Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 43 – BERTEMAN


__ADS_3

“Baiklah. Aku akan menggantikannya.” kata Reyna dengan senyum membuat Wanita itu dan Yuna terkejut.


“Apa benar akan kau ganti bajunya?” tanya Wanita itu dengan tidak percaya.


“Ya, akan aku ganti. Kalian tunggu sebentar disini aku akan segera kembali.” kata Reyna dengan senyum meninggalkan mereka berdua.


15 menit kemudian Reyna kembali membawa baju untuk Wanita itu.


“Ini bajunya.” kata Reyna mengasih baju itu ke Wanita itu.


Wanita itu melihat baju yang dikasih Reyna, Wanita itu dan temannya langsung membulatkan matanya melihat baju tidur yang dikasih oleh Reyna adalah merek Gucci.


“Apa kau yakin baju ini asli?” tanya teman wanita itu dengan tidak percaya.


“Kenapa kalian lihat saja mereka baju itu? Bukankah baju itu ada labelnya?” tanya Reyna dengan santai.


Mereka melihat label dan merek baju itu ternyata baju itu asli merek Gucci.


“Baju ini beneran merek Gucci.” kata Wanita itu dengan terkejut.


“Jadi apakah ini bisa diganti?” tanya Reyna.


“Baiklah. Kau beruntung karena dia telah menolongmu.” kata Wanita itu ke Yuna.


Wanita itu dengan temannya ingin pergi tapi dicegah oleh Reyna.


“Siapa yang menyuruh kalian pergi?” tanya Reyna langsung didepan mereka.


“Apa lagi mau mu? Bukankah masalah sudah selesai?” tanya wanita itu dengan bingung.


“Masalah baju memang sudah selesai, tapi baju yang kau pakai itu bisa kasih ke aku.” kata Reyna dengan senyum.


“A-Apa maksudmu? Kenapa aku harus mengasih baju ini ke kamu?” tanya Wanita itu dengan bingung.


“Bukankah aku sudah menggantikan baju yang kena jus itu dengan baju Gucci, jadi harusnya baju yang kau pakai itu menjadi milik aku.” kata Reyna dengan senyum licik.


“APA!!” teriak kedua wanita itu.


“Kenapa aku harus mengasih baju aku ke kau? Kalau aku mengasih baju aku, aku pakai baju  apa?” kata Wanita itu.


“Bukankah aku sudah mengasihnya ke kau, jadi kau harus mengganti baju itu, dan baju yang kau pakai kasih ke aku karena aku sudah membelinya.” kata Reyna dengan datar.


Perkataan Reyna membuat mereka terkejut, bagaimana bisa dia menyuruh menggantikan baju yang kena jus diganti dengan baju tidur? Orang lain bisa berpikir kita seperti kampungan karena jalan memakai baju tidur.


“Apa kau gila menyuruh aku memakai baju tidur diluar?” teriak wanita itu.

__ADS_1


“Lalu bagaimana dengan baju ganti kau kalau tidak mengasihnya ke aku? Aku sudah bersusah payah beli baju mahal untukmu, tapi kau tidak mau ganti.” kata Reyna bingung.


“Baju yang aku beli di Gucci ini tidak bisa dikembalikan lagi karena mereka tidak menerima pengembalian barang karena sudah dibeli.” kata Reyna menjelaskan lagi.


“Kembalikan saja baju guccinya.” kata temannya.


“Tapi, baju ini baju favorit aku, tidak mungkin aku tidak menyuruh mereka menggantikannya.” kata Wanita itu dengan kecewa.


“Nanti bisa dicuci lagi. Dan lagi baju yang kau pakai itu baju murahan, dari pada kau memakai baju tidur di luar walaupun harganya lebih mahal dari pada bajumu. Apa kau ingin malu dilihat orang memakai baju tidur diluar?” kata temannya dengan tegas.


“Baiklah.” kata Wanita itu walau hatinya sangat kecewa tidak dapat baju merek Gucci yang asli.


“Nih aku kembalikan baju guccinya.” kata Wanita itu mengasih baju itu ke Reyna.


“Kenapa? Bukankah kau mau baju itu? Kenapa dikembalikan ke aku?” tanya Reyna.


“Mendingan aku memakai baju aku yang sekarang dari pada memakai baju tidur diluar.” kata Wanita itu langsung pergi dengan temannya.


“Sayang sekali kalau tidak mau, padahal bajunya sangat mahal.” kata Reyna kecewa dengan mereka.


Reyna langsung melihat ke Yuna dan bertanya, “ Apa kamu baik-baik saja?”


“Iya. Terima kasih telah membantu aku.” jawab Yuna dengan senyum lembut.


“Tidak masalah. Kau dengan siapa disini?” tanya Reyna.


“Dimana papa kau?” tanya Reyna.


“Papa aku didepan jualan crepe.” jawab Yuna.


“Kita beli minum dulu baru ketemu papa mu.” kata Reyna dengan lembut.


“Baiklah.” jawab Yuna dengan senyum.


Setelah Reyna dan Yuna membeli jus lagi langsung ketemu dengan papa Yuna. Papa Yuna melihat Yuna sudah kembali langsung menghampirinya.


“Yuna, kamu dari mana saja? Papa khawatir terjadi sesuatu denganmu.” kata Papa Yuna memeriksa tubuh Yuna.


“Yuna tidak apa-apa pa. Yuna tadi tersenggol jus tidak sengaja kena orang jadinya agak lama.” jawab Yuna dengan lembut.


“Tersenggol? Apa yang terjadi?” tanya Papa Yuna.


Yuna mengatakan semua yang terjadi barusan ke Papanya.


“Terima kasih telah membantu anak saya. Jika tidak ada kamu Yuna pasti telah dibawa ke kantor polisi.” kata Papa Yuna bertemia kasih kepada Reyna karena telah menolong Yuna.

__ADS_1


“Tidak apa-apa pak.” kata Reyna dengan senyum.


“Anak saya ini sangat pendiam dan tidak suka dekat dengan orang lain. Maka dari itu setiap ada orang yang ingin mencelakainya dia hanya diam dan tidak mau melawan.” kata Papa Yuna.


“Kenapa tidak kau lawan? Jika tidak ada bersalah harus dilawan, jika tidak nanti kau sendiri yang akan kena imbasnya. Kita tidak boleh takut kalau kita tidak berbuat salah.” kata Reyna.


“Benar kata gadis ini Yuna. Kamu harus berani melawan jika tidak melakukan kesalahan.” jawab Papa Yuna.


“Iya pa. Yuna mengerti.” jawab Yuna dengan senyum.


“Oh ya, siapa namamu?” tanya Reyna.


“Yuna.” jawab Yuna.


“Aku Reyna. Sepertinya kita bisa berteman dekat.” kata Reyna mengulurkan tangannya ke Yuna.


“Aku juga. Aku sepertinya merasa nyaman denganmu.” kata Yuna membalas tangan Reyna dengan senyum.


“Jadi kita sekarang teman ya.” kata Reyna dengan senyum.


“Teman?” tanya Yuna melihat ke Reyna.


“Benar. Bukankah kita sudah berteman? Aku bahkan mau jadi sahabatmu.” kata Reyna dengan senyum.


Yuna tidak bisa berkata-kata karena ucapan Reyna membuat matanya berkaca-kaca dan menjatuhkan air matanya.


“Kenapa kau menangis? Apa aku mengatakan hal aneh?” tanya Reyna.


“Ti-tidak apa-apa. Aku hanya senang saja.” jawab Yuna.


“Senang berteman dengan aku?” tanya Reyna sambil menunjukkan dirinya.


“Yuna selama ini tidak punya teman yang tulus dengannya karena penampilannya. Walaupun ada yang mau berteman dengannya mereka hanya memanfaatkan statusnya saja.” jawab Papa Yuna sambil menghilangkan air mata Yuna dengan tisu.


“Memang banyak orang seperti itu, hanya melihat dari penampilan saja tidak dengan hatinya.” kata Reyna.


“Apa kau tidak mengejek aku karena penampilan aku?” tanya Yuna ke Reyna.


“Memangnya kenapa dengan penampilanmu?” tanya Reyna melihat penampilan Yuna.


“Penampilan aku seperti orang kampungan tidak seperti yang lain memakai baju yang desain terkenal.” kata Yuna.


“Apa hubungannya dengan berteman denganmu?” tanya Reyna.


“Apa kau tidak malu berteman dengan aku karena penampilan aku seperti ini.” tanya Yuna.

__ADS_1


“Kenapa harus malu? Aku mau berteman denganmu karena aku merasa kau memang orang yang baik. Aku mau berteman denganmu bukan karena status atau penampilanmu.” kata Reyna.


__ADS_2