Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 48 – MARIA


__ADS_3

“Aku bilang kau pulang kerumah minum susu dan tidur supaya otak kau itu berjalan dengan lancar.” kata Reyna mengulang perkataannya.


“Kau berani bicara seperti itu pada aku.” kata Maria marah pada Reyna.


“Memangnya kau itu siapa? Aku kan tidak mengenalmu.” kata Reyna dengan santai.


“Maria anak dewan komisaris lelang tahun ini. Jadi semua orang tidak ingin membuat masalah dengannya karena bisa membuat kita bisa keluar kampus.” kata Yuna.


“Anak dewan komisaris?” tanya Reyna ke Yuna.


“Benar aku anak komisaris lelang ini. Jadi kau jangan bicara macam-macam atau kau akan tau akibatnya.” kata Maria dengan mengancam.


“Terus kenapa kau anak komisaris? Apa aku harus meminta maaf padamu?” tanya Reyna.


“Bukan sekedar meminta maaf, tapi aku ingin kau berlutut didepan aku sekarang.” kata Maria dengan senyum.


“Kenapa aku harus melakukan itu? Aku tidak melakukan kesalahan apapun mengapa harus meminta maaf denganmu?” tanya Reyna dengan santai.


“Apa kau tidak takut? Aku bisa membuat kau keluar dari kampus ini sekarang juga.” kata Maria dengan mengancam Reyna.


“Silakan saja kalau kau bisa melakukannya.” kata Reyna dengan senyum.


“Ayo Yuna kita masuk ke lelangnya sekarang karena waktu kita sudah banyak habis dengan anak kecil yang tidak tahu aturan.” kata Reyna mengajak Yuna untuk masuk ke lelang.


“Kau…. Siapa yang kau bilang anak kecil?” Maria menunjuk ke Reyna dengan marah.


Reyna tidak memperdulikan Maria dan meninggalkan Maria sendirian disana. Reyna dan Yuna langsung masuk ke lelang.


Disisi lain Ren melihat HP-nya dari tadi membaca chat Reyna mengatakan bahwa dia tidak bertemu dengannya karena Reyna ingin bersenang-senang dibazar sama temannya.


‘Sudah cepat-cepat aku kerjakan tugas aku untuk bertemu Rey, malah Rey tidak bisa menemui aku karena bersama temannya. Kalau begini sama saja aku tidak bisa ketemu dengan Rey.’ batin Ren mengendus kesal.


“Kenapa Ren? Bukankah kau ingin bertemu dengan Reyna?” tanya Kai melihat Ren hanya diam menatap Hp-nya.


“Jangan bilang kalau Reyna tidak bisa bertemu denganmu?” kata Andrew menebak.


“Ya. Dia bersama dengan temannya bersenang-senang menikmati bazar. Aku tidak boleh bertemu dengannya karena Rey bersama dengan temannya.” kata Ren dengan datar.


Andrew dan Kai hanya tersenyum menahan tawanya karena Ren sudah bersusah payah dan cepat mengerjakan tugasnya malah Reyna tidak bisa bertemu dengannya.


‘Reyna benar-benar bisa membuat mood Ren cepat berubah.’ batin Andrew menahan ketawanya.


 “Ren, karena kau tidak bisa ketemu dengan Reyna. Bagaimana kalau kita pergi lihat lelang saja?” usul Kai.


“Ngapain ke lelang? Hanya melihat orang lelang tanah doang. Aku nggak mau. ” kata Ren.

__ADS_1


“Dari pada disini tidak ada kerjaan.” kata Kai.


“Aku tidak mau.” kata Ren dengan tegas.


“Mana tau bisa ketemu Reyna.” kata Andrew.


Mendengar nama Reyna Ren langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke Andrew.


“Benar. Mungkin kita ke lelang bisa ketemu dengan Reyna. Bukankah Reyna ingin pergi melihat lelang tanah.” kata Kai.


“Benar juga ya. Baiklah kita pergi sekarang.” kata Ren langsung berdiri dan bersiap-siap.


“Mendengar kata Reyna saja dia langsung bangkit. Reyna benar-benar membuat singa yang galak dan dingin menjadi singa penurut.” kata Andrew.


“Benar katamu. Reyna benar-benar membuat lelaki dingin ini menjadi jinak langsung.” kata Kai dengan senyum.


Ren, Andrew dan Kai langsung pergi ke Lelang Gold.


***


“Reyna, kita duduk dimana?” tanya Yuna.


“Sepertinya ditengah.” jawab Reyna melihat nomor kursi dan melihat ke denah ruangan.


“Kenapa kau dari tadi melihat aku?” tanya Reyna melihat Yuna sepertinya melihatnya dari tadi.


“Kau kelihatan sangat senang?” kata Yuna dengan senyum.


“Apa kau bisa menebaknya?” tanya Reyna dengan senyum.


“Walaupun mukamu sangat datar tapi matamu sepertinya sangat senang. Apa kau senang dengan lelang ini?” tanya Yuna.


“Tentu saja aku senang karena kau.” kata Reyna dengan senyum.


“Karena aku?” tanya Yuna sambil menunjuk dirinya.


“Karena kau aku bisa mengikuti lelang ini.” kata Reyna.


“Kenapa?” tanya Yuna.


“Aku sangat ingin ikut lelang ini tapi karena mahasiswa tidak bisa mengikuti lelang ini aku sangat kesal. Tapi setelah melihat peraturan lelang ternyata mahasiswa bisa ikut partisipasi sebagai wali bukan sebagai pembeli. jadi aku senang karena adanya kau aku bisa mengikuti lelang ini.” jawab Reyna dengan senyum.


“Apa kau menyesal tidak bisa partisipasi lelang sebagai pembeli?” tanya Yuna.


“Tentu saja aku kesal. Tapi aku sudah bisa ikut lelang sebagai wali sudah membuat aku sedikit senang karena yang penting bisa ikut lelang ini. Itulah kenapa aku berterima kasih padamu karena telah mempercayai aku untuk ikut lelang ini. Aku pastikan tidak mengecewakanmu.” kata Reyna.

__ADS_1


“Ya. Aku percaya padamu.” kata Yuna dengan senyum.


***


“Awas saja kalian berdua. Aku pasti akan membalas apa yang kalian lakukan padaku.” kata Maria dengan kesal dan benci dengan Reyna dan Yuna.


Maria ingin menelpon papanya tapi di depan pintu lobby Maria nampak 3 lelaki tampan yang masuk ke gedung. Maria terkejut ternyata Ren dan Kai lelaki tampan dan terkenal di kampus masuk ke gedung lelang. Maria langsung mendekati mereka.


“Aku pulang saja dari pada disini hanya melihat lelang yang tidak bagus. Menurut aku tidak mungkin Reyna bisa masuk ke lelang tanah.” kata Ren yang ingin pulang setelah sampai didepan gedung Lelang Gold.


“Kau saja belum melihat Reyna bagaimana bisa tau kalau Reyna tidak masuk ke lelang?” tanya Andrew memaksa Ren untuk masuk kedalam.


“Bukankah tidak melihat Reyna sudah tau kalau Reyna tidak masuk kedalam.” kata Kai tanpa berpikir panjang.


“Kau itu bodoh? Kita belum mencarinya bagaimana bisa tau kalau dia tidak ada di lelang ini? Gedung lelang ini sangat besar. Jangan melihat hanya karena dilobby tidak melihatnya, Reyna tidak ada. Kemungkinan dia masuk kedalam ruangan lelang.” jelas Andrew memukul kepala Kai yang bodoh itu.


“Siapa yang kau sebut bodoh?” kata Kai dengan kesal.


“Kau memang bodoh Kai. Harusnya kau berpikir dulu sebelum menjawab.” jawab Ren dengan datar dan cuek.


Kai kesal dengan sahabatnya berpikir dia itu bodoh.


“Hai…” sapa Maria.


Ren, Andrew dan Kai melihat ada gadis yang menyapa mereka.


“Siapa kau?” tanya Kai.


“Aku Maria. Kalian sedang apa disini? Apa kalian perlu sesuatu?” kata Maria.


“Emang apa urusannya denganmu?” tanya Kai dengan dingin.


“Lelang kan sebentar lagi dimulai. Kalau kalian mau aku bisa menemani kalian.” kata Maria dengan senyum.


“Tidak perlu. Ayo kita masuk saja kedalam.” jawab Kai dan mengajak Ren dan Andrew masuk kedalam ruangan A tanpa memperdulikan Maria.


“Kalian tidak punya tiket tidak boleh masuk kedalam. Jangan berpikir kalau kalian salah satu pemilik kampus ini bisa seenaknya sendiri masuk tanpa tiket.” kata Maria menghalang mereka bertiga dengan tegas karena dicuek.


“Ini tiketnya. Jangan berani menganggu kami kalau tidak ingin dapat masalah dari kami.” kata Kai dengan dingin mengasih tiket masuk lelang.


------------------------------------


Maaf ya hanya bisa upload 1 chapter saja.


Karena author sibuk di dunia nyata tidak sempat upload tiap hari.

__ADS_1


__ADS_2