Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 30 – MAX DAN TREVOR


__ADS_3

“Bagaimana keadaan mereka dok?” tanya Reyna


“Mereka baik-baik saja hanya luka memar saja. Ini tagihan dan obatnya, jika masih ada masalah atau keluhan silakan datang ke sini.” jawab Dokter.


“Baiklah, terima kasih dokter.” kata Reyna menerima tagihan dan obatnya dan langsung pergi ke kasir bayar.


 


“Baiklah, kita pulang sekarang.” kata Reyna yang baru saja selesai bayar dikasir.


“Baiklah.” jawab Lelaki itu dan membawa temannya.


“Kenapa hanya kalian berdua? 7 orang lagi kemana?” tanya Reyna karena hanya melihat 2 orang saja.


“Mereka kembali dulu kak, karena ingin memberikan makanan untuk teman-teman di rumah.” jawab Lelaki itu.


“Baiklah, kita pulang sekarang.” kata Reyna langsung membawa 2 orang itu ke Apartemennya.


---- Apartemen Reyna ----


“Kalian duduk saja dulu dikursi, biar aku buatkan minum dulu.” kata Reyna baru masuk apartemen dan langsung kedapur.


“Baiklah.” jawab Lelaki itu.


Mereka masuk kedalam melihat sekeliling Apartemen Reyna ternyata Reyna tinggal di tempat yang bagus dan membuat mereka iri sama Reyna.


“Kak, kakak itu tinggal ditempat yang bagus ya. Beruntung kita tinggal disini.” kata Trevor sambil melihat sekeliling apartemen Reyna.


“Trevor jangan bicara begitu. Belum tentu kakak itu menyuruh kita tinggal disini.” jawab Max


“Kalau tidak menyuruh kita tinggal disini kenapa dia mengajak kita ke rumahnya?” tanya Trevor.


“Kakak juga tidak tau, nanti kita tanya sama kakak itu.” jawab Max.


Reyna langsung membawa jus jeruk dan snack ke ruang tamu. “Makan lah, maaf kalau disini hanya ada donat karena aku tidak sempat beli yang lain.” kata Reyna sambil menaruh sepiring donat di meja.


“Tidak apa kak, terima kasih.” jawab Max sambil meminum jus. Sedangkan Trevor memakan Donat.


“Kak, kenapa membawa kita ke rumah kakak? Apa kakak ingin kita tinggal disini?” tanya Trevor tanpa ada rasa malu.


“Trevor, Jangan bicara sembarangan!” teriak Max ke Trevor.


“Tapi kak..” Trevor ingin bicara langsung dipotong oleh Max.


“Kau diam saja Trevor, jangan bicara lagi.” kata Max dengan tegas. Trevor langsung diam karena Max marah padanya.


“Maaf kak, dia ini tidak bisa bicara sopan pada kakak.” kata Max meminta maaf pada Reyna.


“Tidak apa. Siapa namamu?” jawab Reyna dengan senyum.


“Max kak, kalau disamping saya Trevor.” kata Max dengan sopan


“Baiklah. Max dan Trevor aku sudah bilang kalau aku akan menghidupi kebutuhan kalian. Tapi…” kata Reyna dipotong oleh Trevor.

__ADS_1


“Benarkah kak, kita boleh tinggal disini?” jawab Trevor langsung berdiri antusias dan langsung saja Max memukul punggung Trevor dengan kuat.


“Trevor, jika kau bicara sekali lagi aku tendang kau keluar.” kata Max dengan tegas.


“Maaf kak.” kata Trevor.


“Minta maaf pada kakak ini.” kata Max sambil menunjukkan Reyna.


“Maaf kak.” kata Trevor dengan mendukkan kepala pada Reyna.


“Tidak apa, kau orang yang ceria Trevor. Tapi jika orang bicara didengar sampai selesai jangan langsung potong pembicaraan orang.“ kata Reyna dengan senyum.


“Iya kak.” jawab Trevor.


“Baiklah, aku memang mengatakan akan menghidupi kebutuhan kalian, tapi kalian tidak tinggal disini.” jawa Reyna dengan santai.


“Kenapa kak?” tanya Trevor dengan kecewa.


“Trevor dengar kakak itu bicara sampai selesai.” jawab Max ke Trevor membuat Trevor diam.


Max dan Trevor diam dan menatap Reyna. Reyna yang melihat mereka sudah diam akhirnya bicara, “Karena kalian itu berjumlah 20 orang, sedangkan apartemen aku hanya ada 3 kamar. Bagaimana aku bisa membiarkan kalian tidur di tempat sempit seperti ini.”


“Jadi, kita tinggal dimana kak?” tanya Trevor.


“Nanti akan ada orang yang datang menjemput kalian. Dia yang akan mengatur semuanya. Kita tunggu saja, sebentar lagi dia sampai.” jawab Reyna.


Max dan Trevor mau tidak mau hanya menurut kata Reyna.


“Oh ya, berapa usia kalian?” tanya Reyna.


“Kalian ternyata masih muda.” kata Reyna.


Disaat Reyna masih mau bicara langsung depan pintu terdengar bunyi bel.


Ting tong~  (Terdengar bunyi pintu bel)


“Mungkin orangnya sudah datang.” kata Reyna langsung pergi membuka pintu.


“Selamat Malam.” kata orang berbaju hitam.


“Masuklah.” kata Reyna membiarkan orang itu masuk.


Setelah orang berbaju hitam itu masuk melihat sekeliling dan diruang tamu hanya ada anak laki yang masih remaja dan gadis culun berpakaian besaran.


“Apa kau mau minum jus?” tanya Reyna


“Tidak usah nona. Saya sedang mencari seseorang.” kata Orang berbaju hitam.


“Siapa yang kau cari?” tanya Reyna dengan bingung


“Dimana orang yang tinggal disini?” tanya orang berbaju hitam.


“Itu aku.” jawab Reyna.

__ADS_1


Orang berbaju hitam itu terkejut dan langsung keluar melihat nomor apartemennya ternyata sama dengan orang yang disuruhnya untuk datang, dan masuk kembali kemudian bertanya ke Reyna.


“Dimana orang yang tinggal disini?” tanya orang berbaju hitam itu.


“Orang yang tinggal disini itu aku. Kenapa kau seperti melihat orang yang tidak ada penghuninya?” tanya Reyna dengan bingung.


Jawaban Reyna membuat orang itu bingung dan bertanya, “Anda jangan bercanda nona, saya kesini karena disuruh oleh seseorang untuk menjemput sesuatu.” jawab orang berbaju hitam itu dengan datar.


“Siapa yang menyuruhmu untuk datang kesini?” tanya Reyna dengan datar.


“Seorang gadis cantik.” jawab orang berbaju hitam.


“Siapa namanya?” tanya Reyna sambil melipat silang tangannya melihat orang itu.


“Reyna Richelle.” jawab orang berbaju hitam.


“Bukankah orang itu ada didepan mu?” kata Reyna dengan datar.


“Hah? Apa maksudmu? Kau Reyna Richelle?” tanya orang berbaju hitam itu dengan terkejut.


“Kalau bukan aku siapa lagi?” tanya Reyna


“Itu tidak mungkin, bagaimana mungkin kamu itu Reyna Richelle.” kata orang berbaju hitam itu dengan melihat penampilan Reyna seperti orang kampungan.


“Apa kau tidak mengenal aku?” tanya Reyna.


“Saya tidak mengenal nona.” jawab orang berbaju hitam.


“Rui.” kata Reyna menatap orang berbaju hitam itu dengan datar.


“Kenapa nona bisa tau nama saya?” tanya rui dengan terkejut kalau Reyna tau namanya.


“Menurutmu?” tanya Reyna.


Rui melihat Reyna dari atas sampai bawah dengan teliti. ‘Kenapa gadis ini bisa tau nama aku? Siapa gadis ini?’ batin Rui menatap Reyna dengan curiga.


“Kenapa?” tanya Reyna


“Nona siapa? Kenapa bisa tau nama saya? Apakah nona kenal dengan nona Reyna?” tanya Rui.


“Apa kau tidak mengenal aku? Kenapa kau seperti melihat orang asing?” kata Reyna dengan datar.


“Saya tidak mengenal nona. Dimana nona Reyna? Apakah ada yang terjadi padanya?” tanya Rui yang langsung khawatir terjadi pada Reyna.


“Saya Reyna Richelle. Kenapa kau seperti melihat aku seperti orang lain? Apa mata kau itu buta Rui?” kata Reyna dengan kesal karena Rui tidak percaya kalau dirinya sendiri adalah Reyna orang yang dicarinya.


“Bagaimana mungkin nona adalah nona Reyna Richelle lihat muka nona baik-baik dicermin muka nona seperti badut jelek, pakaian seperti kampungan. Bagaimana mungkin bisa nona adalah Reyna Richelle.” kata Rui dengan menyindir Reyna.


‘Apa yang barusan dia bilang? Badut jelek dan kampungan?.’ batin Reyna langsung menatap tajam Rui.


“Apa yang barusan kau bilang Rui? Coba kau katakan sekali lagi! Apa kau mau aku tendang keluar jendela sekarang juga Rui!” teriak Reyna ke Rui dengan tatapan membunuh.


Seluruh tubuh Rui merinding melihat tatapan Reyna dan langsung menelan salivanya.

__ADS_1


‘Siapa gadis ini? Kenapa tatapannya seperti ingin membunuh aku sekarang juga dan matanya itu sama seperti Bos pada saat marah.’ batin Rui dengan keringat dingin dan ketakutan dengan tatapan Reyna.


__ADS_2