
“That’s Right. Benar sekali.” kata Reyna dengan senyum.
Andrew dan Kai : “……”
“Apa keluarga kau tidak cemas jika kau kabur dari rumah?” tanya Andrew.
“Tidak masalah. Kalau orang tua aku, aku sudah memberitahu mereka. Kalau dia aku tidak memberitahunya sedikitpun.” jawab Reyna dengan santai.
“Jika kau tidak memberitahu keberadaanmu, apa nanti dia tidak cemas mencarimu?” tanya Andrew.
“Terus… Apa masalahnya denganku? Dia mau mencari aku kemanapun sampai ujung dunia sekalipun, dia mau sedih, mau sakit, mau depresi, mau bunuh diri, mau mati, bahkan dunia mau hancurpun aku tidak peduli dengannya.” kata Reyna dengan cuek seperti tidak perduli jika terjadi apa apa dengannya.
Andrew dan Kai : “……”
Bahkan dunia hancurpun tidak peduli?
Bukankah gadis ini terlalu kejam?
Sebenarnya apa yang dilakukan oleh orang itu sampai Reyna membenci sampai tidak peduli dengannya sedikitpun?
“Apa yang terjadi sampai kau sangat tidak ingin bertemu dengannya?” tanya Kai yang sangat ingin penasaran.
“Karena dia tidak mau mendengarkan permintaan aku. Apa itu cukup?” kata Reyna dengan datar tapi suara penuh tekanan.
Andrew dan Kai hanya bisa diam karena sepertinya Reyna tidak ingin bicara tentang orang itu.
“Apa ada lagi yang ingin kalian tanyakan?” tanya Reyna wajah datar tapi suara sudah penuh tekanan besar. Mata Reyna dilihat seperti biasa saja, tapi jika dilihat dengan baik matanya sedang menunjukkan kemarahan.
“Ti-tidak.. Tidak ada..” kata Kai dengan cepat menggelengkan kepala dan kedua tangannya merasa takut dengan Reyna.
“Jika tidak ada lagi. Aku pergi dulu.” kata Reyna langsung berdiri dan keluar dari ruangan.
“Tunggu Reyna.” kata Andrew dengan cepat walaupun dia merasa gugup.
“Ada apa? Kalau tentang Ren untuk mengikuti acara itu nanti aku akan membujuknya.” kata Reyna tau kalau Andrew akan bertanya tentang Ren.
“Baiklah. Jika kau tidak bisa membujuknya juga tidak apa.” kata Andrew dengan pelan.
Reyna langsung saja keluar. Diluar Yuna sedang menunggu Reyna, Yuna tidak masuk kedalam karena dia merasa tidak ingin ikut campur dalam pembicaraan mereka.
“Maaf Yuna, apa kau menunggu lama?” tanya Reyna.
“Tidak. Apa kalian sudah selesai bicaranya?” tanya Yuna.
__ADS_1
“Sudah. Ayo kita pergi.” kata Reyna. Reyna dan Yuna langsung saja pergi membeli peralatan kantor untuk perusahaannya.
Sedangkan di dalam ruangan Andrew dan Kai langsung lega dan merasa gugup mereka hilang.
“Gila! Kenapa Reyna bisa kejam begitu dengan orang itu? Matanya benar-benar menakutkan.” kata Kai yang lega Reyna pergi.
“Benar. Aku merasa dia bisa lebih kejam dari pada Ren.” kata Andrew.
“Aku rasa bukan Cuma hanya kejam saja, bahkan marahnya melebihi Ren.” kata Kai.
“Aku rasa Reyna jauh lebih kejam lebih dari siapapun. Ren memiliki pacar yang ganas.” kata Kai.
“Apa yang Ren sukai dari Reyna? Baik, rendah hati, pandai masak, menolong orang, makan banyak lagi. Apa lagi yang baik darinya? Wajah dan penampilan Reyna aku rasa masih ok.” kata Andrew.
“Apa kau yakin wajah Reyna ok saja?” tanya Kai dengan senyum.
“Apa maksudmu?” tanya Andrew dengan bingung.
“Apa kau tidak melihat video waktu drama?” tanya Kai sepertinya Andrew tidak tau wajah asli Reyna.
“Tidak. Memangnya ada apa dengan videonya? Aku mendengar kalau Reyna disiram air oleh Cecilia dan yang lain? Apa ada hubungannya?” tanya Andrew.
“Mendingan kau lihat saja videonya. Aku yakin kau akan tergoda.” kata Kai.
“Apa maksudmu akan tergoda?” tanya Andrew dengan bingung.
Andrew membuka video yang masih ada di situs kampusnya. Andrew melihat sampai akhir. Setelah melihat Reyna sudah membuka bajunya yang basah akhirnya terbuka wajah Reyna yang sebenarnya membuat Andrew menganga dan membulatkan matanya melihat wajah asli Reyna.
“Ka-Kai… Apa kau yakin kalau ini Reyna?” tanya Andrew sambil memperlihatkan video yang di pause ke Kai.
“Ya. Itu memang wajah aslinya. Bukankah kau akan terpesona dengannya?” tanya Kai.
Andrew terkejut. Pantas saja Ren pernah bilang kalau tidak ada yang bisa menggantikan Reyna dan hanya ingin dengan Reyna di masa depan, karena Reyna sangat cantik bahkan kecantikannya melebihi Cecilia.
“Kenapa? Bukankah kau terpesona dengannya? Bahkan dikampus ini saja dia menjadi wanita tercantik no.1, semua para lelaki di pada suka padanya.” kata Kai.
“Bukankah bahaya jika semua lelaki di kampus terpesona padanya?” tanya Andrew mengingat sifat Ren.
“Ren masih belum tau. Dalam beberapa minggu ini dia tidak masuk kuliah. Jika dia tau maka dia akan mengamuk sekarang juga.” kata Kai dengan senyum.
“Kenapa tidak masuk kelas? Apa ada terjadi sesuatu dengannya? Tumben tidak masuk kuliah seminggu lebih.” kata Andrew.
“Entahlah. Sepertinya tidak ingin bertemu mereka.” kata Kai.
__ADS_1
“Memangnya kenapa dengan mereka? Apa mereka mau ke sini?” tanya Andrew.
“Mungkin saja. Kau ingat semenjak SMP setelah tau Ren akan ikut acara, mereka langsung saja datang ke sekolah untuk bertemu dengan Ren. Padahal pas hari acaranya bisa datang bicara.” kata Kai.
“Iya juga. Tapi jika mereka datang ,aku juga tidak ingin bertemu dengan mereka.” kata Andrew dengan cepat.
“Kenapa?”
“Bukan kah kau tau apa alasannya? Jika mereka kesini nanti mereka yang ada malah marah ke kita jika kita tidak bisa membujuk Ren untuk datang acara itu.” kata Andrew.
“Bukankah nanti Reyna akan membantu kita untuk membujuk Ren?” tanya Kai.
“Tapi kau dengan tadi Reyna juga tidak ingin ikut jika Ren juga mengajaknya ke acara itu.” kata Andrew.
“Benar juga. Berarti kita nanti akan bilang apa pada mereka? Jika kita bilang Ren akan ikut maka mereka juga ingin ketemu dengannya kan?” tanya Kai.
Andrew terdiam karena kata Kai ada benarnya juga. “Benar juga yang kau bilang. Mau Ren ikut atau tidak ke acara itu tetap saja mereka ingin bertemu dengan Ren langsung. Jadi kita harus bagaimana? Belum tentu bujukan Reyna bisa mengajak Ren ikut acara itu.” kata Andrew.
“Sial! Benar juga. Tidak mungkin kita telpon Reyna lagi. Tadi dia saja sudah seperti marah karena kita bertanya tentang orang itu.” kata Kai.
“Em… Kai… Sepertinya aku ada urusan mendadak di rumah sakit. Jadi aku pamit pulang dulu.” kata Andrew dengan cepat membersihkan mejanya.
“Sialan kau Andrew! Apa kau ingin kabur!” teriak Kai melihat Andrew seperti tergesa-gesa.
“Tidak. Aku memang ada urusan mendadak. Barusan pihak rumah sakit bilang ada orang kecelakaan dekat rumah sakit.” kata Andrew dengan datar tapi dia cepat membersihkan mejanya.
“Kau jangan bercanda denganku Andrew! Kau sama sekali tidak melihat Hp mu bisa-bisa kau bilang ada urusan mendadak.” teriak Kai.
“Baru saja aku lihat.” jawab Andrew dengan enteng.
Andrew langsung saja keluar dari ruangannya dan pulang dengan cepat.
“Tunggu Andrew! Jangan pergi kau!” teriak Kai di pintu mengejar Andrew sampai depan pagar kampus.
“Kenapa kau berteriak? Apa kau tidak bisa kecilkan suara aku itu?” kata Andrew dengan kesal.
“Aku tidak akan membiarkan kau kabur sendirian.” kata Kai dengan cepat.
“Kau kabur saja sendiri. Jangan ikut denganku.” kata Andrew.
“Sepertinya berdua kalian sedang bersenang-senang?”
Andrew dan Kai mendengar suara langsung menoleh ke arah suara itu. Tiba melihat orangnya mereka berdua langsung saja terkejut.
__ADS_1
‘Mati kita! Kenapa mereka datangnya lebih cepat dari yang diperkirakan?!’ batin Andrew dan Kai serempak dengan
terkejut.