Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 51 – 3,5 TRILIUN


__ADS_3

"Benar juga, kalau mencari di data list bisa tau siapa saja yang masuk ke lelang." kata Andrew.


Ren mencari nama Reyna tidak ketemu dilist pengunjung.


'Kenapa tidak ada nama Reyna dilist? Apa dia benar-benar tidak masuk ke lelang?' batin Ren.


Ren tidak putus asa melihat sekali lagi pengunjung lelang tanah dan hasilnya nihil. Ren langsung melihat list partisipasi lelang juga tidak ada nama Reyna. Ren sangat putus asa melihat list lelang ini.


'Kenapa tidak ada nama Reyna? Tapi kenapa insting aku berkata kalau Reyna ada di ruangan ini.' batin Ren dengan kesal sambil meremas rambutnya.


"Kenapa Ren? Apa nama Reyna ada di list?" tanya Kai.


"Tidak ada." jawab Ren.


"Kalau tidak ada sudah pasti Reyna tidak ada diruangan ini." kata Andrew.


"Tapi aku merasa Reyna benar-benar ada di ruangan ini. Jika tidak, tidak mungkin aku bisa mencium bau parfumnya." kata Ren.


Andrew dan Kai hanya saling pandang dan bingung bagaimana Ren bisa tau kalau Reyna ada disini hanya mencium bau parfumnya.


Ren yang tidak putus asa langsung membuka cctv di lobby lelang mencari apakah Reyna benar-benar masuk lelang Gold.


----Kembali ke Reyna----


"Kenapa hanya 5.1 Miliar? Apa kalian sudah tidak punya uang lagi?" tanya Maria dengan senyum.


Yuna hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa.


"Yuna naikkan lagi." kata Reyna membuat Yuna terkejut langsung melihat ke Reyna.


"Naikkan Yuna. Biar kita main sama dia supaya dia tau kalau kita bukan lawan yang mudah." kata Reyna dengan datar.


"Tapi, Reyna... Kalau tiba-tiba Maria sudah tidak ingin menaikkan lagi, kita dapat uang dari mana?" tanya Yuna dengan cemas.


"Kau percaya saja pada aku. Naikkan dengan harga 10 Miliar." kata Reyna.


Yuna terkejut dengan perkataan Reyna menyuruh menaikkan dengan harga 10 Miliar.


"A-apa kau yakin Reyna?" tanya Yuna dengan terkejut.


"Ya." kata Reyna dengan senyum.


"Baiklah." kata Yuna langsung menaikkan dengan harga 10 Miliar.


Maria terkejut mereka menaikkan harga tanah dengan harga 10 Miliar.


"Apa kalian punya uang sebanyak itu?" tanya Maria dengan terkejut.

__ADS_1


"Kenapa? Apa kau tidak percaya kalau kami tidak punya uang sampai 10 Miliar?" tanya Reyna dengan senyum.


"Tidak mungkin kalian punya uang sebanyak 10 Miliar. Apa kalian ingin bangkrut?" tanya Maria.


"Bangkrut apa? Dari mana kau tau kalau kita tidak punya uang sebanyak itu?" kata Reyna.


"Tentu saja aku tau karena perusahaan ayahnya sudah mau bangkrut maka dari itu pasti tidak punya uang sebanyak itu. Perusahaannya hanya tunggu waktu supaya jatuh." kata Maria dengan senyum sinis membuat Yuna meremas bajunya kesal dengan kata Maria.


"Yang kau katakan mungkin benar perusahaan papanya sudah mau bangkrut tidak bisa beli tanah dengan harga yang tinggi." kata Reyna membuat Maria senyum dibibirnya dan Yuna menatap ke Reyna penuh tanya kenapa dia mengatakan hal itu.


"Benarkan apa yang aku katakan. Mendingan kau tinggalkan saja orang yang miskin itu." kata Maria.


"Kenapa aku harus meninggalkannya? Aku memang mengatakan papa Yuna sudah tidak punya uang, tapi belum dihitung dengan uang aku." kata Reyna senyum tipis.


"A-apa maksudmu?" kata Maria dengan heran.


"Aku bilang tentu saja kita punya uang sebanyak itu kalau dihitung dengan uang milik aku." jawab Reyna.


Maria terkejut Reyna ingin membantu Yuna untuk membeli tanah itu.


"Apa kau yakin ingin membantunya? Suatu saat dia bisa menghianatimu." kata Maria.


"Hah! Itu urusan aku bukan kau. Terserah aku mau mengasih uang aku kepada siapa." kata Reyna.


"Kau..."


"Apa kau tidak ingin menaikkan harganya lagi? Atau mungkin kau cuma bohong bilang punya banyak uang.” kata Reyna


“Apa kau sudah tidak punya uang lagi?" kata Reyna mengulang perkataan Maria tadi.


Mendengar kata Reyna membuat Maria marah dan terpancing emosi. Maria langsung menaikkan harganya.


"No.7, 15 Miliar."


'Ini baru saja dimulai. Aku bisa kecewa jika cepat selesai.' batin Reyna dengan senyum licik.


“Yuna, naikkan dengan harga 30 Miliar.” pinta Reyna.


“Apa kau yakin Reyna? Itu uang yang sangat banyak.” kata Yuna dengan ragu.


“Iya. Kau ikutin saja apa yang aku bilang. Aku pastikan Maria pasti akan tumbang.” kata Reyna senyum penuh arti.


“Tumbang? Apa maksudmu?” tanya Yuna.


“Nanti kau akan tau. Kita ikutin saja apa maunya.” kata Reyna.


“Baiklah.” kata Yuna dan langsung menaikkan harganya.

__ADS_1


“No.5, 30 Miliar.”


Maria terkejut Reyna dan Yuna menaikkan sampai 30 Miliar. Maria yang sudah marah dan kesal menaikkan harganya dengan harga 50 Miliar.


Maria tujuan awalnya ingin membuat mereka membeli tanah dengan harga yang tinggi supaya tidak bisa membayar tanah itu dan membuat mereka malu dengan semua orang. Tapi karena perkataan Reyna membuat Maria emosi


dan melupakan tujuannya.


“Apa mereka berpikir lelang ini tempat shopping?”


“Untuk apa mereka merebut tanah itu?”


Banyak orang berbisik-bisik melihat Reyna, Yuna, dan Maria merebut tanah dengan harga yang sangat tinggi.


“1 Triliun.”


Semua orang terkejut  termasuk Maria ada yang ingin beli tanah tidak berguna dengan harga 1 triliun.


“Kenapa kau terkejut? Inikan lelang tentu saja kita membeli tanah dengan harga berapa terserah pada kita karena lelang ini bisa membuka harga tanpa batas maksimum.” kata Reyna dengan senyum.


“Nona cukup. Jangan dinaikkan lagi, biarkan mereka mendapatkan tanah itu. Kita hanya punya uang sebesar 3 Triliun. Jika nona masih membuka lebih tinggi nanti Tuan bakal marah sama nona.” kata Seketaris disebelah Maria.


“Kenapa kau takut begitu? Aku hanya ingin mereka membeli tanah yang tidak beguna itu dengan harga tinggi supaya mereka langsung bangkrut.” kata Maria melihat seketaris papanya sangat takut.


“Nona jangan terpancing dengan perkataannya nona. Nanti nona akan kena imbasnya.” kata Seketaris.


“Kau hanya seorang seketaris tidak berhak memerintah aku!” kata Maria dengan marah ke seketaris papanya.


“Ta-tapi nona….” kata seketaris langsung dibentak oleh Maria.


“DIAM!! Sekali lagi kau bicara aku suruh papa memecatmu.” bentak Maria membuat seketaris itu terdiam.


“No.7, 2,5 Triliun.”


“Yuna naikkan harganya 3 Miliar.” kata Reyna.


“Baiklah.” jawab Yuna langsung menaikkan harga.


“No.5, 3 Triliun.”


“Cukup nona, nanti kita tidak bisa membayar tanah itu jika lebih dari 3 Miliar.” kata Seketaris ke Maria untuk berhenti menaikkan harganya.


“Berisik! Aku tau. Ini yang terakhir.” kata Maria.


“No.7, 3,5 Triliun.”


“Bagaimana? Apa kalian sudah tidak punya uang lagi?” tanya Maria dengan sinis.

__ADS_1


“Apa kita perlu menaikkan lagi Reyna?” tanya Yuna melihat Reyna hanya diam.


“Tidak usah. biar mereka mendapatkan tanah itu.” kata Reyna dengan senyum.


__ADS_2