Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 180 - MULAI BERTINDAK


__ADS_3

"Apa di sini tempatnya?" tanya Ren.


"Ya." kata Reyna melihat video di Hp Reyna, dimana Rayna masuk ke gedung dan di kasih obat bius.


"Apa kita langsung masuk saja ke dalam? Aku ingin menghabisi orang itu sekarang juga." kata Calvin menahan amarah. Calvin sudah merasa tidak sabar ingin memukul orang yang telah menculik Rayna.


"Tunggu sebentar lagi. Ren bagaimana dengan yang aku suruh?" tanya Reyna ke Ren.


"Mereka sudah ada di posisi mereka masing-masing. Hanya tinggal tunggu kode dari kita, baru mereka beraksi." kata Ren dengan senyum.


Reyna tersenyum ke Ren karena Ren sangat cepat bertindak. "Thank you Ren." kata Reyna dengan senyum.


"Aku menantikan hadiah darimu." kata Ren dengan senyum.


"Tentu saja Ren. Tapi jika kau menyuruh aku pas waktu itu lagi jangan harap aku akan kena untuk yang ke dua kalinya." kata Reyna dengan santai sambil melambaikan tangan.


Ren      : "......"


Ren terdiam. Karena Ren masih ingin memeluk Reyna pas dia tidur. Entah kenapa setiap kali Ren mencium bau tubuh Reyna atau memeluknya saat tidur walaupun hanya sebentar, Ren selalu bisa tidur nyenyak dan nyaman.


'Sepertinya aku harus cari cara lain supaya aku bisa tidur dengan Rey. Walaupun aku sudah berjanji tidak akan menyentuhnya tapi tetap saja Rey tidak mau.' batin Ren.


"Bagaimana cara kita masuk ke dalam? Tidak mungkin kita langsung terbos masuk kan?" tanya Calvin melihat Reyna dan Ren diam saja.


"Kita akan bertindak dengan perlahan. Dan juga.... Dari tadi juga mereka sudah bertindak." kata Reyna dengan santai.


"Bertindak? Siapa yang bertindak? Kenapa aku tidak melihat seorang sedikitpun yang masuk ke dalam gedung?" tanya Calvin bertubi-tubi dengan terkejut. Dia tidak tau kalau sudah ada yang bertindak.


"Kita hanya santai saja di sini, sampai mereka memberikan kode." kata Reyna.


"Siapa yang kalian suruh?" tanya Calvin.


"Pengawal Ren." jawab Reyna datar.


Calvin melihat  Ren hanya diam saja melihat ke depan yang agak jauh di mana gedung yang Rayna diculik.


***


"Apa orangnya masih belum datang, Tuan?" tanya pengawal.


"Dia tidak membalas atau membacanya. Atau mungkin dia tidak perduli pada Istrinya lagi?" tanya orang bertopeng.


"Apa Tuan tidak coba telpon saja?" tanya pengawal.

__ADS_1


"Aku tidak punya alat pengubah suara." jawab orang bertopeng.


"Apa perlu saya yang bicara dengannya?" tanya pengawal.


"Hm... Aku coba kasih tau sama dia lagi. Jika masih tidak ada jawaban maka, kau yang menelponnya." kata orang bertopeng.


"Silakan Tuan. Terserah pada Tuan saja. Saya hanya bisa menurut." kata Pengawal.


Orang bertopeng itu langsung mencoba kasih pesan sama suami Rayna.


Orang bertopeng dan pengawalnya tidak tau kalau nomor yang mereka kirim itu adalah nomor Reyna bukan Calvin. Jika itu nomor Calvin, maka Calvin sudah dari tadi membalas dan langsung masuk kedalam gedung untuk menyelamatkan Rayna.


Orang bertopeng dan pengawal juga semua penjaga di gedung tersebut tidak tau kalau Reyna dan Ren sudah mulai bertindak. Ren menyuruh beberapa pengawalnya untuk melenyapkan penjaga di gedung mereka berada supaya Reyna dan yang lain hanya tinggal pergi menemui Bos dan menyelamatkan Rayna saja.


***


Drrttt... Drrtt....


Reyna melihat Hp nya bergetar langsung melihatnya di notifikasi. Reyna tersenyum kecil melihat Bos yang menculik Rayna memberikan pesan padanya. Bos itu berkata kalau dia tidak datang dalam 30 menit, maka Rayna akan di bunuh nya.


'Di bunuh? Aku rasa yang akan di bunuh itu kau. Aku rasa sebentar lagi kau akan menghadap sama pencipta karena telah membuat bermusuhan keluarga Richelle.' batin Reyna dengan senyum kecil.


"Kenapa Rey? Apa Bos itu ada chatting dengan mu?" tanya Ren melihat Reyna melihat Hp-nya.


"Benarkah? Apa katanya Reyna? Apa Rayna masih hidup? Rayna baik-baik saja kan?" tanya Calvin mendengar Ren kalau Reyna menerima chatting dari Bos yang menculik Rayna.


"Aku pikir dari Bos itu. Kapan kita harus menunggu lagi?" tanya Calvin melihat jam sudah lama mereka berada di mobil.


"Bagaimana Ren?" tanya Reyna ke Ren.


PING


Ren langsung melihat Hp-nya melihat ada pesan dari pengawalnya kalau pengawal musuh sudah di basmi.


"Kebetulan. Katanya musuh kita sudah di basmi. Apa kita bertindak sekarang Rey? Kita bisa pergi ke gedung itu sekarang." kata Ren membaca pesan dari pengawalnya.


"Bagus. Tepat waktunya. Kita keluar sekarang dan masuk ke area musuh kita." kata Reyna langsung turun dari mobil.


"Apa maksud kau dengan di basmi? Jangan bilang kalau kau menyuruh pengawal mu membunuh mereka semua?" tanya Calvin dengan terkejut mendengar Ren mengatakan di basmi.


"Maksudnya di buat pingsan atau di buat babak belur. Mereka tidak mati." jawab Ren datar.


Reyna hanya diam dan langsung menuju gedung dan masuk ke dalam. Ren dan Calvin langsung ikut Reyna masuk ke dalam gedung.

__ADS_1


"Di lantai berapa Ren?" tanya Reyna naik tangga ke lantai 2.


"Lantai 5. Lantai paling atas." jawab Ren.


"Apa kau yakin mereka tidak akan mengetahui keberadaan kita?" tanya Calvin.


"Tentu saja. Aku rasa nanti kita naik ke lantai 3, kau bisa melihat banyak orang yang tergeletak dilantai sambil tidur nyenyak." kata Ren dengan santai.


"Tidur nyenyak?" gumam Calvin dengan bingung.


Tiba di lantai 3. Calvin terkejut melihat di lantai 3, benar yang di katakan oleh Ren kalau banyak orang yang tergeletak di lantai, mereka juga tidur di lantai. Tapi tidak benar 100%. Orang di lantai bukan tidur tapi pingsan karena di pukul oleh pengawal yang di suruh oleh Ren.


'*Ap*a di sini terjadi pesta besar? Kenapa semua lelaki pada buka bajunya dan pingsan di lantai dan di meja banyak bir dan minuman keras lain? Ini seperti mereka sedang berpesta meriah?'  batin Calvin melihat semua lelaki pada telanjang bajunya semua dan banyak bir dan minuman keras di meja yang hampir semua minuman keras.


"Apa semuanya pengawal mu yang pukul Ren?" tanya Calvin.


"Tidak semua di pukul. Karena ada yang mabuk berat jadi aku menyuruh pengawal aku kasih obat tidur saja di minuman mereka." kata Ren dengan datar.


"Obat tidur? Sejak kapan pengawal kau kasih obat tidur pada mereka?" tanya Calvin. Calvin merasa tidak mungkin pas mereka datang ke gedung ini mereka sudah kasih obat tidur.


"3 jam yang lalu. Pengawal aku sudah ada di sini 3 jam yang lalu. Bahkan aku sudah menyuruh mereka untuk berpura-pura jadi kawan mereka supaya mereka tidak curiga." kata Ren.


Calvin terbelalak mendengar perkataan Ren.


'3 jam yang lalu. Itu berarti pas kita masih di apartemen Reyna. Pengawal Ren sudah beraksi duluan.'


'Mereka cepat sekali bertindak dan membuat semua pengawal ini habis dalam 3 jam.' batin Calvin.


"Kenapa kalian pada diam saja di sini? Apa kalian ingin menikmati melihat tubuh mereka?" tanya Reyna melihat Ren dan Calvin hanya diam melihat orang pingsan di lantai.


"Tidak! Kami jijik melihatnya." kata Ren dan Calvin dengan serempak.


Reyna, Ren dan Calvin sudah berada di lantai 5. Di lantai 5 ada 2 ruangan saja.


"Tuan muda." kata seorang Pria mendekati Reyna dan yang lain.


"Bagaimana dengan Bos mereka?" tanya Ren.


"Mereka tidak ada di ruangan ini. Sepertinya mereka ada di ruangan satu lagi." kata Pria tersebut.


"Ok. Bagaimana Rey? Apa kita dobrak saja pintunya?" tanya Ren ke Reyna.


"Kita ikuti saja dulu permainan mereka. Aku ingin lihat bagaimana reaksi mereka." kata Reyna dengan senyum tipis.

__ADS_1


T.B.C


Jangan lupa comment dan likenya ya. ☺️☺️☺️💕💕💕


__ADS_2