Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 277 - REN SEMBUH DARI TRAUMA


__ADS_3

Seminggu Ren menginap di ruamh sakit. Ren sudah membaik semenjak Hana menjaga Ren.


Pernah Hana tidak sengaja salah membawa sendok besi membuat Ren ketakutan. Untung saja Hana dengan cepat menenangkan Ren.


Ren sudah tidak begitu takut dengan benda besi karena Hana sudah berkali-kali menenangkan Ren dan berkata kalau itu tidak bahaya.


Walaupun Ren masih trauma melihat orang lain membawa barang besi langsung melempar barang apapun ke orang itu.


Di Mansion Aizen.


"Ma, apa aku boleh ke kamar?" tanya Ren dengan datar.


"Kau mau apa ke kamar? Kita harus makan malam, Ren." kata Hana.


"Pergi lah, Ren. Tapi mama memanggil mu makan, kau harus langsung ke bawah makan. Mengerti?" kata Aizen mengcela kata Hana.


"Hm..." Ren hanya mengganguk saja dan langsung ke kamarnya.


"Aizen..." Hana seperti ingin protes pada Aizen.


"Tenang. Apa kau ingin melihat Ren memberontak melihat Bibi dan yang lain membuat makanan?" tanya Aizen dengan pelan.


"Ah... Maaf...." Hana baru sadar kalau menyuruh Ren menunggu makan malam di bawah sudah pasti dia akan memberontak.


"Tidak apa. Aku pergi mandi dulu. Lain kali hati-hati setiap menyuruh Ren." kata Aizen langsung ke kamar pergi mandi.


Setelah beberapa saat akhirnya Hana telah siap membuat makan malam. Hana dengan cepat memanggil Ren dan Aizen untuk makan.


Aizen dan Ren langsung turun makan malam. Ren melihat piring yang di berikan Hana besi membuat Hana terkejut.


Hana lupa kalau Ren takut besi dengan cepat ingin menggantikan nya dengan piring pasltik tapi Ren menerima piring yang di berikan Hana.


Hana dan Aizen terkejut melihat Ren menerima piring itu. Ren bahkan makan dengan sendok dan garpu besi. Mungkin Ren masih menerima jika itu dari Hana maupun Aizen.


Hana dan Aizen saling pandang satu sama lain. Setelah itu mereka tersenyum dan makan bersama karena sudah seminggu lebih mereka tidak makan keluarga karena Ren masih di rumah sakit.


Trauma Ren masih ada bahkan sampai mimpinya. Setiap malam Ren selalu terbangun dan langsung duduk di kasur sambil memegang kakinya.


Setiap malam Ren tidak bisa tidur, setiap 1 atau 2 jam Ren selalu terbangun karena mimpi buruknya. Setiap malam, Ren selalu bermimpi hal itu sampai terbangun terus.


Akhirnya Hiroshi memberikan saran untuk berikan obat tidur untuk Ren supaya bisa tidur. Walaupun tidur di konsumsi obat tidur, Ren paling lama tidur 6 atau 7 jam.


---- Masa Kini ----

__ADS_1


Ren yang menceritakan semua sampai dirinya mengantuk dan langsung menutup matanya. Ren tidak melepaskan tangan Reyna karena Ren memegang dengan erat.


"Aku tidak menyangka kalau kau mengalami hal itu waktu kecil." gumam Reyna dengan pelan melihat Ren sudah tidur.


Reyna dengan pelan melepaskan tangan Ren. Reyna mengganti nya dengan gulingnya supaya Ren tidak bangun. Reyna keluar kamar dan langsung ke bawah.


"Rey, apa Ren sudah tidur?" tanya Rayna melihat Reyna sudah turun membuat Calvin dan Hana langsung menoleh.


"Sudah. Sepertinya dia sangat lelah." kata Reyna.


"Apa Ren beneran sudah tidur?" tanya Hana dan Reyna hanya mengangguk menjawab.


"Syukurlah. Aku pikir dia tidak mau makan obatnya." kata Hana.


"Obat? Ren tidak makan obat Tante." kata Reyna membuat Hana terkejut dan melihat ke Reyna.


"Benarkah?" tanya Hana dengan tidak percaya.


"Ya. Aku hanya duduk di sampingnya sampai Ren tidur baru aku keluar." kata Reyna dengan jujur.


"Tante tidak percaya kalau Ren bisa tidur nyenyak. Tante coba pergi lihat dulu." kata Hana langsung berdiri melihat Ren.


"Masuk ke kamar aku saja tante. Ren sekarang tidur di kamar ku. " kata Reyna. Hana hanya mengangguk dan langsung naik.


"Katanya karena kamarku lebih dekat." kata Reyna dengan datar.


"Hah? Bukankah kamarnya hanya di samping mu saja? Kenapa di bilang lebih dekat?" Calvin bingung.


"Paling cuma hanya alasan saja. Dia dari awal memang ingin tidur di kamar ku." kata Reyna dengan santai. Calvin hanya mengangguk saja.


Reyna, Rayna dan Calvin berbincang-bincang sampai tidak tahu waktu sudah menjelang malam. Aizen dan Gale baru saja balik dari kantor.


"Hm? Ren kemana? Tumben dia tidak bersama kalian." kaa Aizen tidak melihat Ren.


"Ren sedang tidur, Om."


"Tidur? sudah malam begini masih tidur?" tanya Aizen melihat jam sudah pukul 7 lewat.


"Ren tidak tidur semalaman. Jadi dia baru tidur tadi pagi. Apa Om tidak melihatnya tadi pagi?" tanya Calvin.


"Tidak. Kami tadi berbincang di ruang kerja dan keluar lewat belakang, karena takut ada yang terbangun." jawab Aizen.


Aizen menghelanafasnya karena trauma Ren masih belum sambuh sampai sekarang.

__ADS_1


"Ren tidur jam berapa?"


"Jam 11. Ren sekarang tidur di kamar." jawab Reyna.


"Hah? Berarti Ren udah tidur hampir 8 jam." Aizen terkejut mendengar Ren bisa tidur sangat lama.


"Apa kita tidak bangunkan Ren saja. Ini sudah waktu makan malam." kata Rayna.


"Biar aku pergi bangunkan dia saja." Reyna langsung berdiri dan pergi membangunkan Ren.


"Kenapa Om?" tanya Calvin melihat Aizen terkejut.


"Apa benar Ren tidur jam 11 pagi?" tanya Aizen dengan pelan. Aizen emrasa seperti telinganya salah dengar.


"Ren ke kamar jam 10 lewat bersama Reyna. Tapi kita tidak tahu apa yang mereka lakukan di kamar. Jam 11 lewat Reyna turun ke bawah dan bilang kalau Ren sudah tidur." jelas Calvin.


Aizen mendengar penjelasan Calvin langsung pergi mencari Hana dan menanyakan hal tersebut.


"Hana." Aizen mencarai Hana di dapur.


"Aizen. Kau sudah pulang." Hana sedang memasak bersama Siska dan bibi.


"Apa kita bisa bicara sebantar. Ada yang ingin aku tanyakan." pinta Aizen.


Hana langsung berhenti memasak dan melihat ke Aizen. Hana tahu kalau Aizen pasti menanyakan tentang Ren. Hana langsung berhenti memasak dan bicara berdua dengan Aizen di tempat sepi.


"Apa benar Ren tidur dari pagi sampai sekarang masih belum bangun?" tanya Aizen langsung ke inti.


"Ya. Awalnya aku kaget mendengar Ren sudah tidur tanpa makan obat tidur. Jadi aku memastikan ke kamar melihat Ren. Ternyata Ren beneran tidur di kasur." jelas Hana dengan senyum.


"Ren tidak bangun sama sekali?" tanya Aizen.


"Ya. Bahkan aku tadi masuk pertama kali ingin membangunkan Ren tapi Ren tidak bangun. Jadi sekitar 2 atau 3 jam seskali aku pergi memeriksa kamar. Ren beneran tidur dengan nyenyak." kata Hana.


"Aku sudah tidak pernah melihat Ren tidur sepulas itu semenjak dia mulai trauma." kata Hana sudah mulai menangis.


"Bukankah ini adalah hal baik. Itu berarti Ren... Putra kita sudah sembuh dari traumanya." kata Aizen juga senang karena Ren sudah sembuh dari penyakit traumanya selama 15 tahun.


"Ya. Aku sebagai seorang Mamanya sangat senang karena putra kita tidak usah memakan obat lagi." kata Hana dengan senang sambil memeluk Aizen.


Aizen dan Hana sangat senang karena akhirnya Ren sembuh dari traumanya. Mereka sebagai orang tua sangat senang.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2