya penasaran. Kau pernah bertemu dengannya sekali kan? Bagaimana wajah dan suaranya?" tanya Ren sudah sangat penasaran.


"Aku memang pernah menolongnya tapi tidak melihat wajahnya, karena waktu itu dia ada di dalam mobil bersama supirnya." kata Reyna.


"Kenapa kau tidak melihat wajahnya?" tanya Ren.


"Aku menolong mereka karena di jalan rem mobil mereka rusak jadi, aku monolong mereka pakai mobil aku untuk menghentikan mobilnya." kata Reyna.


"Jadi dia berterima kasih sama aku karena telah menolongnya. Atas rasa terima kasihnya dia akan membantu aku di saat aku membutuhkan bantuannya." kata Reyna.


"Bukankah jika kau melihat dari jendela juga bisa melihat wajahnya?" tanya Ren.


"Tidak bisa. Kaca mobil itu sepertinya kaca special sampai di luar tidak bisa melihat di dalam mobil." kata Reyna


"Misterius... Bos Heaven Corporation sangat misterius." kata Ren.


"Oh ya, Bagaimana dengan menu makannya? Apa aku harus memasak tanpa menu?" tanya Rayna.


"Nanti aku akan bicara dengan pak Satya. Menu makannya nanti akan ada beberapa dulu sekitar 3 sampai 4 menu, jika terlalu banyak, nanti kau bisa lelah memasaknya Rayna." kata Reyna.


"Ok. Kabarin saja ke aku jika sudah membuat menunya." kata Rayna.


"Ok. Nanti aku juga akan bertanya apa saja yang bisa kau masak." kata Reyna.


"Rayna bisa masak apa saja, asalkan ada resep." kata Calvin.


"Benarkah? Kalau begitu bagus, nanti aku akan bicarakan dengan pak Satya tentang menu makanan untuk para karyawan." kata Reyna.

__ADS_1


Ren dan yang lain tidak tau kalau Bos Heven Corporation adalah Reyna. Karena Reyna masih belum ingin memberitahu mereka, kalau dia adalah Bos Heaven Corporation.


Apa reaksi mereka bertiga jika tau kalau Reyna adalah Bos Heaven Corporation?


__ADS_2