
"Bagaimana? Apa benar itu orangnya?"
"Ya. Tidak salah lagi. Mukanya snagat mirip dengan yang di foto." seseorang melihat foto yang ada di tangannya.
"Apa kita beraksi sekarang?"
"Jangan. Di sini terlalu banyak orang. Dan lagi dia ada bersama keluarganya, jika kita beraksi sekarang sudah pasti akan gagal." kata seseorang menyuruh supaya tunggu waktu yang tepat.
Di dekat Reyna dan yang lain ada 2 orang yang sedang memperhatikan Reyna dan yang lain. Entah siapa target mereka.
***
"Kak Reyna, apa boleh Mira tidur dengan kak Reyna?" tanya Mira.
"Apa? Tidur bersama?? Tidak boleh!!" kata Ren dengan cepat dan keras. Ren terkejut mendengar kalau Mira ingin tidur dengan Reyna.
"Memangnya kenapa tidak boleh?" tanya Mira.
"Benar Ren. Apa hubungannya dengan mu? Mira hanya anak kecil." kata Hana.
"Tidak boleh! Aku tidak akan membiarkan siapapun yang tidur dengan Rey!" teriak Ren dengan keras dan tegas.
"Kenapa kau begitu posesif? Mira hanya anak kecil dan tidak berbuat macam-macam pada Reyna. Hanya anak kecil saja kau cemburu." kata Calvin.
"Tentu saja! Aku tidak akan membiarkan siapapun yang tidur dengan Rey!" kaka Ren dengan tegas.
Calvin : "......."
Calvin merasa Ren harus pergi ke rumah sakit memeriksa otaknya yang aneh itu. Ren cemburu dengan anak gadis yang berusia 5 tahun. Apa yang di katakan oleh orang lain jika Ren cemburu dengan Mira yaitu saudara sepupunya sendiri.
__ADS_1
"Ren. Apa kau sering tidur dengan Reyna?" tanya Hana. Entah kenapa Hana merasa ada yang tidak beres dan aneh dengan Ren.
"Memangnya kenapa kalau sering tidur dengan Rey? Bahkan aku setiap hari tidur di kamarnya." kata Ren dengan datar tanpa rasa bersalah ataupun tidak perduli akan kena marah sama Hana.
"Apa???!!"
Hana, Mira dan Siska terkejut mendengar Ren bilang setiap hari tidur dengan Reyna. Kalau Rayna dan Calvin hanya diam saja karena mereka sudah tahu dari awal.
Hana menarik telinga Ren dengan kuat sampai Ren kesakitan.
"Sakit Ma! Apa yang Mama lakukan?" Ren merasa kesakitan di telinganya.
"Kau berani tidur dengan wanita yang belum menikah mu! Apa kau tidak tahu aturan? Hah?!" Hana teriak dengan marah.
"Memangnya kenapa aku tidur dengan Rey, Ma? Aku pacarnya. Dan lagi aku tidak melakukan apapun padanya saat tidur. Lepaskan Ma." Ren merasa kesakitan dan menyuruh Hana melepaskan tangannya.
"Kak Reyna, apa benar kalau Ren-nii tidur dengan kak Reyna?" tanya Mira.
"Ya. Tapi bukan kakak yang mau tidur dengannya. Ren sendiri yang masuk tanpa izin ke kamarku." kata Reyna.
"Tapi bukankah kau sudah merenovasi pintu kamar mu?" tanya Calvin.
"Ya. Tadi siang sudah selesai. Jadi Ren mau masuk ke dalam pun tidak akan bisa." kata Reyna dengan senyum.
"Sepertinya kau sangat tidak ingin Ren tidur ke kamarmu." kata Calvin.
"Aku bukannya tidak mau. Tapi untuk sekarang aku tidak mau Ren masuk tanpa izin masuk ke kamar ku dan aku tidak mau dia memeluk aku seperti guling dan tidak mau melepskannya." kata Reyna.
"Kenapa Ren suka tidur dengan mu, Rey? Mungkin dia sangat ingin tidur dengan mu, makanya Ren mau cepat kau bertunangan dan menikah denganmu." kata Rayna.
__ADS_1
"Menikah??" Siska terkejut mendengar kalau Ren ingin cepat menikah dengan Reyna.
"Aku tidak ingin cepat menikah. Aku masih ingin menikmati masa mudaku." kata Reyna.
"Jadi kau ingin menikah sampai kapan?" tanya Calvin.
"Mungkin sampai usia 25 tahun." kata Reyna dengan asal.
"Usia 25 tahun???" Rayna terkejut.
"Kenapa? Dan lagi aku masih kuliah, dan kuliah lulus harus menunggu 3 tahun lagi, kenapa harus cepat menikah." kata Reyna.
"Apa bedanya menikmati masa muda dengan menikah? Dan lagi kalian di masak depan juga akan tidur bersama." kata Calvin.
"Sangat berbeda. Menikmati masa muda itu pergi dengan teman jalan keluar. Tapi jika sudah menikah, maka waktu untuk pergi jalan bersama teman semakin tipis." kata Reyna.
"Hah?" Calvin bingung dengan perkataan Reyna.
"Apa maksudmu setelah menikah dengan Ren kau jadi tidak ada waktu keluar sendirian?" tanya Rayna seperti mengerti apa yang di katakan Reyna.
"Tentu saja. Jika aku pergi sebentar saja sudah pasti Ren akan ikut." kata Reyna.
"Bukankah kau hanya tinggal bilang ingin pergi keluar dengan teman saja?" tanya Calvin.
"Apa kau pikir aku bilang begitu pada Ren dia akan menurut?" tanya Reyna.
Rayna dan Calvin berpikir dan merasa itu mustahil karena dengan sifat Ren tidak akan mau menyuruh Reyna pergi sendirian. Apa lagi barusan Mira ingin berdua dengan Reyna saja Ren sudah kesal dan cemberut.
T.B.C
__ADS_1