
“Jadi, apa kau memaafkan aku?” tanya Ren.
“Tidak! Kau pulang saja ke apartemen mu. Aku tidak mau melihatmu!” teriak Reyna yang masih marah.
Ren terkejut mendengar Reyna tidak mau memaafkannya. Apa lagi waktu itu adalah salahnya sendiri karena tidak tanya pada Reyna.
“Waa…. Jangan begini dong… Aku tidak mau berpisah darimu…..” kata Ren berteriak seperti anak kecil.
“Jangan coba mendekat atau aku beneran mencincang mu.” kata Reyna menatap tajam Ren.
Ren langsung menciut melihat Reyna marah padanya. Ren seperti tidak mau berpisah dengan Reyna. Walaupun besok bisa ketemu lagi, Ren tidak tetap tidak mau, karena Ren tidak akan tidur nyenyak jika Reyna masih marah padanya.
“Kalau begitu Ren, kau pulang saja sama Papa. Besok baru ke sini, bagaimana?” tanya Aizen melihat Reyna marah pada putranya.
“Aku tidak mau….” Teriak Ren merasa tidak ingin berpisah dengan Reyna. Ren tanpa takut apapun langsung mendekati Reyna langsung memeluknya dengan erat tidak mau berpisah dengannya.
“Lepaskan aku Ren.” kata Reyna melihat Ren memeluknya dan tidak mau melepaskannya.
“Tidak!” tegas Ren dan semakin erat memeluk Reyna.
“Haha… Tidak di ragukan lagi kalau kau adalah anak kandung Aizen. Kau sangat mirip dengan Aizen. Gen mu beneran turun pada Aizen.” kata Edgar tertawa melihat kelakuan Ren pada Reyna.
“Apa uncle bisa berhenti tertawa.” kata Aizen.
“Kenapa? Apa kau malu melihat anak mu seperti itu pada pacarnya? Bukankah dia sangat mirip denganmi. Bahkan kau juga seperti itu waktu kau masih pacaran sama Hana.” kata Edgar tersenyum.
“Apa benar Kakek?” tanya Reyna.
“Ya, mereka berdua sangat mirip bahkan gen mereka juga sama persis. Kakek jngat waktu itu dia juga pernah meninggalkan Hana hanya karena Hana tidak memberitahunya kalau dia pergi ke taman belakang café, tapi Aizen malah pergi naik mobil mencari Hana dan meninggalkan Hana di café.” kata Edgar.
Reyna : “……”
Ren : “……”
Calvin : “…!!!”
Aizen : “…!!!!”
Aizen membuka matanya lebar lebar karena mendengar perkataan Edgar. Bisa-bisanya dia mengatakan hal yang tidak ingin di dengarnya, terlebih lagi malah di bilang di depan anak anak pula lagi.
Reyna langsung melihat ke Aizen yang masih terkejut dan melihat ke Edgar.
“Uncle… Apa yang Uncle katakan??” teriak Aizen dengan terkejut.
“Apa? Bukankah itu memang benar?” tanya Edgar.
__ADS_1
“Sudah cukup Uncle. Jangan bilang sesuatu seperti ini lagi…” kata Aizen memohon ke Edgar untuk tidak bicara yang membuatnya malu.
“Sepertinya Gen burukmu turun dari papa mu, Ren.” kata Reyna.
“Bukankah itu bagus. Itu artinya aku memang anak kandungnya. Dan lagi aku tidak ingin melepaskanmu sedetik pun. Aku ingin tinggal di sini bersama mu. Apakah boleh?” tanya Ren dengan senyum mencium pipi Reyna.
“Jangan harap bisa.” kata Reyna dingin dengan penuh tekanan.
“Kenapa kau begitu dingin pada ku Rey?” tanya Ren.
“Apa aku terlihat dingin padamu?” tanya Reyna balik.
Ren melihat Reyna seperti tidak ingin menjawab langsung menghela nafasnya dan semakin erat memeluk Reyna dan menundukkan kepalanya di bahu Reyna.
Sudah agak lama Ren langsung menegakkan kepalanya melihat muka Reyna, setelah melihat muka Reyna, Ren sudah tidak tahan langsung mencium pipi Reyna dengan lembut.
“Apa kau bisa berhenti mencium ku?” tanya Reyna.
“Tidak! Tidak akan pernah berhenti. Juga itu salah mu sendiri karena muka mu itu sangat imut dan gemes sampai aku tidak tahan untuk tidak menciummu.” jawab Ren yang penuh kata gombal. Ren langsung mencium pipi Reyna berkali-kali sampai puas.
Ren tidak memperdulikan di sekitarnya yang sedang bermesra dengan Reyna. Sedangkan 3 orang yang sudah menikah melihat adegan di depan mereka membuat mereka bertiga risih.
Karena mereka bertiga sudah menikah, jadi mereka seperti tidak tahan melihat adegan di depan mereka seperti ingin melakukan hal itu pada istri mereka masing-masing.
“Jika papa iri, papa pulang saja ke rumah dan melakukannya pada mama.” kata Ren.
Aizen terdiam mendengar perkataan Ren. Sedangkan Edgar tersenyum mendengar perkataan Ren.
"Kau pulang saja Ren dengan Om Aizen. Aku sudah mau istirahat." kata Reyna.
"Apa aku boleh tidur di sini?" tanya Ren.
"Apa kau sering tidur di sini Ren?" tanya Aizen. Entah kenapa Aizen merasa kalau Ren sering tidur di apartemen Reyna.
"Ya." jawab Ren Jujur.
"Dimana kau tidur? Tidak mungkin kau tidur di kamar Uncle Edgar kan?" tanya Aizen.
"Aku tidur di kamar Rey, Pa." jawab Ren dengan jujur dan tidak mau berbohong.
Toh jika berbohong pun pasti suatu saat juga akan ketahuan sama Aizen.
"Apa??? Jangan bilang kalau kau tidur di satu kasur?!" teriak Aizen menatap tajam Ren.
"Kalau soal itu jangan khawatir karena aku tidur beda kasur Dengan Rey." kata Ren dengan santai.
__ADS_1
"Apa benar Reyna?" tanya Aizen ke Reyna.
"Benar Om. Walaupun dia berani tidur di samping aku, yang ada aku akan menghukumnya." kata Reyna.
"Bagaimana kau menghukum nya?" tanya Edgar sepertinya penasaran.
"Sangat gampang. Pas Ren tidur pulas, aku ikat tubuhnya dan memasukkan ke selimut dan ikat lagi di luar. Bahkan aku juga menutup mulutnya yang tidak bisa diam di malam hari." kata Reyna dengan santai membocorkan waktu Dia pertama kali menginap di apartemen Ren.
Ren waktu itu ingin tidur bersama Reyna, tapi yang ada Ren Kena hukum sama Reyna.
Semua orang di sana terkejut, apa lagi Ren lebih terkejut dari pada yang lain karena dengan beraninya Reyna bilang kalau Ren kena hukum sama Reyna karena berani ingin tidur bersama nya.
"Reyyy... Jangan kau membocorkan nya...." teriak Ren dengan panik.
"Memangnya kenapa? Apa lagi aku juga pernah membalasnya dengan memberikan cabe setan di bekal siangnya. Tapi sayangnya Ren malah makan habis dan tidak merasa kalau hukuman aku ini malah membuatnya senang." kata Reyna.
"Jika Dia berani tidur dengan ku lagi malam ini, maka aku akan membawanya keatas gedung supaya dia tidur sendiri." lanjut Reyna.
"Sepertinya kau harus bersabar dengan Reyna, Ren." kata Aizen ke Ren.
Ren sudah tidak bisa berkata apapun lagi karena Reyna sudah membocorkan semuanya.
"Ya sudah. Kalau kau tidak mau pulang itu terserah padamu. Papa pulang duluan. Uncle, aku pulang duluan karena kasihan melihat Hana pasti menunggu aku pulang." kata Aizen.
"Baik Pa. Hati hati." kata Ren.
"Ya. Terima kasih telah menolong aku Aizen. Aku pasti akan membalas Budi mu." kata Edgar.
Setelah itu Aizen langsung pulang ke rumah karena Hana menunggunya pulang.
"Ren, kau pulang saja. Aku sudah mengantuk dan mau pergi tidur." kata Reyna langsung ke kamar.
"Aku tidak mau pulang. Aku mau tidur di sini." kata Ren dengan cepat.
"Terserah kau saja, jika kau masih mengganggu aku tidur, maka kau jangan harap bisa tidur di sini lagi." kata Reyna langsung pergi ke kamar dan di ikuti oleh Ren.
"Cal, kau juga pergi istirahat. Besok kau kerja kan, tidak baik jika kau tidur terlalu malam." kata Edgar langsung ke kamarnya tidur.
"Baik kek. Selamat malam Kek." kata Calvin langsung pergi ke kamar.
Calvin langsung mencuci muka dan gosok Gigi dan pergi tidur.
"Akh.. Aku lupa tanya apa hubungan kakek sama Tuan Aizen. Besok saja aku tanya dama kakek." kata Calvin merasa penasaran kenapa Aizen ingin menolong kakeknya.
T.B.C
__ADS_1