Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 296 – TELPON CALVIN


__ADS_3

"Apa kau sedang bercanda hah??!” teriak Miyuki.


“Kenapa aku harus bercanda? Ini tidak ada urusannya denganmu.” kata Ren dengan dingin.


“Rey… Kau lihat temanmu… Dia marah padaku…” Ren bersikap manja pada Reyna.


“Apa kau bisa turunkan aku sekarang?” tanya Reyna. Reyna merasa tidak enak duduk di pangkuan Ren.


“TI-DAK!” tegas Ren. Ren tidak mau melepaskan Reyna.


“Reyna apa benar yang di katakannya?” tanya Miyuki.


“Ya. Dia memang pacarku, Namanya Ren.” jawab Reyna dengan santai.


“Sejak kapan kau punya pacar? Kenapa tidak memberitahuku?” tanya Miyuki dengan terkejut.


“Maaf ya, aku memang mengrahasiakannya pada orang lain. Aku tidak ingin dapat masalah saja.” jawab Reyna.


“Walaupun kau ingin mengrahasiakan pada orang lain, tapi sahabatmu juga harus kasih tau dong. Aku bahkan ingin memukul mukanya karena dia berani memegangmu.” kata Miyuki.


“Silakan saja jika kau ingin memukulnya. Aku izinkan.” kata Reyna dengan santai sampai Ren tidak mungkin terkejut.


“What! Are you kidding me??!!” teriak Ren dengan terkejut.


“Kenapa? Karena kau membuat aku tidak nyaman jadi aku izinkan temanku memukulmu sampai dia puas.” kata Reyna dengan santai.


“…!!!!” Ren terbelalak mendengar penjelasan Reyna.


Ren langsung saja menarik kursi di sebelahnya ke sampingnya dan mendudukan Reyna di kursi. Reyna berpikir Ren akhirnya menyerah tapi sayangnya ternyata tidak. Ren langsung merangkul tangannya dipinggang Reyna.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Reyna dengan bingung.


“Bukankah kau tidak nyaman? Jadi aku membiarkan kau duduk di sampingku.” jawab Ren.


“Terus tanganmu kenapa malah memegang pinggangku?”


“Karena aku tidak mau kau lepas dari mataku.”


Ren bicara dengan santai membuat Reyna merasa Lelah dengan kelakuan Ren. Sedangkan Miyuki dan Rayna hanya diam mendengarkan dan melihat kelakuan pasangan tersebut.


“Reenn….”


Reyna dan yang lain mendengar ada yang memanggil langsung melihat ke arah pintu. Sedangkan Ren matanya hanya focus ke Reyna saja dan tidak memperdulikan ada yang memanggilnya.


“Ren.. Ngapain kau di sini?” tanya Kai langsung melihat Ren duduk dengan santai dan tidak melihatnya.


“Hm? Reyna?” tanya Kai terkejut melihat Reyna.


“Hai Kai.” kata Reyna dengan santai.

__ADS_1


“Oh.. Ternyata Ren ingin bertemu denganmu. Pantas saja aku berpikir kenapa Ren ingin ke sini.” kata Andrew melihat Reyna dan yang lain sedang makan di Restoran.


“Kenapa kalian ada di sini?” tanya Reyna.


“Kau tanya saja pada pacarmu itu. Kami berpikir dia akan pulang ternyata dia datang ke sini hanya ingin bertemu dengamu.” jelas Andrew.


Reyna melihat ke Ren hanya melihat dirinya saja. Ren sama sekali tidak melihat ke Andrew dan yang lain karena matanya focus hanya pada Reyna.


“Apa kalian sudah makan?” tanya Reyna.


“Belum.” jawab Aderald.


“Jika belum kalian makan saja bersama kami. Kebetulan aku pesan banyak.” kata Reyna.


“Benarkah? Kalau begitu kami tidak akan segan.” kata Erald dengan santai.


Andrew dan yang lain masuk dan duduk. Rayna melihat ada yang ingin duduk di sampingnya langsung berdiri dan pindah ke samping Reyna. Miyuki juga pindah ke samping Rayna karena Miyuki sadar kalau Rayna sedang merasa takut.


“Hm? Apa aku sedang bermimpi atau berhalusinasi melihat ada 2 Reyna?” tanya Kai baru sadar melihat Rayna.


“Kau tidak sedang bermimpi. Aku juga melihatnya.” jawab Aderald.


“Biar aku perkenalkan pada kalian. Dia Rayna saudara kembarku.” kata Reyna memperkenalkan Rayna pada Kai dan yang lain.


“Hah? Saudara? Kau punya saudara kembar?” tanya Kai dengan terkejut.


“Apa yang kau lihat?!! Jangan beraninya kau menatapnya dengan mata mesum kau itu!!!” teriak Ren dengan keras sampai membuat semua orang di sana terkejut.


“Jika kau berani menatapnya lagi aku congkel mata kau itu!!” Ren menatap tajam ke Aderald membuat dia terkejut.


“Memangnya kenapa? Aku kan hanya ingin bicara dengannya.” jawab Aderald membela dirinya.


“Jangan kau pikir aku tidak tahu apa yang kau pikirkan.” Ren menatap tajam Aderald.


“Cukup. Jika kau masih seperti ini mendingan kau keluar saja Ren.” kata Reyna mengancam.


“Jangan dong! Aku tidak ingin kau di tatap sama para lelaki di sini!” teriak Ren protes.


“Kalau kau tidak mau makanya diam dan makan makananmu.” tegas Reyna.


Ren langsung cemberut dan melihat tajam ke teman-temannya. Andrew dan yang lain hanya diam dan mereka tertawa di dalam hati mereka melihat Ren cemberut ke Reyna.


Ren makan dengan tenang karena tidak mau di usir Reyna. Ren melihat ke Rayna langsung mengingat sesuatu.


“Apa kau sudah memberitahu Calvin kalau kau ada di sini?” tanya Ren


“Ah.” Rayna dan Reyna langsung tersadar dan melihat ke Ren.


“Rey, apa kau sudah memberitahu kak Calvin?” tanya Rayna.

__ADS_1


“Aku lupa. Biar kau kasih tahu dia, dia pasti khawatir denganmu.” kata Reyna langsung berdiri dan pergi keluar menelpon Calvin.


***


Di apartemen Reyna. Calvin sedang memunggu Rayna pergi beli buah tidak balik-balik membuat Calvin dan yang lain cemas pada Rayna.


“Ray kemana? Apa terjadi sesuatu padanya?” tanya Calvin merasa cemas karena Rayna tidak balik-balik.


“Daddy, Mommy kemana? Kenapa Mommy lama pergi beli buah?” tanya Richie.


“Daddy tidak tahu. Daddy pergi cari Mommy dulu ya.”


Calvin baru mau saja pergi cari Rayna langsung saja ada panggilan di telponnya. Calvin langsung mengangakatnya tanpa melihat siapa yang telpon.


“Halo.”


“Halo Cal. Aku mau memberitahumu sesuatu.” kata Reyna.


“Apa?”


“Ray sedang bersamaku sekarang.”


“Hah? Kenapa Ray ada bersama mu? Bukankah kau pergi ke acara Reuni?” tanya Calvin dengan terkejut kalua Ray ada bersama Reyna.


“Ya, ada terjadi sesuatu, tapi sekarang sudah baik-baik saja. Aku, Ray bersama temanku sedang makan di Restoran setelah itu baru balik. Kau kasih tahu sama anak-anak dan Kakek ya.” jelas Reyna dengan singkat.


“Baiklah. Aku nanti kasih tahu pada anak-anak. Aku jadi tenang kalua Ray bersama denganmu.” kata Calvin lega karena Rayna baik-baik saja.


Setelah bicara Reyna langsung mematikan sambungannya dan langsung masuk lagi ke dalam. Calvin langsung lega karena Rayna bersama dengan Reyna.


“Daddy, siapa yang telpon?” tanya Richie.


“Aunty Reyna. aunty bilang kalua Mommy bersama dengannya.” kata Calvin.


Richie langsung lega kalau Mommy sedang bersama Auntynya. Richie berpikir kalau terjadi sesuatu pada Mommynya.


***


“Bagaimana?” tanya Rayna.


“Sudah aku beritahu Calvin dan mengatakan kalau kau ada bersamaku supaya mereka tidak usah khawatir.” jawab Reyna.


“Syukurlah.” Rayna langsung lega.


“Kalau begitu kita lanjut makannya.” kata Reyna.


Reyna dan yang lain langsung makan dan berbincang dengan santai. Ren hanya makan dengan diam tapi matanya tidak pisah dari muka Reyna.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2