Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 105 – KEMARAHAN REYNA


__ADS_3

“Fel, apa kau yakin akan memberikannya 1 miliar?” tanya Carlos terkejut.


“Tentu saja. Dan aku percaya dia pasti tidak akan menenangkan atau menghentikan Ren.” jawab Felicia senyum licik.


“Aku lihat kau sepertinya sangat membencinya.” kata Elard melihat ketidaksukaan Felicia ke Reyna.


“Mungkin hanya perasaanmu saja.” kata Felicia dengan datar.


Felicia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya kepada temannya karena takut nanti mereka akan memberitahu Ren.


“Pasti dia merasa kesal dan cemburu melihat Ren tadi bermesraan dengan Reyna. Bagaimana reaksinya jika dia tau kalau Reyna adalah pacarnya?” kata Kai menatap sinis Felicia.


“Sudah pasti. Karena dia merasa terkejut melihat Ren bermesraan dengan Reyna.” kata Andrew.


Reyna mendekati Ren dan Riku dengan santai.


“Ren, apa kau sudah puas bertengkar?” tanya Reyna.


“DIAM! JANGAN MENGGANGGU KAMI!” kata Ren dan Riku serempak ke Reyna.


Ren sampai pukul kepala Reyna, sedangkan Riku memukul muka Reyna.


Rui            : “!!!!!!”


Andrew    : “!!!!!!”


Kai            : “!!!!!!”


Rui, Andrew dan Kai merasa akan terjadi badai melihat Ren dan Riku memukul Reyna. Carlos dan yang lain juga terkejut melihat Ren berani memukul pacarnya sendiri.  Sedangkan Felicia memiliki senyum penuh kemenangan karena Ren memukul Reyna ditambah tuan Riku juga memukul muka Reyna.


“Sepertinya akan terjadi badai.” kata Andrew melihat Ren berani memukul Reyna.


“Bukan badai lagi, aku merasa gempa akan turun ke bumi.” kata Kai.


“Apa yang barusan aku lihat? Apa bos memukul nona Reyna? Aku merasa buas singa akan membuka taringnya.” kata Rui terkejut melihat Bosnya berani memukul nona Reyna.


“Ren berani memukul pacarnya sendiri?” tanya Carlos pelan.


“Aku rasa pacarnya juga tidak bisa menghentikan Ren. Siapa yang bisa menghentikan singa jantan itu.” kata Aderald.


“Rasain kau! Itu karena kau berani menggoda Ren maka aku akan membuat Ren membencimu.” gumam Felicia senyum penuh kemenangan.


Reyna yang merasa kesakitan di kepala dan mukanya langsung menatap tajam Ren dan Riku.

__ADS_1


“Kalian berdua berani juga memukul aku.” kata Reyna dingin menatap tajam Ren dan Riku.


“Memangnya siapa kau jelek. Jangan berani menantang ku jika kau tidak mau kena akibatnya.” kata Riku dengan dingin menatap Reyna.


“Diam kau badut. Jangan mengganggu urusanku.” kata Ren dengan dingin.


Reyna mendengar Riku dan Ren bilang dia jelek dan badut langsung saja bermuka hitam, tangan dikepal dengan kuat dan tidak bisa diprediksi orang lain karena kemarahannya sudah memuncak sampai gunung meletus.


“Apa yang barusan kalian panggil aku? Coba katakan sekali lagi, aku tidak mendengar dengan jelas.” kata Reyna dengan pelan tapi suaranya penuh tekanan.


“Aku bilang kau itu jelek gadis kampung.” kata Riku dengan tegas.


“Aku bilang kau itu badut, apa kau punya masalah denganku?” kata Ren dengan dingin.


Muka Reyna semakin menghitam merasakan kemarahan yang tinggi, sampai aura membunuhnya keluar sampai Andrew dan yang lain merasa menggigil dan ketakutan melihat kemarahan Reyna.


“Gila! Aura nya besar benar sampai kita ketakutan melihat matanya.” kata Kai.


“Aku rasa melihat mukanya saja sudah merasakan ketakutan. Aura membunuhnya sampai melebihi Ren.” kata Andrew.


“Aku rasa seperti melihat iblis.” kata Carlos.


“Aku rasa dia iblis ratu.” sambung Aderald.


“Kenapa? Karena kau memang jelek. Didunia ini tidak ada yang cantik selain dia.” kata Riku.


“Benar. Aku juga sama. Kau itu badut jelek karena kau juga tidak secantik dia.” kata Ren.


Mereka berdua tidak tau kalau di depan mereka adalah Reyna. Karena mereka berdua hanya berfokus bertengkar sampai didepan mereka tidak tau siapapun itu.


Reyna langsung menatap tajam Ren dan Riku. Reyna langsung saja menarik telinga Ren dengan kuat sampai dia kesakitan, sedangkan Reyna langsung saja memukul muka Riku dengan keras.


“Akh… Sakit…… Apa yang kau lakukan.” teriak Ren merasakan kesakitan di telinganya


“Apa yang kau lakukan gadis sialan! Beraninya kau memukul wajahku.” teriak Riku merasakan kesakitan di mukanya.


“Kalian berdua sepertinya sangat ingin bermain. Bagaimana kalau aku ikut bermain dengan kalian sampai kalian puas?” tanya Reyna dengan senyum licik dan menyeramkan tidak melepaskan telinga Ren.


“Bagaimana kalau aku memberikan kau lilin panas ke muka kau, biar kau bisa jadi ganteng dan tampan?” tanya Reyna ke Ren tanpa melepaskan telinga Ren.


“Kalau kau, aku kasih air keras saja ke muka dan tangan kau itu karena telah melukai mukaku.” sambung Reyna menatap tajam Riku.


Ren dan Riku terkejut mendengar perkataan Reyna. Apa dia ingin membuat muka kita yang tampan ini menjadi jelek? itu yang dipikiran mereka.

__ADS_1


“Apa kau ingin aku jadi cacat? Apa kau gila?” teriak Ren.


“Kau gadis sialan beraninya ingin memberikan aku air keras ke mukaku. Jika kau berani aku akan membunuhmu.” kata Riku menatap tajam Reyna.


“Kau mau membunuhku? Silakan saja jika kau memiliki nyali denganku.” kata Reyna dengan senyum menyeramkan.


“Jika kau berani melakukannya, maka aku akan yakin kau tidak akan ketemu kesayangan kau selamanya.” sambung ancam Reyna.


“Kesayanganku? Apa kau tau siapa dia?” tanya Riku dengan senyum.


“Tau. Dia itu adik perempuan yang kau sayangi dan mencintainya di keluarga Richard bukan?” tanya Reyna dengan senyum.


“Coba saja membunuhku, jika kau tidak ingin melihat adik kesayangan kau lagi selamanya.” sambung Reyna.


‘Apa dia kenal dengan adikku?’ batin Riku terkejut dengan perkataan Reyna.


“Apa kau kenal dengan adikku? Dimana kau ketemu dengannya?” tanya Riku dengan serius.


“Ya. Aku sangat mengenalnya. Aku teman terdekatnya.” kata Reyna dengan senyum.


“Dimana dia sekarang?” tanya Riku dengan antusias.


“Bagaimana denganmu? Apa kau ingin melakukan hal yang sama?” tanya Reyna ke Ren dan menghiraukan Riku.


Ren yang masih diam dia langsung menatap Reyna dengan teliti. Semenit kemudian dia langsung terkejut siapa gadis yang mencubit telinga nya.


“Re… Rey….” gumam Ren dengan pelan.


“Sepertinya kau sudah sadar siapa di depanmu. Apa kau juga ingin bermain denganku Ren?” tanya Reyna dengan senyum.


Ren langsung berkeringat dingin dan bercucuran di muka nya langsung sadar kalau gadis didepannya adalah Reyna pacarnya sendiri.


“Em… Rey, sepertinya disini ada terjadi kesalahpahaman.” kata Ren dengan pelan.


Reyna menatap tajam Ren langsung saja memutar telinga Ren sampai ujung dan melepaskannya. Ren memegang telinganya yang sudah memerah karena Reyna menariknya dengan kuat.


“Dari mana kesalahpahaman nya? Bukankah aku dari awal sudah bicara dengan pelan. Tapi kau malah ingin memancarkan amarahku padamu. Bagaimana kalau aku kasih kau lilin panas kemuka kau dan membuat muka kau seperti badut asli?” tanya Reyna dengan datar.


“Jangan dong! Jika kau melakukan itu maka aku sudah bukan yang sekarang lagi.” kata Ren dengan cepat.


“Jangan marah lagi. Aku minta maaf tadi sudah memarahi mu.” sambung Ren langsung memeluk Reyna dengan cepat dan meminta maaf.


Reyna tidak menjawab malah memalingkan mukanya ke samping dan tidak mau melihat ke Ren. Ren melihat Reyna tidak mau memaafkannya langsung saja membujuknya dengan cepat.

__ADS_1


Sedangkan semua teman Ren langsung menganga tidak percaya apa yang dilihatnya. Reyna berhasil menghentikan Ren dan Riku bertengkar.


__ADS_2