
Pagi hari Ren membuka matanya dengan perlahan. Ren melihat jam baru jam 6 pagi.
Ren langsung bangun dan melihat ke kasur atas dimana Reyna tidur.
Ren langsung mendekatinya dan melihat Reyna tidur dengan pulas. Ren memegang muka Reyna dengan lembut dan halus supaya Reyna tidak terbangun.
"Morning my Queen, sepertinya kau memiliki mimpi indah sampai kau tidak terbangun walaupun aku sudah memegang mukamu yang imut dan gemes ini." kata Ren dengan senyum lembut memegang muka Reyna.
Setelah Ren puas melihat muka Reyna, Ren langsung saja mencium dahi Reyna dengan lembut. Ren juga tidak lupa memfoto muka Reyna yang imut itu.
Setelah itu Ren langsung pergi mandi membersihkan diri nya.
Setelah 20 menit Ren membersihkan diri nya dan menggantikan pakaiannya. Ren melihat Reyna yang masih tidur langsung tersenyum dan keluar kamar.
Ren keluar kamar tidak melihat siapapun, bahkan lampu masih di matikan. Ren berpikir pasti Rayna masih belum bangun.
Ren langsung saja keluar dan pulang ke rumah karena Aizen ada memberikan pesan padanya untuk pulang ke rumah.
Ren awalnya ingin telpon Aizen dulu, tapi melihat di apartemen masih belum ada yang bangun, jadi Ren langsung pulang.
Ren awalnya juga ingin pulang untuk mengambil barang nya di rumah. Jadi sekalian bicara pada Aizen.
45 menit Ren baru sampai di rumah. Karena perjalanan dari apartemen Reyna dan Rumah orang tuanya sangat jauh jadi membutuhkan waktu yang lama.
"Tuan Muda sudah balik? Tumben ingin pulang ke rumah, biasanya tidak ingin pulang ke rumah kecuali di suruh pulang." kata Bibi melihat Ren masuk ke dalam.
"Ya, bi. Aku pulang karena Papa menyuruh aku pulang, sekalian ingin mengambil barang aku. Apa Papa sudah bangun?" kata Ren.
"Tuan sudah bangun, sekarang ada di ruang kerjanya." kata Bibi.
"Baiklah. Aku akan pergi menemuinya." kata Ren langsung menuju ruang kerja papanya.
"Apa tuan muda tidak makan dulu?" tanya Bibi.
__ADS_1
"Nanti saja setelah bicara dengan Papa." kata Ren setelah bicara dengan Bibi langsung ke ruang kerja Aizen.
Ren masuk ke ruang kerja Aizen. Ren melihat Aizen sedang fokus pada kerjaannya jadi tidak melihat siapa yang masuk ke dalam.
"Pa, ada apa menyuruh aku pulang?" tanya Ren tanpa basa basi.
"Oh Ren, cepat juga kau pulang. Apa kau tidak bisa tidur?" tanya Aizen.
"Langsung saja ke intinya Pa." kata Ren tidak ingin basa basi.
"Kenapa? Apa kau ingin cepat ketemu Reyna?" tanya Aizen dengan senyum.
"Pa, aku mohon jangan banyak bicara yang tidak tidak." kata Ren memohon.
Aizen langsung tersenyum melihat Ren seperti memohon padanya. Aizen tahu pasti Ren ingin ketemu dengan Reyna lagi, padahal baru saja 1 jam lebih tidak ketemu dengan Reyna sudah ingin cepat ketemu dengan Reyna.
"Baiklah, 2 bulan kedepan Papa dan mama ingin ke luar negeri, apa kau ingin ikut juga?" tanya Aizen.
"Tidak!" kata Ren dengan cepat.
"Tentu saja Pa. Aku sudah pasti ingin bersama Rey. Mau ke mana Reyna pergi maka aku akan pergi bersamanya. Jika dia ingin liburan di sini, maka aku juga akan tinggal di sini juga." kata Ren.
"Baiklah, jika kau sudah memutuskannya maka Papa juga tidak akan melarang mu. Pastikan kau nanti juga bilang sama Mama jika kau tidak ingin ikut." kata Aizen.
"Kenapa aku harus bilang sama Mama juga? Kenapa tidak papa saja yang bilang sama mama sekalian?" tanya Ren.
"Kau tahu sendiri sifat mamamu itu. walaupun Papa yang bilang sama dia pasti mamamu akan bertanya dan memaksamu ikut pergi juga, jadi percuma saja Papa Bilang sama mama mu, mendingan kamu bilang saja sendiri pada mamamu." kata Aizen.
Ren menghilang nafasnya dengan pelan mendengar perkataan Papanya karena ada benarnya juga. Walaupun dirinya bilang padanya pasti Mamanya juga akan memaksanya pergi.
"Baiklah. Nanti aku akan bilang pada mama nanti." kata Ren.
"Oh ya Ren, apa kau teratur makan obat mu?" tanya Aizen.
__ADS_1
"Ya."
"Kau jangan sering lupa makan obat mu. Nanti kau tidak akan bisa sehat." kata Aizen.
"Apa Papa berpikir kalau aku makan obat terus, aku akan sembuh?'' tanya Ren.
"Dan lagi aku rasa aku sudah tidak butuh lagi makan obat itu." kata Ren.
"Apa maksud mu Ren?" tanya Aizen tapi Ren tidak menjawab dan langsung keluar dari ruang kerja Papanya.
Ren langsung saja ke rumah makan untuk mencari. Baru saja Ren ke rumah makan sudah melihat mamanya yang sedang membuat kopi.
"Ren, kau pulang? Kenapa tidak memberitahu mama kalau kau mau pulang?" tanya Hana melihat Ren ke dapur.
"Aku baru saja pulang karena Papa menyuruh aku pulang." kata Ren.
"Apa kau ingin makan sesuatu biar mama buatkan." kata Hana.
"Tidak usah Ma, Aku makan roti dan Cappucino saja." kata Ren langsung membuat cappucino.
"Bagaimana keadaan mu akhir akhir ini?" tanya Hana.
"Baik, seperti biasa." jawab Ren.
"Apa kau teratur makan obat mu?" tanya Hana.
"Hum.." Ren hanya menjawab berdehem saja.
Setelah Ren selesai membuat cappucino dan rotinya, Ren langsung membawanya ke ruang tamu sambil nonton TV.
Hana hanya menghela nafas dan melihat Ren yang tidak mau menjawab pertanyaannya.
Hana tahu pasti Ren tidak ingin menjawab atau melihatnya setiap kali bertanya sudah makan obat atau belum.
__ADS_1
T.B.C