
"Mommy... Rachel rindu dengan mommy." kata Rachel memeluk Rayna dengan cepat.
Richie memukul jidatnya sendiri melihat kelakuan adiknya. Padahal sudah dibilang kalau memanggilnya Tante bukan Mommy.
"Ra-Rachel...." gumam Rayna matanya sudah berkaca-kaca melihat Rachel memeluknya.
"Kenapa kak Reyna?" tanya Harry.
'Apa mereka berpikir kalau aku adalah Reyna?' batin Rayna.
"Apa yang kalian lakukan di depan pintu?" tanya Ren yang tiba-tiba datang.
"Tidak ada. Ayo masuk ke dalam." kata Rayna dengan senyum. Harry, Rachel dan Richie masuk ke dalam. Ren langsung saja masuk ke dalam dengan santai.
"Ini ada pesta apa kak?' tanya Harry melihat banyak masakan di meja.
"Emm....." Rayna tidak tau mau bicara apa.
"Rey kemana Rayna?" tanya Ren ke Rayna.
"Reyna ada di kamarnya." kata Rayna menunjuk ke kamar Reyna.
"Rayna?? Bukankah nama kakak Reyna?" tanya Harry dengan bingung.
"Kau lihat baik-baik siapa di depan kau itu." kata Ren dengan datar langsung masuk ke kamar Reyna, tapi Reyna duluan membuka pintunya.
"Oh Ren. Kau sudah datang." kata Reyna yang baru saja mandi.
"Rey, kau sangat wangiii...." kata Ren langsung memeluk Reyna dengan lembut mencium bau sabun yang wangi.
"Tentu saja. Aku kan baru saja selesai mandi." kata Reyna.
"Pantes kau sangat wangi." kata Ren mencium dahi Reyna dengan lembut.
"Kenapa kau diam saja Harry?" tanya Reyna melihat Harry seperti membeku.
"Ka... Kau kak Reyna?" tanya Harry.
"Ya." Reyna mengangguk.
"Kalau begitu dia..." kata Harry melihat ke Rayna.
"Dia Rayna. Kakak ipar mu." kata Reyna dengan santai membuat Harry membeku dan terkejutnya tidak bisa di katakan lagi.
"Ta-tapi....." Harry ingin mengatakan sesuatu langsung saja melihat seorang lelaki keluar dari kamar.
"Ada apa? Sepertinya sangat ribut." kata Calvin keluar dari kamar.
"Kak... Kak Calvin...." Harry tersentak melihat Calvin di depan matanya.
__ADS_1
"Ha-Harry...." Calvin juga ikut terkejut melihat Harry bahkan terkejut juga melihat Rachel dan Richie.
"I-Ini beneran kak Calvin? Bukan mimpi kan?" tanya Harry merasa ingin memukul wajahnya sendiri.
"Bagaimana kalau aku yang menyadarkan mu?" tanya Ren langsung mendekati Harry dan mencubit pipi Harry dengan kuat.
"Aww... Sakitt...." teriak Harry.
"Bagaimana?" tanya Ren.
"Ja-jadi... Ini beneran kak Calvin." kata Harry dengan pelan.
"Apa kau sedang melihat ilusi di depanmu?" tanya Calvin dengan senyum tipis.
"Kakak....." teriak Harry langsung memeluk Calvin dengan erat.
"A-aku pikir kakak sudah tidak ada lagi..." kata Harry sudah mau mengeluarkan air matanya.
"Maaf tidak memberitahu padamu." kata Calvin dengan pelan.
"Kenapa kakak bisa ada di sini? Kapan kakak balik ke kota ini?" tanya Harry.
"Aku dan Rayna baru balik beberapa hari lalu. Kebetulan ketemu dengan nona Reyna dan Tuan Ren, dan untuk sementara tinggal di apartemen nona Reyna." kata Calvin.
"Syukurlah kalau kakak masih hidup dan baik-baik saja." kata Harry.
"Kalau begitu dia...." kata Harry melihat ke Rayna yang dari tadi diam saja.
Rachel dan Richie merasa bingung siapa mereka berdua. Bahkan mereka melihat Mommy mereka ada dua. Salah satunya mereka tau kalau itu adalah Reyna tapi satunya tidak tau siapa. yang lebih terkejutnya mereka melihat seorang yang mirip dengan Daddy mereka.
"Paman, mereka siapa?" tanya Richie memegang baju Harry. Richie melihat orang yang mirip dengan Mommy dan Daddy Nya.
"Oh, Dia Daddy kalian Richie." kata Harry.
"Bukankah paman pernah bilang kalau Daddy dan Mommy sudah meninggal?" tanya Richie.
"Paman memang pernah bilang kalau Mommy dan Daddy kalian sudah meninggal. Tapi ternyata mereka berdua masih hidup dan mereka berdua ada di depan kalian." kata Harry dengan lembut.
Richie hanya diam mendengarkan perkataan pamannya dan melihat ka Calvin.
"Apa benar dia Daddy aku paman?" tanya Richie.
"Ya. Apa kau ingin memeluknya?" tanya Harry melihat Richie dari tadi melihat ke Calvin terus.
"Harry, apa mungkin ke dua anak ini......" Calvin menggantung kalimatnya melihat Richie dan Rachel.
"Mereka anak kalian kak." kata Harry.
"Rachel, kenapa diam saja?" tanya Harry melihat Rachel diam saja.
__ADS_1
"Apa paman ini Daddy Rachel paman?" tanya Rachel dengan imut.
"Ya. Peluklah Daddy Rachel." kata Harry.
"Daddy?" tanya Rachel mengangkat kedua tangannya minta di gendong.
"Apa Rachel rindu dengan Daddy?" tanya Calvin dengan senyum langsung mengendong Rachel.
"Hm... Rachel sangat rindu Daddy dan Mommy." kata Rachel mengangguk cepat memeluk Calvin dengan lembut.
"Daddy juga rindu kalian berdua." kata Calvin dengan lembut mencium pipi Rachel.
"Daddy dan Mommy selama ini kemana? Kenapa tidak pernah mau melihat Rachel?" tanya Rachel.
"Maafkan Daddy ya. Daddy dan Mommy sangat sibuk dan tidak bisa pergi melihat kalian berdua." kata Calvin merasa sedih mendengar putrinya rindu dengannya.
"Nanti kita bicarakan lagi. Bagaimana kalau kita makan dulu. Ini sudah jam 7 lewat." kata Reyna.
"Ya nanti kita bicarakan lagi. Anak-anak sudah kelaparan." kata Ren.
"Rachel mau makan sama Daddy dan Mommy." kata Rachel dengan senyum.
"Apa kak Reyna mengajak kami makan karena ingin Rachel dan Richie bertemu dengan kak Rayna dan kak Calvin?" tanya Harry.
"Itu salah satunya. Tapi ini juga merayakan hari special untuk aku dan Rayna." kata Reyna.
"Hari special?" tanya Harry dengan bingung.
"Hari Rayna dan Reyna adalah saudara kandung. Dan hadiah untuk Rayna adalah mengajak kau dan anak-anak makan bersama." kata Ren dengan datar.
"Saudara kandung?" tanya Harry dengan terkejut.
"Ya. Aku dan Rayna adalah saudara kandung. Dan Hasil tes DNA tadi baru saja keluar." kata Reyna dengan senyum.
"Apa benar Ray? Hasil tesnya sudah keluar?" tanya Calvin ke Rayna.
"Ya. Hasilnya 99.9% aku dan Reyna adalah saudara kandung kak." kata Rayna dengan senyum.
"Benarkah? Kalau begitu selamat Ray, akhirnya kau bertemu dengan keluargamu." kata Calvin tersenyum dan memeluk Rayna dengan lembut.
"Ya kak. Aku sangat senang bisa bertemu dengan keluarga aku." kata Rayna dengan senyum.
"Nanti kita lanjutkan lagi ya. Kita makan sekarang, nanti lauknya keburu dingin. Makan sepuas kalian karena aku dan Rayna yang memasak semua ini." kata Reyna.
"Benarkah kau yang memasak Rey?" tanya Ren dengan mata berbinar-binar.
"Ya. Apa kau senang akhirnya makan masakan aku?" tanya Reyna dengan senyum.
"Waaiiii.... Aku mencintaimu Rey." kata Ren dengan riang langsung mencium Reyna dengan senang dan memeluknya.
__ADS_1
Akhirnya Ren makan masakan Reyna juga. Karena sudah beberapa minggu semenjak Ren makan bolu buatan Reyna. Ren dengan senang hati makan sampai Ren puas karena Reyna yang memasaknya.
Akhirnya semuanya makan bersama karena hari ini adalah hari bahagia bagi semua orang. Kecuali Rayna karena Rayna telah mendapatkan kebahagiaan double yaitu telah menemukan saudara nya dan bertemu dengan anaknya yaitu Rachel dan Richie.