
Setelah mau beberapa langsung langkah lagi Rui mendekati Ren dan Riku. Riku langsung mendorong Ren karena merasa sangat kesal pada Ren memanggilnya pak tua terus. Ren terdorong dan kena Reyna sampai terjatuh sampai Ren di atas Reyna.
“Beraninya kau mendorongku!” kata Ren langsung memukul perut Reyna karena Ren berpikir kalau yang dia pukul adalah lantai. Bahkan Ren tidak tau kalau Reyna dibelakangnya. Ren langsung berdiri membuat Reyna kesakitan karena Ren menekan tangannya ke perut Reyna.
“Akh… Sakit…..” teriak Reyna merasa kesakitan di perutnya.
“Nona tidak apa?” tanya Rui langsung bantu Reyna berdiri dan duduk di kursi.
“Apa mereka berdua sengaja membuat aku sakit?” kata Reyna menatap tajam Ren dan Riku.
“Nona Reyna tidak apa?” tanya Rui.
Reyna ingin menjawab tapi sayangnya Riku sekarang dibelakang Reyna membuat Reyna kesakitan.
“Akh…..” Reyna merasa kesakitan di kepalanya karena terbentur ujung kursi membuat dahi Reyna terbenjol sedikit..
Rui terkejut melihat Bosnya sekarang yang membuat nona Reyna kesakitan. Bahkan Rui lebih terkejut melihat dahi Reyna ada benjolan kecil karena terbentur kursi.
“Nona.. Apa nona tidak apa?” tanya Rui langsung mengambil sapu tangan di meja dan memberikan air dan menaruh di dahi Reyna.
Reyna yang merasa agak pusing karena kesakitan di kepalanya karena kena benturan. Setelah agak beberapa menit Reyna merasa tidak ada pusing lagi langsung saja menatap tatapan membunuh sama Ren dan Riku yang masih saja berdebat karena telah berani melukainya.
Reyna langsung saja berdiri dan mengambil ember dan di isi air dingin di tambah es batu yang ada di kulkas. Bukan cuma hanya itu Reyna mengambil tong sampah yang berada di toilet dan mengeluarkannya.
Rui yang melihat Reyna membawa air dingin yang berisi es batu dan membawa sampah yang ada di toilet membuat Rui menutup hidungnya karena baunya sangat busuk dan menyengat. Rui berpikir apa yang akan dilakukan nona Reyna pada Ren dan Riku.
Setelah beberapa menit Rui melihat Reyna berdiri di depan Ren dan Riku yang masih bertengkar dan menaruh tong sampah dan ember dingin yang dibawanya. Rui langsung mengerti apa yang akan dilakukan oleh nonanya pada mereka berdua.
__ADS_1
Reyna sengaja menutup hidungnya pakai masker yang agak tebal supaya tidak terlalu kau mencium bau sampah. Reyna melihat Ren dan Riku tidak mau ada yang kalah membaut Reyna langsung saja melemparkan sampah itu pada mereka berdua.
“BAUU!!!!!” teriak Ren dan Riku bersamaan karena mereka di lempar sampah di tubuh mereka.
Reyna langsung melempar sampah itu pada Ren membuat Ren kesakitan. Setelah itu Reyna melempar air dingin yang berisi es batu keras ke mereka berdua lagi sampai mereka berdua kedinginan.
“DINGINNN!!!!” teriak Ren dan Riku karena sekarang kedinginan.
Reyna langsung melempar ember itu ke kepala Riku dengan kuat.
“Apa kepala kalian berdua sudah dingin?” tanya Reyna dengan dingin dan tatapan membunuh pada Ren dan Riku.
“Apa yang kau lakukan sialan!!!” teriak Ren ke Reyna. Ren tidak tau kalau itu adalah Reyna karena Reyna memakai masker tebal untuk menutup hidungnya.
Reyna merasa kemarahannya masih belum mereda langsung memukul perut Ren dengan keras sampai Ren kesakitan dan tertunduk ke lantai. Reyna juga memukul perut Riku dengan keras sampai Riku kesakitan juga.
berdua dari awal.” kata Reyna dengan dingin duduk di sofa tengah seperti seorang ibu yang marah pada anak.
Ren dan Riku merasa ingin sangat marah pada orang yang telah mengganggu mereka berdua. Tapi setelah melihat orang yang duduk disofa dengan anggun dan menatap mereka dengan sangat tajam membuat mereka berdua menyusut dan mengecil.
Rui merasa kagum dengan nona Reyna karena dengan menatap Ren dan Riku dengan tajam saja mereka berdua sudah mengecil seperti ketakutan dengan nona Reyna.
‘Nona Reyna beneran ratu iblis bisa menghentikan 2 orang buas yang sedang bertengkar yang tidak bisa di hentikan siapapun.’ batin Rui.
“Memangnya apa salah aku? Bukankah karena bocah sialan ini yang menyembunyikan mu?” tanya Riku.
“Kenapa aku yang disalahkan? Bukankah kau sendiri juga tidak mengenal orang yang kau cari selama 6 bulan lebih ada didepan sendiri.” kata Ren.
__ADS_1
“Apa kalian berdua bisa berhenti bicara?” tanya Reyna dengan dingin melihat mereka berdua akan mulai lagi.
“Memangnya kenapa aku harus berhenti bicara. Bukankah aku harus bertanya padamu kenapa kau malah pergi dari ku?” tanya Riku menatap Reyna.
“Bukankah kau sudah tau alasannya kenapa aku pergi? Harusnya kau harus berpikir tentang perasaan aku juga bukan hanya memerintah saja.” jawab Reyna.
“Apa kau pikir aku takut dengan ancaman kau waktu itu? Aku tidak takut dengan ancaman siapapun jika orang itu ingin membunuh atau mengurung aku.” sambung Reyna.
“Tapi aku melakukan ini karena aku sangat cemas atas keselamatanmu Rey. Apa kau tidak berpikir juga tentang perasaan aku padamu?” tanya Riku.
“Aku tau kecemasan dan keselamatan mu pada ku. Tapi jika kau mengurung aku terus di tempat itu bukankah aku akan merasa di penjara? Aku tidak akan mendapatkan kebebasan yang aku inginkan. Aku bisa menjaga diriku sendiri disini.” kata Reyna.
“Jika kau adalah seorang lelaki maka akan aku izinkan kau pergi ke luar negeri. Jika kau seorang gadis mana bisa aku tidak cemas padamu Rey. Walaupun aku tau kau kuat dan bisa menjaga dirimu sendiri, tapi tetap saja aku khawatir.” kata Riku.
“Apa kau ada memikirkan apa yang aku inginkan? Apa kau tau kalau aku juga ingin kebebasan di luar?” tanya Reyna dengan pelan ke Riku.
“Aku pernah bilang juga padamu kalau kau takut akan terjadi sesuatu padaku, kau hanya tinggal cari pengawal untuk mengawasiku dari jauh. Aku tidak ingin pengawal yang kau kasih waktu itu sampai orang lain menghindari dan tidak ada yang mau dekat dengan ku.” kata Reyna.
“Aku hanya ingin mendapatkan teman seperti orang lain yang mendapatkan teman yang tulus dan bisa mengajak aku kemana saja. Bukan teman hanya ingin mendapatkan perhatian akan karena status aku. Di negeri sana semua orang sudah tau identitas aku, maka dari itu aku memilih kuliah keluar negeri untuk mendapatkan orang yang tulus dan baik berteman denganku.” kata Reyna panjang lebar.
Riku terdiam mendengar apa yang di katakan Reyna. Riku terlalu cemas dengan Reyna karena takut terjadi sesuatu yang buruk padanya. Riku terdiam sebentar dan menghela nafasnya berpikir apakah ini yang terbaik untuknya.
“Baiklah. Aku akan mengizinkan kau kuliah disini.” kata Riku setelah berpikir lama.
Reyna langsung menatap Riku apa benar yang dikatakannya.
“Aku izinkan kau kuliah disini dan tinggal di kota ini, tapi ada syaratnya.” kata Riku menatap Reyna.
__ADS_1
“Apa itu?” Reyna terkejut mendengar kalau Riku mengizinkannya tinggal di kota ini.