
"Mendingan kau jangan ber pura-pura nona. Jika memang tidak ada uang untuk bayar jangan sok bicara." kata karyawan menatap Reyna.
"Jika aku bisa bayar atau tidak semua ini. Kau akan tau nanti." kata Reyna dengan senyum.
"Kenapa kita harus menunggu begitu lama? Pak dari pada menunggu mendingan bawa saja mereka. Mereka hanya ingin bikin rusuh disini." kata karyawan itu pada satpam untuk segera mengusir Reyna dan Yuna.
"Pak, apakah saya membuat rusuh disini?" tanya Reyna ke satpam.
"Pak, cepat usir mereka berdua!" perintah pegawai itu.
"Kenapa kalian tidak menunggu sampai aku bayar semua ini? Jika memang aku tidak bisa bayar kalian baru boleh mengusir kami." kata Reyna dengan tegas.
Satpam itu hanya diam saja. Karena memang benar Reyna dan Yuna tidak melakukan rusuh atau keributan di toko ini. Tapi untuk jaga-jaga dia hanya mengikuti Reyna sampai membayar selesai barang yang mereka pesan.
"Baiklah, aku hanya melakukan pekerjaan aku. Jika kalian memang membuat keributan disini, maka aku akan mengusir kalian." kata satpam itu dengan tegas.
Pegawai itu tidak percaya apa yang didengarnya, sedangkan Reyna hanya tersenyum.
"Reyna, bagaimana ini?" tanya Yuna dengan cemas kalau Reyna tidak bisa membayar meja dan sofa itu.
"Tidak apa."
"Kak, apa bisa mengurus semua formulir sofanya?" kata Reyna ke karyawan yang pesan meja dan sofa diamond.
"Baik, nona."
Mereka langsung saja mengisi formulir dan melakukan pembayaran.
"Nona ingin bayar kredit atau debit?"
"Debit, semua langsung dibayar lunas saja." kata Reyna dengan datar.
Semua orang disana terkejut Reyna ingin membayar semuanya.
"Apa nona yakin nona?"
"Ya. Ini kartunya. Berapa totalnya?" kata Reyna mengasih kartu ke karyawan itu dan membuka HP nya karena menerima Notifikasi bahwa uangnya sudah di transfer oleh Pak Satya sebesar 3 Triliun.
"Totalnya 2,4 miliar. Jika nona bayar cash akan mendapatkan potongan 5%. Jadi semuanya 2,28 Miliar." kata pegawai.
__ADS_1
Pegawai langsung menggesek kartunya sesuai totalnya dan ternyata berhasil membuat semua orang tidak percaya bahkan karyawan tadi yang merendah dan meremehkan Reyna langsung berwajah pucat dan keringat dingin.
"Kirim barangnya ke alamat ini, dan pastikan semua barang yang aku pesan tidak ada yang tergores atau rusak sedikit saja. Jika ada maka aku akan komplain ke toko kalian." kata Reyna mengasih kartu perusahaan.
"Baik nona." kata karyawan itu dengan senyum.
“Dan kau. Jangan lupa apa yang kau janjikan barusan.” kata Reyna menunjuk ke arah karyawan yang meremehkannya tadi.
“A..Aku…” Karyawan itu langsung bermuka pucat.
“Apa ada manager kalian disini? Aku ingin bertemu dengan manager kalian.” tanya Reyna.
“A-ada nona. Saya antarkan nona ke ruangannya.”
Karyawan tadi langsung mengantarkan Reyna ke ruangan managernya.
Tok….
Tok……
Karyawan langsung masuk kedalam bertemu dengan managernya.
“Ada apa?” tanya manager.
“Siapa?” tanya Manager dengan menaikkan sebelah alisnya.
“Seorang gadis, dia ada diluar ruangan ini.”
“Biarkan dia masuk.” kata manager.
Langsung saja karyawan itu menyuruh Reyna dan Yuna masuk kedalam. Manager itu langsung agak terkejut ternyata yang menemuinya gadis yang masih muda dan kelihatan masih sekolah. Tapi manager itu tidak ingin bertanya yang tidak bukan merupakan status pribadi gadis itu. Langsung saja manager itu mempersilakan Reyna dan Yuna duduk dan memberikan minum.
"Apa perlu apa nona ingin bertemu dengan saya?” tanya manager itu
“Saya tidak ingin bicara panjang panjang. Saya akan bicara secara singkat saja. Saya ingin bapak memecat salah seorang karyawan.” kata Reyna dengan datar membuat semua orang di ruangan itu terkejut.
“A-apa yang nona katakan barusan? Apakah nona ingin memecat karyawan di toko ini?” tanya Manager dengan pelan karena merasa salah dengar apa yang dikatakan oleh Reyna.
“Ya. Karena ada satu karyawan yang membuat saya marah dan emosi. Dia meremeh dan menyindirkan saya karena saya seorang mahasiswi dan berpakaian biasa seperti ini. Apa hanya karena saya seorang mahasiswi dan berpakaian biasa tidak punya uang untuk beli peralatan diamond?” tanya Reyna dengan dingin.
__ADS_1
Manager terkejut Reyna telah membeli paket diamond di tokonya. Langsung saja manager tanya dengan karyawannya.
“Apa benar yang dikatakan oleh nona ini kalau dia telah membeli paket peralatan diamond?” tanya manager.
“Benar pak. Nona ini membeli paket meja kerja dan sofa diamond dan barusan di bayar tunai oleh nona ini.” jawab Karyawan dan mengasih formulir dan bukti pembayarannya ke manager.
Manager itu melihatnya dan ternyata benar bahwa Reyna telah membayar lunas sebesar 2,28 miliar di transfer ke rekening tokonya. Langsung saja manager membuka Hp-nya dan mengecek saldo rekening toko dan ternyata rekening saldonya bertambah 2,28 Miliar.
“Apa yang ingin saya lakukan pada karyawan yang telah menghinanya nona?” tanya manager yang sudah serius.
“Seperti yang saya bilang, saya ingin anda memecatnya. Dan saya juga ingin berpesan pada bapak untuk semua karyawan disini jangan melayani pelanggan hanya dengan status dan penampilan. Jika saya datang kesini dan masih ada karyawan seperti ini maka jangan harap saya mau membeli ke tempat ini lagi.” kata Reyna dengan tegas.
“Saya pikir pembicaraan ini sudah selesai. Saya permisi dulu.” kata Reyna langsung berdiri dan keluar dengan Yuna
“Siapa yang telah melakukan penghinaan pada nona tadi di toko kita? Bawa dia kesini sekarang juga!” kata Manager dengan keras dan tegas.
“Ba-baik pak.” kata Karyawan itu dengan cepat dan keluar dari ruangannya.
Reyna langsung keluar dari ruang manager tadi dan melihat karyawan tadi yang sedang ketakutan.
“Aku rasa kau tidak usah mencium sepatuku, karena aku merasa kau tidak pantas mencium sepatuku. Aku rasa kau berjalan merangkak ke luar toko saja sudah cukup bagimu.” kata Reyna dengan dingin.
“Ayo Yuna. Kita pergi sekarang.” kata Reyna mengajak Yuna pergi dari toko tersebut.
“Kau dipanggil oleh manager ke ruangannya.” kata karyawan dengan datar.
Karyawan itu langsung terkejut mendengar temannya kalau manager memanggilnya. Dia merasa perasaanya sangat tidak enak dan berjalan ke ruang manager dengan pelan dan gemetar.
“Bapak ada perlu apa dengan saya?” tanya karyawan dengan pelan.
“Apa yang kau lakukan pada pelanggan kita tadi? Apa benar kau menghina dan menyindirnya?” tanya manager menatap tajam.
“A-aku….”
“Sudah berapa kali kau melakukan ini! Aku sudah bilang berapa kali padamu jangan pernah melayani pelanggan dari penampilan. Gara-gara kau kita hampir kehilangan langganan kita. Mulai sekarang kau aku pecat! Bawa semua barangmu dan ambil gajimu di ke ruang keuangan dan pergi dari sini.” kata Manager dengan tegas dan marah.
“Ta-tapi pak…. Jika saya dipecat saya bekerja dimana?” tanya karyawan itu dengan lemas.
“Kau mau kerja dimana memangnya aku peduli. Aku sudah memberikan berapa kali kesempatan padamu supaya mengubah sikapmu. Dan ternyata kau tidak berubah bahkan berani mengusir langganan yang membeli paket diamond. Reputasi di toko ini beneran buruk karena sifatmu yang meninggi melihat orang dari penampilan.” kata manager dengan marah.
__ADS_1
“Sekarang kau pergi dari ruangan aku sekarang juga. Bawa semua barang dan gajimu ke ruang keuangan. Aku ingin dalam 10 menit kau sudah keluar dari toko ini. Jika tidak maka aku akan memaksamu keluar.” sambung manager dengan marah dan menatap tajam karyawannya.
Karyawan itu mau tidak mau keluar dengan menangis karena telah dipecat oleh atasannya dan mengambil barangnya dan gajinya. Dan tentu saja dia berjalan merangkak sampai depan toko karena janjinya dengan Reyna.