
Setelah Aizen bicara dengan Gale begitu lama, Aizen langsung masuk ke kamar dan membersihkan diri. Di kamar Aizen tidak melihat Hana. Aizen berpikir kalau Hana bersama dengan Siska dan yang lain.
Setelah Aizen selesai mandi tidak melihat Hana kembali ke kamar, langsung pergi mencarinya. Aizen sudah mencari di lantai 2 dan lantai 1, tapi tidak menemukan Hana. Aizen langsung pergi ke kamar Gale untuk bertanya padanya.
"Gale, apa Hana ada di kamar mu?" tanya Aizen dengan panik langsung ke kamar Gale.
"Tidak. Kenapa?" tanya Gale melihat Aizen sedang panik.
"Hana tidak ada di kamar, bahkan aku sudah mencarinya dari tadi dan tidak ketemu dengan Hana." kata Aizen.
"Apa kau sudah mencarinya dengan teliti?" tanya Gale.
"Tentu saja." kata Aizen dengan pasti.
"Tunggu sebentar, aku ganti baju dulu." kata Gale yang baru saja selesai mandi.
Gale dan Aizen mencari Hana dan yang lain. Mereka berdua sudah mencari sekeliling Mansion, tapi tidak menemukan Hana dan yang lain membuat mereka berdua panik dan cemas.
Aizen langsung turun ke bawah bersama Gale mencari Hana dan yang lain. Aizen langsung melihat Ren sedang duudk di sofa langsung mendekati Ren.
"Ren, apa kau melihat Mama?" tanya Aizen ke Ren yang sedang duduk di sofa.
Ren tidak menjawab, malah seperti patung hanya diam saja dan tidak bergerak atau bicara sedikitpun.
"Ren." Aizen melihat Ren tidak menjawab ataupun melihatnya membuat Aizen bingung.
Aizen meraba tangannya ke muka Ren, tapi Ren tidak menjawab dan hanya masih diam saja. Aizen langsung memukul kedua tangannya di depan Ren membuat Ren terkejut.
"Apa? Ada apa Pa?" tanya Ren dengan terkejut.
"Kenapa kau diam saja dari tadi? Papa memanggilmu dari tadi, tapi kau tidak menjawab." kata Aizen.
"Memangnya ada apa, Pa? Kenapa papa kelihatan panik?" tanya Ren yang baru sadar melihat Aizen sedang panik.
"Apa kau melihat Mama mu? Papa dari tadi tidak melihat Mama." tanya Aizen.
"Bukankah mereka sudah naik ke atas dan pergi mandi?" tanya Ren dengan bingung.
"Pergi mandi? Tapi Papa tidak melihat Mama di kamar." jawab Aizen.
"Mungkin mereka pergi ke belakang." kata Ren.
"Tidak ada. Papa sudah mencari nya di lantai atas dan di lantai ini, tapi tidak menemukan mereka. Kau bantu Papa mencari Mama mu." kata Aizen.
"Kenapa aku harus ikut mencari Mama juga? Papa pergi cari saja sendiri. Aku mau pergi tidur." kata Ren langsung berdiri menuju ke kamar.
"Apa kau yakin tidak ingin ikut mencari?" tanya Azien dengan senyum pernuh arti.
__ADS_1
"Iya dong. Bye.. Pa." Ren melambaikan tangannya sambil naik ke atas.
"Berarti kau tidak mau bertemu dengan kekasih tercinta mu itu?" tanya Aizen dengan senyum sambil mengsilangkan kedua tangannya di dada Aizen.
"Apa maksud papa?" tanya Ren langsung berhenti dan melihat ke Aizen setelah mendengar kekasih. Ren tahu pasti Aizen pikir itu pasti Reyna.
"Kekasih kau itu juga tidak ada di dalam Mansion." kata Aizen.
"APA???!!! Apa maksud papa? Rey tidak ada di dalam Mansion?" teriak Ren dengan terkejut.
"Ya. Semua wanita tidak ada di dalam Mansion. Hanya ada para lelaki saja." kata Aizen.
"Tidak mungkin kan. Aku tadi lihat kalau Rey dan yang lain naik ke atas." kata Ren dengan terkejut.
"Kau pergi lihat saja sendiri." kata Aizen.
Ren langsung pergi ke kamar Reyna, tapi Reyna tidak ada. Ren mencari seluruh sudut kamar yang ada di lantai atas tapi tidak menemukan Reyna sama sekali.
Aizen yang melihat putranya sudah seperti panik karena tidak menemukan Reyna langsung tersenyum.
"Bagaimana? Reyna tidak ada kan?" tanya Aizen ke Ren yang sudah panik dan cemas.
"Pa, di mana papa menyembunyikan Rey?” tanya Ren ke Aizen. Ren menuduh Aizen karena telah menyembunyikan Reyna darinya.
"Kenapa kau malah tanya ke Papa? Bukankah Papa tadi sudah bilang kalau seluruh wanita tidak ada di Mansion." kata Aizen.
"Justru itu kita pergi mencarinya." kata Aizen.
"Dari pada kalian hanya panik seperti itu, mendingan kita berpencar cari mereka. Mereka pasti ada di Mansion ini." kata Gale.
Ren dan yang lain langsung berpencar mencari Reyna dan yang lain.
***
Di sisi lain, Calvin bersama Richie dan Clara pergi ke tempat Rayna dan yang lain.
"Bagaimana? Bagus bukan kamarnya?" tanya Siska dengan senyum.
"Bagus. Kamarnya sangat besar dan kita bisa tidur sepuasnya di sini." kata Hana.
"Ma, apa mama yakin kalau tidak memberitahu Papa dan yang lain kalau kita ada di sini?" tanya Rayna.
"Tidak usah. Itu salah mereka sendiri. Biarkan saja mereka panik mencari kita setengah mati." kata Siska.
"Benar itu. Tante yakin kalau mereka tidak akan bisa tidur karena tidak menemukan kita." kata Hana.
Rayna seperti sangat kasihan pada Papanya dan yang lain karena panik mencarinya. Tapi apa dayanya karena mereka telah mencuek Mamanya.
__ADS_1
TOK TOK
"Siapa malam begini? Apa kau memberitahu orang lain kalau kita ada di sini?" tanya Hana ke Siska.
"Tidak. Yang hanya tahu kita disini hanya Bibi dan kita saja." kata Siska menggelengkan kepalanya.
"Terus siapa?" tanya Hana dengan bingung.
TOK TOK
Mendengar suara ketukan pintu lagi, Siska langsung pergi membuka pintu.
"Siapa?"
"Malam, nyonya." kata Calvin dengan senyum.
"Ada apa Calvin? Bagaimana kau bisa tahu kalau kita ada di sini?” tanya Siska.
"Ray yang memberitahu, Nyonya." kata Calvin dengan senyum.
"Oh. Ada apa? Apa kau ingin bertemu Rayna?" tanya Siska.
"Apa boleh Richie dan Adik ku Clara ikut tidur dengan Nyonya?” tanya Calvin.
Siska mendengar itu langsung melihat Clara dan Richie yang di samping Calvin sambil pegang tangan Calvin dengan erat.
"Sepertinya Richie ingin tidur dengan Nyonya dan Rayna. Dan Clara juga apa boleh ikut tidur dengan Nyonya?" tanya Calvin.
"Boleh.. Boleh.. Grandma sangat senang bisa tidur dengan Richie. Ayo masuk sayang." kata Siska dengan bergairah menyuruh Richie dan Clara masuk ke dalam.
"Kak Calvin. Apa kakak mengantarkan Richie?” tanya Rayna melihat Calvin di depan pintu.
"Ya. Dia sangat ingin tidur dengan mu. Sekalian aku menyuruh Clara tidur bersama kalian. Karena sesama wanita lebih membuatnya nyaman tidur." kata Calvin.
"Mommy.." Richie melihat Rayna langsung memeluk Rayna dengan cepat.
"Nanti kau jangan kasih tahu sama Gale dan yang lain ya." kata Siska ke Calvin.
"Tentu Nyonya." kata Calvin.
"Panggil Mama. Bagus kalau begitu." kata Siska. Siska ingin Calvin memanggilnya Mama karena dia adalah menantunya.
"Baik Ma. Kalau begitu aku balik dulu ya." kata Calvin dengan agak gugup memanggil Siska dengan sebutan Mama.
Calvin langsung pergi dan balik kamarnya. Calvin juga sudah memberitahu Edgar, karena Calvin tidak mau Kakeknya capek dan panik mendengar kalau Rayna dan yang lain menghilang.
Siska dan yang lain sedang berbincang bincang dan bermain dengan senang, sedangkan Gale dan yang lain sedang panik mencari para wanita yang menghilang di Mansion.
__ADS_1
T.B.C