
“Um….” Yuna membuka matanya perlahan.
“Akhirnya bangun juga.” kata lelaki melihat Yuna terbangun.
Yuna mendengar suara laki-laki langsung membuka mata dengan lebar melihat tangan dan kakinya terikat. Yuna melihat lelaki menatapnya dengan seram membuat Yuna ketakutan.
'Si-siapa dia? Ini dimana?’ batin Yuna melihat sekeliling dia hanya berada di ruangan yang tidak ada apa-apa.
“Apa mereka sudah bangun?” tanya seorang pria yang baru masuk ke dalam ruangan.
“Sudah bos.” jawab Lelaki.
“Malam, nona Yuna. Sepertinya anda sangat sehat.” kata pria ke Yuna.
Yuna terkejut melihat seseorang masuk ke ruangan adalah orang yang dia kenal.
***
“Ren, apa benar ini jalannya?” tanya Kai.
“Ya. Lurus lagi kedepan nanti belok ke kanan.” kata Ren yang masih melihat letak lokasi Reyna.
“Kai, apa tidak bisa lebih cepat!” teriak Ren yang gelisah dan ketakutan terjadi sesuatu dengan Reyna.
“Ini sudah cepat Ren.” kata Kai yang menyetir dengan cepat.
“Apa kita tidak menghubungi Andrew?” tanya Kai.
“Tidak usah. Aku sudah menghubungi pengawal aku untuk bantu kita. Mereka sudah dijalan.” Jawab Ren yang masih fokus ke Hp nya.
“Reyna pasti akan baik-baik saja Ren.” kata Kai mencoba menenangkan Ren.
“Ya. Tapi aku merasa sesuatu yang buruk terjadi padanya.” kata Ren dengan cemas.
“Reyna pasti akan baik-baik saja. Bukankah kau pernah bilang dia bisa bela diri? Dia pasti bisa melindungi dirinya Ren.” kata Kai.
“Mendingan kau diam dan cepat jalan atau aku yang menyetir, Kai.” kata Ren dengan dingin.
Kai mendengar itu langsung terdiam dan mempercepat kecepatannya.
Ren mendengar kata Kai ada benarnya juga. Tapi dia merasa Reyna tidak baik-baik saja karena Reyna mengirimkan lokasi padanya tanpa bilang apa-apa membuatnya tidak tenang.
***
“Buka mulutnya.” perintah pria itu.
Lelaki itu langsung membuka mulut Yuna dengan agak kasar sampai Yuna kesakitan.
__ADS_1
“Ke-kenapa pak Dani disini?” tanya Yuna.
“Tentu saja untuk membalas dendam.” kata Dani dengan dingin.
“A-apa maksud pak Dani?” tanya Yuna dengan bingung.
“Karena papa nona saya jadi gelandang. Papa nona telah pecat saya di perusahaan karena menuduh saya mencuri uang perusahaan.” jawab Dani.
“Papa tidak mungkin melakukan hal itu tanpa menyelidikinya.” kata Yuna dengan tegas.
“Tentu saja awalnya dia sudah menyelidikinya karena tau pasti bukan aku yang melakukannya, sampai sudah ada bukti bahwa saya yang melakukannya. Dia langsung melapor ke polisi karena tanpa bilang apapun sama saya. Saya langsung dijeblos dipenjara dan tidak boleh bertemu dengannya. Bahkan setelah keluar dari penjara saya tidak bisa masuk ke perusahaan manapun.” kata Dani panjang lebar.
“Aku tidak percaya papa akan melakukan hal itu.” kata Yuna yang sudah mengeluarkan air matanya.
“Percaya atau tidak nona bisa tanya pada papa nona sendiri.” kata Dani dengan dingin.
“Sekarang saya hanya menunggu kedatangan papa anda untuk menjemput nona.” sambung Dani.
“Pa-papa mau datang menjemput aku?” tanya Yuna.
“Benar sekali, dia sedang dalam perjalanan kesini. Sebelum dia sampai sini bagaimana kalau kita bermain sebentar nona.” kata Dani dengan senyum licik melihat tubuh Yuna dari atas sampai bawah.
“A-apa yang mau pak Dani lakukan?” tanya Yuna yang gemetar melihat tatapan Dani melihat seluruh tubuhnya.
“Tenang saja, kita akan bermain dengan lembut.” kata Dani dengan senyum tipis langsung mendekati Yuna.
“Anda hanya pria tidak tau diri ingin melecehkan seorang gadis.” kata Reyna langsung membuka matanya melihat ke Dani.
“Oh, nona sudah sadar. Bagaimana keadaan nona sekarang?” kata Dani melihat Reyna
sudah sadar.
“Memangnya apa yang harus aku jawab?” tanya Reyna dengan datar.
“Hahaha… Nona sangat menarik. Biasanya seorang gadis yang diculik langsung berteriak atau ketakutan, tapi nona sama sekali tidak takut.” kata Dani tersenyum melihat Reyna.
“Kenapa aku harus takut dengan orang seperti kalian yang seperti anak kecil ingin menculik seorang gadis hanya karena ingin membalas dendam.” kata Reyna dengan senyum.
“Apa kau bilang!!” teriak Lelaki langsung mendekati Reyna dan menamparnya dengan kuat.
“Reyna!!” teriak Yuna melihat lelaki itu menampar Reyna dengan kuat.
“Bagaimana kalau kita bermain saja dengan mereka berdua.” saran teman lelaki itu.
“Aku tidak mau, kau lihat saja mukanya sudah jelek, mendingan aku dengan gadis itu saja.” kata Lelaki itu melihat ke Yuna dengan tatapan mesum.
“Coba saja kalau kalian berani. Kalian akan kena akibatnya mencoba melakukan itu pada kita.” kata Reyna dengan senyum.
__ADS_1
“Memangnya siapa yang bisa menyelamatkan kalian? Di sekitar lingkungan ini tidak ada orang, tidak ada yang akan menyelamatkan kalian.” kata Lelaki dengan senyum.
“Dari pada kalian bicara , kenapa kau tidak mencobanya sekarang.” saran Dani yang juga menatap Yuna dengan mesum membuat Yuna ketakutan.
“Baiklah. Biar aku lihat seberapa bagusnya tubuhmu itu.” kata Lelaki itu.
Lelaki itu mendekati Reyna dan mencoba membuka bajunya. Tiba-tiba terdengar suara keras yang mendobrak pintu dengan keras membuat mereka terkejut.
“Coba sedikit saja kau menyentuhnya! Kau akan kena hukuman dari neraka!!” kata Ren dengan dingin dan menyeramkan masuk kedalam.
“Si-siapa kau?” kata Dani dengan terkejut melihat Ren masuk langsung mendobrak pintu sampai rusak.
“Siapa aku bukan urusannya denganmu. Aku kasih tau sama kau jika kau menyentuhnya sedikit saja, maka aku akan membuat kau tau apa itu neraka.” kata Ren dengan dingin dan menyeramkan.
Semua yang berada disana langsung ketakutan melihat Ren menatap mereka dengan tajam dan menyeramkan.
“Tangkap mereka semua.” perintah Ren pada pengawal.
Pengawal itu langsung menangkap Dani dan yang lain. Dani memberontak tapi langsung dihajar sama pengawal karena melawan dan kalah dengan pengawal.
Ren langsung mendekati Reyna dan melihat keadaannya, sedangkan Kai melepaskan tali Yuna.
“Rey… Rey… Kau tidak apa?” tanya Ren menggerakkan tubuh Reyna dengan lembut.
“Kau terlambat Ren…” kata Reyna melihat Ren sudah datang.
“Maaf kalau aku terlambat.” kata Ren langsung melepaskan ikatan tangan dan kaki Reyna.
Setelah Ren melepaskan ikatannya, Ren melihat dengan teliti tubuh Reyna apakah ada yang terluka atau tidak. Ren melihat tangan Reyna sudah memar merah dan keluar darah, dan muka Reyna juga kena bekas tampar membuat Ren menahan emosinya. Ren langsung menatap tajam Dani dan yang lain membuat mereka ketakutan dengan tatapan Ren.
“Siapa yang berani menamparnya?” tanya Ren menahan emosi melihat bekas tamparan dipipi Reyna.
Semuanya terdiam dan ketakutan melihat kemarahan Ren.
“JAWAB!!!” teriak Ren yang tidak sabaran.
“A-aku…” kata Lelaki itu dengan terbata-bata.
Ren mendengar kata lelaki itu menampar Reyna langsung mendekatinya dan memukulnya
“Kau lelaki bajingan berani menyentuhnya.” kata Ren dengan marah besar memukulnya sampai babak belur sampai gigi didepannya copot dan keluar darah.
“Uhuk.. uhuk…” Lelaki itu hanya terdiam dan tidak bisa melawan karena Ren lebih kuat darinya.
“Sudah cukup Ren! Kita harus membawa Reyna dan temannya kerumah sakit.” kata Kai dengan cepat supaya Ren berhenti memukul lelaki itu.
Ren mendengar perkataan Kai langsung berhenti dan membawa Reyna ke rumah sakit. Ren juga menyuruh pengawalnya untuk mengurus mereka semua.
__ADS_1