
"Rui, bagaimana dengan informasi Rayna?" tanya Riku.
"Masih belum ada, Bos." jawab Rui.
"Kenapa hanya mendapatkan informasi satu gadis dari panti saja lamanya minta ampun??!! Ini sudah 3 bulan lebih. Atau kau yang tidak becus mencari informasinya?" tanya Riku menatap tajam Rui hanya mendapatkan informasi satu gadis saja harus sampai 3 bulan.
"Maafkan saya, Bos." kata Rui menundukkan kepalanya.
Rui hanya bisa meminta maaf pada Bosnya. Karena jika dia memberitahu informasi Rayna kalau Rayna masih menghilang yang ada Bosnya semakin mengoceh.
"Akhhh..." teriak Riku dengan kesal.
"Apa aku pergi menemui Rey saja ya?" gumam Riku sambil berpikir.
"Bagaimana kalau kita ketemu Nona Reyna, Bos? Bukankah Bos ingin bertemu dengannya?" tanya Rui.
Riku melihat ke Rui dengan intens. Karena Riku juga ingin bertemu dengan Reyna.
"Kau siap kan semua nya. Aku mau bertemu dengannya." kata Riku.
"Baik Bos." kata Rui langsung mengeluarkan HP-nya.
"Tunggu sebentar." kata Riku.
"Ada apa Bos?" tanya Rui.
"Aku tidak ingin melihat anak sialan itu. Kau lihat kapan Rey pulang ke apartemennya?" tanya Riku.
"Anak sialan itu? Siapa yang Bos maksud?" tanya Rui dengan bingung.
"Siapa lagi kalau bukan Anak sialan Ren itu. Kau lihat jadwalnya hari ini. Kapan dia akan pulang kantor? Aku yakin setelah pulang kerja, pasti anak itu pergi menemui Rey." kata Riku.
__ADS_1
"Aku yang akan menemui Rey sendirian. Aku tidak ingin menemui anak itu." kata Riku.
"Baik, Bos." kata Rui.
'Sebenarnya ada hubungan apa Bos dengan Tuan muda Ren? Kenapa Bos begitu benci dengan Tuan muda Ren? Apa karena Tuan Muda Ren selalu dekat dengan nona Reyna? Tapi, bukankah mereka berdua sudah pacaran?' batin Rui.
Rui berpikir sebenarnya apa yang terjadi di antara Bosnya dengan Ren. Rui ingin bertanya tapi dia tidak ingin kehilangan nyawanya.
Karena setiap kali Riku mendengar nama Ren atau bertanya tentang nya, maka Riku sudah marah dan langsung bad mood.
---- Perusahaan Ryuujin ----
"Kenapa aku hari ini sangat sial!? Kenapa bisa ada banyak tumpukan berkas di meja ku?" tanya Ren dengan kesal sampai memukul mejanya dengan kuat melihat banyak tumpukan berkas di mejanya.
Ren awalnya ingin cepat pulang karena ingin pergi menemui Reyna, malah tiba-tiba dapat pekerjaan menumpuk di mejanya.
"Kai! Kau bantu aku mengerjakan semuanya." kata Ren langsung menaruh berkas ke meja Kai.
"Apa kau gila!? Kau tidak bisa melihat banyak berkas di meja ku, malah kau kasih pula ke aku lagi." kata Kai dengan kesal dan marah pada Ren.
"Tapi ini perkejaan kau sialan! Kenapa kau malah oper ke aku?!" teriak Kai tidak terima kalau pekerjaan yang bukan perkejaan nya di kasih sama dia, apalagi pekerjaan nya sendiri masih belum selesai.
"Apa pula masalah nya dengan ku? Kau juga kerja di sini bukan? Aku tidak akan membiarkan kau saja yang santai bekerja." kata Ren dengan santai dan langsung duduk di mejanya.
"Sialan kau Ren! Bukankah kau yang paling bersantai di sini dan aku yang mengerjakan semuanya sendirian??!" teriak Kai dengan marah tidak mau hanya dia sendiri yang mengerjakan nya. Bahkan setiap hari Ren yang paling bersantai di kantor, dan Kai yang mengerjakan semuanya sendirian.
---- Heaven Corporation ----
PING
Reyna melihat HP-nya berbunyi dan melihat ada pesan masuk. Reyna langsung membukanya dan melihat ternyata Riku mengirimkan pesan padanya.
__ADS_1
Reyna membaca pesan Riku. Ternyata Riku ingin mengajak makan bersama dengannya.
Reyna berpikir kalau dia masih kesal dan marah dengan Riku. Jadinya Reyna membalas kalau dia tidak ingin bertemu dengannya atau makan malam bersamanya.
PING
Riku membalas jika Reyna tidak mau bertemu dengannya, maka Riku paksa Reyna untuk makan malam bersama dengan nya.
Reyna hanya diam saja membaca pesan Riku. Reyna tidak membalas pesan Riku.
Riku melihat Reyna tidak membalas langsung mengatakan, dia akan menunggunya sampai Reyna pulang dari kantor.
Setelah beberapa menit Reyna tidak membaca atau membalas pesan Riku. Riku yang tidak ingin menyerah, langsung mengatakan kalau dia sudah berada di apartemennya.
Reyna merasa sangat terganggu dengan bunyi HP-nya. Reyna dengan agak kesal melihat pesan Riku yang sangat banyak PING nya, karena ingin Reyna membalas pesannya.
Reyna membaca kalau Riku sudah berada di apartemennya. Reyna langsung agak terkejut, karena di apartemen ada Rayna.
Reyna jadi berpikir bagaimana kalau Riku masuk ke dalam apartemennya dan bertemu dengan Rayna.
Reyna masih belum memberitahu sama Riku kalau Reyna sudah bertemu dengan Rayna bahkan sudah melakukan test DNA kalau mereka berdua adalah saudara. Bahkan Reyna juga belum kasih tau Rayna tentang Riku.
"Apa aku pulang saja ya? Takutnya Rayna ketakutan pula dengan kedatangan Riku." kata Reyna dengan pelan.
"Tapi, rasanya menarik juga kalau Rayna bertemu dengannya. Aku ingin lihat bagaimana reaksinya bertemu dengan Rayna." gumam Reyna dengan senyum tipis.
"Mendingan aku selesaikan semua ini baru pulang. Aku ingin melihat reaksinya melihat kalau aku terbelah menjadi dua. Hahaha..." kata Reyna dengan senyum dan tertawa.
Reyna dengan santai mengerjakan tugasnya setelah itu baru pulang. Reyna beneran ingin melihat reaksi Riku bertemu dengan Rayna.
T.B.C
__ADS_1
Apa yang akan terjadi apabila Riku dan Rayna bertemu?
Ikuti terus cerita nya jika penasaran. βΊοΈβΊοΈπ€π€