
"Sepertinya ini sudah semuanya. Apa aku buat bahan untuk pesanan besok ya?" kata Rayna yang baru selesai memasak.
"Mendingan buat aja deh, sambil menunggu Rey dan yang lain balik." kata Rayna.
Rayna langsung mengambil sayur di kulkas dan memotong nya dengan cepat dan di masukkan di baskom untuk persiapan pesanan masak besok.
***
"Apa kau yakin Rey sudah balik? Bukankah Rey masih di Heaven Corporation?" tanya Riku melihat ke apartemen Reyna.
"Kata Pengawal kita, mereka melihat Nona Reyna masuk ke dalam 2 jam yang lalu dan membawa banyak kantong plastik. Mungkin nona Reyna ingin memasak di apartemen nya." kata Rui mendengar dari pengawas yang melihat kegiatan Rayna.
"Kau tidak salah lihat kan Rui? Ini sudah jam 5. Berarti mereka melihat Rey keluar 2 jam lalu, itu artinya dia keluar apartemen jam 3 sore. Bukankah jam 3, Rey masih bekerja di Heaven Corporation?" tanya Riku ingin memastikan kalau Rui tidak salah dengan laporan yang di berikan padanya.
"Saya juga bingung dengan perkataan pengawas Bos. Tapi mereka ada kasih foto pada saya, kalau memang nona Reyna keluar dari apartemen jam 3." kata Rui dengan pasti.
Rui langsung mengeluarkan HP-nya dan membuka video dan foto yabg di berikan oleh pengawas yang memperhatikan Reyna keluar dari apartemen dan pergi ke supermarket.
"Ini beneran Rey? Tapi bukankah ini aneh? Seharusnya jam segitu, Rey harusnya ada di Heaven Corporation? Kenapa Rey bisa keluar dari apartemen jam 3? Bahkan pergi ke supermarket." kata Riku dengan banyak pertanyaan di kepalanya.
"Mungkin Nona Reyna sedang minta izin kerja Bos." kata Rui.
"Apa kita masuk ke dalam dan tanya sama Nona Reyna saja Bos?" tanya Rui melihat Riku hanya diam saja dan melihat video yang telah diberikan oleh pengawas yang selalu memperhatikan Reyna dari jauh.
"Ya sudah, kita masuk ke dalam sekarang." kata Riku langsung keluar dari mobilnya.
Rui masuk ke dalan apartemen dengan kartu kunci yang telah di berikan oleh Reyna.
"Dari mana kau dapat kunci itu?" tanya Riku yang baru masuk ke dalam.
"Nona Reyna yang mengasih ke saya Bos." jawab Rui.
"Kapan Rey kasih ke kau Rui? Kenapa aku tidak tahu? Bukankah kau selalu bersama dengan ku selama kita ke kota ini?" tanya Riku.
__ADS_1
"Waktu nona Reyna menyuruh saya bertemu dengannya Bos." jawab Rui.
"Bertemu? Kapan kau bertemu dengan Rey? Bukankah waktu itu kau bilang kalau hanya mengambil barang titipan yang di kasih Rey untuk ku? Bahkan kau tidak bertemu dengannya?" tanya Riku dengan banyak pertanyaan dan tidak ingat kalau Rui memberitahu padanya kalau dia bertemu dengan Reyna.
GLEK....
Rui menelan salivanya dengan gugup. Rui baru ingat kalau dia tidak boleh memberitahu Bosnya kalau dia bertemu dengan nona Reyna.
Bahkan waktu itu Rui berbohong pada Riku kalau dia tidak boleh memberitahu keberadaan Reyna dan hanya bilang kalau Rui hanya mengambil barang titipan Reyna yang di berikan oleh Riku.
"Maksudnya saya, waktu itu suruhan Nona Reyna juga memberikan kartu ini pada saya Bos. Supaya jika suatu saat Bos pasti akan pergi menemui Nona Reyna." kata Rui dengan cepat.
"Begitu ya. Kalau memang begitu, kenapa kau tidak memberitahukannya padaku?" tanya Riku.
"Maafkan saya Bos. Nona Reyna mengatakan untuk tidak memberitahu pada Bos." kata Rui dengan menundukkan kepalanya.
"Ya sudahlah. Rey waktu itu juga sedang marah padaku, jadi aku tidak bisa menyalakan mu karena Rey menyuruh mu merahasiakannya pada ku." kata Riku.
Rui Mera lega, karena jika menyangkut Reyna maka Riku pasti percaya.
Riku masih belum tau, kalau Rui masih belum memberitahu kalau dia telah bertemu dengan Reyna bukan pergi mengambil barang titipan yang di berikan oleh Reyna pada Riku.
Jika Riku tahu kalau Rui telah berbohong padanya, entah apa yang akan terjadi dengan Rui. Sudah pasti Riku akan marah dan menghukum pada Rui karena telah berani membohongi nya.
Kira-kira hukuman apa yang akan di berikan oleh Riku pada Rui? Itu sudah pasti Rui akan masuk ke neraka.
Riku dan Rui sudah berada di depan pintu apartemen Reyna.
Ting Tong ~
"Siapa sore begini ke sini? Baru jam 5 lewat. Apa mungkin Harry? Tapi bukankah Harry sudah ada kuncinya?" tanya Rayna mendengar bunyi bel.
Rayna langsung mendekati pintu dan melihat ke kaca pintu yang berada di tengah.
__ADS_1
"Siapa mereka? Bahkan membawa beberapa orang seperti pengawal? Apa mungkin mereka ingin menculik aku?" tanya Rayna melihat Riku, Rui dan beberapa orang baju hitam di luar.
"Aku harus memberitahu Reyna. Takutnya ada yang ingin menculik aku lagi." kata Rayna dengan cepat langsung ke kamar dan mengambil HP-nya.
Tapi baru saja Rayna ingin menelepon Reyna, langsung terdengar suara buka pintu di depan membuat Rayna terkejut.
Rayna dengan cepat mengambil jam tangan di meja dan menekan tombol merah dan kirim ke Reyna.
Jam tangan itu adalah jam tangan yang telah di kasih oleh Ren. Jika menekan tombol merah, maka itu mengartikan kalau ada tanda bahaya atau sedang keadaan darurat.
"Rey, apa kau di dalam?" tanya Riku masuk ke dalam apartemen dan melihat sekeliling.
"Kenapa tidak ada orang?" tanya Riku tidak melihat siapapun di apartemen.
"Saya juga tidak tau Bos." kata Rui.
"Kalian siapa? Apa yang kalian lakukan di rumah orang? Dan kenapa kalian punya kunci pintu apartemen ini?" tanya Rayna yang sudah memegang selang air yang sudah di sambung di kamar mandi.
"Kenapa kau malah bertanya seperti itu? Bahkan kenapa kau malah memakai baju seperti armor begitu?" tanya Riku yang bukan menjawab malah bertanya balik melihat Rayna telah memakai baju seperti besi di tubuhnya bahkan membawa selang air di tangan nya.
"Aku sedang bertanya pada kalian. Atau aku akan menelpon polisi karena kalian ingin mencuri barang disini dan ingin menculik aku." kata Rayna.
"Aku tidak akan kena untuk yang kedua kalinya." kata Rayna dengan cepat.
Riku dan Rui saling pandang dan bingung dengan perkataan Rayna.
"Apa yang kau bicarakan Rey? Menculik? Kenapa aku harus menculik mu? Dan kenapa kau malah memakai pakaian seperti itu?" tanya Riku dengan bingung.
"Orang lagi bertanya, malah bertanya balik? Apa kau itu tidak bisa menjawab pertanyaan orang dengan benar? Kalian itu pencuri tidak mengerti bahasa orang ya?" tanya Rayna langsung saja membuka selang air itu dan menembak ke arah Riku dan Rui sampai mereka berdua kebasahan.
T.B.C
Penasaran dengan ceritanya?
__ADS_1
Jangan lupa like, comment supaya Author bisa semangat update nya. ☺️☺️