Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 54 – HARI SIAL


__ADS_3

“Memangnya kau tau kemana Reyna pergi?” tanya Ren.


“Dia bersama dengan temannya pergi ke toko baju.” jawab Andrew.


“Reyna pergi bersama dengan temannya?” tanya Ren dengan terkejut.


“Iya. sekarang kita pergi ke toko baju wanita.” kata Andrew.


‘Kalau Rey pergi bersama dengan temannya aku tidak bisa memeluk atau mencium mukanya yang imut itu didepan temannya.’ batin Ren dengan melas.


“Kenapa Ren? Apa kau tidak mau bertemu dengan Reyna?” tanya Kai melihat Ren hanya diam saja.


“Ya. Kita pergi sekarang.” kata Ren yang melemas.


“Kenapa dengan Ren?” tanya Kai.


“Mungkin dia terkejut karena Reyna pergi dengan temannya.” kata Andrew dengan senyum.


“Memang apa hubungannya?”


“Apa kau lupa kalau Reyna memperingati kita untuk tidak memberitahukan siapapun tentang hubungannya dengan Ren?”


“Tau, terus apa hubungannya dengan Ren yang tidak ada tenaga itu?”


“Itu karena Ren pasti ingin memeluk dan manja saat bertemu dengan Reyna. Jika ada teman Reyna pasti Ren tidak bisa melakukan hal itu dong.”


“Berarti hari ini nasib Ren tidak bisa berduaan dengan Reyna.” kata Kai menahan tawanya.


“Benar sekali.” kata Andrew.


***


“Reyna, baju ini terlalu mahal. Aku tidak cocok memakai baju ini.” kata Yuna melihat baju yang dikenangkannya.


“Itu cocok denganmu Yuna. Aku yakin semua pria pasti terpesona dengan penampilanmu.” kata Reyna.


“Mendingan cari baju yang lain saja ya. Aku tidak mau memakai baju yang mahal seperti ini. Aku juga tidak mau kau yang membayar semua baju aku.” kata Yuna tidak ingin Reyna membeli semua baju untuknya.


“Tidak. Kau tidak boleh menolak. Baju yang aku pilih juga tidak mahal.” kata Reyna dengan tegas.


‘Aku melakukan ini untukmu supaya semua orang tau kalau kau itu tidak seperti yang dulu.’ batin Reyna.


“Sekarang kau coba lagi baju yang aku pilih ini.” kata Reyna mengasih beberapa baju ke Yuna.


“Tapi… ini sangat banyak Reyna.” kata Yuna melihat banyak baju yang harus dicobanya.


“Ganti saja sekarang.” kata Reyna dengan tegas mengantar Yuna keruang ganti.


Yuna mau tidak mau mengganti baju yang diberikan Reyna.

__ADS_1


Setelah 30 menit Yuna ganti baju yang dipilih oleh Reyna membuatnya lelah.


“Ini, Minumlah. Kau capek kan?” kata Reyna mengasih minum dingin ke Yuna.


“Makasih, Reyna.” jawab Yuna dan meminum dingin itu dan membuatnya terasa lega.


“Setelah ini kita pergi ketempat lain.” kata Reyna membuat Yuna tersedak minumnya.


“Uhuk… Uhuk….” Yuna memukul dadanya dengan pelan karena tersedak.


“Kau tidak apa?” tanya Reyna mengelus punggung Yuna.


“Tidak apa. Kau tadi bilang apa Reyna? Apa setelah ini kita pergi ketempat lain lagi?” tanya Yuna merasa salah dengar apa yang dibilang Reyna.


“Ya. Setelah ini kita pergi lagi ketemapt selanjutnya.” kata Reyna.


“Apa yang mau kau beli lagi Reyna? Jangan bilang kau ingin membeli untuk aku lagi?” tanya Yuna terkejut Reyna masih ingin pergi ketempat lain lagi.


“Nanti aku akan tau Yuna.” kata Reyna dengan senyum.


“Jangan Reyna. Aku tidak mau kau membelikan aku baju lagi, ini baju yang kau kasih sudah sangat banyak.” kata Yuna tidak enak dengan Reyna ingin membelinya baju lagi.


Reyna hanya tersenyum melihat Yuna  tidak enak menerima barang yang dikasihnya.


“Jangan sungkan. Aku melakukannya karena aku suka.” kata Reyna dengan senyum.


Reyna dan Yuna langsung keluar dari toko baju. Sedangkan Ren dan yang lain baru masuk ke dalam toko baju wanita mencari Reyna.


“Baiklah.”


Ren melihat sekeliling mencari Reyna. Sedangkan Andrew hanya menggeleng kepalanya melihat kelakuan Ren.


“Gimana? Apa Reyna ada masuk kedalam?” tanya Andrew ke Kai.


“Mereka baru saja keluar dari toko ini 5 menit yang lalu.” jawab Kai dengan datar.


“WHATT!! Kau jangan bercanda dengan aku Kai!” teriak Ren mendengar kata Kai kalau Reyna baru saja keluar dari toko baju.


“Benar Ren. Mereka berdua baru saja keluar.” kata Kai dengan pasti.


“Apa kau ada tanya mereka pergi kemana?” tanya Andrew.


“Sepertinya mereka pergi ke toko make up.” jawab Kai.


Ren mendengar Reyna pergi ke toko make up langsung saja pergi meninggalkan Kai dan Andrew.


“Ren! Tunggu, jangan pergi cepat-cepat! Andrew kita pergi.” teriak Kai melihat Ren pergi meninggalkan mereka berdua. Andrew hanya senyum tipis melihat kelakukan Ren.


Ren langsung menyusul Reyna. Disaat baru saja tidak jauh dari toko baju Ren mendengar suara familiar yang memanggil namanya.

__ADS_1


Ren langsung mencari sumber suara itu Ren langsung wajah dingin melihat orang yang memanggilnya.


“Ren, kebetulan benar kau ada dimall?” kata Cecilia dengan senyum secara kebetulan bertemu dengan Ren.


“Kau disini dengan siapa?” tanya Cecilia.


“Memang apa urusannya denganmu?” kata Ren dengan dingin.


‘Kenapa aku malah bertemu dengannya? Hari ini aku benar sial.’ batin Ren dengan kesal.


“Kenapa kau dingin seperti itu dengan aku? Memangnya aku ada salah apa?” kata Cecilia merasa sedih.


Ren memutar bola matanya malas mendengar kata Cecilia yang penuh kebohongan dan aktingnya itu.


Ren meninggalkan Cecilia dan ingin mengejar Reyna. Baru 3 langkah Cecilia langsung memegang tangannya.


“Tunggu Ren. Kenapa kau pergi begitu saja?” kata Cecilia memegang tangan Ren dengan erat.


“Jangan memegang tangan aku!” bentak Ren langsung menghempas tangan Cecilia sampai terjatuh.


Cecilia dengan sengaja berbuat seperti itu supaya Ren mau membantunya.


“Ren, kenapa kau berbuat seperti ini kepada aku?” kata Cecilia dengan wajah sedihnya.


Ren hanya diam saja tidak memperdulikan Cecilia dan menaruh kedua tangannya di sakunya. Ren tau kalau Cecilia hanya ingin mendapat perhatiannya.


“Kau bukan anak kecil lagi, kenapa aku harus membantumu?” kata Ren dengan dingin.


“Ren! Kau terlalu cepat. Apa tidak bisa jalan pelan sedikit?” kata Kai yang mengatur nafasnya karena baru berlari.


“Karena kalian sangat lambat.” kata Ren dengan dingin.


“Kau kenapa Ren?” tanya Andrew melihat Ren sangat dingin.


Ren tidak menjawab hanya memandang ke arah lain.


“Kenapa kau duduk dilantai?” tanya Kai melihat Cecilia duduk dilantai.


Cecilia terkejut tiba-tiba Kai datang disaat yang tidak tepat karena ingin mendapatkan perhatian dari Ren.


“Kau tidak apa?” tanya Andrew melihat Cecilia dilantai dan membantunya berdiri.


“Ti-tidak apa.” jawab Cecilia.


“Ren, apa kau tidak bisa lembut terhadap wanita?” tanya Serena ke Ren.


“Apa yang terjadi Ren?” tanya Kai.


“Kau tanya saja padanya.” jawab Ren dengan dingin tanpa memperdulikan Cecilia.

__ADS_1


‘Kenapa dengan Ren? Sepertinya dalam bad mood benar?’ batin Kai dengan heran.


‘Ren kenapa? Bukannya mau mengejar Reyna malah bicara dengan orang lain.’ batin Andrew.


__ADS_2