Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH.78 – JADI SUPIR


__ADS_3

Ting Tong~


“Siapa malam begini datang?” tanya Reyna melihat jam dan baru selesai membersihkan meja.


“Aku pergi lihat.” jawab Yuna dan langsung pergi membuka pintu.


Setelah Yuna membuka pintu dia langsung tekejut melihat siapa yang didepan pintu.


“Reyna ada?” tanya pria itu.


“A-ada..  Masuk saja…” jawab Yuna mengijinkannya masuk kedalam.


“Siapa Yuna?” tanya Reyna mendekati pintu langsung berhenti melihat siapa yang datang.


“Ngapain kau malam-malam ke sini?” tanya Reyna.


Pria itu tidak menjawab, malah mendekati Reyna dan memeluknya membuat Yuna langsung menggangga buka mulutnya sampai terkejut melihat pria itu langsung memeluk Reyna.


“Kau kenapa?” tanya Reyna.


“Tidak ada.” jawab Pria tersebut.


“Apa kalian baru selesai makan?” tanya Pria itu melihat meja makan masih ada beberapa lauk.


“Ya. Apa kau sudah makan? Jika kau ingin makan, makan saja. Nasinya masih bersisa.” kata Reyna melihat pria itu tidak melihat yang lain selain makanan di meja.


Pria itu langsung berbinar-binar. Dia meliaht Reyna langsung menggangguk kepalanya dengan cepat.


Reyna melihat kelakukan pria itu hanya menggelengkan kepalanya.


“Duduk lah. Aku ambilkan nasi untukmu.” kata Reyna langsung pergi ke dapur mengambil nasi untuk pria itu.


Pria itu langsung antusias dan langsung duduk. Dia dari tadi hanya melihat lauk dimeja saja tidak memperhatikan yang lain.


Reyna langsung mengasih nasi ke pria itu. Pria itu langsung memakannya dengan lahap.


“Kau kesini hanya ingin makan disini saja?” tanya Reyna.


“Tentu saja tidak.” jawab Pria itu.


“Kau jangan berbohong padaku Ren.” kata Reyna menatap Ren dengan datar.


Benar. Pria itu adalah Ren. Ren setelah selesai membersihkan panggung di kampus langsung saja pergi ketempat apartemen Reyna.


“Tentu saja aku tidak berbohong. Aku memang khawatir denganmu.” jawab Ren dengan cepat.


“Jika hanya itu kenapa kau makan disini?” tanya Reyna penuh selidik melihat Ren makan dengan lahap.


“Karena aku belum makan malam. Dari pada disimpan lauknya mendingan buat aku. Kan sayang dibuang makanannya.” jawab Ren sambil memakan saos ayam.


Reyna : “……..”


'Kenapa kau tidak jujur saja.'


Reyna sudah tau kalau Ren ingin melihatnya. Tapi kalau soal makan sudah beda. Karena Ren tau kalau makanan itu sudah pasti dia yang memasaknya.

__ADS_1


Karena Ren sudah datang ke apartemen Reyna melihat lauk dimeja, dia sudah tau kalau makanan dimeja itu buatan Reyna, jadi dia tidak akan menyia-nyiakan makanan tersebut.


Setelah 15 menit Ren sudah memakan habis semua lauk di meja.


“Bagaimana? Apa enak?” tanya Reyna.


“Biasa saja.” jawab Ren dengan datar.


Yuna mendengar jawaban Ren langsung menatapnya dengan bingung. Makanan dimeja tidak ada sedikitpun yang tersisa bahkan saosnya di makan oleh Ren semua sampai bersih.


“Bisa saja ya… Kalau memang masakan aku biasa saja kenapa semuanya makan sampai habis.” kata Reyna melihat lauk dimeja semua sudah habis tanpa sisa.


“Kan hanya sayang dibuang. Karena tidak ada yang makan jadi aku makan semuanya saja.” jawab Ren dengan datar.


“Bahkan saosnya semua dimakan sampai habis?” kata Reyna.


“Aku hanya tidak ingin buang makan saja.” gelak Ren.


“Apa kau yakin?” tanya Reyna dengan senyum.


“Tentu saja.” jawab Ren.


“Terserah…” jawab Reyna melihat Ren tidak mau jujur dia hanya bisa diam saja.


Reyna langsung ke ruang tamu duduk.


“Bagaimana dengan dikampus?” tanya Reyna mengalih topic lain.


“Sudah selesai semua. Tidak ada yang kotor.” jawab Ren.


“Apa mereka ada yang menanyakan kita?” tanya Yuna.


Ren langsung berdiri mendekati Reyna dan duduk disampingnya.


“Bagaimana dengan Cecilia dan yang lain?” tanya Reyna.


“Mereka kabur. Tidak usah khawatir karena aku sudah mengasih tau dosen. Besok mereka akan dipanggil ke ruang dosen.” kata Ren menggelus kepala Reyna dengan lembut.


“Tentang Cecilia dengan yang lain biar aku yang urus. Kau tenang sajan mereka akan kena akibatnya karena berani melakukan itu denganmu.” sambung Ren dengan senyum dan mencium pipi Reyna.


“Apa kau tidak bisa mencium aku disini?” tanya Reyna.


“Kenapa? Apa kau tidak suka?” tanya Ren yang melenggkungkan tangannya ke pinggang Reyna dengan mesra.


“Ada Yuna disini. Apa kau tidak malu?” tanya Reyna.


Ren melihat Yuna mukanya yang sudah memerah dan malu melihat kemesraan Ren dan Reyna.


“Memangnya kenapa? Bukankah kau sudah memberitau hubungan kita?” tanya Ren dengan santai.


“Apa kau tidak malu dilihat orang?” tanya Reyna.


“Kenapa harus malu? Itu artinya semua orang tau kalau aku mencintaimu Rey. Kau berpacaran dengan aku. Aku bahkan tidak masalah kalau semua orang dikampus mengetahui hubungan kita. Nanti mereka tidak bisa mencelakaimu lagi.” kata Ren dengan santai.


“Bukannya kalau mereka tau berarti akan menjadi banyak masalah.” kata Reyna.

__ADS_1


“Masalah apa? Mereka tidak akan bisa melakukan apapun kalau mereka tau kau itu pacaran denganku. Jika aku turun tangan pasti mereka akan takut.” kata Ren dengan santai.


“Masalahnya bukan itu.” kata Reyna.


“Jadi apa masalahnya?” tanya Ren.


“Sudah jangan dibahas lagi.” kata Reyna yang males menjawab.


“Jawab Rey.” kata Ren.


“Yuna apa kau tidak pulang?” tanya Reyna ke Yuna tidak menjawab pertanyaaan Ren.


“Kenapa kau jadi cuek padaku?” tanya Ren melihat Reyna tidak melihatnya lagi.


“Aku akan pulang sendiri. Papa aku lagi sibuk.” jawab Yuna.


“Biar aku antarkan kau pulang. Ini sudah malam, bahaya pulang sendirian.” kata Reyna dengan cepat.


“Tidak apa Reyna. Aku bisa pulang sendiri.” kata Yuna yang tidak ingin merepotkan Reyna lagi.


“Tidak. Aku antar kau pulang sekarang.” kata Reyna dengan cepat dan kekamar mengambil tasnya.


“Kau mau kemana?” tanya Ren melihat Reyna membawa tasnya.


“Mengantarnya pulang.” jawab Reyna menunjuk ke Yuna.


“Sendirian?” tanya Ren mengangkat sebelah alisnya.


“Aku tidak sendirian. Aku kan pergi dengan Yuna.” jawab Reyna.


“Itu artinya kau pergi sendirian Rey. Kau mengantarnya pulang, nanti kau balik sendirian juga kan?” Kata Ren.


“Aku bisa jaga diri.” kata Reyna dengan datar.


“Dari mana percaya dirimu itu?” tanya Ren.


“Secret..” jawab Reyna.


Hah~ Ren menghela nafasnya melihat ke Reyna dan Yuna. Ren langsung berdiri dan berkata, “Aku ikut kalian.”


“Apa kau bilang tadi?” tanya Reyna.


“Aku akan mengantarkan kalian berdua. Ini sudah malam, tidak baik gadis berkeliaran sendirian di luar.” kata Ren mengambil Hp-nya.


“Ti-tidak usah ketua. Aku bisa pulang sendirian. Kalian tidak usah repot-repot mengantarkan aku pulang kerumah.” kata Yuna yang merasa sangat segan diantar pulang.


“Tidak ada bantahan!” kata Ren dengan tegas.


“Ayo Yuna. Kita akan diantar oleh supir.” kata Reyna dengan senyum.


“Siapa yang kau bilang supir?” tanya Ren menatap Reyna.


“Kau lah Ren. Kau kan mau mengantarkan kami, karena kau yang mengemudi.” kata Reyna dengan senyum manis.


Ren : “………”

__ADS_1


Mau tidak mau Yuna menerimanya karena Ren sudah bilang. Walaupun Yuna sangat segan diantar pulang oleh Reyna dan Ren.


Akhirnya Ren mengantar Yuna pulang ditemani Reyna naik mobil Ren.


__ADS_2