
"Bagaimana keadaannya Rui?" tanya Reyna.
"Bos tidak apa, Nona. Dia hanya pingsan saja. Sekarang berbaring di kamar." kata Rui dengan sopan.
"Kenapa tiba-tiba ingin datang makan bersama ke sini? Apa Bos kau tidak bisa memberitahu beberapa hari lalu?" tanya Reyna.
"Saya juga tidak tahu nona. Bos tiba-tiba ingin mengajak Nona makan bersama dengannya." jawab Rui datar.
"Bagaimana reaksimu melihatnya?" tanya Reyna dengan senyum.
"Saya terkejut nona. Bahkan saya berpikir saya sedang bermimpi." kata Rui.
"Hahaha.... Aku rasa pas Bos kau bangun nanti, pasti dia berpikir kalau dia masih bermimpi melihat aku terbelah menjadi dua." kata Reyna dengan tertawa mengingat Riku membeku melihatnya ada 2.
"Duduk saja, kak. Kenapa malah berdiri di sana?" tanya Rayna mengambil minuman melihat Rui masih berdiri di depan Reyna.
Rui melihat ke Rayna dengan datar dan berpikir kalau Rui salah dengar apa yang di dengarnya. Rui langsung melihat ke Reyna yang sedang minum jus yang di bawa oleh Rayna.
"Duduk saja, Rui. Anggap saja di sini rumah sendiri." kata Reyna menyuruh Rui untuk duduk.
"Tapi Nona..." Rui merasa tidak enak untuk duduk di sofa.
"Duduk. Atau kau ingin aku memaksa mu." kata Reyna dengan datar melihat ke Rui yang masih berdiri.
Rui melihat ke Reyna hanya datar saja, sedangkan dari tadi Rayna juga menyuruhnya untuk duduk. Dengan agak ragu Rui akhirnya duduk di sofa dengan pelan.
"Kalau mau kue juga ada. Di makan saja jika ingin makan." kata Rayna mengasih beberapa kue bolu.
"Terima kasih Nona." kata Rui dengan senyum. Rui langsung saja mencobanya sedikit, langsung agak terkejut, Kue Bolu yang di kasih oleh Rayna sangat enak.
"Maaf, tadi saya memukul kakak sama Bos kakak." kata Rayna meminta maaf dan menundukkan kepalanya.
"Ti-tidak apa Nona. Jangan menundukkan kepala Nona pada saya. Dan juga itu juga salah saya dan Bos tidak bertanya dulu pada Nona." kata Rui dengan cepat menyuruh Rayna untuk mengangkat kepalanya.
"Sudah Ray. Tidak apa, Bahkan Rui juga sudah meminta maaf kan." kata Reyna menyuruh Rayna untuk duduk di sampingnya.
"Um... Tetap saja aku merasa tidak enak." kata Rayna dengan pelan.
"Di luar sepertinya ribut. Ada apa ya?" tanya Reyna mendengar di luar pintu ada suara ribut.
"Biar saya lihat dulu Nona." kata Rui langsung berdiri dan ke depan pintu.
__ADS_1
"Siapa kalian? Kenapa aku tidak boleh masuk?" tanya Calvin.
Calvin baru saja pulang dari kantor dan baru sampai depan lift langsung melihat ada 2 orang baju hitam di depan apartemennya.
"Maaf Tuan. Kami tidak bisa menjawab. Silakan Tuan datang lagi besok." kata salah satu pengawal.
"Kenapa aku harus pergi? Bukankah kalian yang harusnya pergi dari sini?" tanya Calvin yang tidak ingin pergi dan merasa sesuatu terjadi pada Rayna.
"Ada apa?" tanya Rui membuka pintu.
"Maaf Tuan. Lelaki ini memaksa ingin masuk ke dalam." kata pengawal ke Rui.
"Anda siapa? Ada perlu apa ke sini?" tanya Rui.
"Bukankah itu harusnya pertanyaan aku? Kalian itu siapa? Kenapa berdiri di depan rumah orang?" tanya Calvin.
"Jangan bilang terjadi sesuatu di dalam?" tanya Calvin lagi langsung merasa cemas dengan Rayna.
"Anda siapanya pemilik apartemen ini? Kenapa malah bilang ini rumah orang? Apa apartemen ini milik anda?" tanya Rui.
Calvin ingin menjawab, tiba-tiba Ren datang datang dari samping.
"Apa yang kalian lakukan di depan rumah orang?" tanya Ren mendekati Calvin.
"Tuan muda Ren? Kenapa cepat benar Tuan muda Ren kembali?" gumam Rui dengan terkejut melihat Ren sudah kembali.
"Bukankah kau pengawal pak tua itu? Kenapa kau ada di sini?" tanya Ren melihat Rui ada di apartemen Reyna.
"Pak tua?" gumam Rui dengan terkejut mendengar Ren memanggil Riku dengan sebutan pak tua.
"Minggir! Aku mau masuk." kata Ren dengan dingin langsung mendorong Rui ke samping dan masuk ke apartemen di ikuti oleh Calvin.
"I'm home, Honey. I miss you." kata Ren dengan senyum manis melihat Reyna duduk di sofa dan memeluknya, juga menciumnya dengan lembut.
"Cepat benar kau balik Ren? Bukankah kau banyak pekerjaan di kantor?" tanya Reyna dengan terkejut melihat Ren sudah balik kantor.
"Kak Calvin." kata Rayna melihat Calvin juga sudah balik bersama Ren. Rayna mendekati Calvin dan memeluknya.
"Syukurlah kau baik-baik saja Ray. Aku cemas dengan mu." kata Calvin membalas pelukan Rayna.
"Aku baik-baik saja kak." kata Rayna dengan senyum.
__ADS_1
"Apa terjadi sesuatu Rey?" tanya Ren melihat apartemennya seperti berantakan.
"Rayna berpikir ada maling yang datang ke sini. Jadi dia memberontak." kata Reyna.
"Maling?! Di mana malingnya? Apa kau baik-baik saja Ray?" tanya Calvin dengan cepat melihat keadaan Rayna.
"Aku tidak apa kak." kata Rayna dengan senyum.
"Malingnya dimana?" tanya Ren.
"Itu dia malingnya." kata Reyna menunjuk ke Rui.
Rui : "......"
"Kenapa dia mau maling pula? Apa yang di lakukan oleh pak tua itu pada anak buahnya? Tunggu.... Jangan bilang kalau maling itu dia. Berarti pak tua itu juga datang?" kata Ren menunjuk ke arah Rui.
"Ya. Riku dan Rui datang ke apartemen untuk mengajak makan bersama. Mereka masuk kedalam apartemen dengan kunci yang pernah aku kasih ke Rui. Rayna berpikir mereka adalah maling, jadi Rayna memberontak dan memukul mereka berdua." kata Reyna.
"Hahaha... Terus apa yang terjadi pada pak tua itu?" tanya Ren sudah tertawa lepas.
"Tidur di kamar." jawab Reyna.
"Kok enak benar dia santai tidur di rumah orang." kata Ren dengan agak kesal mendengar Riku tidur di kamar.
"Dia pingsan. Jadi tidur di kamar." kata Reyna.
Ren melihat ke Reyna seperti bertanya kenapa dia bisa pingsan.
"Dia terpeleset di lantai karena ada air, karena terkejut melihat aku dan Ray." sambung Reyna tahu kalau Ren pasti bertanya.
"Pfft... Hahaha... Bisa-bisanya dia bisa terpeleset di lantai karena melihat kalian berdua. Ini paling lucu... Hahaha...." kata Ren tertawa tidak ada hentinya.
"Coba aku pergi lihat dia dulu." kata Ren langsung ke kamar tempat Riku tidur.
"Kau jangan berbuat tidak tidak padanya." kata Reyna.
"Tenang saja. Aku tidak akan membunuh atau menyakitinya. Aku hanya pergi melihatnya saja." kata Ren dengan santai masuk ke dalam kamar.
"Dia tidak apa Rui. Jangan khawatir, dia ini suaminya." kata Reyna melihat ke Rui yang dari tadi melihat ke Calvin terus.
"Baik Nona." kata Rui.
__ADS_1
"Apa kau mengenal mereka Reyna?" tanya Calvin.
T.B.C