Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 297 – TAKDIR


__ADS_3

“Kai, kau bawa saja mobilku. Kau pastikan masukkan ke bagasi mobilku.” Ren melempar kunci mobilnya ke Kai.


“Hah? Kau tidak ikut dengan kami?” tanya Kai.


“Aku ikut Rey. Aku tidak mau dia menyetir di malam hari, dan lagi bahaya juga membiarkan Wanita pulang malam sendirian.” kata Ren.


“Ok. Kalau begitu kita duluan pulang dulu ya.” kata Carlos.


“Bye, Reyna…” Andrew mengucapkan selamat tinggal pada Reyna.


“Bye.. Sampai jumpa di kampus.” kata Reyna.


“Let’s go! We go home now.” kata Ren merangkul tangannya di bahu Reyna.


“Kenapa kau tidak ikut mereka?” tanya Reyna.


“Tentu saja aku akan menemani kau pulang. Aku tidak akan membiarkan kau menyetir di malam hari.” kata Ren mengambil kunci mobil dari tangan Reyna.


“Apa dia yang akan menyetir?” tanya Miyuki.


“Ya. Jika aku memaksa ingin menyetir maka Ren tidak akan mau mendengar.” kata Reyna.


“Dia sangat sayang dan peduli denganmu Reyna. Aku pikir dia akan melakukan pelecehan padamu.” kata Miyuki.


“Walaupun aku tidak begitu suka dengan sifatnya yang kekanakannya itu padaku sih.” kata Reyna.


“Hahaha… Aku bisa melihat kalau dia hanya memperlihatkan sifatnya itu padamu saja.” kata Miyuki dengan tertawa.


“Kau benar. Dia hanya memperlihatkan sifatnya yang satu itu hanya padaku. Dia tidak pernah dia perlihatkan pada orang lain. Bahkan orang tuanya juga terkejut melihat sifatnya yang kekanakan itu.” kata Reyna dengan senyum.


“Apa kau tidak marah lagi padanya karena kelakukannya padaku?” tanya Reyna.


“Awalnya memang ingin aku pukul, tapi setelah mendengar kalau dia adalah pacarmu makanya aku diam saja. Dan aku rasa dia tidak akan melakukan hal itu padamu karena dia tahu sendiri batasnya.” jawab Miyuki.


“Ya, kau benar. Ren hanya melakukan itu hanya ingin melihat reaksiku saja. Ya.. Walaupun dia memang ingin melakukannya dengan bersungguh-sungguh maka aku hanya akan memukulnya saja.” kata Reyna dengan senyum.


Ren sudah membawa mobil Reyna ke depan pintu Restoran. Akhirnya Reyna dan yang lain pulang. Miyuki juga pulang ke rumahnya di antar oleh Ren setelah itu baru balik ke apartemen Reyna.


***


“Mommy….”


Rachel dan Richie melihat Rayna sudah pulang langsung saja berlari dan memeluk Rayna.


“Mommy kemana saja? Rachel sudah menunggu lama Mommy pulang.” kata Rachel dengan manja.


“Maaf ya sayang membuat kalian khawatir.” kata Rayna dengan lembut.

__ADS_1


“Mommy ada membawa kalian kue, apa kalian mau?” tanya Rayna.


“Mauu….” Rachel dan Richie langsung teriak semangat.


Rayna langsung saja membawa kue ke meja. Rachel dan Richie juga membawa piring dan sendok plastic ke meja. Reyna membuat sirup di dapur.


“Cantik kuenya. Beli di mana?” tanya Calvin.


“Di dekat Restoran kami makan. Katanya di sana sangat terkenal jadi Rey beli untuk anak-anak.” jawab Rayna.


“Mommy… Mommy cepat potong kuenya. Rachel ingin cepat makan.” kata Rachel dengan cepat menarik baju Rayna supaya memotong kuenya.


Rayna dengan pelan memotong kuenya dan memberikannya pada Rachel dan Richie. Rachel dengan senang makan kuenya, sedangkan Richie menikmati makan kuenya dengan pelan karena tidak ingin kuenya cepat habis.


“Kalian pulang berdua?” tanya Edgar.


“Tidak kek, kami pulang bersama Ren.” kata Rayna.


“Terus Ren kemana?” tanya Calvin tidak melihat Ren.


“Ren pergi ke supermarket. Katanya ingin membeli sesuatu.” jawab Reyna langsung membawa nampan ke meja.


Calvin hanya mengangguk saja dan menikmati makan kue.


“Haloo….” Ren bicara keras masuk ke apartemen Reyna.


“Entahlah.” jawab Reyna.


“Kalian makan kue tidak menyisakan untukku?” tanya Ren melihat Reyna dan yang lain makan kue.


“Bukankah kau sudah kenyang makannya?” tanya Reyna.


“Tapi aku juga ingin makan. Kenapa tidak menunggu aku dulu.” kata Ren.


Ren langsung memotong kue di meja dan makan dengan santai. Reyna hanya diam melihat Ren seperti ngambek karena tidak menunggunya.


“Kalian mulai senin mulai kuliah lagi kan.” kata Calvin.


“Ya. Karena magangnya sudah selesai.” kata Reyna.


“Bukankah lebih baik langsung kerja dari pada kuliah?” tanya Rayna.


“Memang sih, tapi sayangnya masuk kerja gaji tinggi min harus ada gelarnya.” jawab Reyna.


“Kalau aku sih tidak usah kuliah juga bisa masuk kerja.” kata Ren.


“Kaukan sudah ada perusahaan orang tuamu sudah pasti tidak usah cari kerja tempat lain.” kata Reyna.

__ADS_1


“Haha.. Kau benar, tapi aku juga ingin melihat bagaimana cara orang lain menilaiku.” kata Ren dengan santai.


Di perusahaan Ryuujin tidak ada yang tahu kalau Ren magang di perusahaan Ryuujin. Hanya HRD dan petinggi perusahaan saja yang tahu kalau Ren adalah putra Bos.


Ren bisa mendapatkan beberapa penghianat dan beberapa korupsi selama magang di perusahaan. Walaupun Ren magang di perusahaan Ryuujin tapi Aizen memberikan tugas yang tinggi pada Ren karena Aizen tahu Ren pasti bisa melakukannya.


“Aku rasa besok akan menjadi heboh.” kata Reyna.


“Hah? Kenapa?” tanya Ren.


“Kau tidak tahu seberapa terkenalnya mu di universitas?” tanya Reyna.


“Aku memang terkenal dan ganteng sampai semua Wanita di kampus terpana terhadapku. Hahaha….” Ren tertawa puas.


“Oh, kau ingin jadi terkenal di kayangan Wanita?” tanya Reyna dengan senyum.


“Tentu saja. Walaupun aku tahu tidak ada Wanita yang tidak menatap ketampananku. Aku memang tidak peduli dengan mereka semua karena aku tidak tertarik dengan mereka.”


“Apa kau ingin menjadi popular dan ingin mendapatkan perhatian pada mereka?” tanya Reyna.


“Walaupun memang ada tertarik sedikit tapi sekarang tidak lagi, karena aku sudah ada Wanita yang mendapingiku.” kata Ren dengan senyum langsung memeluk Reyna.


CUP


“Jangan cemburu karena aku hanya ingin memilikimu seorang saja. Walaupun kau cemburu sangat imut.” kata Ren mencium pipi Reyna.


“Kau memang suka membuatku cemburu.” kata Reyna.


Reyna dan yang lain berbincang-bincang sampai Rachel dan Richie sudah pergi tidur. Reyna dan Ren juga masuk kamar untuk membersihkan diri mereka secara bergantian.


“Rey, apa kau tidak puas menjadi pendampingku sampai aku tua?” tanya Ren.


“Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?” tanya Reyna


“Entahlah aku juga tidak tahu. Aku hanya ingin bertanya saja.” kata Ren.


“Bukankah jawabannya sudah pasti Ren tanpa aku harus menjawab?” tanya Reyna dengan senyum.


Ren melihat ke Reyna dan tidak ada kebohongan di mukanya. Ren ternseyum dan Bahagia karena bertemu dengan Reyna.


“Aku merasa yakin kalau kau adalah takdirku. Awal bertemu denganmu sudah menagtakan kalau kau adalah Wanita takdirku.” kata Ren dengan senyum dan Bahagia.


“Tentu saja aku adalah takdirmu karena kau sudah membuat aku jatuh cinta padamu.” kata Reyna dengan senyum.


Ren dan Reyna langsung berciuman dengan bergairah. Ren merasa sangat senang karena Reyna adalah takdirnya.


Mereka berdua di takdirkan bersama dari kecil. Ren sudah merasakan dari awal bertemu kalau Reyna adalah takdirnya.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2