Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 101 - KETAHUAN


__ADS_3

“Tuan muda Richard? Apa mungkin keluarga Richard yang terkenal itu?” tanya Felicia dengan terkejut.


“Mungkin saja. Lihatlah banyak orang di depan.” jawab Carlos.


“Kenapa dia berada di acara ini? Bukankah acara ini adalah kolega keluarga Ren? Apa dia ada hubungannya dengan mereka?” tanya Kai dengan penasaran.


“Mungkin saja dia hanya lewat saja. Tidak mungkin tuan muda Richard itu ada hubungannya dengan acara ini.”  kata Andrew.


“Kita lihat keluar yuk Ren. Apa benar orangnya atau tidak.” kata Fecilia memeluk tangan Ren mengajaknya keluar.


“Berhenti memeluk tanganku Felicia. Jika kau ingin lihat, pergi saja sendiri.” kata Ren dengan dingin menghampas tangan Fecilia.


“Kenapa kau selalau dingin begitu dengan ku Ren? Apa aku melakukan kesalahan padamu?” tanya Fecilia dengan sedih.


“Bukankah sudah aku bilang, aku tidak suka orang lain menyentuhku.” kata Ren dengan dingin langsung saja mabil tissue basah menglap tangannya karena Fecilia telah memengang tangannya.


Fecilia melihat Ren menglap tangannya karena dia telah memengangnya membuatnya kesal menatap Ren.


“Ren, aku ke toilet dulu ya.” kata Reyna.


“Kenapa? Bukankah tadi kau juga pergi toilet?” tanya Ren dengan cemas.


“Tidak ada. Hanya kebanyakan minum saja.” jawab Reyna langsung pergi toilet.


“Dia kenapa Ren?” tanya Felicia.


“Tidak ada. Hanya pergi ke toilet saja.” jawab Ren datar.


Felicia hanya mengangguk saja. “Ren, namanya siapa? Apa dia temanmu?” tanya Felicia merasa Ren dan Reyna ada hubungan.


“Nanti kau juga akan tau Fel.” kata Carlos dengan cepat. Jika Felicia tau kalau Reyna adalah pacar Ren maka bisa akan jadi perang bagi mereka berdua.


“Ya sudah, nanti aku tinggal tanya sama dia.” kata Felicia.


Sedangkan Reyna tiba toilet langsung saja mangambil Hpnya dan langsung melihat lokasi Rui. Reyna matanya langsung terbelalak ternyata Rui juga berada di tempat yang sama dengan dirinya.


“Aishhh… Jika Rui disini berarti dia juga ada disini dong. Kenapa dia malah datang ke acara ini? Seingat aku dia tidak mengenal kolega keluarga Ren. Apa keluarga Ren yang mengundanngnya? Dan lagi kenapa dia ada di Negara ini?” kata Reyna yang memiliki banyak pertanyaan yang tidak dia tau kenapa Rui dengan Bosnya datang


ke acara.


“Apa aku kabur saja ya? Aku lagi tidak ingin bertemu dengannya sekarang.” gumam Reyna berpikir untuk kabur atau tidak.


Diluar pintu….


“Bukankah kau bilang ingin mengajakku ke tempat enak? Apa ini tempat yang kau bilang?” tanya Riku menatap tajam temannya Elvano.


“Bukankah ini tempat yang enak bagimu? Tempat yang cocok untuk kerja kau.” kata Elvano.

__ADS_1


“Kenapa kau malah mengajakku ketempat acara ini? Apa gunanya bagiku?” tanya Riku dengan kesal.


“Sangat berguna karena kau akan mendapatkan kerja sama dengan banyak orang di dalam.” jawab Elvano dengan santai.


“Bagiku di dalam acara ini pasti yang ada orang yang tidak berpengalaman dalam bisnis.” kata Riku dengan datar.


“Karena kau sudah ada disini, pastikan kau tidka akan bisa kembali lagi.” kata Elvano dengan santai.


“Apa maksudmu?” tanya Riku dengan menaikkan sebelah alisnya.


“Malam tuan. Apa saya boleh bertanya?” tanya seorang pria mendekati Riku dan Elvano.


“Ada apa?” tanya Elvano.


“Apakah tuan muda yang disebelah tuan Elvano ini adalah Tuan muda Riku Richard yang berasal dari keluarga Richard?” tanya pria itu dengan sopan.


“Oh! Kau tau kalau dia adalah tuan muda Riku dari keluarga Richard?” tanya Elvano dengan senyum menatap pria didepannya tau tentang temannya.


“Sudah saya duga. Karena saya pernah melihat anda di TV. Perkenalkan saya CEO dari perusahaan X. Senang bertemu dengan anda tuan Riku.” kata pria itu dengan sopan menjabat tangan dengan Riku.


Riku membalas dengan muka datar. Setelah bersalaman Riku langsung menoleh ke Elvano dan berkata, “Mendingan kita masuk kedalam.”


“Akhirnya kau mau masuk juga kedalam.” kata Elvano dengan senyum.


“Nanti aku akan membuat perhitungan denganmu.” kata Riku dengan dingin dan masuk ke dalam.


Riku tidak menatap Elvano dan langsung masuk kedalam bersama sekretaris pribadinya Rui. Setelah Riku dan Rui masuk kedalam dengan wibawa dan anggun. Riku bermuka datar tapi auranya sangat besar dan dingin, banyak orang yang menatap ketampanan dan pesona Riku. Rui juga ditatap dengan banyak orang walaupun ketampanannya tidak selevel dengan Riku.


“Tampan benar, aku ingin berkenalan dengannya.”


“Penanpilannya sepertinya membuat aku kena sihir langsung mendapatkan cinta pertama.”


“Asisten pribadinya juga tidak kalah tampan. Aku seperti sedang melihat 2 pengeran turun dari langit.”


Banyak wanita yang pesona dengan ketampanan Riku dan Rui. Sedangkan di tempat Ren dan yang lainnya.


“Waw… Seperti yang dibilang rumor, tuan muda Riku Richard beneran sangat tampan dan dingin.” kata Carlos.


“Benar. dia sangat berwibawa dan anggun.” kata Aderald setuju dengan Carlos.


“Bukankah dia sama dengan Ren. Benarkan Ren?” tanya Elard menatap Ren dengan senyum.


“Apa maksudmu?” tanya Ren dengan dingin.


“Lihatlah, bukankah kau sama dengan dia. Sama dingin, tampan, tinggi, banyak wanita yang melihat.” kata Elard dengan santai.


“Maksudmu, aku sama dengan dia?!” kata Ren dengan dingin dan tajam ke Elard sambil menunjuk ke arah Riku.

__ADS_1


“Em…. Tidak… Kau sangat berbeda dengannya. Kau lebih tampan dari padanya.” kata Elard dengan agak terbata karena takut dengan tatapan tajam Ren.


“Kau kenapa Ren? Sepertinya kau tidak suka dengannya?” tanya Andrew.


“Apa kau cemburu dengannya karena dia lebih popular dari padamu?” tanya Kai mulai menggoda Ren.


Ren langsung menatap tajam dan tatapan membunuh sama Kai membuat Kai langsung ketakutan dan berlindung di belakang Andrew.


“Kenapa kau malah membuatnya semakin marah? Lihat lah dia semakin menatap tajam denganmu. Apa kau tidak bisa membaca situasi?” kata Andrew pada Kai.


“Aku tidak tau kalau Ren akan marah seperti itu.” kata Kai dengan cepat.


Kai melihat Reyna sudah datang mendekati mereka dan berkata, “Reyna, kau sudah balik?”


“Ada apa?” tanya Kai melihat Reyna sepertinya sangat waspada.


“Tidak ada. Aku tiba-tiba ada urusan penting, jadi aku pulang dulu ya.” kata Reyna dengan cepat membuat Ren terkejut.


“Urusan apa? Acaranya masih belum dimulai.” kata Andrew.


“Maaf ya. Kalau begitu aku pamit dulu.” kata Reyna dengan cepat ignin pergi tapi di tahan oleh Ren.


“Kau mau kemana? Acara masih belum dimulai, kau sudah mau pulang?” tanya Ren dengan cepat.


Felicia melihat Ren memegang tangan Reyna langsung terkejut. “Siapa gadis ini? Kenapa Ren menahanya untuk tidak pergi?” gumam Felicia melihat Reyna.


Rui melihat sekeliling ruangan itu, tapi matanya langsung melihat kearah para anak muda yang berkumpul dan tanpa sengaja melihat ke Reyna.


“Nona Reyna? Kenapa nona Reyna ada disini?” gumam Rui melihat ke arah Reyna dan yang lain.


“Kenapa Rui?” tanya Riku melihat sekretarisnya diam saja.


“Tidak ada bos.” jawab Rui dengan cepat.


Riku merasa ada yang aneh dengan sekretarisnya langsung saja melihat ke arah Rui yang lihat tadi. Setelah melihatnya Riku langsung terdiam dan tidak menatap yang lain lagi.


“Rey?” gumam Riku seperti melihat Reyna bersama Ren dan yang lain.


Riku langsung saja mendekat ke arah Reyna. Sedangkan Reyna melihat Riku sudah meliahtnya dan mulai mendekat langsung saja terkejut.


‘Sial! Aku ketahuan!’ batin Reyna melihat Riku sudah melihatnya.


-----------------------------------------------------------------------------------------


Jangan lupa like, comment dan giftnya


supaya Author bisa update lebih banyak ☺️💕💕

__ADS_1


__ADS_2