Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 285 – REUNI


__ADS_3

Di Apartemen Reyna - Kamar Reyna


“Bagaimana Ren? Apa kau bisa melacaknya?” tanya Reyna.


“Bukankah Uncle menyuruh kita tidak melacak lebih lanjut?” tanya Ren melihat ke Reyna.


Ren melihat ke Reyna seperti ingin mengetahui lokasinya. Entah kenapa Ren punya perasaan yang buruk.


“Lacak saja. Aku hanya ingin tahu dimana di berada.” kata Reyna mendesak Ren untuk mencari lokasi pelaku.


‘Sepertinya percuma saja Uncle bilang pada Rey, ternyata rubah ini ingin mengetahuinya secara langsung.’ batin Ren.


“Tapi janji jangan meminta yang lain ya.” kata Ren.


“Tentu.”


“Kenapa aku merasa kau tidak menepati perkataan mu itu.” gumam Ren.


Ren dengan cepat mencari lokasi pelaku. Hanya dalam waktu 10 menit Ren sudah mendapat lokasi pelakuya.


“Dia berada di luar negeri.” kata Ren.


“Hm? Bukankah dia berada di tempat Papa?” tanya Reyna melihat titik tempat.


“Ya. Dia ada di negara tempat Papa kita berada. Apa kau ingin aku beritahu mereka?” tanya Ren.


“Tentu saja. Kau sudah mendapat lokasinya dan harus memberitahu mereka dong. Biar mereka yang menyerbu dia.” kata Reyna.


“Kenapa harus aku? Kau saja yang bilang pada Uncle, ya.” kata Ren.


Entah kenapa Ren punya firasat jika dia memberitahu Aizen dan Gale yang ada dirinya kena omel sama mereka.


“Kenapa kau takut pula? Memangnya kenapa kita kasih tahu pada mereka. Ap akua takut kena marah?” tanya Reyna menebak.


“Ti-tidak. Siapa bilang aku takut?” tanya Ren mengelak.


“Kalau begitu telpon mereka.” kata Reyna memberikan Hp Ren padanya menyuruh telpon Aizen.


Ren akhirnya mau tidak mau telpon Aizen lagi. Entah kenapa Ren merasa dirinya akan kena marah sama Aizen.


“Ada apa Ren? Apa kau belum tidur?” tanya Aizen di seberang.


“Em.. Pa.. aku sudah share lokasi pelakunya pada Papa. Dia sekarang berada di tempat Papa sana.” kata Ren dengan gugup.


Sedangkan Aizen terkejut mendengar Ren mendapat lokasi pelakunya. Aizen dengan cepat memutuskan telpon dan melihat Email lokasi dari Ren.


“Ren. Papa kagum dengan mu. Papa tidak menyangka kalau kau bisa mendapatkan lokasinya dengan cepat.” kata Aizen dengan senyum.


“Kenapa?” tanya Gale.


“Ren sudah mendapatkan lokasi pelakunya. Aku benar-benar tidak menyangka kalau Ren bisa cepat dapat lokasinya.” kata Aizen kagum dengan Ren.

__ADS_1


“APA?? Kenapa putra mu bisa cepat begini dapat lokasi dia?? Ilmu Hackernya sangat tinggi. Bahkan anak buah ku masih belum memberikan aku kabar.” kata Gale juga kagum dengan kemampuan Ren.


“Apa kita bergerak sekarang saja?” tanya Aizen.


“Besok saja kita pergi. Kalau sekarang kita menyerbunya, kita tidak tahu kapan kita bisa balik.” kata Gale.


“Ya, Kau benar. Aku tidak bisa memberikan alasan apa pada Hana nanti.” kata Aizen.


Aizen dan Gale akhirnya memutuskan menyerbu pelaku besok pagi. Sedangkan Ren dan Reyna hanya diam saja di kamar.


“Bagaimana?” tanya Reyna.


“Tidak tahu. Aku sudah memberitahu Papa, tapi dia langsung memutuskan panggilannya.” jawab Ren.


“Mungkin mereka tahu apa yang mau mereka lakukan. Kalau begitu kita pergi tidur. Aku sudah sangat Lelah hari ini.” kata Reyna langsung bangkit tapi di tahan Ren.


“Bagaimana dengan hadiahku?” tanya Ren dengan senyum.


“Hadiah apa?” tanya Reyna dengan bingung.


“Tentu saja hadiah karena aku sudah membantumu.” kata Ren dengan cepat memeluk Reyna dengan lembut. Ren bahkan menghadang muka Reyna ke hadapannya.


CUP


“Apa ini cukup?” tanya Reyna. Reyna mencium pipi Ren dengan lembut.


Ren terdiam melihat kelakuan Reyna. Ren tersenyum tapi langsung cepat berubah datar.


Ren mencium Reyna dengan sangat lembut. Reyna juga membalas ciuman Ren. Ren melihat Reyna membalasnya langsung senang dan akhirnya mereka mencium lumayan lama sampai Reyna sudah tidak bisa bernafas.


“Pergilah tidur. Aku mandi dulu.” kata Ren dengan lembut memegang kepala Reyna.


“Baiklah. Good Night.” kata Reyna langsung turun dari pangkuan Ren dan kekasurnya tidur.


Ren langsung pergi tidur, tapi tiba-tiba Reyna berkata sesuatu.


“Jangan coba-coba kau naik ke kasurku ya, Ren. Aku akan tahu akibatnya jika naik ke Kasur ku.” Reyna memberikan Ren peringatan.


“Kenapa tidak boleh? Aku tidak bisa tidur tanpamu.” rengek Ren.


“Kalau begitu kau peluk saja ini. Anggap saja ini aku.” kata Reyna memberikan Ren bantal Panjang.


Ren ingin protes tapi tidak bisa karena melihat Reyna sudah mengatakan kata peringatannya. Akhirnya Ren mau tidak mau setuju.


Setelah Ren selesai mandi, Ren akhirnya tidur di bawah kasur Reyna sambil memeluk bantal panjang Reyna.


***


Pagi hari Rayna bangun. Rayna melihat jam di meja menujuk angka 6 lewat 10 menit. Rayna langsung berdiri dan pergi membersihkan dirinya.


Selesai mandi Rayna langsung keluar untuk mempersiapkan sarapan untuk keluarganya. Setelah Rayna sudah mempersiapkan bumbunya langsung di masukkan di kulkas untuk nanti.

__ADS_1


Rayna membersihkan ruangan dulu baru membuat sarapan. Rayna punya kebiasaan membersihkan ruangan dulu baru memasak karena takut debunya bisa masuk ke makanan.


Setelah beberapa jam berlalu. Rayna akhirnya selesai bersih-bersih dan membuat sarapan. Rayna melihat jam sudah menunjuk angka 7 pagi.


Rayna langsung membangunkan Calvin karena dia harus masuk kerja.


“Kak.. Bangun kak…” Rayna membangun kan Calvin dengan pelan.


“Hum…” Calvin hanya mengungam aja.


Rayna berkali-kali membangunkan Calvin dan akhirnya Calvin bangun.


“Bangun kak, apa kakak tidak masuk kerja?” tanya Rayna.


“Tidak. Hari senin baru masuk kerja. Soalnya tanggung, dan lagi kakak sudah kasih tahu sama Uncle Aizen kalau hari senin baru kerja.” kata Calvin.


“Oh. Kalau begitu kakak tidur aja lagi kalau masih Lelah.” kata Rayna sudah tidak mau suaminya Lelah.


“Tidak apa. Dan lagi pagi hari bangun juga bagus, aku juga ingin jogging.” kata Calvin langsung bangun dan masuk kamar mandi.


Rayna melihat Calvin bangun akhirnya membiarkan Calvin membersihkan dirinya.


***


PING


Terdengar suara masukan di Hp Ren. Ren mendengar Hp-nya bunyi tapi Ren biarkan saja karena merasa masih pagi. Tapi sayangnya Hp-nya bunyi terus sampai membuat telinga Ren sakit dan akhirnya bangun juga.


PING


PING


PING


“Siapa yang mengganggu ku di pagi hari begini? Jika tidak penting, ku bunuh kau.” geram Ren akhirnya melihat Hp-nya.


^^^Ren, minggu besok kita ada acara reuni sekolah, apa kau ingin ikut?^^^


^^^Aku menunggu jawaban baik darimu karena teman kita yang lain ingin kau datang ke reuni.^^^


^^^Oh ya, aku mau memberitahumu kalau Aderald, Carlos, dan Elard ingin kau ikut reuni ini.^^^


Ren melihat chat masuk dari Kai membuat Ren kesal. Ren akhirnya membalas dengan marah.


^^^Jangan kau menghubungiku pagi-pagi!! Kau mengganggu orang tidur!! Jika kau membahas hal yang tidak penting lagi, ku bunuh kau Kai!!^^^


Ren langsung mematikan Hp-nya dan tidur lagi. Sedangkan Kai membaca balasan Ren hanya berdegik ngeri.


“Kenapa dia marah? Aku kan hanya memberitahunya.” kata Kai dengan bingung.


Kai ingin membalas tapi merasa jika dirinya membalas chat Ren, takut Ren akan benar-benar membunuhnya. Akhirnya Kai hanya diam saja dan tidak membalas apapun lagi.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2