Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 293 – PERINGATAN TERAKHIR


__ADS_3

Reyna melihat Teman Sara sudah pergi langsung melihat ke Pria yang berani memegang Rayna. Pria itu melihat Reyna langsung saja ketakutan.


“Em.. Tadi aku hanya bercanda saja. Aku… Aku tidak tahu kalau dia akan menjadi takut begini.” kata Pria itu dengan cepat.


“Rey….”


Rayna tidak sedang bermimpi. Rayna beneran melihat Reyna di depannya.


“Kesini lah.” kata Reyna dengan lembut. Rayna dengan cepat berdiri dan berlari ke Reyna. Rayna langsung memeluk Reyna dengan kuat karena lega ada Reyna di Acara ini.


“Apa kau sudah tenang? Tidak apa, aku ada disini. Aku tidak akan membiarkan siapapun melukaimu.” kata Reyna dengan senyum lembut dan memegang kepala Rayna supaya menenangkannya.


“Hum…” Rayna hanya mengangguk dan tidak melepaskan pelukannya karena masih merasa takut.


“Em.. Nona.. Apa saya bisa pergi?” tanya Pria itu.


“Pergilah sebelum aku berubah pikiran.” jawab Reyna dengan dingin.


“Ba-baik…” Pria itu dengan cepat pergi karena takut dengan tatapan Reyna.


“Waw.. Aku sudah lama tidak melihat sang ratu marah seperti ini.” kata Miyuki dengan pura-pura terkejut.


“Apa kau sudah cukup berpura-pura?” tanya Reyna ke Miyuki.


“Hehe..” Miyuki hanya tersenyum saja.


“Apa dia kenalanmu sampai kau marah?” tanya Miyuki menatap Rayna.


Rayna melihat Miyuki menatapnya langsung berlindung di belakang Reyna sambil memegang bahu Reyna dengan kuat.


“Tidak apa, dia temanku Miyuki. Jadi kau tidak usah khawatir.” kata Reyna melihat Rayna takut dengan Miyuki.


“Halo…” Rayna memperkenalkan dirinya sambil menundukkan kepalanya.


“Hai.. Salam kenal juga.” jawab Miyuki dengan senyum.


“Sial! Kenapa dia ada di sini? Rencanaku malah jadi berantakan.” gumam Sara dengan kesal karena ada Reyna jadi rencananya berantakan.


“Sepertinya aku harus berpikir cara lain untuknya.” gumam Sara dengan cepat.


Sara dengan cepat berpikir tapi sayangnya Reyna sudah menatapnya dengan tajam.


“Apa kau masih belum puas apa yang aku lakukan padamu waktu itu?” tanya Reyna dengan dingin.


Sara terkejut melihat Reyna menatapnya dengan tajam.


“Memangnya kenapa? Dan lagi apa yang kau lakukan padaku waktu itu sudah pasti aku akan mambalasnya.” kata Sara dengan tajam.

__ADS_1


“Oh. Ingin balas dendam? Aku rasa yang harus membalas dendam itu….. Aku bukan kau.” kata Reyna dengan tajam.


“Kenapa kau harus membalas dendam padaku? Kau sudah mempermalukan aku ke semua orang.” tanya Sara.


“Benarkah? Tapi itu karena kelakukan mu sendirikan?” tanya Reyna.


“Aku kasih kau peringatan terakhir kalau kau tidak mau jadi geladangan.” kata Reyna dengan mengintimidasi dan tajam.


“Kenapa aku hrus takut dengan peringatanmu? Memangnya orang miskin sepertimu bisa melakukan apa?” tanya Sara sama sekali tidak takut.


“Benarkah?” tanya Reyna dengan senyum kecil.


“Aku ingat kalau keluargamu bekerja sama dengan perusahaan Richard. Benarkan?” tanya Reyna dengan senyum.


“Memangnya kenapa?” tanya Sara.


“Tidak ada. Hanya saja aku kenal dengan bos perusahaan itu. Jika kau mau, aku bisa memberitahunya kalau kerja sama kalian di berhentikan olehnya.” kata Reyna dengan senyum.


“Hah? Hahaha…. Apa yang kau katakan? Apa kau sedang berkhayal?” tanya Sara dengan tertawa.


“Kenapa? Apa kau takut?” tanya Reyna dengan senyum.


“Bagaimana kau bisa tahu bos perusahaan Richard sedangkan Bos itu sangat jarang Nampak di luar selain di perusahaannya. Bahkan orang perusahaan sangat jarang melihat Bos mereka.” kata Sara dengan tertawa.


Sara berpikir kalau Reyna sedang berkhayal dan berbohong padanya.


“Aku juga mendnegarnya. Apa mungkin Reyna hanya ingin menakuti Sara aja?” tanya Andrew.


“Entahlah. Aku juga tidak tahu.” kata Ren dengan senyum.


“Apa kau bisa membuktikannya kalau kau kenal dengan bos perusahaan Richard?” tanya Sara.


“Jika aku bisa membuktikannya padamu maka kau yang ada hanya akan menangis.” kata Reyna dengan senyum.


“Lihatkan. Kau pasti berbohong. Aku yakin kalau kau hanya asal bicara. Aku berpikir apa yang akan di lakukan perusahaan itu jika kau berani memakai nama mereka.” kata Sara dengan senyum.


Reyna hanya tersenyum dan tidak menjawab.


“Aku rasa dia hanya ingin menakutimu saja Sara.”


Sara dan Reyna melihat ke sumber arah suara. Reyna terkejut melihat Anna, juga Anna dan Sara adalah teman dekat.


‘Pantas saja dia itu rubah ternyata mereka saling kenal juga sepertinya teman dekat.’ batin Reyna.


“Dari pada kau bicara tidak penting padanya, mendingan usir saja mereka karena mereka sudah menghancurkan acara ini.” kata Anna.


Sara berpikir dengan perkataan Anna. Sedangkan Reyna hanya tersenyum geli mendengar menghancurkan acaranya, padahal Sara duluan yang mulai.

__ADS_1


“Aku rasa juga tidak ingin bicara dengan para rubah kecil seperti kalian. Ini hanya membuang waktuku.” kata Reyna.


Sara dan Anna melotot tajam pada Reyna. Reyna hanya diam saja dan tersenyum kecil melihat Sara dan Anna menatap tajam padanya.


PROK PROK


Anna menepuk kedua tangannya adalah sebuah sign untuk para pengawalnya datang padanya. Reyna hanya diam melihat 6 orang berbaju hitam mengelilingi Reyna, Rayna dan Miyuki.


“Sepertinya kita di kepung. Bagaimana ini?” tanya Miyuki berpura-pura terkejut melihat 6 pengawal Anna mengelilinginya.


“Aku pikir kalian seekor rubah ternyata hanya dua orang tikus kecil.” kata Reyna dengan datar.


“Apa kau bilang? Sepertinya kau sangat ingin melawanku ya.” kata Anna menatap tajam Reyna.


“Memangnya kenapa? Kau memang hanya seekor tikus kecil dan hanya bisa menyuruh pengawalmu melawan ku. Kenapa kau tidak lawab saja aku sendirian? Ah. Aku tahu kau pasti lemah makanya tidak bisa melawanku.” kata Reyna dengan santai sampai membuat Anna benaran marah besar.


“Sepertinya aku harus mengajarimu dengan keta tapa itu kekuatan. Dan lagi ini karena kau berani mendekati Ren, mendekati Tunanganku.” kata Anna dengan marah besar.


“Tunangan? Apa kau benaran tunangan Ren? Kalau begitu kenapa Ren tidak mau membantumu?” tanya Reyna dengan senyum.


“Kenapa Ren harus membantuku. Ini bisa membuktikan padanya jika aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri.” kata Anna.


'Menyelesaikan sendiri? Dari mana? Bahkan kau membantu temanmu dan menyuruh pengawalmu melawan ku.' batin Reyna dengan senyum.


“Baiklah. Kalau begitu aku akan melawanmu dengan senang hati.” kata Reyna dengan senyum.


“Kenapa kau begiotu sok bisa melawan 6 pengawal sendiri? Baiklah aku akan melihat bagaimana cara mengajarimu.” kata Anna dengan tajam.


“Apa kau perlu bantuan Reyna?” tanya Miyuki.


“Tidak perlu. Aku bisa sendiri. Kau lindungi saja Rayna.” kata Reyna.


“Baiklah. Aku pastikan dia akan baik-baik saja bersama ku.” kata Miyuki dengan senyum.


Reyna langsung menyuruh Rayna ke samping Miyuki supaya dia bisa melawan pengawal Anna dengan tenang. Awalnya Rayna tidak mau tapi Reyna membujuknya akhirnya Rayna pergi berada di samping Miyuki.


“Ayo kita mulai. Karena aku sudah ingin pulang karena kalian berdua.” kata Reyna.


“Cih. Memangnya kau bisa melawan semuanya sendirian. Baiklah, setelah kau kalah kau akan aku jadikan budak ku.” kata Anna dengan tajam.


Anna langsung saja menyuruh pengawalnya melawan Reyna. Reyna hanya diam membalas mereka. Tidak sampai 10 menit 6 pengawal itu langsung tumbang di lantai, banyak memar di wajah dan tubuh mereka.


Anna dan Sara syok melihat Reyna bisa melawan 6 pengawal Anna. Apa lagi mereka lebih syok lagi melihat Reyna tidak sama sekali terluka ataupun ada kotor di pakaiannya.


“Aku kasih kau peringatan untuk terakhir kalinya. Jika masih saja mengusik Rayna, maka kalian beneran aku jadikan geladangan di luar.” kata Reyna dengan tajam.


Reyna langsung membawa Rayna dan Miyuki keluar dari acara tersebut karena Reyna sudah Lelah melihat adanya skema-skema drama yang sangat membosankan.

__ADS_1


T.B.C.


__ADS_2